Viral Pembakaran Bendera HTI, MUI: Tidak Penting Dipermasalahkan!

Ketua Lakpesdam PBNU: Selesaikah dengan Maaf Banser?

Viral Pembakaran Bendera HTI, MUI: Tidak Penting Dipermasalahkan!

Ilustrasi

Wakil Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi menjelaskan pihaknya meminta supaya kejadian pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak dipermasalahkan, apalagi sampai menuding seperti Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Jadi menurut hemat kami hal tersebut tidak Penting dipermasalahkan, apalagi ditanggapi secara emosional dengan mempergunakan kata-kata yang kasar seperti melaknat, menjelaskan biadab dan menuding seperti PKI,” ujar Zainut melalui siaran pers, Senin (22/10).

Baca: Guntur Romli: Banser Membakar Bendera HTI bukan Bendera Tauhid!

Zainut menilai cuma akan terjadi kesalahpahaman kalau kejadian tersebut dibesar-besarkan sampai jadi polemik. Terlebih, katanya, Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas pun sudah memberikan penjelasan terkait motif belasan member Banser membakar bendera HTI.

Tudingan seperti mempergunakan PKI, lanjutnya, bahkan akan menimbulkan gesekan antarkelompok. Dengan begitu, dapat berkemungkinan merilis konflik di antara sesama ummat Islam.

Loading...
loading...

Baca: Banser Membakar Bendera HTI bukan Kalimat Tauhid

Zainut menjelaskan pihaknya menengarai ada kubu tertentu yang ingin memecah belah ummat Islam dan Indonesia. Untuk terhindar dari hal itu, Zainut meminta untuk seluruh pihak supaya menaikkan kewaspadaan. Pula, tetap menghormati 1 sama lain supaya tidak ada fitnah yang dapat berbuntut perpecahan.

“MUI meminta untuk seluruh pihak untuk bisa menahan diri, tidak terpancing dan terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengadu domba dan memecah-belah bangsa Indonesia,” ujar Zainut.

Baca: Dosakah Membakar Bendera HTI?

sebelum ini, sejumlah member Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU membakar bendera HTI. Pembakaran dilaksanakan Banser di Garut waktu merayakan hari santri Mingu kemarin (21/10).

Ketua GP Ansor membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan motif anggotanya di Garut membakar bendera ialah untuk menghormati kalimat tauhid yang tertera pada bendera yang dibakar.

“Membakar bendera yang ada tulisan kalimat tauhid tersebut, hemat saya, teman-teman ingin memperlakukan sebagaimana kalau mereka menemukan potongan sobekan mushaf Alquran,” kata Yaqut.

“Kalau bukan bendera yang ada tulisan tauhidnya, dapat jadi, sama mereka tidak dibakar, tetapi langsung buang saja ke comberan,” ujarnya.

Terkait hal itu, Zainut Menegaskan bahwa MUI meminta untuk Banser dan seluruh pihak untuk berhati-hati dan tidak gegabah melaksanakan tindakan yang bisa memancing emosi ummat Islam.

(cnnindonesia/ suaraislam)

Loading...


Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :