White House: AS ‘Mengawasi Ketat’ Situasi di Idlib

White House: AS ‘Memantau Ketat’ Situasi di Idlib
Loading...

White House: AS ‘Mengawasi Ketat’ Situasi di Idlib

WASHINGTON – Amerika Serikat “Mengawasi ketat” situasi di provinsi Idlib, di mana bermacam usaha tengah ditunaikan untuk Menyuruh pergi teroris.

“Presiden Donald Trump sudah mengingatkan bahwa serbuan semacam itu akan jadi eskalasi nekat dari konflik yang telah tragis dan akan membahayakan nyawa ratusan ribu orang,” kata sekretaris pers Sarah Huckabee Sanders dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.

Teroris takfiri sudah gagal mendestabilisasi pemerintah Suriah dalam berhadapan dengan Peperangan walaupun menduduki bagian Inti negara itu semenjak memulai militansi yang Disokong asing pada 2011.

Semenjak waktu itu, Suriah dan sekutu-sekutunya sudah menangani terorisme di sebagian besar negara, tapi sebagian wilayah barat lautnya masih diduduki oleh teroris.

Komentar Sanders muncul sehari sesudah Trump mengingatkan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan sekutu dekatnya, Rusia dan Iran, untuk tidak “sembrono menyerbu” Idlib, dan mengakui bahwa penduduk sipil sanggup kehilangan nyawa “dalam kemungkinan tragedi kemanusiaan ini.”

Sanders menambahkan bahwa Washington “akan terus bekerja tanpa lelah dengan sekutunya untuk menemukan jalan penyelesaian diplomatik yang langgeng untuk menuntaskan permusuhan di Suriah.”

loading...

AS sudah melaksanakan serbuan udara di dalam Suriah semenjak September 2014 tanpa izin dari Damaskus atau mandat PBB. Sudah berkali-kali terbukti menargetkan dan menghabisi penduduk sipil di semua negara Arab Suriah. Ini juga sebagian besar tidak sanggup memenuhi target yang dinyatakannya dalam menghancur-leburkan Daesh/ISIS.

Jurubicara Kremlin Dmitry Peskov menepis warning Trump pada konferensi pers di ibukota Moskow pada hari sebelumnya.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, yang baru-baru ini berjumpa dengan pejabat tinggi Suriah, juga menjelaskan untuk awak media bahwa Tehran mencari pembebasan Idlib dengan “ongkos kemanusiaan paling rendah.” [ARN]


Source by Ahmad Naufal

Loading...

INFO POPULER

______________________
loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :