Vladimir Putin Perintahkan Penarikan Angkatan bersenjata Rusia dari Suriah

Keputusan Vladimir Putin yang tidak terduga untuk penarikan angkatan bersenjata Rusia di Suriah terjadi beberapa jam sesudah perbincangan damai antara pemerintah Suriah dan oposisi dilanjutkan di kota Swiss Jenewa ….

 

 MOSKOW – Vladimir Putin Presiden Rusia sudah memerintahkan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu untuk memulai penarikan angkatan bersenjata Rusia dari Suriah pada Selasa (15/03). Angkatan bersenjata Rusia di Suriah mulai beroperasi semenjak 31 September 2015 untuk memenuhi permintaan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Vladimir Putin menjelaskan pada hari Senin (14/03) bahwa penarikan angkatan bersenjata Rusia yang direncanakan, yang akan diawali pada hari Selasa (15/03), diinginkan sanggup berfungsi selaku proses stimulasi untuk perbincangan politik Suriah.

Presiden Rusia mengumumkan keputusannya dalam perjumpaan dengan kementerian luar negeri dan pertahanan Rusia yang disiarkan televisi. Dia juga memuji serbuan udara di Suriah yang hampir enam bulan selaku langkah positif, dan sudah menciptakan keadaan untuk perundingan perdamaian.

“Saya mempertimbangkan maksud yang sudah ditetapkan untuk Kementerian Pertahanan pada umumnya sudah dicapai. Itulah sebabnya saya memerintahkan untuk memulai penarikan bagian utama dari kubu angkatan bersenjata kita dari wilayah Republik Arab Suriah mulai besok,” kata Putin pada Senin selama perjumpaan dengan Shoigu dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, kantor berita RT mengabarkan.

Pemimpin Rusia, bagaimanapun ndak merinci hitungan total pesawat dan pasukan yang akan ditarik dari Suriah pada tahap pertama penarikan.

Vladimir Putin menjelaskan dua pangkalan angkatan bersenjata Rusia di Suriah, pangkalan udara di Hemeimeem pesisir provinsi Latakia dan fasilitas angkatan laut di pelabuhan Tartous, akan tetap beroperasi.

Keputusan yang tidak terduga terjadi beberapa jam sesudah perbincangan damai antara pemerintah Suriah dan oposisi dilanjutkan di kota Swiss Jenewa.

Utusan spesial PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura yang menengahi perbincangan, menolak untuk mengomentari keputusan Vladimir Putin.

Rusia memulai kampanye militernya di Suriah pada 30 September 2015, berdasarkan permintaan dari pemerintah Suriah.

Serbuan udara Rusia terlalu meningkatkan moral pasukan Suriah sebab sudah sukses merebut kembali daerah-daerah kunci dari anggota milisi di seluruh negeri dengan sokongan Rusia.  (AL/ARN)

 

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :