Viral! Menyebut Kapolri Setuju dengan Khilafah, Bachtiar Nasir Terancam Dipidanakan

Viral! Menyebut Kapolri Setuju dengan Khilafah, Bachtiar Nasir Terancam Dipidanakan

Bachtiar Nasir terancam dipidanakan. Ustadz yang setuju dengan khilafah ini mencoba mencatut nama Tito Karnavian. Bachtiar Nasir sebelumnya mengklaim sudah berdiskusi dengan dirinya dan menyetujui sistem khilafah berlaku di Indonesia. Padahal Tito mengakui dirinya tak pernah mengumumkan hal tersebut.

Menguping namanya dicatut oleh Bachtiar Nasir, Tito merasa tak nyaman. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menekankan bahwa Tito tak pernah mengumumkan setuju dengan khilafah. Setyo menekankan bahwa pernyataan Tito sudah diplintir oleh Bachtiar Nasir.

Bachtiar Nasir ternyata belum menyerah untuk mengampanyekan khilafah di Indonesia. Dirinya mengumumkan bahwa Indonesia ketika ini wajib menerapkan sistem khilafah. Karena, sistem tersebut yang dinilai paling pas di Indonesia. Sementara sistem liberal dinilai dapat memicu perpecahan dan kehancuran negara. Padahal, HTI di Indonesia sudah dibubarkan. Organisasi apapun yang mencoba mengganti pancasila tak boleh ada di Indonesia.

Banyak ulama dan ahli juga setuju dengan keputusan pemerintah membubarkan HTI. Ulama NU seperti KH. Ma’ruf Amien dan KH. Said Aqil, serta ahli hukum Mahfud MD menekankan sistem khilafah tak cocok di Indonesia. Indonesia ialah negara pancasila dan telah final.

Saya pikir seusai HTI dibubarkan, ustadz pro HTI sanggup bertaubat dan tak lagi berani ngomong khilafah. Akan tetapi ternyata mereka belum menyerah. Felix Siauw selaku bagian ustadz penyebar paham khilafah juga masih bersemangat mengampanyekan khilafah. Anehnya, Bachtiar Nasir dan Felix Siauw masih aman-aman saja, padahal terang-terangan mengampanyekan khilafah.

Akan tetapi kelihatannya Bachtiar Nasir tak akan sanggup tidur nyenyak ke depannya. Pernyataannya soal Tito Karnavian yang katanya setuju dengan sistem khilafah berbuntut panjang. Tito menampik pengakuan tersebut. Tito tak suka dengan pernyataan Bachtiar Nasir.

Kapolri Tito Karnavian ingin memproses pernyataan Bachtiar Nasir

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo, kalau Kapolri Tito merasa tak nyaman dan ingin memproses pernyataan Bachtiar Nasir, bisa diperkarakan.

“Jika diperkarakan nanti sanggup. Sanggup kami proses,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto ketika ditemui di Mabes TNI, Cilangkap, Jaktim, Rabu (18/7/2018).

Setyo menceritakan, Tito tak nyaman dengan pernyataan Bachtiar Nasir yang viral di kalangan simpatisan HTI. Karena, Tito tak pernah mengeluarkan pernyataan soal sokongan kepada sistem khilafah.

Memang Tito belum membikin laporan secara resmi terkait kasus tersebut. Akan tetapi, polisi tetap mempelajari materi ceramah Bachtiar Nasir itu.

“Nanti kami cari di KUHP dan UU. (Soal proses pidana) wajib ada laporan ya,” ucapnya.

Saya pikir kali ini Kapolri patut untuk memberikan pelajaran ke Bachtiar Nasir. Pemberian pelajaran ini sanggup mendatangkan keuntungan ganda. Pertama, kalau pernyataan Bachtiar Nasir diproses, setidaknya sanggup membikin nyali Bachtiar Nasir sebagai ciut. Terlebih kalau pernyataan Bachtiar Nasir sanggup membuatnya masuk kurungan, tentu akan makin membikin dirinya segan untuk terus mengampanyekan khilafah. Keuntungan kedua, kalau pernyataan Bachtiar Nasir diproses, setidaknya sanggup membikin ustadz-ustadz lain yang pro khilafah untuk berpikir berulang kali kalau mau kampanye khilafah.

Saya pikir Bachtiar Nasir memang berlebihan nekat. Terang-jelas dari awal Kapolri Tito amat menentang sistem khilafah. Terang-jelas Tito orang yang amat ingin HTI dibubarkan. Akan tetapi Bachtiar Nasir berani mencatut nama Tito selaku orang yang pro khilafah. Saya pikir ini berlebihan nekat, atau sanggup dibilang tolol. Bachtiar Nasir mencoba bermain-main dengan orang nomor satu di kepolisian RI.

Pernyataan Bachtiar Nasir sungguh-sungguh sebagai blunder besar untuk dirinya. Selain terncam diperkarakan, Bachtiar Nasir juga membuka kedok sendiri selaku ustadz pro khilafah. Selama ini masih tidak sedikit yang belum tahu jika Bachtiar Nasir ialah ustadz yang pro khilafah. Akan tetapi seusai pernyataan ini, saya percaya publik makin paham bahwa Bachtiar Nasir ialah ustadz pro khilafah dan wajib diwaspadai.

Bachtiar Nasir ustadz pro khilafah

Bachtiar Nasir sama sekali tak direkomendasikan untuk diundang mengisi ceramah kajian agama. Dirinya ialah ustadz pro khilafah. Sedangkan khilafah sendiri tak boleh ada di Indonesia. HTI selaku ormas pengusung khilafah sudah dibubarkan di bumu pertiwi.

Bachtiar Nasir sama saja membuka borok sendiri dan menjatuhkan dirinya ke jurang. Selain akan dikenal selaku ustadz pro khilafah, Bachtiar Nasir juga akan dikenal selaku ustadz pembohong, yang main seenaknya mencatut nama orang. Saya rasa tak pantas seorang ustadz berperilaku seperti itu, suka mencacut dan memelintir pernyataan orang lain untuk menyokong kepentingannya.

Sumber: https://www.liputan6.com/news/read/3592950/polri-bantah-bahctiar-nasir-yang-sebut-kapolri-setuju-sistem-khilafah

Saefudin Achmad

(seword/ suaraislam)


Source by Ahmad Zaini

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.