Wapres Afghanistan Lolos dari Percobaan Tindakan mematikan di Kabul

Wapres Afghanistan Lolos dari Percobaan Pembunuhan di Kabul

Wapres Afghanistan Lolos dari Percobaan Tindakan mematikan di Kabul

KABUL – Belasan orang meninggal dunia dan sedikitnya 14 orang lainnya cedera dalam pemboman yang dikerjakan di bandara Kabul, tempat sejumlah orang berkumpul untuk menyambut Wakil Presiden Afghanistan, Abdul Rashid Dostum, yang sudah diasingkan.

Juru bicara kepolisian Kabul, Hashmat Stanekzai, menjelaskan bahwa serbuan bom itu menghantam dekat pintu masuk utama bandara, di mana para penyokong menanti untuk menyambut Dostum.

Dostum sendiri sudah meninggalkan bandara dalam iring-iringan mobil cuma banyak menit sebelum ledakan, yang menurut para pejabat tampaknya dikarenakan oleh seorang pembom bunuh diri.

Baca: Ledakan Mematikan Hantam Area Kedubes AS di Kabul, Afghanistan

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Najib Danish, menjelaskan bahwa penduduk sipil, termasuk seorang anak, dan anggota pasukan keamanan termasuk di antara korban.

Juru bicara Dostum, Bashir Ahmad Tayanj, menjelaskan bahwa wakil presiden yang telah berangkat dengan kendaraan lapis baja dalam kondisi baik-baik saja.

Kubu teroris Takfiri Daesh /ISIS mengklaim bertanggung jawab atas ledakan mematikan itu. Kantor berita Amaq yang berafiliasi dengan Daesh menjelaskan bahwa pembom meledakkan jaket bunuh diri pada perjumpaan untuk menyambut wakil presiden.

Dostum, eks panglima perang dan seorang veteran Uzbek selama banyak dekade politik berdarah Afghanistan, dikerumuni bagai selebritis waktu ia dengan mempergunakan pesawat sewaan hendak meninggalkan Turki, tempat ia tinggal semenjak Mei 2017.

Baca: Kubu Dukungan Kemanusiaan kritik keras Bom Ambulans Kabul

Kepulangannya datang di tengah protes aksi anarkis yang terus berlangsung di banyak kota provinsi di Afghanistan utara, basis power tradisionalnya.

Kembalinya Dostum memberi tidak banyak harapan untuk memadamkan kerusuhan, mengingat pengunjuk rasa di provinsi Faryab pada hari Minggu (22/07)bersumpah untuk terus berdemonstrasi sampai pemimpin etnis minoritas Uzbek itu menjelaskan sebaliknya.

“Kami ndak mempercayai pemerintah. Kami akan meneruskan protes kami kecuali Jenderal Dostum memberitahu kami untuk berhenti,” kata Ehsanullah Qowanch, seorang pemimpin protes di Faryab.

Qowanch mengulang panggilan untuk pembebasan Nezamuddin Qaisari, perwakilan provinsi Dostum di Faryab, yang penangkapannya awal bulan ini memicu demonstrasi.

Massoud Khan, pengunjuk rasa lainnya, menjelaskan, “Kami sudah berada di jalanan selama 20 hari sekarang. Kami ndak akan menghentikan protes kami kecuali tuntutan kami terpenuhi.” (ARN)


Source by Hakim Abdul

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOMENTAR: Jika ada artikel yang salah, dll, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.