Viral! Amien Rais Teriak Bangsa ‘Pekok’, Politisi Hanura Bongkar “Borok” Amien

Viral! Amien Rais Teriak Bangsa ‘Pekok’, Politisi Hanura Bongkar “Borok” Amien

Foto: Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. (Lamhot Aritonang-detikcom)

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyebut Indonesia ialah bangsa pekok alias bodoh lantaran penerapan UU Migas yang dinilainya pro-asing. Ucapan itu juga dibalas Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah dengan menyebut Amien ‘beleguk’.

“Ini ada UU yang aneh dan ajaib. Bahwa gas alam di perut bumi Indonesia, itu boleh dipakai oleh bangsa sendiri seusai bangsa lain dicukupi kebutuhannya,” kata Amien ketika mengisi ceramah di Masjid Muthohirin Yogyakarta, Kamis (10/5/2018).

Menurut dia, keputusan tersebut aneh. Karena, kebutuhan dalam negeri dikorbankan cuma untuk memenuhi kebutuhan negara lain, bagaikan Tiongkok, Taiwan, dan Singapura.

“Ini mesti bangsa pekok (bodoh),” sindirnya.

Akibat keputusan tersebut, lanjut Amien, Pabrik Pupuk Iskandar Muda di Aceh berhenti beroperasi sebab tak memperoleh suplai bahan bakar penggerak mesin. Padahal di dekatnya terdapat tambang gas alam.

Loading...
loading...

Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah membalas Amien. Inas menjelaskan Amien ‘beleguk’ sebab UU itu disahkan ketika Amien menjabat Ketua MPR.

“Saat UU Migas No 22/2001 disusun dan disahkan dia ada di Senayan tidak? Kenapa diam? Jangan-jangan dia pun beleguk,” kata Inas terhadap awak media, Jumat (11/5/2018).

Inas menyesalkan mengapa Amien melemparkan cacian terhadap bangsa sendiri. Ia menuding Amien merupakan orang asing yang cuma menumpang tinggal di Indonesia.

“Kian jelaskan kecomberannya Amien Rais! Bangsanya sendiri dihina! Dicaci maki! Sebab memang dasarnya dia tidak pribumi Indonesia, melainkan orang Pakistan yang numpang hidup di Indonesia,” kata anggota DPR yang duduk di Komisi VI itu.

(detik.com/ suaraislam)

Viral! Amien Rais Teriak Bangsa ‘Pekok’, Politisi Hanura Bongkar “Borok” Amien

Loading...

Source

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :