Viral Mushaf Salah dan Menyesatkan, Ini Penjelasan Lajnah Pentashihan Mushaf

Viral Mushaf Salah dan Menyesatkan, Ini Penjelasan Lajnah Pentashihan Mushaf

Beberapa hari terakhir, viral di media sosial, video terkait mushaf Al-Quran yang dinilai salah dan menyesatkan ummat. Dalam video tersebut, sungguh secara terang kelihatan kekhilafan dalam bentuk penulisan yang tak sama dengan mushaf Alquran yang biasa dipakai di Indonesia. Seperti qaf dari kata “Al-Quran” yang ditulis dengan huruf fa’.

Merespon hal ini, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran kementrian agama Muchlis M Hanafi memastikan bahwa Al-Quran yang ada dalam video tersebut tidak salah, cuma ditulis dengan penulisan yang tak sama.

“Mushaf Alquran dalam video tersebut ialah mushaf Alquran yang ditulis berdasar riwayat Warsy dari Imam Nafi’ (bagian riwayat dalam qira’ah sab’ah yang mutawatir) yang diterbitkan oleh penerbit Darul Ma’rifah Beirut,” jelas Muchlis sebagaimana dikutip website kementrian agama.go.id.

Muchlis menerangkan, penulisan mushaf tersebut mempergunakan khat (tulisan) Maghribi yang tak sama dengan mushaf Al-Quran Standar Indonesia (MSI). Perbedaan tersebut di antaranya pada penulisan huruf ‘fa‘ dan ‘qaf‘. Huruf ‘fa‘ dalam sistem penulisan Maghribi mempergunakan 1 titik di bawah huruf, sementara huruf ‘qaf’, mempergunakan 1 titik di atas.

“Contoh, kata yuqiimuuna dalam sistem penulisan MSI tertulis (seperti) yufiimuna dalam sistem penulisan mushaf Maghribi,” ujarnya.

Ke-2 sistem penulisan tersebut, kata doktor tafsir Quran lulusan Al Azhar ini,  benar. Bahkan,  keduanya masih dipakai dalam penerbitan dan pencetakan mushaf Alquran di dunia Islam sampai waktu ini.

Muhlis menghimbau untuk masyarkat yang menjumpai mushaf yang dinilai salah, diinginkan untuk langsung memberitahukan untuk Lajnah Pentashihan Mushaf, supaya sanggup langsung dicek dan diklarifikasi, juga supaya menghindari kejadi-kejadian yang seperti ini.

“Sesuai tugas dan fungsi, LPMQ akan terus mengawasi peredaran mushaf Al-Quran di Indonesia,” tegasnya.

 

IslamiDotCo by Ahmad Naufal

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.