Wanita Haram Bertdarus menggunakan Sepeaker, Benarkah ?

Wanita Haram Bertdarus menggunakan Sepeaker, Benarkah ? Saya pernah dengar bahwa wanita tidak diperbolehkan bertadarus lewat speaker, dengan alasan suara wanita itu aurat, benarkah demikian? mari tetap bersama ngaji.web.id untuk mengkaji bersama hukumnya dengan merujuk qaul para ulama.

1. Keutamaan Bertadarus Dibulan Ramadhan.

a. Anjuran bertadarus.

Sebelum membahas hukum suara wanita, kita bahas keutamaan tadarus dulu.
Imam Al-Shananiy, didalam kitabnya Subulussalam mengatakan :
( )
Menegakkan bulan Ramadhan yaitu menegakkan malam Ramadhan dengan shalat atau membaca Al-Quran. Imam Al-Nawawi berkata : menegakkan bulan Ramadhan sudah terpenuhi dengan shalat tarawih, dan itu isyarat bahwa tidak disyaratkan melaksanakan shalat sunnah pada seluruh malam.

Syaikh Al-Munawi didalam kitabnya Faidlul Qadir mengatakan bahwa menegakkan bulan Ramadhan adalah menegakkan ketaatan di bulan Ramadhan dengan melaksanakan shalat tarawih dan menghidupkan malam-malamnya dengan berbagai ibadah. Kemudian Syaikh Al-Munawi melanjutkan :

Menegakkan bulan Ramadhan juga dapat dilakukan dengan tiwalah Al-Quran, shalat, melakukan berbagai dzikir, atau belajar ilmu-ilmu agama dan demikian juga dengan melakukan berbagai amal-amal ukhwari, namun sudah dianggap menegakkan malam Ramadhan dengan menganggungkan malamnya, bahkan dikatakan sudah mencukupi dengan shalat Isya dan shubuh berjamaah.

b. Kebiasaan Ulama Salaf Bertadarus Dibulan Suci

Imam Malik, ketika memasuki bulan Ramadhan, ia meninggalkan sementara kebiasaan membaca Hadits dan majelis-mejelis taklim, kemudian beralih pada pembacaan Al-Quran dengan mushhaf.
Banyak generasi-generasi umat Islam terdahulu mengkhususkan bulan Ramadhan dengan memperbanya membaca Al-Quran. Menurut Imam Az-Zuhri, ramadhan adalah bulan tilawah.
.
Imam Az-Zuhri rahimahullah, ketika memasuki bulan Ramadhan ia mengatakan, Ramadhan adalah bulan tiwalatil Quran dan bulan memberi jamuan makan.

Qadatah rahimahullah, ia selalu mengkhatamkan Al-Quran pada setiap 7 malam, sedangkan pada bulan Ramadhan ia mengkhatamkan Al-Quran setiap 3 hari, adapun pada 10 terakhir bulan Ramadhan, ia mengkhatamkan Al-Quran setiap malam

Ibrahim Al-Nakhiy rahimahullah mengkhatamkan Al-Quran pada bulan Ramadhan setiap 3 malam, dan pada 10 terakhir bulan Ramadhan mengkhatamkan Al-Quran setiap 2 malam.

Al-Aswad rahimahillah membaca Al-Quran seluruhnya pada 2 malam di seluruh bulan, termasuk bulan Ramadhan.

Al-Azdi (tabiin tsiqah) mengkhatamkan Al-Quran pada bulan Ramadhan setiap malam

Muhammad bin Wasi mengkhatamakan Al-Quran pada bulan Ramadhan setiap malam

Imam Abu Hanifah mengkhatamkan Al-Quran setiap malam dalam satu rakaat.

Said bin Jubair mengkhatamkan Al-Quran diantara Maghrib dan Isya pada bulan Ramadhan

c. Adakah Tuntunan Bertadarus?

Syaikh Nawawi Al-Bantani didalam kitabnya Nihayatuz Zain mengatakan

“Diantara cara membaca Al-Quran adalah mudarasah/tadarrus, yang sering disebut dengan al-Idarah, yaitu seseorang membaca Al-Quran atas orang lain, dan orang lain itu juga membaca Al-Quran padanya, meskipun apa yang dibaca oleh yang lain tidak seperti yang orang yang pertama.
Hal ini juga sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallalahu alayhi wa Sallam bersama Malaikat Jibril, disebutkan didalam Shahih Al-Bukhari,

Adalah Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Salam orang yang paling dermawan diantara manusia. Dan beliau paling pemurah pada bulan Ramadhan ketika Jibril bertemu beliau, Malaikat Jibril selalu mengunjungi Rasulullah pada setiap malam bulan Ramadhan kemudian beliau menyimakkan Al-Quran kepadanya (melakukan mudarasah/tadarrus). Rasulullah Shallallahu Alaihi waSallam ketika dikunjungi Malaikat Jibril lebih dermawan dalam kebajikan daripada hembusan angin.

Disamping itu, mendengarkan Al-Qur’an juga merupakan ibadah dan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Sebagaimana sebuah riwayat yang menuturkan bahwa Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda :

Barangsiapa yang mendengarkan satu ayat dari Kitabullah Azza wa Jalla, ditetapkan baginya kebaikan yang berlipat ganda, dan barangsiapa yang membacanya maka itu akan menjadi cahaya baginya kelak di hari qiyamat. (HR. Ahmad)

Barangsiapa yang mendengarkan satu ayat dari Kitabullah maka ia akan mendapatkan cahaya Al-Quran (HR. Ad-Darimi)

2. Menggunakan Pengeras Suara Pada Hal Yang Bernilai Ibadah

Dalam ibadah yang memerlukan speaker seperti adzan, tadarrus dan lainnya hukumnya adal boleh, dalamKitab Risalatu Taudlihil Maksud halaman 16:

Hasil dari semua hal yang telah kami sebutkan dan kami kutipkan dalam lembaran-lembaran ini adalah bahwa mempergunakan pengeras suara dalam adzan dan lainnya dari hal-hal yang dituntut untuk dikeraskan adalah perkara yang dipuji dalam syara’. Dan ini adalah yang hak dan yang benar.

3. Suara Wanita Auratkah?

Para Ulama Melalui Kitabnya Berpendapat
Dan suara wanita menurut pendapat yang paling shahih (benar) tidak termasuk aurat tetapi haram mendengarkannya dengan seksama bila dikhawatirkan terjadi fitnah
Hasyiyah alBujairami X/70
) ( )
(Keterangan Tidak masuk bagian aurat adalah suara wanita) seperti halnya suara Amrad (pemuda tampan tanpa jenggot) maka halal mendengarkannya selagi :
1.Tidak menimbulkan fitnah
2.Tidak merasa nikmat dengan suara tsb,
Namun bila mengakibatkan dua hal diatas hukum mendengarkan suara wanita adalah haram.
(Iaanah at-Thalibiin III/260)

– Kesimpulan

Dengan menggabungkan poin poin diatas maka hukum wanita bertadarus dengan speaker adalah sunnah karena banyak pahala bertadarus dibulan puasa. Selain itu Speaker adalah diperbolehkan karena termasuk wasilah dalam hal kebaikan. Lalu dalam masalah hukum memperdengarkan suara wanita itu juga boleh boleh saja karena suara wanita bukanlah aurat, kecuali jika jelas jelas menimbulkan fitnah.

Sebaiknya memang tadarus al-quran ini ditiru oleh masyarakat muslim dimanapun berada, sebab selain banyak keutamaan seperti diatas tadarus ini juga mempunyai nilai dakwah dan syiar islam. Allah ta’ala berfirman :

Barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah ,maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.
Demikian semoga bermanfaat, Wallahu a’lam.

Tidak Boleh Wanita Tadarus Dengan Speaker?

You might like

About the Author: admin

KOMENTAR: Jika ada artikel yang salah, dll, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.