Viral, Massa HTI Kibarkan Bendera Hitam di DPRD Poso

Viral, Massa HTI Kibarkan Bendera Hitam di DPRD Poso

Viral, Massa HTI Kibarkan Bendera Hitam di DPRD Poso


HTI Kibarkan Bendera Khilafah

JAKARTA – Usaha-upaya usaha makar oleh kubu HTI kian meresahkan, yang teranyar sebuah video massa yang mengibarkan bendera kelir hitam milik HTI yang ada tulisan kalimat tauhid di DPRD Kabupaten Poso viral di media sosial. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah mencari tahu soal berita tersebut.

“Saya bisa juga, bukan video, tapi gambar saja. Cuma saya tidak tahu persis sebab musim social media. Kita belum tahu posisinya di mana. Kita lagi konfirmasi. Tetapi jikalau betul itu nanti urusan polisi itu,” kata Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Sumarsono waktu dihubungi, Sabtu (27/10/2018).

Baca: Turut Nabi atau Turut Khilafah HTI ala ISIS dan Al-Qaeda?

Laki-laki yang akrab dipanggil Soni itu menjelaskan juga menerima gambar demonstrasi di masjid. Dia menjelaskan Kemendagri juga menyerahkan hal itu ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Soni menjelaskan unjuk rasa di kantor DPRD sungguh hak masyarakat negara. Karena, DPRD Adalah tempat menyampaikan aspirasi masarakat.

“Tetapi jikalau di DPRD sungguh, menyampaikan aspirasi tidak problem. DPRD kan juga jadi tempat menyampaikan aspirasi,” kata dia.

Loading...
loading...

Tapi dia mengatakan dengan tegas ada larangan mengibarkan bendera dari sebuah organisasi terlarang. Larangan ini bukan cuma berlaku di kantor instansi pemerintah, tapi juga di ruang publik.

“Jadi bendera-bendera yang tidak boleh di instansi negara itu termasuk ruang publik ialah bendera yang organisasi terlarang, seperti PKI, HTI, GAM, OPM. Seluruh ialah bendera yang dicegah UU. Itu tugas polisi untuk menegakkan,” ucap dia.

Baca: TGB: Bendera HTI Tidak Sanggup Dinisbatkan pada Bendera Rasulullah

Dalam video yang diterima dari sebuah akun tiwtter dan youtube di atas, tampak sejumlah orang mengibarkan bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid itu di tiang bendera yang ada di halaman DPRD Kabupaten Poso. Soni menjelaskan, kalau terjadi hal tersebut, bendera wajib sesegera mungkin diturunkan.

seusai itu, pihak kepolisianlah yang akan menindaklanjuti Sangkaan pelanggaran hukum dalam pengibaran bendera tersebut.

Baca: HTI Pakai ‘Agama’ untuk Lawan Pemerintah

“(Jika) Itu yang ngibarkan massa, bendera apa saja mereka kibarkan, tapi sesegera bendera dikibarkan langsung diturunkan. Lalu diberikan ke polisi untuk menindaklanjuti. Yang amat tidak boleh sekali itu jikalau DPRD Poso secara sengaja itu lantas mengibarkan bendera. Itu amat salah,” ucap Soni.

Sementara itu, dimintai konfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Hery Murwono menjelaskan kejadian itu telah ditangani Polres Poso. Waktu ini situasi telah kembali aman.

“Telah ditangani di Polres Poso, telah selesai itu di Polres Poso. Iya (kemarin), telah selesai itu. Nggak ada (yang diamankan). Itu telah ditangani Polres Poso. Aman telah. Telah diamankan situasinya, nggak ada problem,” ucap Hery waktu dimintai konfirmasi terpisah. (ARN/BerbagaiMedia)


ArrahmahNews
Shared by Samsul Anwar

loading...

You might like

About the Author: Samsul Anwar

KOLOM KOMENTAR ANDA :