Video Gus Nur : Joko Widodo Haram, yang Pilih Joko Widodo Keluar dari Masjid!

Sugi Nur Raharja Hujat Jokowi dengan Surat Al-Qur'an ke-83

Viral Video Gus Nur Ceramah di Solo: Joko Widodo Haram, yang Pilih Joko Widodo Keluar dari Masjid!

Jangan jadikan masjid selaku panggung politik atau sering diistilahkan Politisasi Masjid. Ini video ceramah Sugi Nur di sebuah masjid di Semanggi, Surakarta, Jawa Tengah memanen kontroversi.

Tabligh Akbar “Indonesia Bangkit dari Masjid” itu dihelat pada Minggu (29/4/2018).

Dalam ceramahnya yang sekarang viral, terdapat unsur politik mengenai Presiden RI Jokowi alias Joko Widodo.

Gus Nur menganggap Joko Widodo haram pada menit 12 detik 33 dalam video unggahan channel Youtube MUNIJAT Channel, Selasa (1/5/2018).

“untuk aku Joko Widodo Haram,” ujar Gus Nur dalam ceramahnya.

Menurut dia, Joko Widodo sudah berbohong sebab ada berkisar 60 atau 70 janjinya yang belum ditepati.

Ia pun meminta jamaah yang memilih Joko Widodo di Pemilu nanti guna keluar dari masjid pada menit 25 detik 33.

“Dadi yok opo iki kiro-kiro, ganti presiden? Iki ndek masjid iki ganti presiden kiro-kiro? Sopo sing kate milih Joko Widodo angkat tangan. Lek enek sing milih Joko Widodo, metu teko masjid iki (Jadii gimana kira-kira, ganti presiden? Ini di masjid ini ganti presiden atau tidak kira-kira? Siapa yang mau milih Joko Widodo, angkat tangan. Jika ada yang pilih Joko Widodo, keluar dari masjid ini, red),” katanya.

Viral Video Gus Nur Ceramah di Solo: Jokowi Haram, yang Pilih Jokowi Keluar dari Masjid!

Menabrak imbauan Menteri Agama

Aksinya ini lalu memanen perdebatan netizen dan dinilai menabrak imbauan Menteri Agama sebelumnya.

Diketahui, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sudah menyampaikan imbauan supaya enggak berpolitik di Rumah Ibadah, sebagaimana dikutip Tribun-Video.com dari Tribunnews.com, Kamis (3/5/2018).

“Jangan sampai rumah ibadah dipakai selaku tempat yang malah mempergunakan agama guna membikin polarisasi di tengah masarakat cuma sebab aspirasi politik yang tak sama,” ujar Lukman Hakim Saifuddin di Bidakara, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Ia menyampaikan bahwa agama semestinya sebagai pemersatu kemajemukan di Tanah Air.

“Bahkan agama mempunyai ajaran yang sama bagaimana supaya di tengah kemajemukan kita tetap hidup damai,” katanya.

“Karenanya nilai agama sebagai faktor yang merekatkan itu yang menjalin yang merangkai keragaman itu sehingga selaku Bangsa kita tetap terjaga keutuhan kita,” ucapnya lagi.

Lukman pun meminta supaya masarakat menjaga kesucian dan kedamaian rumah ibadah.

“Sebab itu rumah ibadah kita jaga kesuciannya jangan sampai dipakai oleh pihak yang memang ada maskud tertentu guna membenturkan antar ummat beragama yang memang tak sama keyakinannya dengan kendaraan politik dengan cara-cara mempolitisasi nilai agama,” jelas Lukman.

Simak video di atas.(Tribun-Video.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)

TribunNews

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.