Waspadai Cara Licik HTI untuk Giring Opini Bubarkan Banser

Waspadai Cara Licik HTI untuk Giring Opini Bubarkan Banser

Waspadai Cara Licik HTI untuk Giring Opini Bubarkan Banser

Jaringan Muslim Muda Jayakarta (JMMJ) menilai eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang legal dibubarkan oleh pemerintah melaksanakan penggiringan opini bahwa bendera HTI yang dibakar oleh Banser ialah bendera tauhid.

“HTI mulai menggiring opini bahwa bendera HTI yang dibakar ialah bendera tauhid. Narasi ini sengaja dibikin di diproduksi terus mulai semenjak awal dan endingnya ialah bubarkan Banser,” tegas Ketua JMMJ Ahmad L, dalam pesan rilisnya hari ini.

Lebih detail, Ahmad meminta supaya publik tidak tergiring opini yang dimainkan oleh para loyalis HTI yang masih gentayangan di negeri ini. Kata dia, bahkan adanya kejadian itu, kubu mereka menggunakan situasi ini dengan makin kencang untuk menggoreng kejadian tersebut untuk memberikan image buruk Banser.

Loading...
loading...

“Sehingga eks HTI ini mencoba memainkan psikologi publik supaya ikutan emosi dan ikutan mencaci maki Banser. Peluang ini bahkan mereka tidak sia-siakan, inilah bagian dari taktik licik HTI,” tambah dia lagi.

Oleh sebab itu, kata Ahmad, pihaknya meminta untuk seluruh pihak untuk menahan diri, jangan terpancing maupun terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana.

“Waspadai ada usaha adu domba yang ingin memecah belah bangsa,” ujarnya.

Lebih jauh, Ahmad sama pendapat kalau pembakaran itu dilaksanakan untuk menghormati dan menjaga kalimat tauhid. Hal itu dilaksanakan supaya tulisan tersebut tidak terinjak-injak dan terbuang di tempat yang tidak seharusnya.

“Positif Thinking saja, jangan terprovokasi HTI. Banser mungkin ingin memperlakukan hal itu sebagaimana kalau mereka menemukan potongan sobekan mushaf Alquran. Mereka akan bakar sobekan itu, untuk untuk menghormati dan menjaga supaya tidak terinjak-injak atau terbuang di tempat yang tidak seharusnya,” tandasnya.

(tribunrakyat/suaraislam)

Loading...


Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *