Fikih Islam

Zakat Kepada Keluarga Sendiri

Zakat Kepada Keluarga Sendiri

Zakat merupakan salah satu rukun Islam. Para ahli fikih mendefinisikan zakat  oleh para ahli fikih sebagai berikut:

اسْمٌ لِقَدْرٍ مَخْصُوصٍ مِنْ مَالٍ مَخْصُوصٍ يَجِبُ صَرْفُهُ لِأَصْنَافٍ مَخْصُوصَةٍ بِشَرَائِطَ

“Zakat adalah sebuah istilah untuk menyebutkan kadar harta tertentu yang didistribusikan kepada kelompok tertentu pula dengan syarat-syarat khusus”. (Muhammad al-Khatib asy-Syarbini,Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, vol  I, h. 368)

Dari definisi ini kemudian terumuskan sejumlah barang-barang tertentu yang wajib dizakati (mal zakawi) seperti emas, perak, perdagangan, pertanian, dan lain sebagainya. Selain itu, harta zakat juga harus didistribusikan kepada orang-orang tertentu sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran sebagai berikut:

 إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَآءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ – التوبة:60

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (Q.S. At-Taubah [9]: 60)

Ayat ini memberikan penjelasan kelompok-kelompok penerima zakat seperti fakir, miskin, dan sebagainya. Dalam ayat ini tidak ada keterangan mengenai keluarga terdekat sebagai orang yang berhak menerima zakat. Jadi, titik tekannya adalah kelompok-kelompok yang disebutkan di dalam ayat tersebut. Artinya, bila ada keluarga terdekat yang masuk dalam kategori penerima zakat yang disebutkan dalam ayat Alquran di atas, maka sah saja zakat dibagikan kepada mereka.

Sebaliknya, bila keluarga terdekat tidak masuk dalam kategori fakir, miskin, atau yang lain sebagaimana kelompok penerima zakat, maka tidak sah membagikan zakat kepada mereka.

Wallahu A’lam bis-Shawab
Source by Ahmad Naufal

Jasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker