Walaupun Sesat, Syiah Tak Kafir Masih Tetap Saudara Muslim Kita

Islam-Institute, Kairo Mesir – Pagi tadi, saya memperoleh telepon dari salah seorang petinggi Masyikhah (kantor Grand Syaikh Al-Azhar). Saya diminta untuk cepat datang ke kantor dan menerjemahkan sejumlah berita yang tersebar di media-media Indonesia ke dalam bahasa Arab. Begitu saya masuk kantor dan duduk di depan komputer, betapa kagetnya saya dengan ‘kebisingan’ wacana di media sosial.

Selepas Grand Syaikh Al-Azhar mengeluarkan pernyataan bahwa Syiah tidak kafir dan bersaudara dengan Sunni, tetapi cacian mereka ke para sahabat Rasulullah Sawialah bentuk kesesatan, dunia media sosial jadi terlalu rame. Pernyataan ini menyebar secara viral dan dilansir oleh berbagai media.

 

Walaupun Sesat, tapi Syiah Masih Saudara Muslim Kita (Memahami Pernyataan Grand Syaikh Al-Azhar)

 

 

Syiah dan pendukungnya tentu saja suka dengan hal itu. Seperti ini juga dengan para
pembenci Grand Syaikh Al-Azhar, sebab dengan ini bertambah lagi amunisi untuk
mengkriminalisasi sosok beliau yang mereka tuduh selaku penyokong
‘kudeta’ Mesir.

Loading...
loading...

Bagi pelajar pemula dalam studi akidah Islam pasti dapat membedakan antara “kafir sesat” dengan “tak kafir tapi sesat”. Yang pertama terang kafir atau murtad dari Islam, seperti mengingkari hal-hal yang telah ma’lum min ad-din bid-dharurah. Sedangkan yang kedua, tentu saja masih dinilai selaku seorang MUSLIM, meski sejumlah pendapatnya dinilai sesat atau melenceng.

Nah, problem Syiah waktu ini yang paling disorot itu ialah penghinaan sejumlah kalangan Syiah kepada para sahabat Nabi SAW….

Hal ini, meski otoritas Syiah Iran menyerukan supaya tak dikerjakan, tetapi fakta di lapangan mempertunjukkan hal lain. Sehingga, Grand Syaikh Al-Azhar sendiri pun dalam beberapa kesempatan mengkritik hal itu.

Bahkan waktu ini Al-Azhar di bawah kepemimpinan beliau menggelar festifal mecatat mengenai hal “Bahaya Penyebaran Syi’ah di Wilayah Sunni”.

Singkatnya, memahami pernyataan Grand Syaikh Al-Azhar janganlah sepotong-potong, seperti Syiah adalah saudara Sunni, TANPA menyebutkan bahwa Syiah sesat dan berbahaya kalau disebarkan di wilayah Sunni. Atau mengutip bahwa Syiah tak kafir, TAPI LUPA mengutip – atau sengaja — pernyataan beliau bahwa Syiah itu sesat.

Loading...

Semoga virus gagal paham di tengah masarakat kita tak begitu mewabah untuk kepentingan politik, adu domba, atau kepentingan sesaat lainnya. (Ust. Moehammed Hidayatulloh, Kairo Mesir)

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :