Viral! PKS Ancam Gerindra Matikan Mesin Partai di Pemilihan presiden 2019 Kalau Tidak Bisa Jatah Wagub DKI

PKS Minta Kadernya Tidak Korupsi, Asusila & Berucap Negatif, Netizen: Contoh Orang Munafik!

Viral! PKS Ancam Gerindra Matikan Mesin Partai di Pemilihan presiden 2019 Kalau Tidak Bisa Jatah Wagub DKI

Sohibul Iman. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta mengancam akan mematikan mesin partainya di Ibu Kota kepada pemenangan capres dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan presiden 2019.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi Menegaskan nyaris semua kader, khususnya kader muda PKS DKI Jakarta mengancam akan melaksanakan hal tersebut kalau posisi Wakil Gubernur DKI yang ditinggal Sandi nyaris 3 bulan itu tidak diberikan untuk partainya.

“Nyaris semua kader PKS kecewa, khususnya anak-muda PKS. Kader-kader itu mengancam akan matikan mesin partai untuk Prabowo-Sandi kalau janji Gerindra soal Wagub DKI tidak dipenuhi,” kata Abdurrahman untuk CNNIndonesia.com, Senin (29/10).

Menurut Abdurrahman, kader-kader PKS Jakarta tetap akan memegang janji Gerindra yang akan menyerahkan posisi wakil Anies Baswedan di Jakarta untuk partainya. Terlebih, keputusan ‘tingkat tinggi’ yang dihasilkan oleh Gerindra dan PKS mengambil keputusan supaya gabungan bergerak memenangkan Prabowo-Sandi di Pemilihan presiden 2019 dan kursi Wagub DKI diberikan untuk PKS.

“Jadi itu hasil keputusan tingkat pusat atau tingkat tinggi. Menangkan Prabowo-Sandi dan Wagub DKI untuk PKS. itu janjinya,” kata Abdurrahman.

Atas dasar itu, Abdurrahman mengklaim wajar kalau kader sampai di tingkat ranting telah beberapa yang kecewa sebab faktanya sampai hari ini Gerindra DKI di bawah pimpinan M Taufik masih bersikukuh untuk menyodorkan kadernya jadi wakil Anies 4 tahun ke depan. Walau tidak terpublikasikan secara luas di media, akan tetapi emosi kader telah kian tidak terbendung.

“Kader PKS telah kesal, kok urusan Wagub DKI saja tidak sanggup tekad bulat sebab awalnya yang dijanjiin PKS. Kekesalan itu diarahkan ke Gerindra,” ungkap Abdurrahman.

Loading...
loading...

Abdurrahman menambahkan kalau problem Wagub DKI ini terus terulur, maka nuansa gabungan Gerindra-PKS dari Jakarta sampai pusat dipastikan akan rusak. Kecuali itu, servis kepada ummat, terkhusus penduduk DKI akan terbengkalai.

2 faktor itu, kata Abdurrahman, yang membikin kader PKS kian risih. alasannya, mereka berfikir Sumbangsih PKS kepada kemenangan Anies-Sandi mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat telah total.

Penetapan Wakil Gubernur DKI butuh 2 tanda tangan partai pengusung. Abdurrahman pun Memperkirakan perdebatan masih akan terus terjadi, bahkan seperti Perkiraan beberapa pihak, ialah bakda gelaran pemilihan presiden 2019 bakda.

“Jadi sekarang tergantung Gerindra. PKS telah selesai, sebab tinggal selesaikan apa yang telah dijanjikan. Kita telah punya 2 nama, Agung Yulianto dan Ahmas Syaikhu,” ucap Abdurrahman.

Minta Prabowo Tidak Ingkar Janji

Abdurrahman menjelaskan kecaman keras tidak cuma Hadir dari kader. Ketum DPW PKS DKI Jakarta, Sakhir Purnomo, kata dia, juga telah mendesak Prabowo supaya menunaikan janji partainya untuk memberikan kursi Wagub DKI ke Gerindra.

Menurut Abdurrahman, desakan itu masuk akal. alasannya, untuk urusan tingkat daerah seperti Jakarta, PKS punya nyali keras kepada calon yang diusungnya. Ia mencontohkan PKS melaksanakan evaluasi ketat kepada sejumlah janji yang telah dilaksanakan Anies selama setahun. Apalagi, Prabowo yang akan jadi pemimpin dalam lingkup nasional.

“Jika mau jadi presiden atau pemimpin tingkat nasional wajib sanggup tunaikan janji yang diberikan. Tingkat daerah aja kita tagih, apalagi nasional. Lagian jenderal itu pantang ingkar janji,” tegas Abdurrahman.

Pada September lalu, eks calon Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu mengakui Prabowo sudah menyerahkan posisi Wakil Gubernur DKI untuk PKS.

“Pak Prabowo juga telah menyerahkan ke PKS,” kata Syaikhu waktu dikonfirmasi, Kamis (20/9).

Syaikhu menyebut sejatinya proses pengisian jabatan wagub tersebut telah berlangsung semenjak lama di internal PKS.

Sebab Prabowo sudah menyerahkan ke PKS, kata Syaikhu, PKS pun langsung melaksanakan seleksi di kalangan kadernya.

Seleksi dilaksanakan untuk mencari siapa kader yang paling pas untuk duduk di kursi DKI 2.

“Lalu muncul nama saya dan Pak Agung Yulianto (Sekretaris Umum DPW PKS DKI),” ujarnya.

(cnn/suaraislam)

Loading...


Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :