Ketika Keseriusan Prabowo Jadi Presiden Diragukan

Saat Keseriusan Prabowo Menjadi Presiden Diragukan

Ketika Keseriusan Prabowo Jadi Presiden Diragukan

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bareng Ketum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Abdullah Syam ikut hadir Rakernas LDII, di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, Jakarta, Kamis (11/10).

Keseriusan Prabowo Subianto sebagai calon presiden nomor urut 2 dipertanyakan. Ini sesudah dia dikritik oleh politikus Wakil Sekretaris Jend. Partai Demokrat Andi Arief yang tidak lain ialah penyokong Prabowo sendiri.

Tudingan Andi disampaikan melalui akun twitternya, Jumat (12/10) siang. Prabowo menurut Andi Arief, kurang serius dan tidak aktif berkampanye ke daerah dalam kontestasi Pemilihan presiden 2019. Sementara Cawapres Sandiaga Uno lebih sering berkeliling daerah.

“Ini otokritik: Jikalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap Citra Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden,” kata Andi dalam cicitannya.

Menurut Andi, Prabowo juga mesti lebih beberapa turun ke daerah kalau ingin memenangi Pemilihan presiden. “Percayalah jikalau direnungkan bagaimana mungkin kemenangan mengejar orang yang malas,” kata Andi.

Kritikan Andi itu dinilai selaku sesuatu yang positif oleh Partai Demokrat yang Adalah partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kepala Divisi Advokasi dan Dukungan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hurahaean menilai, hal itu dilaksanakan untuk memberikan antusias untuk capres nomor urut 01 itu.

“Untuk kebaikan seluruh sebab kita ingin menang dalam Pemilihan presiden ini. Bukan untuk maksud buruk. Gitu aja,” kata dia di Jakarta, Jumat (12/10).

Tapi, Ferdinand menjelaskan, pandangan Andi bersifat personal. Ia menekankan, yang disampaikan eks aktivis maha siswa 1998 itu tidak mengatasnamakan Partai Demokrat.

Tidak cuma Andi yang mempersoalkan keseriusan Prabowo, tetapi juga dari pihak lawan. Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Arya Sinulingga menjelaskan Prabowo Subianto seakan tidak serius jadi capres. Hal itu tercermin dari Cawapres yang mendampinginya, Sandiaga Uno yang kelihatan lebih aktif berkampanye.

“Ini yang jadi calon presiden kan Pak Prabowo, bukan Sandiaga. Jadi kita pengen tahu dong pemimpinnya bagaimana. Prabowo seperti tidak serius,” kata Arya dalam Konferensi Pers di Pos komando Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/10).

Loading...
loading...

Arya menilai, Prabowo yang sering tidak datang di tengah-tengah warga bahkan mempertunjukkan bahwa dirinya tidak ingin dipilih. Bahkan Prabowo, seakan-akan tidak mempunyai kepercayaan diri untuk menonjolkan diri secara langsung di tengah rakyat. Arya menjelaskan, Prabowo akan kalah kalau yang terus muncul di muka publik cuma Sandiaga seorang.

Pemilihan presiden, kata dia, ialah ajang untuk memilih pemimpin, bukan sekadar cawapres. Cukup disayangkan kalau Prabowo kurang aktif dibandingkan Sandiaga Uno yang bahkan sudah memulai safari kampanye ke bermacam daerah. Elektabilitas Prabowo, dikatakan Arya, sanggup makin meluncur turun.

“Kita ingin mempunyai lawan yang imbang. Tidak seru jikalau lawan tidak imbang,” katanya.

Tapi, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria membantah otokritik yang disampaikan Wakil Sekretaris Jend. Partai Demokrat Andi Arief soal tudingan ketidakseriusan capres Prabowo Subianto dalam Pemilihan presiden 2019. Riza menekankan fakta keseriusan Prabowo maju selaku calon presiden bareng Sandiaga Uno.

Ia pun tidak merespon serius tudingan Andi Arief, walaupun berasal dari partai gabungan yang menyokong Prabowo-Sandiaga.

“Faktanya Pak Prabowo terlalu sering, terlalu rajin, keliling. Jikalau sekarang kelihatan Sandi ya kan Sandi baru jadi cawapres, tentu Penting memperkenalkan untuk warga,” ucap Riza di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/11).

Riza mengungkap, kalau waktu ini Sandiaga lebih beberapa turun ke daerah daripada Prabowo, bukan artinya calon presiden nomor urut 02 tersebut tidak serius. Prabowo kata Riza, tetap turun ke daerah, meski tidak seintens Sandiaga.

Menurut dia, itu telah bagian dari planning program Badan Pemenangan Nasional Gabungan Indonesia Adil Makmur.

“Jadi Pak Prabowo juga keliling ya, cuma kan tidak senantiasa diekspos. Sebab kadang yang dijumpai kan internal, tokoh-tokoh tertentu yang belum sanggup kita publish,” kata Juru Debat BPN itu.

Karenanya, ia kembali meluruskan pernyataan dari Andi Arief soal keseriusan Prabowo di Pemilihan presiden.

“Prinsipnya Pak Prabowo terlalu serius. Sungguh kita senantiasa senyap ya. Pokoknya diam-diam nanti pokoknya menang Insyaallah. Kita kan tidak beberapa pencitraan, tidak beberapa koar-koar, tidak beberapa ramai-ramai, Insyaallah sukses. Kita punya cara, mekanisme, taktik tersendiri,” kata Riza.

(republika.co.id/ suaraislam)

Loading...


Suara Islam Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *