Viral! Ini Alasan Mengapa Fatah dan Hamas Kecam Kehadiran Yahya Cholil Qoumas ke Israel

Viral! Ini Alasan Mengapa Fatah dan Hamas Kecam Kehadiran Yahya Cholil Qoumas ke Israel

Mengapa Fatah dan Hamas mengecam kedatangan Yahya Cholil Staquf untuk misi perdamaian ke Israel?

Ini isi kecaman Fatah dan Hamas:

https://m.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/18/06/12/pa74mo377-fatah-dan-hamas-kecam-yahya-staquf-hadiri-undangan-israel

Catatan Bang Alto Luger ini mungkin bisa menjadi jawabannya.

= Palestina dan 1 millyar dollar alasan untuk tidak berdamai dengan Israel =

Saya pernah menulis tentang siapa yang kau dukung di Palestina (https://web.facebook.com/alto.luger/posts/10213639316398906). Tulisan berikut adalah lanjutannya dan pastinya akan dianggap lagi sebagai tulisan kontroversi, tulisan Pro Israel atau Anti Palestina.

Majalah Forbes di tahun 2014 mengestimasikan bahwa Hamas adalah organisasi teroris dengan kekayaan sekitar 1 milyar dollar atau sekitar 13 trilyun rupiah per tahun. Ada banyak cara yang dilakukan para petinggi Hamas (dan Fatah) untuk mendapatkan uang yang dipakai membiayai kehidupan glamour mereka dan mempertahankan statusquo.

1. Pajak alias jatah preman
sumber pajak dari HAMAS awalnya masuk lewat penggunaan ‘tunnels’ atau terowongan antara Mesir – Gaza. HAMAS mengenakan pajak antara 20-30% terhadap barang yang diimport dari mesir lewat terowongan. Bukan cuma pajak yang dikenakan ke harga barang, HAMAS juga mengenakan pajak penggunaan terowongan, ibarat orang memakai jasa tol. Pada tahun 2008, majalah Jerman Spiegel online menulis tentang Abu Ibrahim, seorang makelar terowongan yang memakai mobil berwarna emas di Gaza dengan kekayaan jutaan dollars (http://www.spiegel.de/international/world/gaza-s-lifelines-tunnels-to-egypt-keep-hamas-in-business-a-570463.html). Yang menarik dari artikel ini adalah bahwa gencatan senjata, yang seharusnya menguntungkan warga Palestina, malah dianggap merugikan Hamas. Kenapa demikan? Karena gencatan senjata berarti transportasi barang itu bisa masuk lewat jalur darat otomatis penggunaan terowongan menjadi berkurang yang artinya pajak yang bisa ditarik oleh HAMAS juga menjadi mengecil.

Sampai disini sudah bisa baca kan, kenapa memelihara perang itu baik buat Hamas?

2. Monopoli bisnis
HAMAS melakukan monopoli bisnis di jalur Gaza dan juga di Tepi Barat. Mereka memiliki ratusan bisnis mulai dari real estate, asuransi, perbankan, hotel, sampai kepada peternakan ikan dan penyewaan. Tetapi HAMAS tidak memberikan kesempatan bagi persaingan bisnis yang baik melainkan memakai cara-cara Mafia untuk mendapatkan untung lebih. HAMAS misalnya menciptakan ‘kecelakaan’ kepada pesaing bisnis yang bukan anggota HAMAS, atau HAMAS memaksakan pelaku bisnis untuk memakai supplier yang berafiliasi dengan HAMAS (https://www.forbes.com/sites/forbesinternational/2014/12/12/the-worlds-10-richest-terrorist-organizations/3/#7440dc282b60)

Semakin jelas kan kenapa konflik dipelihara?

3. Bantuan Donasi langsung
Ini yang menggiurkan. Dalam kondisi instabilitas seperti konflik dan perang, proses akuntabilitas itu tidak akan jalan sehingga korupsi itu akan terpelihara. Itu juga yang terjadi di Palestina. Banyak uang-uang donasi, baik lewat lembaga bantuan internasional maupun lembaga-lembaga swasta yang seharusnya dipakai buat membantu masyarakat Palestina, malah dikontrol dan dipergunakan oleh HAMAS terutama para petinggi-petingginya. Website National Interest mempublikasikan bagaimana satu organisasi bantuan Kristen yang diperkirakan memberikan bantuannya kepada HAMAS hampir 60%
dari total bantuannya yang dananya datang dari negara-negara eropa,
amerika dan australia (http://nationalinterest.org/feature/how-hamas-allegedly-embezzles-millions-christian-charity-17447).

Selain ini ada juga bantuan langsung yang diberikan oleh negara-negara teluk seperti Qatar. Majalah online Forbes juga menulis bagaimana tiap tahun Qatar memberikan ratusan juta dollas kepada HAMAS (https://www.forbes.com/sites/forbesinternational/2014/12/12/the-worlds-10-richest-terrorist-organizations/4/#69a1be526b8b). Dan yang lain adalah bantuan-bantuan donasi dari organisasi2 kecil, bahkan mungkin dari Indonesia lewat penggalangan-penggalangan dananya di pinggir jalan…

Pertanyaannya adalah:

1. Siapa yang diuntungkan dengan kondisi statusquo konflik Palestina Israel?
Mereka adalah para petinggi HAMAS dan Fatah yang sudah berstatus billioner di Gaza (https://www.algemeiner.com/2014/07/28/gazas-millionaires-and-billionaires-how-hamass-leaders-got-rich-quick/). Mereka ini yang punya 1 milyar dollar alasan untuk tetap menjaga agar Israel dan Palestina tetap berperang.

2. Siapa yang dirugikan?
Mereka adalah rakyat Palestina, baik di Tepi Barat maupun di Jalur Gaza yang merasakan langsung dampak blokade Israel terhadap kualitas hidup mereka.

Nah, kalau gitu siapa yang dibodohi dari konflik Palestina Israel? Mereka adalah orang-orang berpikiran sempit yang hanya menyalahkan Israel sebagai satu-satunya pihak yang salah dalam konflik dimaksud, tetapi terbodohi dengan propaganda organisasi teroris ala HAMAS yang menjual bencana kemanusiaan Palestina untuk memperkaya diri mereka sendiri. Mereka ini adalah orang-orang yang berempati terhadap rakyat Palestina, tetapi tanpa sadar membantu dengan #SavePalestina nya melanggengkan konflik di sana.

Jadi siapakah yang kau dukung di Palestina sana?

Salam dari Jordania

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10213824778475342&id=1283835646

Source by Ahmad Zaini

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.