Yaman Hadapi Wabah Kolera Baru di Musim Penghujan

Yaman Hadapi Wabah Kolera Baru di Musim Penghujan

YAMAN – Berbulan-bulan seusai terjangkit wabah kolera mematikan yang mematikan ribuan orang, Yaman sekarang berhadapan dengan risiko gelombang kedua penyakit itu saat musim hujan datang.

Negara yang dilanda tempur itu, yang kehilangan beberapa infrastrukturnya akibat serbuan udara yang kejam oleh Arab Saudi selama lebih dari 3 tahun terakhir, masih belum pulih dari bagian wabah terburuk di Duniya dari penyakit mematikan itu, para ilmuwan mengingatkan pada hari Kamis.

Semenjak 2016, kira-kira setahun seusai serbuan diawali, satu juta kasus kolera sudah dikabarkan di Yaman sementara lebih dari 2.000 orang mati karenanya.

“Kami bakal menyaksikan lonjakan kasus selama musim hujan,” kata Anton Camacho, penulis utama studi soal epidemi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Global Health, terhadap Reuters.

“Kalau sesuatu bakal terjadi, itu bakal terjadi sekarang sehingga seluruh orang wajib sadar dan merespon dengan cepat. Risikonya tinggi,” tambahnya.

Musim hujan sudah diawali dari pertengahan April dan sampai akhir Agustus.

Empat minggu pertama pada musim hujan tahun lalu, tampak hitungan total harian kasus kolera meningkat 100 kali lipat, mempercepat penyebaran penyakit di seluruh negara yang dilanda kemiskinan.

Kontaminasi sumber daya air selama musim hujan dan perubahan tingkat zooplankton dan zat besi dalam air, yang membantu bakteri kolera bertahan hidup, ialah banyak alasan utama di balik epidemi kolera.

Loading...
loading...

Menurut para peneliti, lebih dari separuh distrik Yaman – rumah bagi hampir 14 juta orang – beresiko terserang wabah kolera tahun sekarang.

Kolera menyebar dengan mengkonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Penyakit diare bisa menghabisi dalam banyak jam kalau orang tersebut dibiarkan tanpa kontrol.

Wabah sudah diperparah oleh tempur yang dipimpin Saudi, yang sudah menghancur-leburkan pelayanan kesehatan Yaman dan pasokan air, mengungsikan lebih dari dua juta orang dan memotivasi negara itu menuju jurang kelaparan. Pengepungan selama bertahun-tahun oleh Arab Saudi, bagus udara dan pelabuhan utama negara itu pun menyebabkan kekurangan obat-obatan.

Pemeriksaan ini sudah memetakan wabah dan menganalisis pola curah hujan, memungkinkan pejabat kesehatan dan Organisasi Kesehatan Duniya (WHO) guna lebih mudah mengidentifikasi tempat-tempat yang paling memerlukan vaksinasi kolera.

Menurut PBB, berkisar 22 juta dari 25 juta warga Yaman memerlukan dukungan insaniyah. [ARN]

(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = ‘https://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&appId=249643311490&version=v2.3’; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

Yaman Hadapi Wabah Kolera Baru di Musim Penghujan

Loading...

Source

loading...

You might like

About the Author: Samsul Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *