Ustadz Abu Hamzah Senior Salafi Wahabi VS Mahasiswa

Islam Institute

DIALOG SENIOR SALFI WAHABI VS ANAK BAU KENCUR. Agus Hasan Bashori Lc, M.Ag, yang dikenal dengan Ustadz Abu Hamzah adalah seorang tokoh Salafi Wahabi dari Malang.

Pada bulan Desember 2009, organisasi al-Irsyad Jember mengadakan pelatihan akidah Syi’ah selama lima hari. Di antara pembicaranya adalah seorang tokoh Wahabi dari Malang, Agus Hasan Bashori Lc, M.Ag, yang dikenal dengan Ustadz Abu Hamzah. Ia dikenal dengan ustadz Salafi Wahabi yang memiliki jam terbang tinggi. Beberapa perguruan tinggi Salafi Wahabi, membanggakan Ustadz Abu Hamzah karena menjadi salah satu dosen tamu istimewanya.

Ternyata dalam pelatihan yang semula difokuskan pada persoalan ajaran Syi’ah, ustadz Abu Hamzah juga memberikan materi tentang bid’ah. Dengan mengkaji kitab Ushul al-Bida’, karangan Ali Hasan al-Halabi, ulama Wahhabi dari Yordania yang murid Syaikh Nashiruddin al-Albani.

Ustadz Abu Hamzah Diam Seribu Bahasa Saat Ditanya Mahasiswa Bau Kencur

Dalam materi yang disampaikannya, ustadz Abu Hamzah berkata begini, “Bid’ah dalam beribadah adalah membuat cara-cara baru dalam ibadah yang belum pernah diajarkan pada masa Rasulullah Saw. Seperti membaca sholawat yang disusun oleh kalangan ulama shufi. Berdoa dengan doa-doa yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah saw dan sahabat. Dan berdzikir secara keras dan bersama-sama sehabis shalat berjamaah.”

Mendengar pernyataan ini, seorang peserta yang masih belum selesai S1 di STAIN Jember bertanya kepada ustadz Abu Hamzah. “Kalau bapak mendefinisikan bid’ah seperti itu, kami punya tiga pertanyaan berkaitan dengan konsep bid’ah yang Anda sampaikan.

Pertama, bagaimana dengan redaksi shalawat yang disusun oleh Sayyidina Ali, Ibnu Mas’ud, Imam al-Syafi’i dan lain-lain. Yang jelas-jelas tidak ada contohnya dalam hadits Rasulullah saw. Beranikah Anda mengatakan bahwa dengan sholawat yang mereka susun, berarti Sayyidina Ali, Ibnu Mas’ud, Imam al-Syafi’i itu termasuk ahli bid’ah?

Kedua, kalau Anda menganggap doa-doa yang disusun oleh para ulama termasuk bid’ah, bagaimana Anda menanggapi doa yang disusun oleh Imam Ahmad bin Hanbal, yang dibaca oleh beliau selama 40 tahun dalam sujud ketika shalat.

Beliau membaca doa berikut:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمُحَمَّدِ بْنِ إِدْرِيْسَ الشَّافِعِيِّ

“Ya Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku dan Muhammad bin Idris al-Syafi’i”.

Doa ini dibaca oleh Imam Ahmad bin Hanbal dalam setiap sujud dalam shalatnya selama empat puluh tahun. Pertanyaan kami, beranikah Anda menganggap Imam Ahmad bin Hanbal termasuk ahli bid’ah yang akan masuk neraka?

Ketiga, kalau Anda menganggap berdzikir secara berjama’ah itu bid’ah, bagaimana Anda menanggapi Ibnu Taimiyah yang melakukan dzikir jama’ah setiap habis sholat shubuh. Lalu dilanjutkan dengan membaca surat al-Fatihah sampai Matahari naik ke atas. Dan ia selalu menatapkan matanya ke langit. Padahal apa yang dilakukan oleh Ibnu Taimiyah ini tidak ada contohnya dari Rasulullah Saw. Pertanyaan kami, beranikah Anda menganggap Ibnu Taimiyah termasuk ahli bid’ah dan ahli neraka?”

Mendengar pertanyaan ini, akhirnya ustadz Abu Hamzah diam seribu bahasa, tidak bisa menjawab. Dan akhirnya dia membicarakan hal-hal lain yang tidak ada kaitannya dengan pertanyaan. Dan begitulah, Ustadz Abu Hamzah yang pernah berguru kepada banyak Syaikh Wahhabi di Saudi Arabia itu, dikalahkan oleh seorang anak bau kencur yang belum selesai meraih gelar S1 di STAIN Jember. Wallahu a’lam.

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

323 Comments

    1. Menurut Pihak WordPress kenapa kami diblokir karena melanggagar TOS Wrdpress, karena waktu itu kami memasang banyak banner iklan. Demikian.

  1. Cuplikan dari:
    Abu Hamzah ; Senior Salafy Wahabi VS Mahasiswa So’al Bid’ah
    Published December 3, 2010 | By Ummati

    Bid’ah dalam beribadah adalah membuat cara-cara baru dalam ibadah yang belum pernah diajarkan pada masa Rasulullah SAW

    Saya kira menurut defenisi ini apa yang ditanyakan oleh di mahasiswa tidaklah relevan karena tidak sesuai dengan konsep di atas.

    Pertama, bagaimana dengan redaksi shalawat yang disusun oleh Sayyidina Ali, Ibnu Mas’ud, Imam al-Syafi’i dan lain-lain, yang jelas-jelas tidak ada contohnya dalam hadits Rasulullah saw. Beranikah Anda mengatakan bahwa dengan sholawat yang mereka susun, berarti Sayyidina Ali, Ibnu Mas’ud, Imam al-Syafi’i itu termasuk ahli bid’ah?

    Sepemahaman saya bahwa sholawat sudah di ajarkan oleh Rosul SAW, jadi bukan cara-cara baru.
    Kalo masalah Redaksinya, tentu harus ada kajian yang lebih dalam alagi mengenai sejarah, keshahihan riwayat dan sebagainya.

    Kedua, kalau Anda menganggap doa-doa yang disusun oleh para ulama termasuk bid’ah, bagaimana Anda menanggapi doa yang disusun oleh Imam Ahmad bin Hanbal, yang dibaca oleh beliau selama 40 tahun dalam sujud ketika shalat.

    Beliau membaca doa berikut:
    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمُحَمَّدِ بْنِ إِدْرِيْسَ الشَّافِعِيِّ

    “Ya Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku dan Muhammad bin Idris al-Syafi’i“.
    Doa ini dibaca oleh Imam Ahmad bin Hanbal dalam setiap sujud dalam shalatnya selama empat puluh tahun. Pertanyaan kami, beranikah Anda menganggap Imam Ahmad bin Hanbal termasuk ahli bid’ah yang akan masuk neraka?

    Setahu saya Baginda Rosul SAW juga ngajarin koq Banyak berdoa saat sujud, karena itu saat paling dekat antara hamba dan ALLAH. Ini juga memerlukan kajian yang mendalam. Karena mengenai penisbatan Nama Ulama besar.

    Ketiga, kalau Anda menganggap berdzikir secara berjama’ah itu bid’ah, bagaimana Anda menanggapi Ibnu Taimiyah yang melakukan dzikir jama’ah setiap habis sholat shubuh, lalu dilanjutkan dengan membaca surat al-Fatihah sampai Matahari naik ke atas, dan ia selalu menatapkan matanya ke langit. Padahal apa yang dilakukan oleh Ibnu Taimiyah ini tidak ada contohnya dari Rasulullah saw. Pertanyaan kami, beranikah Anda menganggap Ibnu Taimiyah termasuk ahli bid’ah dan ahli neraka?”

    Nah kalo ini saya nggak brani komen, soalnya nggak memiliki ilmu tentang ini
    Tentu perlu kajian yang mendalam juga, agar tidak slah dalam menjelaskan kepada ummat.

    Saya kira Diamnya seseorang bisa jadi memang tidak tahu, atau sebagai bentuk kehati-hatian. Karena kita tidak boleh bicara tanpa Ilmu dalam urusan agama ini.

    Wallahu ‘alam

  2. bisa saya cermati bahwa kaum wahabi itu robot. patung. mereka tdk bs mengenali ilmu ALLAH dgn hatinya, karena hatinya tidak pernah dilatih berdzikir ALLAH ALLAH dgn metodologiNya yg bersumber langsung dari ALLAH SWT melalui ARWAHUL MUQADASAH RASULULLAH SAW hingga AHLI SILSILAH YG TEGAK LURUS hingga kini. kilafiyah tidak akan pernah berhenti karena tidak tahu intisarinya.

  3. Alhamdulillah…
    Terjawab keraguan selama ini, tapi andai saja bisa di share di FB & twitter lebih mantaf lagi toh..

    Semoga

  4. ass akhi ana mau tny di kitab mana ibtu taimiyah ada zikir berjamaah,tlg ksh tulisan ama arab na akhi dan ana mau tny emg doa apa yg sering di lakukan imam ahmad ketika sujud,akhi?

    1. mas Solmed@. Mungkin sangat terlambat, tapi mudah2an bermanfaat.

      Inilah pendapat Ibnu Taimiyah ttg Dzikir Berjama’ah:

      وَسُئِلَ : عَنْ رَجُلٍ يُنْكِرُ عَلَى أَهْلِ الذِّكْرِ يَقُولُ لَهُمْ : هَذَا الذِّكْرُ بِدْعَةٌ وَجَهْرُكُمْ فِي الذِّكْرِ بِدْعَةٌ وَهُمْ يَفْتَتِحُونَ بِالْقُرْآنِ وَيَخْتَتِمُونَ ثُمَّ يَدْعُونَ لِلْمُسْلِمِينَ الْأَحْيَاءِ وَالْأَمْوَاتِ وَيَجْمَعُونَ التَّسْبِيحَ وَالتَّحْمِيدَ وَالتَّهْلِيلَ وَالتَّكْبِيرَ وَالْحَوْقَلَةَ وَيُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْمُنْكِرُ يُعْمِلُ السَّمَاعَ مَرَّاتٍ بِالتَّصْفِيقِ وَيُبْطِلُ الذِّكْرَ فِي وَقْتِ عَمَلِ السَّمَاعِ ”
      فَأَجَابَ :
      الِاجْتِمَاعُ لِذِكْرِ اللَّهِ وَاسْتِمَاعِ كِتَابِهِ وَالدُّعَاءِ عَمَلٌ صَالِحٌ وَهُوَ مِنْ أَفْضَلِ الْقُرُبَاتِ وَالْعِبَادَاتِ فِي الْأَوْقَاتِ فَفِي الصَّحِيحِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : { إنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً سَيَّاحِينَ فِي الْأَرْضِ فَإِذَا مَرُّوا بِقَوْمِ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَنَادَوْا هَلُمُّوا إلَى حَاجَتِكُمْ } وَذَكَرَ الْحَدِيثَ وَفِيهِ { وَجَدْنَاهُمْ يُسَبِّحُونَك وَيَحْمَدُونَك } لَكِنْ يَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ هَذَا أَحْيَانًا فِي بَعْضِ الْأَوْقَاتِ وَالْأَمْكِنَةِ فَلَا يُجْعَلُ سُنَّةً رَاتِبَةً يُحَافَظُ عَلَيْهَا إلَّا مَا سَنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُدَاوَمَةَ عَلَيْهِ فِي الْجَمَاعَاتِ ؟ مِنْ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ فِي الْجَمَاعَاتِ وَمِنْ الْجُمُعَاتِ وَالْأَعْيَادِ وَنَحْوِ ذَلِكَ . وَأَمَّا مُحَافَظَةُ الْإِنْسَانِ عَلَى أَوْرَادٍ لَهُ مِنْ الصَّلَاةِ أَوْ الْقِرَاءَةِ أَوْ الذِّكْرِ أَوْ الدُّعَاءِ طَرَفَيْ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنْ اللَّيْلِ وَغَيْرُ ذَلِكَ : فَهَذَا سُنَّةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ قَدِيمًا وَحَدِيثًا فَمَا سُنَّ عَمَلُهُ عَلَى وَجْهِ الِاجْتِمَاعِ كَالْمَكْتُوبَاتِ : فُعِلَ كَذَلِكَ وَمَا سُنَّ الْمُدَاوَمَةُ عَلَيْهِ عَلَى وَجْهِ الِانْفِرَادِ مِنْ الْأَوْرَادِ عُمِلَ كَذَلِكَ كَمَا كَانَ الصَّحَابَةُ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ – يَجْتَمِعُونَ أَحْيَانًا : يَأْمُرُونَ أَحَدَهُمْ يَقْرَأُ وَالْبَاقُونَ يَسْتَمِعُونَ . وَكَانَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَقُولُ : يَا أَبَا مُوسَى ذَكِّرْنَا رَبَّنَا فَيَقْرَأُ وَهُمْ يَسْتَمِعُونَ وَكَانَ مِنْ الصَّحَابَةِ مَنْ يَقُولُ : اجْلِسُوا بِنَا نُؤْمِنُ سَاعَةً . وَصَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَصْحَابِهِ التَّطَوُّعَ فِي جَمَاعَةٍ مَرَّاتٍ وَخَرَجَ عَلَى الصَّحَابَةِ مِنْ أَهْلِ الصُّفَّةِ وَفِيهِمْ قَارِئٌ يَقْرَأُ فَجَلَسَ مَعَهُمْ يَسْتَمِعُ .

      ( Ibnu Taymiyyah dlm Majmu’ Al Fatawa )

      Dan inilah yang ana tahu ttg do’a Imam Ahmad bin Hambal:

      قَالَ اَلْإِمَام احمد بنُ حنبل : اني لأدعو الله للشافعي في صلاتي منذ اربعين سنة, اقول : اللهم اغفر لي و لوالديّ و لِمُحمد بن ادريسَ الشافعي ( الْحافظ البيهقي في مناقب الإمام الشافعي ج : 2 , ص 254 )

      Al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Saya mendoakan al-Imam al-Syafi’i dalam shalat saya selama empat puluh tahun. Saya berdoa, “Ya Allah ampunilah aku, kedua orang tuaku dan Muhammad bin Idris al-Syafi’i.” (Al-Hafizh al-Baihaqi, Manaqib al-Imam al-Syafi’i, 2/254).

      Wallohu A’lam

  5. Wa’alaikum salam,
    sama-sama, mas Super Nova,
    Mas murti, alhamdulillah lumayan yambung, ana mau tanya antum berlebaran tanggal berapa????afwan jawabanya,,

  6. Assalamualaikum
    meskipun telat saya dan keluarga mengucapkan TAQOBBALLAHU MINNA WA MINKUM WAJA’ALANA MINNAL ‘AIDIN WAL FAIZIN untuk kang mas Ummati (sohibul bait),mas@ahmadsahid, mas@prass,mas@mamo cemani gombong, mas@abahzahra, mas@juman, mas@ferry, mas@sujarwo dan seluruh ASWAJA yang sering hadir di ummati dan tidak lupa seluruh wahabiun yang sering hadir disini mohon maaf lahir dan batin.

    syukron

  7. Ass, abah zahra kita ASWAJA tidak ingkar Al Qur’an (taatilah Allah, rosul, dan Ulil Amri) dan ingkar sunnah (Awal Ramadhan lihatlah Bulan akhir Ramadhan lihatlah bulan) hisab nggak ada tuh,

    1. Betul Mas Ferry…., ayo kita tanya kepada para Wahabiyyun mana buktinya bahwa mereka ikut Al-Qur’an dan Hadits Nabi Saw? Kok dalam hal ru’yah hilal di awal dan akhir Romadlon diingkari? Ayo, mana buktinya kalian Wahabiyyun yg mengaku-ngaku sebagai satu-satunya golongan Pengikut Sunnah Rasul Saw?

      Please deh jawab…. 🙄

  8. Ketika aku putuskan untuk beramal sesuai AlQuran & Sunnah dengan faham As Salafush Shaleh, Akupun dipanggil Wahabi
    Ketika aku minta segala hajatku hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’ala tidak kepada Nabi & Wali .… Akupun dituduh Wahabi

    Ketika aku meyakini Alquran itu kalam Ilahi, bukan makhluq …. Akupun diklaim sebagai Wahabi
    Ketika aku takut mengkafirkan dan memberontak penguasa yang dzalim, Akupun dipasangi platform Wahabi

    Ketika aku tidak lagi shalat, ngaji serta ngais berkah di makam-makam keramat… Akupun dijuluki Wahabi
    Ketika aku putuskan keluar dari tarekat sekte sufi yang berani menjaminku masuk surga… Akupun diembel-embeli Wahabi

    Ketika aku katakan tahlilan dilarang oleh Imam Syafi’i
    Akupun dihujat sebagai Wahabi
    Ketika aku tinggalkan maulidan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah ajarkan … Akupun dikirimi “berkat” Wahabi

    Ketika aku takut mengatakan bahwa Allah subhaanahu wa ta’ala itu dimana-mana sampai ditubuh babipun ada… Akupun dibubuhi stempel Wahabi
    Ketika aku mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanjangkan jenggot, memotong celana diatas dua mata kaki, …,…., Akupun dilontari kecaman Wahabi

    Ketika aku tanya apa itu Wahabi…?
    Merekapun gelengkan kepala tanda tak ngerti
    Ketika ku tanya siapa itu wahabi…?
    merekapun tidak tahu dengan apa harus menimpali

    Tapi…!
    Apabila Wahabi mengajakku beribadah sesuai dengan AlQuran dan Sunnah… Maka aku rela mendapat gelar Wahabi !
    Apabila Wahabi mengajakku hanya menyembah dan memohon kepada Allah subhaanahu wa ta’ala … Maka aku Pe–De memakai mahkota Wahabi !

    Apabila Wahabi menuntunku menjauhi syirik, khurafat dan bid’ah… Maka aku bangga menyandang baju kebesaran Wahabi !
    Apabila Wahabi mengajakku taat kepada Allah subhaanahu wa ta’ala dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wa sallam … Maka akulah pahlawan Wahabi !

    Ada yang bilang.…. Kalau pengikut setia Ahmad shallallahu ‘alaihi wa sallam digelari Wahabi, maka aku mengaku sebagai Wahabi.
    Ada yang bilang….. Jangan sedih wahai “Pejuang Tauhid”, sebenarnya musuhmu sedang memujimu, Pujian dalam hujatan….!

    Oleh: Ahmad Zainuddin

    1. Wahabi di hari lebaran kaya gini masih juga belum bisa mikir secara jernih, haeran aku? Kok ada ya yg kaya si Andy ini?

      Kepada semuanya, aku mohon maaf lahir batin, terimakasih.

      Mas Admin masih di kampung kali ya?

  9. nice info, sangat2 bermanfaat,,
    @ all : tolong infonya dunk,, univ. + ma’had yang berafiliasi dg faham WAHABI, setau ku, teman seangkatanku ada 9 orang masuk LIPIA, adik kelas ada 3 orang di Ma’had ustman bin affan (masuk langsung di kelas mustawa tsani dan mustawa tsalist) bambu apus.
    @mbah gondrong salam kenal, banyak yang pengen saya tanyakan (privacy), gmn caranya?

    thank a lot all.

  10. betul mas muhammad taqiyudin, saya dulu juga begitu merasa kelompok sy paling benar sendiri, tapi sekarang saya sdh keluar dari wahabi, rasanya ploooong , sama muslim tetangga, saudara, teman yang lain skrg sy lebih bisa menghargai, karena saya belum tentu lebih baik dari mereka. skrg saya juga senang dengerin ceramah pagi di tv spt : uje, mama dedeh, KH arifin ilham dll dan tentu saja ustadz maulana……

    Jama’ah…….. oh jama’ah……..

    Alhamdu…….lillah.

  11. repot kalo ada orang muslim yang memahami AlQur’an & Hadist secara tekstual, maka biasanya suka membid’ah kan umat muslim lainnya

  12. Wah,,udah brkali-kali nyoba akhirnya keluar comment saya. Alhamdulillah

    Oh ya,,salam kenal.
    Saya Arif Mamba’ul Ilmi Zulfitri (Ilmi),,dari Surabaya mahasiswa Unair.

    Saya sgt terinspirasi oleh blog ummati ini,,mengajarkan saya berdebat dgn Wahabi yg keras kepala.
    Comment”nya pun sangat bermanfaat,,jaya terus Ummati..

  13. salafi-wahabi bebal
    beranak kayak kecoa,,sulit diberantas

    semoga blog” seperti ummati ini semakin banyak,,sebagai pembasmi hama kecoa salafi-wahabi..amin ya Robbal ‘Alamin

  14. anti syiah@

    Daripada Wahabi menurut saya Si’ah lebih lurus. Syi’ah Masih Ada Nilai PLUS-nya. Kalau Wahabi Minus, alias fitnah paling fitnah di dalam Islam. Terbukti di seluruh dunia.

  15. ngaku aja bermazhab imam syafii tapi nyatanya…..jauhhhh….ASWJ indonesia aqidahnya campur aduk,,,ngaku paling bener sama aja kaya wahabi,,mendingan ASWJ sm WAHABI sama2 berdampingan jalan ke neraka….ahli sunah…alah ngomongnya doang

    1. coba lihat deh kang yg belum pada tamat itu siapa hayoo,
      yg kitab nya sampe bab tentang bid’ah doang siapa hayoo,
      yg zikir nya teriak2 bid’ah, khurafat,musrik apalah…siapa hayooo..???
      lanjut boss….wkwkwk

  16. RENUNGAN BUAT KAUM WAHABI :

    Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(AN-NISA 59)

    “Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah kecuali hanyalah orang-orang yang kafir. Maka janganlah kamu tertipu dengan tingkah laku mereka di dalam negeri.” (QS Ghafir: 4)

    “Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab). Kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu ia diikuti oleh syaitan sampai dia tergoda. Maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menuruti hawa nafsunya yang rendah, maka permisalan dirinya seperti anjing, bila engkau menghalaunya dijulurkannya lidahnya dan bila engkau membiarkannya, anjing itu tetap menjulurkan lidahnya. Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami.” (QS Al A’râf: 175-176)

    “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan (ilmu) tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawaban.” (QS Al Isra: 36)

    “Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.” (QS Al Mujâdilah: 20)[/b]

    Dan juga dalam Sunan At Tirmidzi dan Ibnu Majah dalam hadits Abu Umamah radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda,
    “Tidaklah suatu kaum itu tersesat setelah tadinya berada di atas petunjuk kecuali orang-orang yang senang berdebat.”

    Dan juga di dalam Shahih Muslim dari hadits ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallâhu ‘anhu, bahwa ada dua orang yang bertengkar tentang Al Qur’an tentang bacaan padahal Al Qur’an yang dipertengkarkan sudah jelas. Maka kata Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam:
    “Sesungguhnya yang menyebabkan celakanya orang-orang sebelum kalian hanyalah karena perselisihan mereka di dalam Al Kitab.”

    Dan juga Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam memuji mereka dalam hadits mutawatir yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Imam Muslim dari ‘Imran bin Husain dan ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallâhu ‘anhuma beliau menegaskan, “Sebaik-baik manusia adalah manusia yang hidup di zamanku, kemudian manusia yang hidup setelahnya kemudian manusia setelahnya.”

    “Saya tinggalkan pada kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat di belakang keduanya (yaitu) Kitab Allah dan Sunnahku.”

    Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat dalam kesesatan, karena itu jika terjadi perselisihan, maka ikutlah yang terbanyak (HR Anas bin Malik)[/b] [/color]

    bahwa Madzhab yang paling benar dan cocok untuk di ikuti di akhir zaman ini adalah empat Madzhab, yakni Syafe’i, Maliki, Hanafi dan Hambali (keempatnya Ahlussunnah Wal Jamaah).

    ??? ???? ???? ??? ???? ???? ????: ??????? ??????? ??????.
    “Ikutlah kalian kepada Assawadul ’Adham (Golongan terbanyak)”
    Karena fakta membuktikan bahwa empat Madzhab, yakni Syafe’i, Maliki, Hanafi dan Hambali (kesemuanya Ahlussunnah Wal Jamaah) tersebut merupakan Madzhab yang paling banyak pengikutnya, maka barang siapa mengikuti Madzhab empat tersebut berarti mengikuti Assawadul A’dham dan siapa saja keluar dari empat Madzhab tersebut, berarti telah keluar dari Assawadul A’dham ”.

  17. Wahabi-wahabi itu ibaranya seperti apa yg dikatakan dlm Al-Qur’an, summum, bukmun, umyun….. Jadi hati mereka tertutup/ditutup oleh Allah Swt, sehingga kebenaran yg ada di depan matanya tidak mampu melihatnya. Gambaran apa yg terbaca dari kisah Mahasiswa VS Abu Hamzah penyiar Wahabisme itu memperlihatkan sangat jelas bahwa semestinya sudah cukup alasan untuk berobat dari kesesatan Wahabi. Tapi justru pengikut Wahabi yg lainnnya, abahnajibril berlagak tahu kebenaran ada di pihak Wahabisme, tapi lagaknya doang buktinya tdk ada. Wahabi-wahabi itu tidak akan mampu menjawab sampai hari kiamat, kecuali sumber2 yg dipakai Mahasiswa tsb dirubah/dihapus oleh Wahabi. Bagaimana pun ASWAJA akan tetap jaya sampai hari kiamat, dan wahabi akan lenyap bersama lenyapnya kerajaan Saudi Arabia. Sbb jika Saudi Arabia sudah rontok, maka tdk ada lg yg membiayai missi dakwah Wahabisme, otomatis Wahabisme akan lumpuh dg sendirinya. Semuanya adalah proyek saling membutuhkan, PENDAKWAH WAHABISME BUTUH DUIT BUAT DAPUR NGEBUL, DAN ARAB SAUDI SEBAGAI BOS YG KAYA HARTA BUTUH IDEOLOGI WAHABISME BERKEMBANG DI SELURUH DUNIA. Semoga kita semua bisa memahami kaidah yg ane sampaikan tsb.

    1. ya ane tunggu,kiranya abah menjawab sesuai dgn apa yg di tanya mahasiswa tadi bukan hanya sekedar kaidah2 yg juga akan berbenturan jika ada pertanyaan lain nya yg semisal dgn nya tsb di atas, thanks..

  18. Bismillah … mohon izin share…
    Mohon antum semua renungkan…

    1. bertanya lebih mudah daripada menjelaskan, karena bertanya itu ringkas, sedang menjelaskan itu memperinci…dan saya yakin seyakin-yakinnya jika ustadz anda yang di posisi ust Agus Hasan Bashori pun akan mengalami hal yang sama, apalagi menjelaskan perkara kontradiksi 2 pendapat yang berseberangan akan memerlukan waktu khusus, maka wajar saja jika yang ditanya tidaklah menanggapi, karena :
    a. waktu yang ada sempit.
    b. materi yang disampaikan belum tuntas.
    jika anda menjadi seorang pengajar, baik guru atau dosen maka anda tidak akan berburuk sangka dulu, tapi jika anda seorang komentator bola…maka mudah sekali meluncurkan kata2..

    2. Membahas bid’ah bukanlah pembahasan seperti menulis artikel diatas, dengan cukup sedikit tulisan, lalu banyak yang ter provokasi, baik yang pro-kontra ataupun yang tidak mengerti kaidah bid’ah langsung emosi. terlihat sekali dari kalimat kalimat yang meluncur dan tertera diatas.

    3. Membahas suatu perkara ilmiyah, membutuhkan suatu keadaan khusus, waktu yang khusus, maka seseorang yang pernah mengecap pengajaran dengan metode yang benar akan memahami mengapa pertanyaan seperti dongeng diatas tidak dijawab. jika anda membaca kitab kitab salaf, maka akan anda dapati betapa banyak para sahabat tidak menjawab sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada mereka, teringat kisah Imam Besar Malik Bin Anas di Majelisnya, ketika disodorkan 70 pertanyaan, yang dijawab hanya 3. subhanalloh apakah Imam Malik bodoh dan tidak mengerti? Renungkanlah sahabat…

    Jadi menjelaskan ada adabnya, bertanya pun ada adabnya, saya beri contoh, jika seseorang meng-SMS anda, lalu bertanya sesuatu dengan satu saja pertanyaan, namun ujungnya diakhiri dengan coba jelaskan, tentu karena ruang, waktu dan keadaan yang ada anda tidak akan mampu menjawabnya….

    Maka, apa yang saya tulis tidaklah akan asing pada seseorang yang terdidik dan terpelajar…apalagi kerap bergaul dengan para ‘alim dan ulama…wallohu’alam…semoga bisa mengingatkan kesalahan dan kealpaan lidah2 kita,dan meminta maaf serta mengakui diri bersalah bukanlah suatu perkara yang buruk…

    1. Sampai hari ini Ustadz Wahabi tsb belum bisa jawab pertanyaan Sang Mahasiswa. Kasihan Utadz Abu Hamzah belum dapat hidayah jadinya belum bisa tobat dari wahabisme yg dianutnya. Padahal kebenaran sudah di depan matanya kan?

  19. Tawasul adalah pembuka (jalan/wasilah) doa (sebagian dari adab berdoa).

    Kami perhatikan sebagian muslim dalam berdoa ada yang tidak bertawasul artinya tidak mendahului dengan tawasul. Padahal tiada doa kecuali terdapat hijab di antaranya dengan di antara langit. Minimal tawasul adalah dengan sholawat.

    Perhatikan
    Anas bin Malik r.a meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tiada doa kecuali terdapat hijab di antaranya dengan di antara langit, hingga bershalawat atas Nabi SAW, maka apabila dibacakan shalawat Nabi, terbukalah hijab dan diterimalah doa tersebut, namun jika tidak demikian, kembalilah doa itu kepada pemohonnya“.

    Bertawasul adalah cara sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah Azza wa Jalla.

    Alhamdulillah kami telah uraikan kembali tentang bertawasul, silahkan baca tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/02/23/tawasul/

  20. Prinsip yang harus kita pegang bersama bahwa setiap manusia yang telah bersyahadat (muslim) maka Allah ta’ala mengkaruniakan rasa persaudaraan. Kalau rasa persaudaraan itu sirna maka pada hakikatnya batallah syahadatnya dan amal ibadah yang dilakukan menjadi tidak berarti. Perhatikan kami tulis “pada hakikatnya” sedangkan mengenai kenyataannya merupakan kehendak Allah ta’ala

    “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat” ( Qs. Al-Hujjarat :10)

    Diriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda:
    Demi Allah, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai. (HR. Muslim).

    Sedangkan manusia yang menolak bersyahadat (non muslim/kaum musyrik) maka mereka memiliki rasa permusuhan terhadap muslim.

    Firman Allah ta’ala yang artinya,
    “orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik” ( QS Al Maaidah [5]: 82 ).

    1. bang zon kalo yang suka mengatakan Kafir , Musyrik , Bid`ah dan celaan lainnya masuk dalam keumuman ayat 82 surat al-maidah diatas tidak ?

      1. Prinsip yang harus kita pegang bersama bahwa setiap manusia yang telah bersyahadat (muslim) maka Allah ta’ala mengkaruniakan rasa persaudaraan.

        “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat” ( Qs. Al-Hujjarat :10)

        Kalau rasa persaudaraan itu sirna maka pada hakikatnya batallah syahadatnya dan amal ibadah yang dilakukan menjadi tidak berarti. Perhatikan kami tulis “pada hakikatnya” sedangkan mengenai kenyataannya merupakan kehendak Allah ta’ala

        Diriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda:
        Demi Allah, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai. (HR. Muslim).

        Sedangkan manusia yang menolak bersyahadat (non muslim/kaum musyrik) maka mereka memiliki rasa permusuhan terhadap muslim.

        Firman Allah ta’ala yang artinya,
        “orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik” ( QS Al Maaidah [5]: 82 ).

  21. abu hatim@

    Akhi…, antum benar, memang demikianlah adanya, kaum Wahabi/Salafy itu juga dikenal sebagai kaum Mujassim Musabbih. Juga Imam-imam mereka juga sangat dikenal sebagai orang-orang yang melecehkan ahli-ahli hadits yg lebih krdibel. Contohnya Al-Albani adalah Imam hadits kebanggaan Wahabi/Salafy yang gemar melececehkan ahli hadits yang lebih kredibel semaca Imam Bukhari dll. Silahkan lihat buktinya di Ummat Press:

  22. Imam Abu Utsman Ismail ash-Shabuni berkata tatkala menceritakan ciri-ciri Ahlul Bid’ah, ”Tanda-tanda bid’ah pada pengikutnya itu sangat jelas sekali. Tanda mereka yang paling jelas adalah kerasnya permusuhan mereka terhadap para pembawa hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, menghina dan meremehkan mereka, serta menyebut mereka hanya sebagai pelengkap tak berguna, tekstual dan mujassim (penyerupa Allah dengan makhluk-Nya), lantaran mereka meyakini bahwa hadits-hadits Rasulullah itu jauh dari ilmu, dan bahwasanya ilmu itu yang disampaikan oleh syaithan kepada mereka dari hasil pemikiran akal mereka yang rusak, bisikan-bisikan hati mereka yang gelap serta bersitan-bersitan hati mereka yang hampa dari kebaikan, alasan dan hujjah mereka yang tidak relevan lagi sia-sia, bahkan syubhat yang ada pada mereka licik lagi bathil.

  23. Imam Abu Utsman Ismail ash-Shabuni berkata tatkala menceritakan ciri-ciri Ahlul Bid’ah, ”Tanda-tanda bid’ah pada pengikutnya itu sangat jelas sekali. Tanda mereka yang paling jelas adalah kerasnya permusuhan mereka terhadap para pembawa hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, menghina dan meremehkan mereka, serta menyebut mereka hanya sebagai pelengkap tak berguna, tekstual dan mujassim (penyerupa Allah dengan makhluk-Nya), lantaran mereka meyakini bahwa hadits-hadits Rasulullah itu jauh dari ilmu, dan bahwasanya ilmu itu yang disampaikan oleh syaithan kepada mereka dari hasil pemikiran akal mereka yang rusak, bisikan-bisikan hati mereka yang gelap serta bersitan-bersitan hati mereka yang hampa dari kebaikan, alasan dan hujjah mereka yang tidak relevan lagi sia-sia, bahkan syubhat yang ada pada mereka licik lagi bathil.

    ”Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinga mereka dan dibutakan pengelihatan mereka.”
    ”Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak ada seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Ia kehendaki.”[Dipetik dari Sallus Suyuf wal Asinnah ‘ala Ahlul Hawa, terj. ”Membantai Ahlul Ahwa dan Bid’ah”, Tsaqil bin Shalfiq al-Qashimi, Penerbit Pustaka as-Sunnah, hal. 95-97]

    Abu Hatim ar-Razi berkata : ”Salah satu ciri Ahlul Bid’ah adalah adanya cercaan mereka terhadap Ahlul Atsar.”[Syarh I’tiqoh Ahlus Sunnah karya Imam al-Lalika`i (I/179), dinukil dari Lammud Durril Mantsur min Qowlil Ma’tsur, terj. ”Cara Mensikap Penguasa dan Penyeru Bid’ah”, Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi, Penerbit An-Najiyah, hal. 43]

  24. Firman@

    tambahan dari ane juga neh, yang tidak suka adzan dan qomat disebut saat penguburan tiada lain kecuali Iblis, syetan dan antek-anteknya. Mereka akan kepanasan jika disebut adzan dan qomat tsb.

    1. Tapi mas kata mereka, ” Masa orang udah Mati di azanin..khan azan itu penggilan untuk solat…” dan qomat juga…” waduuhh…gimana nih mas…mohon pencerahannya…syukron…

  25. Maaf Sodaraku semua…
    anna mau nanya…sebelumnya anna adalah insya Allah..Ahlussunnah Waljamaah..tulen..
    Orang Betawi asli…cuma yg kadang ganjel dari fikkiran, ditempat tinggal ana ada segelintir orang beraliran kaya gitu..ketika nenek ana meninggal (nenek ana seorang ASWAJA) tulen juga..tapi gk di Adzan kan…nah mereka bilang gk ada jaman Rosullulah…duh ana musti bilang apa ya..makasih atas perhatiannya…dan mohon ana dikasih tau kalo ada pertanyaan kaya gitu..Syukron…

    1. setahu ana , Adzan dan Qomat saat penguburan Mayyit adalah Bid`ah Hasanah , sebab yang namanya menyebut Nama Allah kapanpun dimanapun adalah perkara yang disenangi kecuali ketika Buang Hajat.

      1. makasih mas syahid…ana akan coba jawab kalao mereka nanya kaya gitu…nanti dibantu lagi ya kalau ada pertanyaan macem macem dari mereka..heheheh maaf jadi ngrepotin…syukron

  26. Mas Said, terimakasih penjelasan antum menambah pemahaman tentang laqab Wahabi ini. Penjelasan ini adalah yg paling bisa diterima karena memiliki dasar yg kuat.

    Adapun yg biasa dikemukakan anak-anak Wahabi biasanya hanya berdasar apologis (pembelaan diri yg asal-asalan) semata. Misalnya mereka mengatakan bahwa Wahabi adalah asma’ul husna Al-Wahhab yg berarti kalau kita menyebut Wahabi, kita dikatakan oleh mereka telah menghina Allah Swt. Sungguh suatu argumentasi yg dipaksakan dan mengandung kekonyolan yang ironis.

  27. kalau dinisbatkan kpd syekh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah harusnya Muhammadi.bukan nama bapaknya.

    @mujaddid: alasan spt antum ni laris manis di kalangan salafy/wahabi..
    padahal jawabanx sederhana
    dalam bhs arab penisbatan pada ayah atau kakek sangat lumrah dan banyak…
    antum tau mazhab SYAFI’I?
    pendirinya bernama MUHAMMAD, knp tdk disebut mazhab MUHAMMADI?
    kenapa malah dinisbatkan pada kakeknya yg ketiga?
    nama lngkap beliau
    ???? ?? ????? ?? ?????? ?? ????? ?? ????
    contoh kedua
    Mazhab Hanbali.. kenapa tidak disebut mazhab AHMADI? bukankah pendirinya bernama AHMAD bin Hanbal? bgtu sterusnya..

    1. itulah yang dilakukan oleh Ustadz Abu Hamzah. ketika beliau tidak mengetahui ilmu tentang suatu perkara, beliau diam. begitu pula yang dilakukan imam malik dalam kisah yang ana bawakan di atas. dan inilah sikap salaful ummah.

      1. dlm posisi tsb jika di jawab akan bertentangan dengan apa yg di ucapkan atau yg di terangkan sebelumnya,dan itulah bukti ketidak konsistenan ilmu dari para kaum sa-wah,…
        nah itulah mangkanya,jangan terlalu banyak bicara yg kita sebenarnya tidak mengetahu persoalannya…oleh karenanya lebih baik yg kita tahu aja,begitu kang..

      2. lagian kisah di atas yg lg banyak bicara si ustadz itu,kan ia jadi nara sumbernya lg ngomong syiah eh malah lari ke masalah bidah ya sudah..bgt jadi nya,
        nah yg lagi diam dan bertanya si mahasiswanya iku, pie toh,kemana pikirane sih…

  28. @ibnu irfan
    irfan mngtkan:bukankah Rasulullah juga pernah bersabda: “Sesungguhnya datang kepadaku orang-orang yang bersengketa, maka barangkali sebagian di antara kalian ada yang lebih pandai berbicara daripada sebagian yang lain, sehingga saya menyangka bahwa dia benar, lalu saya putuskan perkara itu untuknya; karena itu barangsiapa yang telah saya putuskan untuknya hak seorang muslim (yang lain), maka sesungguhnya itu adalah secuil dan api neraka; karena itu ambillah itu atau tinggalkanlah.”(Bukhori, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah)

    jadi antum menganggap mahasiswa tsb di atas pandai & bnyk bicara ya?
    nah lihat dong posisi mahasiswa di atas,ia bertanya pd org yg lagi banyak bicara…dlm hal ini siapa hayoo yg di maksud di atas ???
    jd hadist yg ente bawain itu lah untuk yg banyak bicara tsb…wkwkwk

    1. mas Prass hadist yang di keluarkan mereka jadi bumerang sediri buat mereka dan kadang malah menguatkan argumen kita ……tanpa mereka sadari …..

    2. kok rata-rata penganut faham Wahabi/Salafi pandai ngebeo yah ? mahir mencampur adukkan yang hak dengan yang bathil , pandai menjadikan yang hak , alasan untuk yang bathil. Subhanallah…

      1. iya mas Syahid ……ada lho wahabi yang buka bank ….dgn bangganya mereka mbawain hadist yang diterapkan untuk bank (dgn akad bagi hasil / jual beli )….diitung itung malah lebih besar dari bunga bang pemerintah ……nggak tau deh memang saya bukan ahli perbankan jadi ikut aja bang yang murah …..

        1. ana ingin mengetahui persoalan ini lebih dalam. mungkin al akh mamo bisa menunjukkan kepada ana referensi yang bisa ana baca mengenai bank bikinan wahabi ini.

          1. he…he… nt kok ngotot pengin tau ya …..jangan bilang ntar nt sendiri dirut yang kabur ,…..he…he….maaf gombong ada di peta jawa tengah cari aja nanti tanya2 ada bank syariah yang kabur nggak ??? dah gitu aja ya mau ikut nabung apa mbantuin nyelesaikan duit yang di bawa kabur ???? serius amat nt

    3. kalo antum membaca hadits di atas dengan teliti, maka antum akan dapati lafadz yang ada adalah “pandai berbicara”, bukan “banyak bicara”.

  29. pertanyaan mahasiswa itu bukan berarti tidak terbantahkan, hanya saja Ustadz Abu Hamzah belum memiliki jawabannya. bukankah hal ini adalah hal yang lumrah. ada orang yang datang darijarak perjalanan 6 bulan menemui Imam Malik bin Anas untuk menanyakan suatu persoalan, tapi ternyata Imam Malik tidak mampu menjawab pertanyaan orang tadi. jika sekaliber Imam Malik saja bisa terdiam, maka apalah bandingannya dengan Ustadz Abu Hamzah.

    bukankah Rasulullah juga pernah bersabda: “Sesungguhnya datang kepadaku orang-orang yang bersengketa, maka barangkali sebagian di antara kalian ada yang lebih pandai berbicara daripada sebagian yang lain, sehingga saya menyangka bahwa dia benar, lalu saya putuskan perkara itu untuknya; karena itu barangsiapa yang telah saya putuskan untuknya hak seorang muslim (yang lain), maka sesungguhnya itu adalah secuil dan api neraka; karena itu ambillah itu atau tinggalkanlah.”(Bukhori, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah)

  30. Salam dan jabat erat buat semua kaum muslimin yang mendukung persatuan dan saling menghormati perbedaan. Buat yg suka memecah belah, yg suka menuduh, yg suka menyendiri dan memisahkan diri, yg suka menyesatkan, yg suka membenci, yg suka merasa benar sendiri, yg tak menghormati ulama, yg tak mencintai ahlulbait, yg suka mengubah isi kitab ulama, yg merasa suci, yg keras terhadap sesama muslim, yg banyak prasangka jeleknya, semoga sadar dan kembali kepada Ahlussunah wal jamaah.

    1. salah satu di antaranya:
      Berkata Ahmad bin Al Laits: “Aku mendengar Ahmad bin Hambal berkata: “Aku akan benar-benar mendo’akan Syafi’i dalam shalatku selama 40 tahun, aku berdoa:” Ya Allah, ampunilah diriku dan orang tuaku, dan Muhammad bin Idris Asyafi’i.” (Manaqib As Syafi’i lil Baihaqi, hal. 254, vol. 2)

      1. lainnya :
        “Apabila Ibnu Taimiyah selesai shalat Subuh, maka ia MEMUJI KEPADA ALLAH BERSAMA JAMA’AH dengan do’a yang dating dari Nabi saw. Allahumma antassalam… Lalu ia menghadap kepada jama’ah, lalu membaca tahlil-tahlil yang dating dari Nabi saw, lalu tasbih, tahmid dan takbir masing-masing 33 kali. Dan diakhiri dengan tahlil sebagai bacaan yang keseratus. Ia MEMBACANYA BERSAMA JAMA’AH YANG HADIR. Kemudian ia berdo’a kepada Allah SWT untuk dirinya dan jama’ah serta kaum muslimin. Kebiasaan Ibnu Taimiyah telah maklum, ia sulit diajak bicara setelah shalat subuh kecuali terpaksa. Ia akan terus berdzikir pelan, cukup didengarnya sendiri dan terkadang dapat didengar oleh orang di sampingnya. DI TENGAH-TENGAH DZIKIR ITU, IA SERING MENATAP PANDANGANNYA KE LANGIT. Dan ini kebiasaannya hingga matahari naik dan waktu larangan shalat habis. Aku selama tinggal di Damaskus selalu bersamanya siang dan malam. Ia sering mendekatkanku padanya sehingga aku duduk di sebelahnya. Pada saat itu aku selalu mendengar apa yang dibacanya dan dijadikannya sebagai dzikir.. AKU MELIHATNYA MEMBACA AL-FATIHAH, MENGULANG-ULANGINYA DAN MENGAHABISKAN SELURUH WAKTU DENGAN MEMBACANYA, YAKNI MENGULANG-ULANG AL-FATIHAH SEJAK SELESAI SHALAT SHUBUH HINGGA MATAHARI NAIK. Dalam hal itu aku merenung. Mengapa ia hanya rutin membaca al-Fatihah, tidak yang lainnya? Akhirnya aku tahu –wallahu’alam- bahwa ia bermaksud menggabungkan antara keterangan dalam hadits-hadits dan apa yang disebutkan para ulama, yaitu apakah pada saat itu disunahkan mendahulukan dzikir-dzikir yang dating dari Nabi saw daripada membaca al-Qur’an, atau sebaliknya? Beliau berpendapat, bahwa dalam membaca dan mengulang-ulang alfatihah ini berarti menggabungkan antara kedua pendapat dan meraih dua keutamaan. Ini termasuk bukti kekuatan kecerdasannya dan pandangan hatinya yang jitu.” (Umar bin Ali al Bazzar dalam al-Aliyyah fi Manaqib Ibn Taimiyah (hal.37-39).

  31. mamo cemani gombong and semuanya @

    Mas Mamo, Mas Syahid, Mas Prass, Mas Arumi, dan semuanya. Terimakasih semuanya, mohon maaf jika kami tidak bisa segera menanggapi atau merespon dialog di antara kita semuanya. Jauh di mata dekat di hati, kami mohon maklum atas keterbatasan kami. Juga mengenai keterlambatan update postingan di blog ini. Dukungan dakwah dari antum semua kami serahkan kepada Allah swt apa yang pantas sebagai ganjarannya. Kami tak sanggup membalasnya kecuali kami hanya mengucapan terimakasih yang sebanyak-banyaknya.

    Jazaakumullahu khoiron katsiro…..

    Salam dan jabat erat dari kami,

    UMMATI PRESS

  32. @ hassan kayaknya jawaban mas prass cukup ya …he…he… cuma mau menambahkan BID ‘AH MENURUUT anda mungkin ….; SELAMAT TAHUN BARU 2011 REKAN REKAN ASWAJA @ ADMIN , SAUDARA2 KU DI BLOG UMMATI & ARTIKEL ISLAMI …….MARILAH KITA BERSYUKUR KEPADA ALLOH KITA MASIH DI BERIKAN IMAN DAN ISLAM ,NIKMAT ,INNAYAH, DAN MASIH BISA MENGHIRUP OXIGEN YANG GRATIS DARI ALLOH ………..he…he….salam semuannya …..

    1. mas mamo kita tinggal nunggu hasan dan all wahabi apakah akan taslim atau malah nekad melawan kebenaran yang datang seterang siang tanpa mendung, mas pras trima kasih komentarnya sangat mencerahkan.

  33. @hasan
    mengenai zikir jamaah atau majelis zikir, lainnya :

    Pendapat Ibnu Taimiyyah ?yang dijuluki Syaikhul Islam? mengenai majlis dzikir didalam kitab Majmu ‘al fatawa edisi King Khalid ibn ‘Abd al-Aziz. Ibnu Taimiyyah telah ditanya mengenai pendapat beliau mengenai perbuatan berkumpul beramai-ramai berdzikir, membaca al-Qur’an, berdo’a sambil menanggalkan serban dan menangis, sedangkan niat mereka bukanlah karena ria’ ataupun membanggakan diri tetapi hanyalah karena hendak mendekatkan diri kepada Allah s.w.t. Adakah perbuatan-perbuatan ini boleh diterima? Beliau menjawab: ‘Segala puji hanya bagi Allah, perbuatan-perbuatan itu semuanya adalah baik dan merupakan suruhan didalam Shari’a (mustahab) untuk berkumpul dan membaca al-Qur’an dan berdzikir serta berdo’a….’ ” Pertanyaan ini berkaitan dengan kelompok/majlis dzikir dimasjid-masjid yang dilakukan kaum Sufi Syadziliyyah.

    ? Ibnu Hajr mengatakan, bahwa pembentukan jama’ah-jama’ah seperti itu adalah sunnah, tidak ada alasan untuk menyalah-nyalahkannya. Sebab ber- kumpul untuk berdzikir telah diungkapkan pada hadits Qudsi Shohih: ‘Tiap hambaKu yang menyebutKu di tengah sejumlah orang, ia pasti Kusebut (amal kebaikannya) di tengah jama’ah yang lebih baik’.

    lebih jelas nya antum ke sini:
    http://ummatipress.com/2010/04/08/terbukti-zikir-berjamaah-itu-amalan-ahlussunnah/

  34. nah yg antum tanyakan pada dianth ada pada bait:

    Sedangkan terhadap atsar Ibnu Mas`ud tersebut, Imam asy-Sayuthi pada halaman 394 menyatakan, antara lain:
    Jika dikatakan ianya memang tsabit, maka atsar ini bertentangan dengan hadits-hadits yang banyak lagi tsabit yang telah dikemukakan yang semestinya didahulukan (sebagai pegangan) dibanding atsar Ibnu Mas`ud apabila terjadi pertentangan.

    Kemudian, aku lihat apa yang dianggap sebagai keingkaran Sayyidina Ibnu Mas`ud itu (yakni keingkarannya terhadap majlis-majlis zikir bersama-sama tadi) yakni penjelasan Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab “az-Zuhd” yang menyatakan:- Telah memberitahu kami Husain bin Muhammad daripada al-Mas`udi daripada ‘Aamir bin Syaqiiq daripada Abu Waail berkata:- “Mereka-mereka mendakwa ‘Abdullah (yakni Ibnu Mas`ud) mencegah daripada berzikir (dalam majlis-majlis zikir), padahal ‘Abdullah tidak duduk dalam sesuatu majlis melainkan dia berzikirUllah dalam majlis tersebut.”

  35. @hasan

    mari kita simak jawaban Guru habib munzir ketika menjawab ttg adanya pertanyaan yg sama tentang atsar ibnu Masud,ane copas saja..

    Re:Ucapan ibnu masud – 2008/12/18 11:44 Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Anugerah dan Cahaya Rahmat Nya semoga selalu menerangi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    pertanyaan ini sudah dijawab oleh saudara kita, dan ia adalah bukan hadits, ia adalah ucapan sahabat, riwayatnya dhoif pula, ia akan dipakai membentur puluhan hadits shahih yg memperbolehkan dzikir berjamaah.

    berikut penjelasannya :
    Hujjah yang dikemukakan ini, adalah atsar ‘Abdullah bin Mas`ud r.a.. Atsar ini diriwayatkan oleh Imam ad-Daarimi dalam sunannya, jilid 1 halaman 68, dengan sanad dari al-Hakam bin al-Mubarak dari ‘Amr bin Yahya dari ayahnya dari datuknya (Amr bin Salamah).
    Menurut sebagian muhadditsin, kecacatan atsar ini adalah pada rawinya yang bernama ‘Amr bin Yahya (yakni cucu Amr bin Salamah). Imam Yahya bin Ma`in memandang “riwayat daripadanya tidak mempunyai nilai”.

    Imam adz-Dzahabi menerangkannya dalam kalangan rawi yang lemah dan tidak diterima riwayatnya, dan Imam al-Haithami menyatakan bahwa dia adalah rawi yang dhoif.

    Jadi sanad atsar ini mempunyai pertentangan di kalangan muhadditsin, sekalipun dinyatakan shohih oleh al-Albani, padahal ALbani bukan muhaddits, bukan pula AL hujjah, bukan pula ALhafidh, yg bisa dipegang fatwa haditsnya.

    Dalam Atsar tersebut dapat dipahami bahwa yang ditegur oleh Sayyidina Ibnu Mas`ud adalah golongan KHAWARIJ. Maka atsar Sayyidina Ibnu Mas`ud lebih kepada kritikan beliau kepada para pelaku yang tergolong dalam firqah Khawarij. Di mana golongan Khawarij memang terkenal dengan kuat beribadah, kuat sholat, kuat berpuasa, kuat membaca al-Quran, banyak berzikir sehingga mereka merasakan diri mereka lebih baik daripada para sahabat radhiyallahu ‘anhum.

    Maka kritikan Sayyidina Ibnu Mas`ud ra ini ditujukan kepada kelompok Khawarij yang mereka itu mengabaikan bahkan mengkafirkan para sahabat

    Sehingga janganlah digunakan atsar yang ditujukan kepada kaum Khawarij ini digunakan terhadap saudara muslim lain yang sangat memuliakan para sahabat Junjungan Nabi s.a.w.
    Jangan dikira para ulama Aswaja tidak tahu mengenai atsar Sayyidina Ibnu Mas`ud ini.

    Imam AL Hafidh Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy pada “Natiijatul Fikri fil Jahri fidz Dzikri” dalam “al-Hawi lil Fatawi” juz 1, beliau menguraikan 25 hadits dan atsar yang diriwayatkan dalam shahih Bukhari dan Shahih Muslim hingga yang diriwayatkan oleh al-Mirwazi berkaitan dengan zikir secara jahar dan majlis zikir berjamaah.

    Sedangkan terhadap atsar Ibnu Mas`ud tersebut, Imam asy-Sayuthi pada halaman 394 menyatakan, antara lain:
    Jika dikatakan ianya memang tsabit, maka atsar ini bertentangan dengan hadits-hadits yang banyak lagi tsabit yang telah dikemukakan yang semestinya didahulukan (sebagai pegangan) dibanding atsar Ibnu Mas`ud apabila terjadi pertentangan.

    Kemudian, aku lihat apa yang dianggap sebagai keingkaran Sayyidina Ibnu Mas`ud itu (yakni keingkarannya terhadap majlis-majlis zikir bersama-sama tadi) yakni penjelasan Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab “az-Zuhd” yang menyatakan:- Telah memberitahu kami Husain bin Muhammad daripada al-Mas`udi daripada ‘Aamir bin Syaqiiq daripada Abu Waail berkata:- “Mereka-mereka mendakwa ‘Abdullah (yakni Ibnu Mas`ud) mencegah daripada berzikir (dalam majlis-majlis zikir), padahal ‘Abdullah tidak duduk dalam sesuatu majlis melainkan dia berzikirUllah dalam majlis tersebut.”

    Dalam kitab yang sama, Imam Ahmad juga meriwayatkan bahwa Tsabit al-Bunani berkata: “Bahwasanya ahli dzikrullah yang duduk mereka itu dalam sesuatu majlis untuk berdzikrullah, jika ada bagi mereka dosa-dosa semisal gunung, niscaya mereka bangkit dari (majlis) dzikrullah tersebut dalam keadaan tidak tersisa sesuatupun dosa tadi pada mereka”, (yakni setelah berzikir, mereka memperolehi keampunan Allah ta`ala).

    saudaraku, saya akhiri dg riwayat riwayat dibawah ini :

    Allah berfirman :
    “DAN SABARKAN DIRIMU UNTUK TETAP BERSAMA ORANG ORANG YG BERDZIKIR DAN BERDOA KEPADA TUHAN MEREKA DI PAGI HARI DAN SORE SEMATA MATA HANYA MENGINGINKAN RIDHA ALLAH, DAN JANGAN KAU PALINGKAN WAJAHMU DARI MEREKA KARENA MENGHENDAKI KEDUNIAWIAN, DAN JANGAN TAATI ORANG ORANG YG KAMI BUAT MEREKA LUPA DARI MENGINGAT KAMI………….” (QSAl Kahfi 28)

    Berkata Imam Attabari : “Tenangkan dirimu wahai Muhammad bersama sahabat sahabatmu yg duduk berdzikir dan berdoa kepada Allah di pagi hari dan sore hari, mereka dengan bertasbih, tahmid, tahlil, doa doa dan amal amal shalih dengan shalat wajib dan lainnya, yg mereka itu hanya menginginkan ridho Allah swt bukan menginginkan keduniawian” (Tafsir Imam Attabari Juz 15 hal 234)

    Dari Abdurrahman bin sahl ra, bahwa ayat ini turun sedang Nabi saw sedang di salah satu rumahnya, maka beliau saw keluar dan menemukan sebuah kelompok yg sedang berdzikir kepada Allah swt dari kaum dhuafa, maka beliau saw duduk bersama berkata seraya berkata : Alhamdulillah… yg telah menjadikan pada ummatku yg aku diperintahkan untuk bersabar dan duduk bersama mereka” riwayat Imam Tabrani dan periwayatnya shahih (Majmu’ zawaid Juz 7 hal 21)

    Sabda Rasulullah saw : “akan tahu nanti dihari kiamat siapakah ahlulkaram (orang orang mulia)”, maka para sahabat bertanya : siapakah mereka wahai rasulullah?, Rasul saw menjawab : :”majelis majelis dzikir di masjid masjid” (Shahih Ibn Hibban hadits no.816)

    Sabda Rasulullah saw : “sungguh Allah memiliki malaikat yg beredar dimuka bumi mengikuti dan menghadiri majelis majelis dzikir, bila mereka menemukannya maka mereka berkumpul dan berdesakan hingga memenuhi antara hadirin hingga langit dunia, bila majelis selesai maka para malaikat itu berpencar dan kembali ke langit, dan Allah bertanya pada mereka dan Allah Maha Tahu : “darimana kalian?” mereka menjawab : kami datang dari hamba hamba Mu, mereka berdoa padamu, bertasbih padaMu, bertahlil padaMu, bertahmid pada Mu, bertakbir pada Mu, dan meminta kepada Mu.
    Maka Allah bertanya : “Apa yg mereka minta?”, Malaikat berkata : mereka meminta sorga, Allah berkata : apakah mereka telah melihat sorgaku?, Malaikat menjawab : tidak, Allah berkata : “Bagaimana bila mereka melihatnya”. Malaikat berkata : mereka meminta perlindungan Mu, Allah berkata : “mereka meminta perlindungan dari apa?”, Malaikat berkata : “dari Api neraka”, Allah berkata : “apakah mereka telah melihat nerakaku?”, Malaikat menjawab tidak, Allah berkata : Bagaimana kalau mereka melihat nerakaku. Malaikat berkata : mereka beristighfar pada Mu, Allah berkata : “sudah kuampuni mereka, sudah kuberi permintaan mereka, dan sudah kulindungi mereka dari apa apa yg mereka minta perlindungan darinya, malaikat berkata : “wahai Allah, diantara mereka ada si fulan hamba pendosa, ia hanya lewat lalu ikut duduk bersama mereka, Allah berkata : baginya pengampunanku, dan mereka (ahlu dzikir) adalah kaum yg tidak ada yg dihinakan siapa siapa yg duduk bersama mereka” (shahih Muslim hadits no.2689),

    perhatikan ucapan Allah yg diakhir hadits qudsiy diatas : dan mereka (ahlu dzikir) adalah kaum yg tak dihinakan siapa siapa yg duduk bersama mereka”

    lalu hadits semakna pada Shahih Bukhari hadits no.6045.

    dan masih banyak riwayat shahih lainnya.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

    Wallahu a’lam

    1. Jadi sanad atsar ini mempunyai pertentangan di kalangan muhadditsin, sekalipun dinyatakan shohih oleh al-Albani, padahal ALbani bukan muhaddits, bukan pula AL hujjah, bukan pula ALhafidh, yg bisa dipegang fatwa haditsnya.
      Ini pendapat Guru Habib anda, seperti pendapatnya tentang Pancasila.

      1. @kacung ngaran
        wkwkwkwk…
        oh ane lupa ente muhaddist ya….

        ane tambahin sama neh jawaban Guru untuk kaum macam nt,yg juga nanya spt itu :

        Re:Ucapan ibnu masud – 2009/02/01 17:10 Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

        Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda dg kebahagiaan,

        Saudaraku yg kumuliakan,
        akan saya perjelas ke Ust Syukron apakah email anda sudah masuk.

        mengenai atsar, sekuat kuatnya atsar, ia tak bisa dibenturkan dengan puluhan hadits shahih dan firman Allah swt sebagaimana yg telah saya sampaikan, maka atsar itu sudah jelas batil, mustahil seorang sahabat semacam Ibn Mas;’ud menentang belasan hadits shahih dan firman Allah.

        coba tunjukkan firman Allah swt yg melarang dzikir berjamaah..?
        coba tunjukkan hadits shahih yg melarang dzikir berjamaah..?

        puluhan hadits shahih meriwayatkan pujian ALlah atas majelis dzikir, lalu seorang albani membawakan atsar seorang sahabat untuk menentangnya, subhanallah..

        albani tidak diakui sebagai hadits, karena ia tak sampai pada derajat Alhafidh, yaitu hafal 100 ribu hadits dg sanad dan matannya, ia hanya menukil nukil saja, maka fatwanya batil, ucapannya mardud, pendapatnya tertolak

        kenapa?

        karena bertentangan dg ALqur;an dan hadits shahih sebagaimana teriwayatkan.

        jika albani seorang pakar hadits, tunjukkan ucapan para Imam dimasanya yg mengakui bahwa ia adala Alhafidh atau ALhujjah atau Almusnid,

        tidak ada.

        tunjukkan sanad beliau kepada para muhadditsin, karena dalam ilmu hadits tak bisa seseorang berfatwa soal hadits jika tak punya sanad hadits, fatwa tentang hadits tak diakui jika ia tak punya sanad.

        jika ia berkata fatwa addarimiy, maka apakah ia punya sanad kepada Imam Addarimiy?

        jika ia berkata fatwa Imam Bukhari, apakah ia punya sanad kepada Imam Bukhari?

        ia tak punya sanad kepada siapapun, fatwa hadits tanpa sanad adalah tertolak, sebagaimana dijelaskan oleh para Muhadditsin: “Tiada fatwa ilmu tanpa sanad, dan orang yg tidak punya sanad dalam mencari ilmu bagai pencari kayu bakar ditengah malam gelap gulita tanpa pelita, ia tak bisa membedakan mana tali pengikat kayu bakar mana ular hitam yg berbisa” (Tadzkiratul Huffadh dan Siyar A’lamunnubala)

        saya bingung, belasan hadits shahih dan firman Allah sdh disampaikan, orang masih meragukannya karena hanya fatwa Al Bani yg menukil atsar, dan pada para periwayata atsar itupun terdapat padanya disana sini sangkalan pula, dan iapun berfatwa tanpa sanad pula

        ia hanya penukil dan tak lebih dari penukil, lalu ditipu oleh kesempitan pemahamannya tentang hadits.

        Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

        Wallahu a’lam

        1. Mas Prass,

          Thank you COPAS-nya, bermutu sangat telak membungkam Salafy Wahabi yg terkenal ngotot dlm mengklaim kebenaran milik mereka sendiri. Semoga di antara mereka yg masih mampu berpikir bisa mendapat hidayah-NYA.

          Semoga di masa-masa yg akan datang banyak pengikut Salafy Wahabi menyadari kekeliruan mereka, amin….

          Klau tidak segera sadar juga, oh kasihan.

  36. @mamo
    tapi pertanyaannya senada sama mahasiswa itukan??? jadi ane tanya balik ke antum,, gimana mamoooo???

    @dianth
    apakah dalam riwayat itu diterangkan ibnu mas’ud berdzikir berjama’ah???

  37. Ibnu mas’ud tidak sesat, yg sesat itu yg memahami kalau Ibnu Mas’ud melarang majelis zikir, karena banyak hadist yg menganjurkan ikut dalam majelis zikir. Riwayat ini dipakai untuk melarang zikir berjamaah, padahal Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dari Husein ibnu Muhammad dari al-Mas’udi dari Amir ibn Syafiq dari Abu Wail, dia berkata, “Mereka mengklaim bahwa Abdullah (Ibnu Mas’ud) melarang zikir, padahal aku tidak pernah menyertai Abdullah dalam suatu majelispun, melainkan dia berzikir kepada Allah”.

  38. he hassan yang ditanyakan mmahasiswa kayaknya bukan itu deh,…..ada yang namanya Ibnu Taimiyah …..kalo nggak salaaah ….he…he….

  39. Abu Musa Al As’ari Radhiyallahu ‘anhu memasuki masjid Kufah, lalu didapatinya di masjid tersebut terdapat sejumlah orang membentuk halaqah-halaqah (duduk berkeliling). Pada setiap halaqah terdapat seorang Syaikh, dan didepan mereka ada tumpukan kerikil, lalu Syaikh tersebut menyuruh mereka (yang duduk di halaqah) : “Bertasbihlah (ucapkan subhanallah) seratus kali!”, lalu mereka pun bertasbih (menghitung) dengan kerikil tersebut. Lalu Syaikh itu berkata kepada mereka lagi : “Bertahmidlah (ucapkan alhamdulillah) seratus kali!” dan demikianlah seterusnya ……

    Maka Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu mengingkari hal itu dalam hatinya dan ia tidak mengingkari dengan lisannya. Hanya saja ia bersegera pergi dengan berlari kecil menuju rumah Abdullah bin Mas’ud, lalu iapun mengucapkan salam kepada Abdullah bin Mas’ud, dan Abdullah bin mas’ud pun membalas salamnya. Berkatalah Abu Musa kepada Abu Mas’ud : “Wahai Abu Abdurrahman, sungguh baru saja saya memasuki masjid, lalu aku melihat sesuatu yang aku mengingkarinya, demi Allah tidaklah saya melihat melainkan kebaikan. Lalu Abu Musa menceritakan keadaan halaqah dzikir tersebut.

    Maka berkatalah Abu Mas’ud kepada Abu Musa : “Apakah engkau memerintahkan mereka untuk menghitung kejelekan-kejelekan mereka? Dan engkau memberi jaminan mereka bahwa kebaikan-kebaikan mereka tidak akan hilang sedikitpun?!” Abu Musa pun menjawab : “ Aku tidak memerintahkan suatu apapun kepada mereka”. Berkatalah Abu Mas’ud : “Mari kita pergi menuju mereka”.

    Lalu Abu Mas’ud mengucapkan salam kepada mereka. Dan mereka membalas salamnya. Berkatalah Ibnu Mas’ud :“Perbuatan apa yang aku lihat kalian melakukannya ini wahai Umat Muhammad?” mereka menjawab : “Wahai Abu Abdurrahman, ini adalah kerikil yang digunakan untuk menghitung tasbih, tahmid, dan tahlil, dan takbir”. Maka berkatalah Abu Mas’ud : “Alangkah cepatnya kalian binasa wahai Umat Muhammad, (padahal) para sahabat masih banyak yang hidup, dan ini pakaiannya belum rusak sama sekali, dan ini bejananya belum pecah, ataukah kalian ingin berada diatas agama yang lebih mendapat petunjuk dari agama Muhammad ? ataukah kalian telah membuka pintu kesesatan? Mereka pun menjawab : “Wahai Abu Abdurrahman, demi Allah tidaklah kami menginginkan melainkan kebaikan”. Abu Mas’ud pun berkata :

    “Berapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tidak mendapatkannya”.

    Berkata Amru bin Salamah : “Sungguh aku telah melihat umumnya mereka yang mengadakan majelis dzikir itu memerangi kita pada hari perang “An Nahrawan” bersama kaum Khawarij”. (Riwayat Darimi dengan sanad shahih)

    apa antum berani bilang bahwa ibnu mas’ud itu sesat,, atau tidak mengerti apa itu bid’ah,,karena telah melarang hal tersebut???

    1. hassan mana komennya artikelnya jelas …..silahkan nt cari buku2 petunjuk untuk ngejawab …….he….he…. guru nt kan buku …..

  40. Saya yakin kalau wahhaby semakin getol menjajakan pemikirannya dengan cara senang menumbur sana sini, maka akan lebih cepet ketahuan goblognya dan orang akan lari dari mereka.

  41. Trimz y atas infonya, lumayan nambah lagi ne 1 “peluru” buat “nembak” ustadz wahabi pada saat kajian di kampus n masjid. Tuk wahabi mending kalian solat istikoroh dulu 3x klo perlu sampe jidat nte item, minta ditunjukan jalan yg bener wahabi atau aswaja ?? Gitu ja kok repot.

  42. Kami rasa cukup menguraikan tentang sebagian ulama-ulama “nenek moyang” kita sebagai pengetahuan dan bekal kita menghadapi hari esok sebagaimana firman Allah ta’ala,
    Wal tandhur nafsun ma qaddamat li ghad
    “Perhatikan masa lampaumu untuk hari esokmu” (QS al Hasyr [59] : 18 )

    Kami mengharapkan dengan pengetahuan akan “masa lamapau” dapat membentengi kita dari fitnah-fitnah yang ada maupun yang akan datang.

    Sehingga kita dapat menyadari dan memahami bagaimana kapasitas sesungguhnya daripada ulama-ulama yang melontarkan fitnah-fitnah.

    Tentu kita yakin bahwa tidak bercampur antara yang haq dan bathil.

    Semoga ulama-ulama yang masih mengerjakan kebathilan mendapatkan kesadaran dan hidayah dari Allah ta’ala yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    Hasbunallah wanikmal wakil.
    Artinya, ‘Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung’ (QS. Ali Imran: 173)

    Wassalam

  43. Contoh ulama nenek moyang kita lainnya adalah Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi

    Syeikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi adalah ulama besar Indonesia yang pernah menjadi imam, khatib dan guru besar di Masjidil Haram, sekaligus Mufti Mazhab Syafi’i pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dia memiliki peranan penting di Makkah al Mukarramah dan di sana menjadi guru para ulama Indonesia.

    Nama lengkapnya adalah Ahmad Khatib bin Abdul Latif al-Minangkabawi, lahir di Koto Gadang, IV Koto, Agam, Sumatera Barat, pada hari Senin 6 Dzulhijjah 1276 H (1860 Masehi) dan wafat di Makkah hari Senin 8 Jumadil Awal 1334 H (1916 M)

    Awal berada di Makkah, ia berguru dengan beberapa ulama terkemuka di sana seperti Sayyid Bakri Syatha, Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan, dan Syekh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Makkiy.

    Banyak sekali murid Syeikh Khatib yang diajarkan fiqih Syafi’i. Kelak di kemudian hari mereka menjadi ulama-ulama besar di Indonesia, seperti
    Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul) ayahanda dari Buya Hamka;
    Syeikh Muhammad Jamil Jambek, Bukittinggi;
    Syeikh Sulaiman Ar-Rasuli, Candung, Bukittinggi,
    Syeikh Muhammad Jamil Jaho Padang Panjang,
    Syeikh Abbas Qadhi Ladang Lawas Bukittinggi,
    Syeikh Abbas Abdullah Padang Japang Suliki,
    Syeikh Khatib Ali Padang,
    Syeikh Ibrahim Musa Parabek,
    Syeikh Mustafa Husein, Purba Baru, Mandailing, dan
    Syeikh Hasan Maksum, Medan.

    Tak ketinggalan pula K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Ahmad Dahlan, dua ulama yang masing-masing mendirikan organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, merupakan murid dari Syeikh Ahmad Khatib.

    Syeikh Ahmad Khatib adalah tiang tengah dari mazhab Syafi’i dalam dunia Islam pada permulaan abad ke XIV. Ia juga dikenal sebagai ulama yang sangat peduli terhadap pencerdasan umat. Imam Masjidil Haram ini adalah ilmuan yang menguasai ilmu fiqih, sejarah, aljabar, ilmu falak, ilmu hitung, dan ilmu ukur (geometri).

    Syeikh Ahmad Khatib al-Minankabawi menyanggah beberapa pendapat Barat tentang kedudukan bumi, bulan dan matahari, serta peredaran planet-planet lainnya yang beliau anggap bertentangan dengan pemikiran sains ulama-ulama Islam yang arif dalam bidang itu.

    Syeikh Ahmad Khatib Minangkabau adalah seorang yang berpendirian keras dan radikal, sungguhpun beliau menguasai banyak bidang ilmu, namun beliau masih tetap berpegang (taklid) pada Mazhab Syafie dalam fikih dan penganut Ahli Sunnah wal Jamaah mengikut Mazhab Imam Abu Hasan al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi dalam akidah/i’tiqad.

    Sebagai contoh, dalam pertikaian dua orang muridnya yang berbeda pendapat.

    Yang seorang berpihak kepada `Kaum Tua’, beliau ialah Syeikh Hasan Ma’sum (1301 H/1884 M-1355 H/1974 M) yang berasal dari Deli, Sumatera Utara.

    Dan seorang lagi berpihak kepada `Kaum Muda’, beliau ialah Haji Abdul Karim Amrullah (ayah kepada Prof. Dr. Hamka).

    Syeikh Ahmad Khatib Minangkabau berpihak kepada Syeikh Hasan Ma’sum (Kaum Tua). Bahkan dalam satu kenyataannya Syeikh Ahmad Khatib Minangkabau menolak sumber asal pegangan Haji Abdul Karim Amrullah (Kaum Muda) yang menurut beliau telah terpengaruh dengan pemikiran Ibnu Taimiyah (661 H/1263 M – 728 H/1328 M), yang ditolak oleh golongan yang berpegang dengan mazhab.

    Syaikh Ahmad Khatib dengan tegas menulis Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim dan Wahhabiyah yang diikuti oleh anak murid beliau [Syaikh Abdul Karim Amrullah] adalah sesat.

    Menurut Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau, golongan tersebut sesat kerana keluar daripada fahaman Ahl as-Sunnah wa al-Jamaah dan menyalahi pegangan mazhab yang empat. Antara tulisannya ialah ‘al-Khiththah al-Mardhiyah fi Raddi fi Syubhati man qala Bid’ah at-Talaffuzh bian-Niyah’, ‘Nur al-Syam’at fi Ahkam al-Jum’ah’ dan lain-lain.

    Di antara nasihatnya: “Maka betapakah akan batal dengan fikiran orang muqallid yang semata-mata dengan faham yang salah dengan taqlid kepada Ibnu al-Qaiyim yang tiada terpakai qaulnya pada Mazhab Syafie. ……………Maka wajiblah atas orang yang hendak selamat pada agamanya bahawa dia berpegang dengan segala hukum yang telah tetap pada mazhab kita. Dan janganlah ia membenarkan akan yang menyalahi demikian itu daripada fatwa yang palsu.”

    Memang tidak seluruh pemahaman Syaikh Ibnu Taimiyah adalah keliru. Sebagian dari pemahaman beliau turut mempengaruhi dalam pendirian kalangan Muhammadiyah.

    Salah satu yang mengolah dan menfilter pemahaman Syaikh Ibnu Taimiyah adalah Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah atau yang kita kenal dengan Buya Hamka.

    Hamka adalah seorang otodidiak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx dan Pierre Loti. Hamka juga rajin membaca dan bertukar-tukar pikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Soerjopranoto, Haji Fachrudin, AR Sutan Mansur dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang handal.

    Hamka juga aktif dalam gerakan Islam melalui organisasi Muhammadiyah. Ia mengikuti pendirian Muhammadiyah mulai tahun 1925 untuk melawan khurafat, bidaah, tarekat dan kebatinan sesat di Padang Panjang. Mulai tahun 1928, beliau mengetuai cabang Muhammadiyah di Padang Panjang. Pada tahun 1929, Hamka mendirikan pusat latihan pendakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di Makassar. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majlis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah, menggantikan S.Y. Sutan Mangkuto pada tahun 1946. Ia menyusun kembali pembangunan dalam Kongres Muhammadiyah ke-31 di Yogyakarta pada tahun 1950.

    Pada tahun 1953, Hamka dipilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiah. Pada 26 Juli 1977, Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. Mukti Ali melantik Hamka sebagai ketua umum Majlis Ulama Indonesia tetapi beliau kemudiannya meletak jawatan pada tahun 1981 karena nasihatnya tidak dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.

    Menulis buku mengenai tasawuf bagi Buya Hamka (1908-1981), semata-mata dilakukan untuk mengobati jiwa masyarakat modern yang semakin jauh dari nilai dan ajaran agama.

    “Buya Hamka menulis buku yang bertajuk `Tasawuf Modern` untuk mengobati jiwa masyarakat modern yang mengalami goncangan jiwa dan gangguan ruhani,” kata Kepala Kantor Masjid Agung Al Azhar, Amliwazir Saidi

    Amliwazir menjelaskan, tasawuf yang dimaksud oleh Hamka adalah membicarakan hakekat kebenaran Tuhan dengan cara bahwa manusia harus mengenal hakekat dirinya sendiri.

    Amliwazir menuturkan, Hamka mendefinisikan sufi sebagai meninggalkan budi pekerti yang tercela dan memasuki budi pekerti yang terpuji, berakhlak tinggi.

    Maka, lanjut Amliwazir, yang dimaksud dengan “Tasawuf Modern” oleh Hamka adalah mengembalikan akar tasawuf ke asalnya yang semula yaitu ajaran Al Qur`an dan As Sunnah.

    Ketua PBNU Dr Said Agil Shiroj dalam kesempatan terpisah, Kamis mengatakan, Hamka merupakan sosok yang menjadi pionir dalam penyebaran ilmu tasawuf secara nasional di Tanah Air.

    “Melalui buku `Tasawuf Modern`, Buya Hamka adalah yang pertama mengangkat tema tasawuf di tingkat nasional,” kata Said.

    Menurut Said, melalui karya tersebut tasawuf tidak lagi dikenal sebagai sekumpulan orang yang kumuh tetapi merupakan suatu pola pikir yang bisa diaplikasikan dalam zaman modern.

    Selain itu, ujar dia, banyaknya kutipan dari pemikiran Imam Al Ghazali dalam “Tasawuf Modern” juga mengindikasikan bahwa tasawuf Buya Hamka mengacu kepada Tasawuf Sunni.

    “Tasawufnya Buya Hamka adalah Tasawuf Sunni, bukan Tasawuf Falsafi apalagi Tasawuf Kejawen,” kata Said.

    Wassalam

  44. mutiarazuhud@

    Alhamdulillah, semoga bisa menjadi masukan berharga buat kita semua. Nenek moyang muslimin Indonesia adalah hasil didikan para Ulama mumpuni. Jadi bukan pagan seperti persepsi wijhatul hak, karena pagan punya jalurnya sendiri yaitu hinduisme atau budisme, sangat ceroboh menyamakan Islam dan Muslim dengan paganisme. Hanya orang-orang berhati kotor yang GE-ER merasa muwahid saja, mereka selalu memaksakan diri berpendapat demikian. Semoga mereka insaf dengan penjelasan Mas Mutiara Zuhud yang sangat-sangat ilmiyah.

    Tapi khusus buat Wijhatul Hak, saya amat sangat tahu isi hatinya sangat-sangat berpenyakit, perlu waktu bertahun-tahun buat insaf, dengan syarat dia rajin berdiskusi di sini dengan niat ikhlas. Dalam waktu dekat ini saya berani memastikan dia tidak akan insaf. Karat-karat virus Wahabi sangat tebal menempel di hatinya. Tapi bagi Wahabi selai Wijhatul Hak, keterangan Mas Mutiara akan sangat berguna membersihkan karat-karat virus fintnah Wahabi. Insyaallah akan membuat insaf banyak orang kecuali Wijhatul Hak. Sungguh saya sangat tahu isi hatinya, sakit parah sekali. Kita do’akan semoga bisa sembuh. Kalau tidak sembuh juga bisa-bisa mati su’ul khotimah.

    Pesan untuk Wijhatul Hak, banyak-banyaklah beristighfar semoga Allah Swt berkenan membersihkan virus Wahabi yang mengakar kuat di hatimu. Demikian semoga bermanfaat….

  45. Berikut cuplikan tulisan yang mengulas hubungan Syaikh Nawawi dengan NU

    Di kalangan komunitas pesantren Syekh Nawawi tidak hanya dikenal sebagai ulama penulis kitab, tapi juga ia adalah mahaguru sejati (the great scholar). Nawawi telah banyak berjasa meletakkan landasan teologis dan batasan-batasan etis tradisi keilmuan di lembaga pendidikan pesantren. Ia turut banyak membentuk keintelektualan tokoh-tokoh para pendiri pesantren yang sekaligus juga banyak menjadi tokoh pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Apabila KH. Hasyim Asyari sering disebut sebagai tokoh yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah berdirinya NU, maka Syekh Nawawi adalah guru utamanya. Di sela-sela pengajian kitab-kitab karya gurunya ini, seringkali KH. Hasyim Asyari bernostalgia bercerita tentang kehidupan Syekh Nawawi, kadang mengenangnya sampai meneteskan air mata karena besarnya kecintaan beliau terhadap Syekh Nawawi.

    Sejak abad ke-20 pesantren memiliki fungsi strategis. Gerakan intelektual dari generasi pelanjut K.H. Nawawi ini lambat laun bergeser masuk dalam wilayah politik. Ketika kemelut politik di daerah Jazirah Arab meletus yang berujung pada penaklukan Haramain oleh penguasa Ibn Saud yang beraliran Wahabi, para ulama pesantren membentuk sebuah komite yang disebut dengan “komite Hijaz” yang terdiri dari 11 ulama pesantren. Dengan dimotori oleh K.H. Wahab Hasbullah dari Jombang Jatim, seorang kiai produk perguruan Haramain, komite ini bertugas melakukan negosiasi dengan raja Saudi yang akan memberlakukan kebijakan penghancuran makam-makam dan peninggalan-peninggalan bersejarah dan usaha itu berhasil.

    Dan, dalam perkembangannya komite ini kemudian berlanjut mengikuti isu-isu politik di dalam negeri. Untuk masuk dalam wilayah politik praktis secara intens organisasi ini kemudian mengalami perubahan nama dari Nahdlatul Wathan (NW) sampai jadi Nahdlatul Ulama (NU).

    Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa KH.Nawawi merupakan sosok ulama yang menjadi “akar tunjang” dalam tradisi keintelektualan NU. Sebab karakteristik pola pemikirannya merupakan representasi kecenderungan pemikiran tradisional yang kuat di tengah-tengah gelombang gerakan purifikasi dan pembaharuan. Kehadiran NU adalah untuk membentengi tradisi ini dari ancaman penggusuran intelektual yang mengatasnamakan tajdid terhadap khasanah klasik.

    Karenanya formulasi manhaj al-Fikr tawaran KH. Nawawi banyak dielaborasi (diuraikan kembali) oleh para ulama NU sebagai garis perjuangannya yang sejak tahun 1926 dituangkan dalam setiap konferensinya. Bahkan tidak berlebihan bila disebut berdirinya NU merupakan tindak lanjut institusionalisasi dari arus pemikiran KH. Nawawi Banten

    Wassalam

  46. Kami ulangi pendapat Syaikh Nawawi untuk penegasan bagi ulama-ulama zaman sekarang bahwa

    “Tasawuf berarti pembinaan etika (Adab). Penguasaan ilmu lahiriah semata tanpa penguasaan ilmu batin akan berakibat terjerumus dalam kefasikan, sebaliknya seseorang berusaha menguasai ilmu batin semata tanpa dibarengi ilmu lahir akan terjerumus ke dalam zindiq. Jadi keduanya tidak dapat dipisahkan dalam upaya pembinaan etika atau moral (Adab)”.

    Pandangan Syaikh Nawawi sesuai dengan

    Berkata Imam Malik Rahimahullahu yang artinya: “Barangsiapa berfiqih (syariat) dan tidak bertasawuf maka ia jadi fasik. Barangsiapayang bertasawuf (hakikat) tanpa fiqih maka ia adalah kafir zindik.”

    Semakin jelaslah bahwa Tasawuf dalam Islam adalah merupakan salah satu tonggak Islam yakni tentang Ihsan atau akhlak, pembinaan etika atau moral.

    Dari dahulu orang-orang yang keras permusuhannya dengan orang beriman yakni orang Yahudi dan Orang Musyrik berupaya untuk menjauhkan Tasawuf dalam Islam atau tentang Ihsan atau tentang akhlakul karimah. Dalam cuplikan diatas terlihat upaya pemerintah Belanda untuk mendapatkan sokongan dari Sayyid Ustman bin Yahya untuk mendapatkan fatwa pelarangan tarekat atau penetapan Tarekat atau Tasawuf sebagai ajaran sesat (“sistem yang durhaka”)

    Padahal kesempurnaan seorang muslim adalah dengan mengamalkan Tasawuf dalam Islam atau tentang Ihsan atau tentang akhlak yang merupakan misi utama Rasulullah,

    “Sesungguhnya aku diutus (Allah) untuk menyempurnakan Akhlak.” (HR Ahmad).

    Sebagaimana firman Allah ta’ala yang artinya,

    “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswah hasanah (suri tauladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Q.S Al-Ahzab : 21)

    Allah ta’ala menegaskan bahwa, “dia banyak menyebut Allah”. Itulah ilmu batin yang dapat diperoleh melalui proses dzikr, muraqabah dan musyahadah sehingga mencapai derajat ‘Arif.

    Sedangkan apa yang terjadi sekarang di wilayah kerajaan Saudi setelah pemahaman agama menjadi tunggal/seragam dalam pemahaman Wahabi/Salafi mereka resmi memasukkan dalam kurikulum pendidikan, bahwa Tasawuf adalah sesat.

    Berikut cuplikan makalah Abuya Prof. DR. Assayyid Muhammad bin Alwi Almaliki Alhasani untuk Pertemuan Nasional dan Dialog Pemikiran Kedua pada tanggal 5 s.d. 9 Dzulqo’dah 1424 H di Makkah al Mukarromah.

    Pembagian Klaim Syirik & Kufur kepada Kelompok–Kelompok Islam dalam Kurikulum Pembelajaran, dalam pertemuan dan kesempatan yang baik ini, saya ingin mengingatkan kepada Anda sekalian tentang sebagian kurikulum sekolah, khususnya materi tauhid.

    Dalam materi tersebut terdapat pengafiran, tuduhan syirik dan sesat terhadap kelompok-kelompok Islam sebagaimana dalam kurikulum tauhid kelas tiga Tsanawiy (SLTP) cetakan tahun 1424 Hijriyyah yang berisi klaim dan pernyataan bahwa kelompok Shuufiyyah (aliran–aliran tashowwuf ) adalah syirik dan keluar dari agama.

    Makalah selengkapnya silahkan baca di
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/08/18/ekstrem-dalam-pemikiran-agama/

    Wassalam

  47. Ini contoh sekelumit riwayat ulama nenek moyang yakni Syaikh Nawawi Al-Bantani Al-Jawi silahkan baca pada
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/11/03/syaikh-nawawi/

    Dalam tulisan tersebut diuraikan pandangan beliau tentang Tasawuf dalam Islam. Berikut cuplikannya

    Tidak seperti sufi Indonesia lainnya yang lebih banyak porsinya dalam menyadur teori-teori genostik Ibnu Arabi, Nawawi justru menampilkan tasawuf yang moderat antara hakikat dan syariat. Dalam formulasi pandangan tasawufnya tampak terlihat upaya perpaduan antara fiqh dan tasawuf. Ia lebih Gazalian (mengikuti Al-Ghazali) dalam hal ini. Dalam kitab tasawufnya Salalim al-Fudlala, terlihat Nawawi bagai seorang sosok al-Gazali di era modern. Ia lihai dalam mengurai kebekuan dikotomi fiqh dan tasawuf. Sebagai contoh dapat dilihat dari pandangannya tentang ilmu alam lahir dan ilmu alam batin. Ilmu lahiriyah dapat diperoleh dengan proses ta’allum (berguru) dan tadarrus (belajar) sehingga mencapai derajat ‘alim sedangkan ilmu batin dapat diperoleh melalui proses dzikr, muraqabah dan musyahadah sehingga mencapai derajat ‘Arif.

    Seorang Abid diharapkan tidak hanya menjadi ‘alim yang banyak mengetahui ilmu-ilmu lahir saja tetapi juga harus arif, memahami rahasia spiritual ilmu batin.

    Bagi Nawawi Tasawuf berarti pembinaan etika (Adab). Penguasaan ilmu lahiriah semata tanpa penguasaan ilmu batin akan berakibat terjerumus dalam kefasikan, sebaliknya seseorang berusaha menguasai ilmu batin semata tanpa dibarengi ilmu lahir akan terjerumus ke dalam zindiq. Jadi keduanya tidak dapat dipisahkan dalam upaya pembinaan etika atau moral (Adab).

    Selain itu ciri yang menonjol dari sikap kesufian Nawawi adalah sikap moderatnya. Sikap moderat ini terlihat ketika ia diminta fatwanya oleh Sayyid Ustman bin Yahya, orang Arab yang menentang praktek tarekat di Indonesia, tentang tasawuf dan praktek tarekat yang disebutnya dengan “sistem yang durhaka”. Permintaan Sayyid Ustman ini bertujuan untuk mencari sokongan dari Nawawi dalam mengecam praktek tarekat yang dinilai oleh pemerintah Belanda sebagai penggerak pemberontakan Banten 1888. Namun secara hati-hati Nawawi menjawab dengan bahasa yang manis tanpa menyinggung perasaan Sayyid Ustman.

  48. Dari apa yang diungkapkan Wijhatul Haq dapat kita tarik kesimpulan bahwa beliau merupakan buah/produk dari ilmu yang sanadnya sampai kepada Muhammad bin Abdul Wahab alias Wahabi / Salafi. Kata kunci antara lain kebid’ahan, kesyirikan dalam beragama, aqidah/ajaran nenek moyang, menyembah orang sholeh bahkan diberikan catatan yang sudah meninggal. Apakah maksudnya, bagi mereka boleh menyembah orang sholeh yang masih hidup ?

    Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab “berguru” utamanya kepada Syaikh Ibnu Taimiyah dimana bergurunya tidak secara langsung atau tidak bertemu muka karena zaman kehidupan mereka berbeda ratusan tahun. Sehingga kemungkinan besar apa yang dipahami oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab terhadap karya Syaikh Ibnu Taimiyah merupakan pemahaman beliau yang belum tentu sesuai dengan yang dimaksud oleh Syaikh Ibnu Taimiyah. Inilah kendala belajar melalui “media” atau tulisan.

    Berbeda dengan ulama muslim pada umumnya yang menurut Wahabi/Salafi sebagai ulama yang belajar dari nenek moyang. Pada hakikatnya mereka sangat terhubung dengan sanad ilmu. Sebagai contoh Habib Munzir, kalau ditarik jalur guru/syaikhnya maka akan sampai kepada sebenar-benarnya ulama Salaf. Artinya mereka secara tidak langsung saling bertemu muka dan mendapatkan pelajaran secara langsung dan disampaikan secara lisan (bukan tulisan).

    Siapakah ulama-ulama nenek moyang kita ?
    Antara lain bisa disebutkan adalah
    Syeikh Ahmad Al-Fathani
    Syeikh Ahmad Khathib bin Abdul Lathif Minangkabawi
    Syeikh Ahmad Khathib Sambas
    Syeikh Zainuddin Aceh
    Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Banjar 1710)
    Syeikh Sulaiman Ar-Rasuli Al-Minangkabawi
    (Minangkabau 1871)
    Syeikh Nawawi Al-Bantani (Banten 1800)
    Syeikh Muhammad Khalil Al-Maduri (Bangkalan, 1820)
    Syeikh Sayyid Utsman Betawi(Betawi 1822)
    Syeikh Muhammad Mukhtar Al-Bughri (Bogor 1862)
    Syeikh Abdul Hamid Asahan (Tanjungbalai Asahan 1880)
    dan masih banyak lagi yang lain, dimana diantara mereka ada pula sebagai pengajar di tanah suci.

    Begitu pula banyak umat muslim belum mengetahui dakwah dan pengajaran yang dilakukan oleh para Wali Sanga yang sesungguhnya dimana sebagian pihak mencitrakan kepada hal-hal mistik atau pengaruh hindu. Inilah yang dinamakan pemutarbalikan fakta.

    Oleh karenanya sebaiknya membaca fakta sejarah Islam sesungguhnya dan perkembangannya di Indonesia dari mulai masa Khalifah sampai zaman kini salah satunya dari buku yang dikumpulkan data dan dituliskan dengan judul “API SEJARAH” oleh Ahmad Mansur Suryanegara, Penerbit Salamadani terbit dalam dua jilid.

    Hal yang terjadi pada kaum Wahabi Salafi adalah kecenderungan tidak menghargai ulama-ulama negeri kita terdahulu dan kecenderungan lebih menghargai ulama-ulama kaum Wahabi. Mereka lupa bahwa ilmu dasar agama yang diperoleh adalah campur tangan orang tua berikut doa mereka.

    Begitupula kaum Wahabi Salafi lebih menghargai syaikh/muqolid mereka ketimbang imam mujtahid yang sudah kita ketahui derajat keilmuannya.

    Apakah ulama nenek moyang kita mengajarkan menyembah orang sholeh ?
    Tentu mustahil hal itu terjadi karena muslim yang awampun berpegang kepada salah satu firman Allah yang sering diucapkan setiap hari yang artinya
    “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan”. (QS Al Fatihah [1]:5 )

    Wassalam

  49. Kita tidak melihat apa itu wahabi, maka kita lihat adalah bagaimana pemahaman akidah islam itu yang mereka pegang kalau kita lihat NU bukanlah ajaran tetapi NUlah sebagai gerbong yang merek naiki dan secara mayoritas kaum NUlah yang paling sering melaqkukan Krbid’ahan dan kesyirikan dan dalam beragama ini. dan ini telah kita saksikan,
    Maka dari itu kita bisa menilai, menyimpulkan, maka akidah apa/ yang mereka pegang/ yakini.
    Apakah akidah Syi’ah?
    apakah akidah Ahlul bId’ah?
    Apakah akidah mu’tazilah?
    Apakah akidah Jahmiyah?
    apakah akidah paganisme?
    apakah akidah Liberalisme?
    Apakah akidah Pluraluisme?
    Aapakah akidah Kurofatisme?
    Apakah akidah sufisme?
    apakah akidah … agama keturunan maksudnya akidah nenek moyang sebagaimana para pendahulu mereka juga mewarisi ajaran org-org nenek moyang kemudian trus diwaris kan generasi ke generasi sampai sekarang
    suatu misal para pendahulu mereka menyembah org sholeh (yg sudah meninggal) diturunkan generaqsi ke generasi sampai sekarang mereka dengan dalih tasawasul dengan haqnya dan kemulyaan (beliau) maka bedanya ogr dulu kafir Qureyuis sebelum Nabi SAW. diutus mereka menyembah org sholeh yg telah meninggal mereka buat patung sebagai media menyembahan kepada Allah dengan dalih perantara (tawashul) sedangkan .masa sekarang yg sering dilakukan ahlul Bid’ah mereka juga beralasan Sawaa ung kaana (sama saja) inilah cara-cara beragama dan keberagamaan kaum primitif, tidak rasional dengan cara seperti orang gila dan kehilangan akal sehat aliyas tidak waras, (inilah agama paganisme.. maaf agama selain islem dengan dengan akidah Tauhid yang benar) maka semua agama tersebut adalah agama paganismen baik kaum komunis (anti Tuhan) maupun kaum yang mengakui adanya Tuhan (Allah) maka pada hakikatnya tidak ada org yang lepas dan terlepas dari agama dan keberagamaan sebab agama sebagai fitrah umat manusia) yg tidak bisa dipungkiri bahkan lebih diyakini dan diketergantungan kebenarannya bagi jiwa mereka, daripada ilmu pengetahuan yang nyata dan bisa diraba, dibhuktikan, dirasakan, bahkan agama lebih dari itu semuanya sebab agama lebih kongkrit untuk kebetuhan bagi jiga dan raga. maka dari itu kaum komunisme juga menyembah mereka (pelopor dan pencetus ajaran mereka) dan ini tanpa disadari mereka juga beragama,/ atau mereka cara mberagama sesuai dangan pemikirannya berarti cara beribadah mereka adalah menyembah diri (pemikirannya/pendapatnya) mereka sendiri, dan kesemuanya kesimpulan di atas inilah yang saya maksud agama PAGANISME.

    1. Mutiara Zuhud @

      Wah, untuk menghadapi Wahabi gaya Wijhatul Haq saya serahkan kepada Mas Mutiara Zuhud, semoga bisa insaf dengan kelembutan Mutiara Zuhud Style, he he he….

  50. @ mutiarasuhuud ….. benar sekali apa yang anda utarakan …..kata2 bloon ,….Asu sangaaaaat disenangi oleh syetan dan iblis ….kalau lah boleh aku kemarin ngledek syetan dgn membalas cemooh dari Ronggolawe ….tapi syetan pasti kecewa dgn aku minta maaf ke ronggolawe …..he….he…he… sekali kali nipu syetan mas …..aku jadi ingat pesan guru saya Almarhum …. KITA BUKAN NABI ….KITA BUKAN WALI ….NAMUN KERJAKANLAH APA YANG MEREKA KERJAKAN ….AMALKANLAH APA YANG MEREKA AMALKAN NISCAYA KEBAIKAN DAN KAMULIAAN AKAN OTOMATIS DATANG DGN SENDIRINYA WALAUPUN TANPA DIHARAPKAN ….salam bahagia tuk semuanya

  51. Mutiara Zuhud@

    Terimakasih Mas, demikanlah isi hati ASWAJA yang asli, karena itu Indonesia ini masih bisa tertib walaupun Salafy Wahabi terus berulah bikin provokasi besar-besaran lewat jaringan radio, majalah mass media cetak, internet, forum-forum dan mimbar Jum’at. Lihatlah sampai hari ini belum terjadi pertumpahan darah, karena para tokoh ASWAJA bisa menahan diri. Inilah keunggulan akhlak para tokoh ASWAJA. Tasawuf yang mendasari praktek ikhsan memunculkan perilaku akhlak mulia.

    Tapi sikap diam dan sabar ASWAJA tampaknya semakin membuat Salafy Wahabi besar kepala karena semakin yakin akan klaim kebenaran satu-satunya milik mereka. Itulah kenapa mereka sangat otoriter terutama kalau kita masuk ke blog mereka, mereka menutup diskusi terutama jika berseberangan dengan paham yang mereka anut.

    Kami selama ini seolah mencela mereka, terutama saya pribadi hanya bertujuan memberi stimulasi agar mereka mau berpikir. Silahkan lihat kembali komentar2 saya sebelumnya sering saya tambahkan kata-kata “agar mau mikir”, sebab mereka memang orang-orang yan malas mikir dan hanya taklid buta semata-mata. Klaim kebenaran mereka berbenturan dengan fakta yang membuktikan klaim-klaim kebenaran yang mereka yakini meleset tajam dengan fakta kebenaran.

    Terimaka kasih Mas Mutiara Zuhud, Komentar antum di atas telah menunjukkan inilah sebenarnya isi hati ASWAJA yang sesungguhnya.

    1. Perlu diingat bahwa kita sebaiknya tidak “diam” menghadapi propaganda atau penyebarluasan pemahaman Wahabi Salafi. Justru sangat dibutuhkan peran secara aktif menyebarluaskan pemahaman ASWAJA sebenarnya.

      Kita yang dapat mengakses informasi melalui internet dapat mengetahui keadaan terkini dunia Islam. Namun bagaimana dengan saudara-saudara muslim kita yang tidak dapat mengakses internet yang jumlah tentu lebih banyak daripada kita yang bisa akses internet. Untuk itulah kita wajib “melaporkan” atau menyampaikan kepada saudara-saudara muslim kita baik melalui pondok pesantren, majelis ta’lim, dewan kemakmuran masjid dan jama’atul minal muslimin laiunnya.

      Juga perlu diingat bahwa ASWAJA tidak identik dengan hanya Nahdatul Ulama (NU) karena sesungguhnya NU adalah sebuah organisasi masyarakat atau jama’atul minal muslimin. Menurut pendapat kami, NU bukan sebuah firqah atau golongan. Kami pun belum pernah bergabung dengan Nahdatul Ulama. Juga di NU pun kita bisa dapati mereka yang menganut paham Liberalisme atau paham lainnya.

      Marilah kita berlomba-lomba menyebarluaskan, menyampaikan, menyiarkan kepada seluruh umat muslim khususnya di negeri kita maupun seluruh dunia. Kecepatan penyebarluasan harus lebih cepat daripada kecepatan mereka dengan pemahaman Wahabi Salafi, agar dapat saudara-saudara muslim kita dapat membentengi dirinya. Jangan berkecil hati dengan dukungan dana mereka yang tentu sangat lebih besar daripada kita.

      Penyebarluasan ini diperlukan juga untuk membentengi pemuda-pemudi kita yang mendapatkan undangan / beasiswa dari pemerintahan Kerajaan Saudi. Sampaikan pula kepada pemuda/pemudi kiat yang sedang menjalankan pendidikan di wilayah Kerajaan Saudi.

      Semoga Allah ta’ala meridhoi perjuangan dan dakwah kita semua.

      Wassalam

  52. Wahai saudara-saudaraku, kita harus bisa menahan diri. Kepada non muslim saja kita mempunyai etika yang harus diikuti. Apalagi kepada sesama hamba Allah yang telah bersyahadat. Apalah jadinya seperti saudara kita @mujaddid yang “keluar dari perseteruan”

    Akhirnya kita mungkin tidak dapat berkomunikasi, bertukarpemahaman dengan mereka.

    Padahal langkah yang dilakukan @mujaddid untuk mengunjungi blog ini dan berdiskusi dengan kita merupakan perjuangan yang berat dan menyalahi peraturan syaikh-syaikh mereka untuk tidak berkomunikasi, berdiskusi, belajar bersama dengan yang mereka anggap sebagai ahlul bid’ah.

    Sejauh diskusi dijalankan dengan etika yang benar tanpa menyerang pribadi masing-masing, maka harus dipertahankan dan diperjuangkan untuk mendapatkan kesepahaman. Ini bukanlah masalah “menang-kalah” atau perseteruan namun semata-mata lillahi ta’ala untuk mencari, belajar dan menegakkan kebenaran.

    Jikalau ada sosok dari mereka yang melakukan perbuatan yang tidak baik seperti mencela maka ikutilah sebuah nasehat,
    Idzaa nathaqas safiihu falaa tujibhu * fa khairu min ijaabatihis sukuutu
    Artinya : Apabila tukang caci telah mengeluaran caci makiannya, maka sebaik-baik jawaban adalah mendiamkannya.

    Jika kita melihat perbuatan yang tidak baik, maka kita dapat ketahui bahwa ilmu agama yang mereka peroleh belumlah “melampaui kerongkongkan” mereka semuanya atau ada kesalahpahaman mereka dalam memahami ilmu agama.

    Bagi kami, ini adalah masalah serius dalam dunia pendidikan Islam dan dakwah Islam.
    Pada umumnya , pada zaman modern ini, sebagian besar ulama hanya mendalami dan menyampaikan dua tonggak dalam Islam yakni tentang Islam (rukun Islam/fiqih) dan tentang Iman (rukun Iman/Ushuluddin). Umumnya sebagian ulama tidak lagi mendalami dan menyampaikan tentang Ihsan (akhlak/tasawuf dalam Islam). Sehingga banyak dari umat muslim belum atau tidak mencapai keadaan “seolah-olah” melihat Allah atau minimal selalu yakin bahwa Allah ta’ala selalu melihat kita.

    Kalau umat muslim, minimal selalu yakin bahwa Allah ta’ala selalu melihat kita maka akan mustahil mencela, menghujat, mengolok-olok terhadap sesama hamba Allah yang telah bersyahadat. Mustahil pula untuk korupsi, untuk memimpin dengan tidak adil, bugil depan kamera dan perbuatan-perbuatan lainnya yang telah dilarang oleh Yang Menciptakan manusia. Jadi bisa kita pahami bahwa sesungguhnya inti permasalahan adalah akhlakul karimah yakni kesadaran atau perbuatan/perilaku secara sadar dan mengingat Allah yang disebut dengan Ihsan (tasawuf dalam Islam).

    Inilah sebenarnya merupakan pula upaya orang-orang yang keras permusuhan dengan orang-orang beriman (orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik). Mereka berupaya menjauhkan umat muslim dari tentang Ihsan atau Tasawuf dalam Islam. Mereka melabeli tasawuf dalam Islam sebagai kekolotan atau ilmu klasik yang perlu dilupakan atau jika menjalankan tasawuf dapat menjadi “gila”/dungu dalam arti harfiah/dzahir atau dengan istilah-istilah lainnya sehingga secara tidak disadari membuat kita menjauh dari Ihsan.

    Mereka sudah tahu bahwa kunci kesuksesan/keselamatan umat manusia di dunia adalah pencapaian akhlakul karimah atau muhsin atau muslim yang sholeh. Untuk itulah mereka “menawarkan” kehidupan bebas, kehidupan setengah bebas seperti sekulerisme dimana ada bagian dari kehidupan manusia yang tidak berhubungan dengan aturan Allah ta’ala, seks bebas, pronografi, narkoba, judi, miras , yang kuat yang berkuasa, termasuk “hak veto” yang dimiliki mereka dalam kehidupan manusia khususnya dalam perserikatan bangsa-bangsa. Sesungguhnya hak veto adalah merupakan upaya mereka melepaskan aturan Allah ta’ala dari manusia. Juga termasuk upaya mereka melepaskan acuan uang kertas dari logam mulia / emas dalam kehidupan ekonomi. Sungguh emas merupakan bagian dari “aturan” Allah ta’ala yang merupakan alat tukar sesungguhnya yang berhubungan dengan Allah ta’ala dimana tak satupun manusia dapat membuat emas. Allah ta’ala yang mengatur apa-apa yang ada diperut bumi. Indonesia dengan mayoritas penduduknya muslim dikaruniakan Allah ta’ala sumber daya alam yang melimpah namun kita tidak pandai bersyukur. Bagaimanakah sebenarnya kita harus bersyukur ? itulah yang harus kita pahami sebagai bahan keselamatan dunia dan keselamatan akhirat.

    Wassalam

    1. inilah sifat asli dari isi hati Aswaja yang sesungguhnya , tidak membalas keburukan dengan keburukan , mampu memberikan madu dan susu atas hinaan dan celaan , Akhlakul Karimah yang sesungguhnya.

      hanya saja balasan keburukan adalah keburukan yang setimpal , jika ditimbang apa yang disampaikan kawan-kawan Aswaja masih belum sepadan dengan apa yang dilontarkan dituduh dan divonis oleh sekte Wahabi/Salafi.

      1. Keburukan yang setimpal ?
        Sebaiknya kita selalu mengingat bahwa tidak akan bercampur antara yang haq dan bathil.

        Sebesar jarah sebuah keburukan sebaiknya kita harus hindari agar tetap berada pada jalan yang lurus.

        Kita harus bisa menahan diri, berjihad melawan hawa nafsu seperti yang disampaikan oleh Rasulullah dimana Beliau menerangkan jihad setelah jihad dalam hal peperangan.

        Cobalah kita bayangkan bagaimana tanggapan syetan/iblis melihat manusia yang saling melontarkan kata-kata seperti asu, bloon dll. Mungkin syetan/iblis tertawa terpingkal-pingkal melihat kelakuan manusia seperti itu.

        Marilah kita jaga bersama blog ini dari komentar-komentar yang menyenangkan syetan/iblis.

        Ingatlah firman Allah ta’ala tentang bagaimana sebaiknya Rasulullah menghadapi perkataan atau perbuatan yang tidak baik

        Allah berfirman kepada nabi Muhammad saw yang artinya, “Dan janganlah engkau sedih oleh perkataan mereka. Sungguh, kekuasaan (akan perkataan mereka) itu seluruhnya milik Allah. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (Qs Yunus [10]:65 )

        Wassalam

  53. Mutiarazuhud@ iya, sebenarnya saya hanya mau komentar yg baik nggak mau mencela, tp jadi terpancing juga. Maaf mas Ronggolawe, kalau ada perkataan yg terlanjur menyinggung perasaan.

    1. Diantth

      Wah, Si Ronggol ( he he he…. ) kok dimintai maaf, bisa makin besar kepala tuh? Kalau yang namanya Wahabi kambuhan nggak ada istilah perasaan. Lihat raut muka mereka, rata-rata berwajah bengis dan sangar, wajah adalah gambaran hati, senyum aja susah mereka.

  54. Mutiara Zuhud@

    Astaghfirullohaladziim…. betul Mas, saya sepakat. Mudahan saya bisa menahan diri tidak membalas cacian tukang pencaci seperti Mas Ronggol.

  55. Sebaiknya yang perlu diingat adalah bagaimanapun kaum Wahabi / Salafi adalah mereka yang telah bersyahadat. Kita tidak diperkenankan membenci suatu kaum sehingga tidak dapat berlaku adil atau tidak pada proporsinya atau tidak pada tempatnya.

    Kita sebaiknya tidak mengumpat, mencela atau mengolok-olok mereka. Ada sebuah nasehat, Idzaa jaaraita fi khuluqin laiiaman * fa anta wan tujaariihi sawaau
    Artinya: Apabila engkau membalas cacian tukang pencaci, maka engkau dan tukang caci itu sama saja tiada beda.

    Hal yang perlu kita ketahui dan sadari adalah mengapa kaum Wahabi/Salafi bisa beda dengan kaum muslim pada umumnya.

    Kita pelajari, kita uraikan dan kita sampaikan letak perbedaannya berdasarkan data-data sejak paham itu lahir sampai perkembangannya saat ini. Begitu juga dengan kaum Syiah dari mulai paham itu lahir sampai perkembangannya saat ini atau contoh kaum lainnya yang jumlahnya relatif kecil seperti kaum Ahmadiyah.

    Kita perlu mempelajari, menguraikan dan menyampaikan perbedaan pemahaman untuk kepentingan umat muslim pada umumnya pada zaman ini dan generasi muslim selanjutnya. Biarkanlah pada akhirnya masing-masing umat muslim memutuskan sendiri yang mana paham yang benar dan bertanggung jawab dengan keputusan yang diambil.

    Kita perlu selalu mengingat peringatan yang disampaikan Allah ta’ala dalam ( QS Al Maaidah [5]: 82 ) bahwa orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik.

    Hakikat rasa permusuhan itu bukan pada sesama mereka yang telah bersyahadat. Jika terjadi permusuhan, perdebatan, perselisihan diantara yang telah bersyahadat, kemungkinan besar adalah dikarenakan kesalahpahaman atau miskomunikasi diantara kita semata.

    Sungguh peringatan yang difirmankan Allah ta’ala tentang rasa permusuhan yang besar yang ada pada orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik berlaku sepanjang masa sampai akhir zaman.

    Mereka yang mempunyai rasa permusuhan yang besar pada orang-orang beriman khususnya orang-orang Yahudi atau dikenal pula sebagai bagian dari ahli kitab sebenarnya sudah memahami dengan baik mana agama yang benar. Hal ini difirmankan Allah ta’ala yang artinya

    “Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” ( QS Al Baqarah [2]:146 )

    Khususnya orang-orang Yahudi sesungguhnya mengetahui kebenaran dan mereka mengingkari yang pada hakikatnya atau pada intinya dikarenakan kesombongan.

    Orang-orang Yahudi kita ketahui telah berhasil mensesatkan kaum nasrani,

    Tafsir Ibnu Katsir tentang orang-orang yang dimurkai dan mereka yang sesat.

    “Bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”, yakni bukan jalan orang-orang yang dimurkai. Mereka adalah orang yang rusak kehendaknya; mereka mengetahui kebenaran, namun berpindah darinya. Dan “bukan jalannya orang-orang yang sesat”, yaitu mereka yang tidak memiliki pengetahuan dan menggandrungi kesesatan. Mereka tidak mendapat petunjuk kepada kebenaran. Hal ini dikuatkan dengan laa guna menunjukkan bahwa di sana ada dua jalan yang rusak: jalan kaum Yahudi dan jalan kaum Nasrani.

    Sesungguhnya jalan orang-orang yang beriman itu mencakup pengetahuan akan kebenaran dan pengalamannya, dan kaum Yahudi tidak memiliki amal, sedang kaum Nasrani tidak memiliki pengetahuan.

    Oleh karena itu, kemurkaan bagi kaum Yahudi dan kesesatan bagi kaum Nasrani.

    Karena orang yang mengetahui, tetapi tidak beramal, maka ia berhak mendapat kemurkaan, dan ini berbeda dengan orang yang tidak tahu.
    Kaum Nasrani menuju pada suatu perkara, yaitu mengikuti kebenaran, namun mereka tidak benar dalam melakukakannya sebab tidak sesuai dengan ketentuannya sehingga mereka pun sesat.

    Demikian pula hadits yang diriwayatkan Sufyan bin Uyainah dengan sanadnya dari Adi bin Hatim. Ibnu Mardawih meriwayatkan dari Abu Dzar, dia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam tentang orang-orang yang dimurkai“, beliau bersabda, ‘Kaum Yahudi.’ Saya bertanya tentang orang-orang yang sesat, beliau bersabda, “Kaum Nasrani.“

    Baik Yahudi maupun Nasrani adalah sesat dan dimurkai.

    Sifat Yahudi yang paling spesifik ialah kemurkaan, sebagaimana Allah berfirman ihwal mereka, “yaitu orang yang dikutuki dan dimurkai Allah.” (al-Ma’idah: 60)

    Sifat Nasrani yang sangat spesifik ialah kesesatan, sebagaimana Allah berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” (al-Ma’idah: 77)

    Hamad bin Salamah meriwayatkan dari Adi bin Hatim, dia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ihwal ‘bukan jalannya orang-orang yang dimurkai’. Beliau bersabda, “Yaitu kaum Yahudi.’ Dan bertanya ihwal ‘bukan pula jalannya orang-orang yang sesat’. “Beliau bersabda, ‘Kaum Nasrani adalah orang-orang yang sesat.’

    Lalu bagaimanakah upaya selanjutnya orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik yang mempunyai rasa permusuhan yang besar terhadap orang-orang beriman dalam hal upaya mensesatkan umat muslim ?

    Mereka tentu paham bahwa mereka tidak dapat melakukannya melalui ayat-ayat Al-Qur’an yang selalu “terjaga”. Upaya yang memungkinkan mereka lakukan adalah melalui pemahaman atau perang pemahaman (ghazwul fikri). Hal inilah yang terjadi dengan paham Sekularisme , Pluralisme dan Liberalisme.

    Begitu pula pada peperangan dahulu kala mereka menyempatkan memusnahkan manuscript, literatur, karya-karya tulis para penulis muslim atau merampas, menyimpan dan bahkan mempelajari namun bukan untuk diamalkan, melainkan sekedar dipahami dan dijadikan sebagai literatur ilmiah dalam konsep pemikiran mereka sebagai bahan perang pemahaman. Sebagian rampasan yang berdasarkan “kajian” mereka sesuai dengan pemahaman mereka, akan “dibantu” untuk menerbitkan ulang ata “penyiarannya”.

    Untuk itulah, jika mereka temukan dalam ajaran Islam, hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan pemikiran mereka, maka akan dikritik dan disanggah. Lebih ekstrim lagi, sebagian mereka sengaja mempelajari keislaman, namun mereka menempatkan Islam terlebih dahulu sebagai musuh yang harus dimusnahkan.

    Untuk itulah kita harus selalu mengingat peringatan Allah ta’ala tentang rasa permusuhan yang besar itu. Tentu ada kemungkinan perbedaan pemahaman diantara kita yang bersyahadat merupakan pula hasil dari pekerjaan mereka yang mempunyai rasa permusuhan yang besar terhadap orang-orang beriman dalam hal ini adalah perang pemahaman (ghazwul fikri).

    Sekali lagi saya mengingatkan baik untuk diri saya pribadai maupun para pengunjung blog pada umumnya marilah kita hindari pertengkaran, permusuhan diantara hamba-hamba Allah yang telah bersyahadat, waspada selalu dengan adu domba dan selalu intropeksi, mengambil pelajaran (hikmah) dan menganalisa keadaan atau kejadian sebagai bahan pertimbangan dalam pengambil keputusan untuk setiap tindakan/perbuatan selanjutnya

    Wassalam

  56. Ahmadsyahid@ betul mas, sepertinya emang linglung. Perlu diobati ke dokter yg kamil mukamil biar tidak semakin sesat jalan. Semoga aja dia bertemu dokternya. Seandainya dia mau mencari, Allah akan tunjukkan jalannya.

  57. Kasihan Ronggolawe ya…? Semoga cepat mencapai klimaksnya, kasihan kalau dia sampai begini terus.
    Wahai teman-teman Wahabi yang masih ada hati, berilah dia pencerahan. Kasihan temanmu Ronggolawe sedang sock karena kaget dengan dalil-dalil ASWAJA. Sedangkan dia nggak mampu membantah kecuali mencela, mengumpat dan mencela. Jadi ketahuan deh aslinya Wahabi bisa membuat otak miring seperti Ronggolawe ini buktinya.
    Oh, kasihan….

  58. Sebenarnya tuduhan-tuduhan dan vonis-vonis yg kaum wahabi lakukan terhadap kaum muslimin lainnya ada pada mereka sendiri. Hanya saja pengikutnya telah buta, mereka tak bisa membedakan lagi mana perkara ijtihad, masalah-masalah yg diperselisihkan dalam lingkungan fikih dan mana perkara ijma. Mereka telah membuat konsep akidah sendiri yg cenderung tajsim dan tasybih, membuat fikih anti mazhab, lalu menjadikan seorang ulama yg kontroversial menjadi muhadist besar. Tema Kembali ke pemahaman salaf telah membius manusia yg dangkal pemahamannya terhadap agama, mereka bahkan telah berani mencampakkan pendapat-pendapat ulama yg berbeda dengan paham mereka. Mereka selalu beralasan kembali kepada Al quran dan sunnah yg maksum dan pasti benar. Padahal pemahaman terhadap Al Quran dan Sunnah itu tidak maksum, apalagi pemahaman ulama-ulama wahabi. Semoga kita terhindar dari kerancuan dan kebimbangan karena fitnah ini. Salam.

    1. mas Diant @.

      Ronggo lawe dan sejenisnya kan Linglung ,
      dia sendiri yang ngerusak Ummat dia bilang mo ngebenerin Ummat.
      dia dan rombongannya yang Ahli Bid`ah dia bilang mo membasmi Bid`ah
      dia dan rombongannya yang terjatuh dalam kemusyrikan dia bilang mo berantas kemusyrikan.

      ya gitu deh kalo linglung ngatain orang pedahal dia pelakunya.

  59. mudah-mudahan Allah SWT menjadikan blog – blog pembela Ahlu Sunnah Wal-jama`ah menjadi jalan masuknya Hidayah bagi para Wahabi / Salafi , sehingga tidak terulang lagi pembunuhan dan pembantaian kaum muslimin yang dilakukan oleh sekte Wahabi Salafi , seperti yang terjadi pada tahun 1259h dimana Wahabi/Salafi membunuh 6000 lebih kaum muslimin, hal ini terjadi karena kedangkalan otak Wahabi/Salafi dalam memahami Al-qur`an dan Al-hadist hingga mudah memvonis Bid`ah , Syirik dan Kafir , mereka Wahabi/Salafi tidak sadar, jika sesungguhnya mereka lah Ahlu Bid`ah yang sesungguhnya.

  60. mutiarazuhud@

    Intinya, tidak mudah memvonis kafir kepada seseorang sebagaimana Wahabi begitu mudah memvonis kafir musyrik kepada orang-orang yang telah bersyahadatain minimal 2×5 sehari semalam. Makanya saya kuatir, jangan vonis-vonis mereka itu sudah menimpa diri mereka sendiri? Allah Swt mahatahu segalanya, wallahu a’lam….

  61. @mutiara zuhud
    selamat kembali ke tanah air,semoga Allah memberikan Haji yg mabrur pada antum,dan terimakasih pula atas info nya ttg hal tsb di atas…

    1. Alhamdulillah, terima kasih mas atas doanya.

      Kesibukkan kaum Salafi Wahabi menjatuhkan vonis/hukum kafir kepada hamba Allah lainnya yang telah jelas-jelas bersyahadat hanya berdasarkan prasangka dan apa yang mereka pahami semata.

      Kemungkinan hal seperti itulah, sehingga kita dapat menduga bagaimana mereka “memandang” saudara-saudara muslim kita baik di Palestina, Afghanistan, Irak, Somalia dan belahan dunia lainnya yang tengah berperang menghadapi kaum yang Allah ta’ala jelaskan dalam ( QS Al Maaidah [5]: 82 ).

      Bisa jadi mereka berpemahaman bahwa peperangan-peperangan tersebut terjadi karena saudara-saudara muslim kita “baru” mencapai tauhid Rububiyah belum mencapai tauhid Uluhiyah sehingga Allah ta’ala menjatuhkan cobaan kepada mereka dengan mengalami peperangan seperti itu. Wallahu a’lam.

      Sehingga dapat dimengerti mereka terus “melanjutkan” perjanjian dengan kaum Yahudi dan kaum musyrik Amerika untuk mengelola karunia Allah ta’ala dalam bentuk tambang minyak dan lain-lain .

      Padahal telah jelas-jelas bahwa kaum Yahudi dan kaum Musyrik Amerika dan negera lainnya telah memerangi kaum muslim di belahan dunia lainnya sehingga seharusnya tidak patut untuk meneruskan “perjanjian” dengan kaum kafir termasuk apa yang telah dilakukan oleh para penguasa negeri kita.

      Benarkah mereka sesungguhnya telah mentakfirkan hamba-hamba Allah yang telah bersyahadat yang tidak sepemahaman dengan mereka ?

      Berikut cuplikan tulisan Abuya dalam “PAHAM-PAHAM YANG HARUS DILURUSKAN” linknya sudah saya cantumkan pada

      LARANGAN MENJATUHKAN VONIS KUFUR ( TAKFIR )
      SECARA MEMBABI BUTA

      Banyak orang keliru dalam memahami substansi faktor-faktor yang membuat seseorang keluar dari Islam dan divonis kafir. Anda akan menyaksikan mereka segera memvonis kafir seseorang hanya karena ia memiliki pandangan berbeda. Vonis yang tergesa-gesa ini bisa membuat jumlah penduduk muslim di dunia tinggal sedikit. Kami, karena husnuddzon, berusaha memaklumi tindakan tersebut serta berfikir barangkali niat mereka baik. Dorongan kewajiban mempraktekkan amar ma’ruf nahi munkar mungkin mendasari tindakan mereka. Sayangnya, mereka lupa bahwa kewajiban mempraktekkan amar ma’ruf nahi munkar harus dilakukan dengan cara-cara yang bijak dan tutur kata yang baik ( bil hikmah wal mau’idzoh al – hasanah ). Jika kondisi memaksa untuk melakukan perdebatan maka hal ini harus dilakukan dengan metode yang paling baik sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Nahl : 125, yang artinya:
      Serulah ( manusia ) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.

      Praktek amar ma’ruf nahi munkar dengan cara yang baik ini perlu dikembangkan karena lebih efektif untuk menggapai hasil yang diharapkan. Menggunakan cara yang negatif dalam melakukan amar ma’ruf nahi munkar adalah tindakan yang salah dan tolol.

      Jika Anda mengajak seorang muslim yang sudah taat mengerjakan sholat, melaksakan kewajiban-kewajiban yang ditetapkan Allah, menjauhi hal-hal yang diharamkan-Nya, menyebarkan dakwah, mendirikan masjid, dan menegakkan syi’ar-syi’ar-Nya untuk melakukan sesuatu yang Anda nilai benar sedangkan dia memiliki penilaian berbeda dan para ulama sendiri sejak dulu berbeda pendapat dalam persoalan tersebut kemudian dia tidak mengikuti ajakanmu lalu kamu menilainya kafir hanya karena berbeda pandangan denganmu maka sungguh kamu telah melakukan kesalahan besar yang Allah melarang kamu untuk melakukannya dan menyuruhmu untuk menggunakan cara yang bijak dan tutur kata yang baik.

      Al-Allamah Al-Imam Al-Sayyid Ahmad Masyhur Al-Haddad mengatakan, “ Telah ada konsensus ulama untuk melarang memvonis kufur ahlul qiblat ( ummat Islam ) kecuali akibat dari tindakan yang mengandung unsur meniadakan eksistensi Allah, kemusyrikan yang nyata yang tidak mungkin ditafsirkan lain, mengingkari kenabian, prinsip-prinsip ajaran agama Islam yang harus diketahui ummat Islam tanpa pandang bulu (Ma ‘ulima minaddin bidldloruroh), mengingkari ajaran yang dikategorikan mutawatir atau yang telah mendapat konsensus ulama dan wajib diketahui semua ummat Islam tanpa pandang bulu.

      Ajaran-ajaran yang dikategorikan wajib diketahui semua ummat Islam (Ma‘lumun minaddin bidldloruroh) seperti masalah keesaan Allah, kenabian, diakhirinya kerasulan dengan Nabi Muhammad SAW, kebangkitan di hari akhir, hisab ( perhitungan amal ), balasan, sorga dan neraka bisa mengakibatkan kekafiran orang yang mengingkarinya dan tidak ada toleransi bagi siapapun ummat Islam yang tidak mengetahuinya kecuali orang yang baru masuk Islam maka ia diberi toleransi sampai mempelajarinya kemudian sesudahnya tidak ada toleransi lagi.

      Mutawatir adalah hadits yang diriwayatkan sekelompok perawi yang mustahil melakukan kebohongan kolektif dan diperoleh dari sekelompok perawi yang sama. Kemutawatir bisa dipandang dari :
      1. Aspek isnad seperti hadits :
      ?? ??? ???? ?????? ??????? ????? ?? ?????
      ” Barangsiapa berbohong atas namaku maka carilah tempatnya di neraka.”
      2. Aspek tingkatan kelompok perawi seperti kemutawatiran Al-Qur’an yang kemutawatirannya terjadi di muka bumi ini dari wilayah barat dan timur dari aspek kajian, pembacaan, dan penghafalan serta ditransfer dari kelompok perawi satu kepada kelompok lain dari berbagai tingkatannya sehingga ia tidak membutuhkan isnad.

      Kemutawatiran ada juga yang dikategorikan mutawatir dari aspek praktikal dan turun-temurun ( tawuturu ‘amalin wa tawarutsin ) seperti praktik atas sesuatu hal sejak zaman Nabi sampai sekarang, atau mutawatir dari aspek informasi ( Tawaturu ‘ilmin ) seperti kemutawatiran mu’jizat-mu’jizat. Karena mu’jizat-mu’jizat itu meskipun satu persatunya malah sebagian ada yang dikategorikan hadits ahad namun benang merah dari semua mu’jizat tersebut mutlak mutawatir dalam pengetahuan setiap muslim.

      Memvonis kufur seorang muslim di luar konteks di muka adalah tindakan fatal. Dalam sebuah hadits disebutkan :
      ??? ??? ????? ????? ?? ???? ??? ??? ??? ??????.( ???? ??????? ?? ??? ????? ??? ???? ??? )
      ” Jika seorang laki-laki berkata kepada saudara muslimnya “Hai kafir !” maka vonis kufur telah jatuh pada salah satu dari keduanya.” ( H.R.Bukhari dr Abu Hurairah R.A )
      Vonis kufur tidak boleh dijatuhkan kecuali oleh orang yang mengetahui seluk-beluk keluar masuknya seseorang dalam lingkaran kufur dan batasan-batasan yang memisahkan antara kufur dan iman dalam hukum syari’at Islam.

      Tidak diperkenankan bagi siapapun memasuki wilayah ini dan menjatuhkan vonis kufur berdasarkan prasangka dan dugaan tanpa kehati-hatian, kepastian dan informasi akurat. Jika vonis kufur dilakukan dengan sembarangan maka akan kacau dan mengakibatkan penduduk muslim yang berada di dunia ini hanya tinggal segelintir.

      Demikian pula, tidak diperbolehkan menjatuhkan vonis kufur terhadap tindakan-tindakan maksiat sepanjang keimanan dan pengakuan terhadap syahadatain tetap terpelihara. Dalam sebuah hadits dari Anas RA, Rasulullah SAW bersabda :
      ???? ?? ??? ??????? : ???? ??? ??? : ?? ??? ??? ???? ?? ????? ???? ??? ????? ?? ??????? ?????? , ??????? ??? ??? ????? ???? ??? ?? ????? ??? ???? ?????? ?? ????? ??? ????
      ??? ??? ???? ????????.( ????? ??? ???? )
      “Tiga hal merupakan pokok iman ; menahan diri dari orang yang menyatakan Tiada Tuhan kecuali Allah. Tidak memvonis kafir akibat dosa dan tidak mengeluarkannya dari agama Islam akibat perbuatan dosa ; Jihad berlangsung terus semenjak Allah mengutusku sampai akhir ummatku memerangi Dajjal. Jihad tidak bisa dihapus oleh kelaliman orang yang lalim dan keadilan orang yang adil ; dan meyakini kebenaran takdir”.

      Imam Al-Haramain pernah berkata, “ Jika ditanyakan kepadaku : Tolong jelaskan dengan detail ungkapan-ungkapan yang menyebabkan kufur dan tidak”. Maka saya akan menjawab,” Pertanyaan ini adalah harapan yang bukan pada tempatnya. Karena penjelasan secara detail persoalan ini membutuhkan argumentasi mendalam dan proses rumit yang digali dari dasar-dasar ilmu Tauhid. Siapapun yang tidak dikarunia puncak-puncak hakikat maka ia akan gagal meraih bukti-bukti kuat menyangkut dalil-dalil pengkafiran”.

      Berangkat dari paparan di muka kami ingatkan untuk menjauhi pengkafiran secara membabi buta di luar point-point yang telah dijelaskan di atas. Karena tindakan pengkafiran bisa berakibat sangat fatal.

      Hanya Allah yang memberi petunjuk ke jalan yang lurus dan hanya kepada-Nya lah tempat kembali.

  62. mumpung masih hangat ….semoga mabrur mas @ mutiarasuhuud …doakan aku juga ya….jadi orang yang beruntung n selamat dunia akhirat ……aamiiin

    1. Terima kasih mas atas doanya.
      Alhamdulillah telah saya doakan keselamatan dunia dan akhirat untuk saudara-saudara seperjuangan yang telah teguh dalam i’tiqad (salah satunya pemahaman tentang Dzat Allah) sebagaimana Ahlus sunnah wal Jama’ah, yang tidak menyerupai pemahaman dzahir dari Syaikh Ibnu Taimiyah maupun Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab maupun para pengikutnya yang dikenal sebagai Wahabi atau dibelahan bumi lainnya mereka dikenal sebagai Salaf(i). Pemahaman dzahir yang ditolak oleh jumhur ulama sejak zaman kehidupan syaikh Ibnu Taimiyah. Memang kita menghargai upaya-upaya pemahaman (ijtihad) yang telah dilakukan oleh Syaikh Ibnu Taimiyah dalam bidang lainnya namun dengan tegas berlepas diri dengan beliau dalam masalah i’tiqad atau tentang dzat Allah.

  63. Berdasarkan komentar mas Wong Ko Lutan di tulisan saya terakhir sebelum keberangkatan menunaikan ibadah haji. http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/11/04/akhlak-rasulullah/#comment-1163 akhirnya saya sampai pada diskusi di sini, pada blog yang saya cintai ini karena selalu mengajak mengingat Allah ta’ala dengan cara yang hikmah.

    Alhamdulilllah, saya turut bersyukur atas “kekompakkan” yang telah diuraikan dalam komen-komen terhadap topik di atas.

    Saya kembali dari tanah suci dengan membawa beberapa buku yang diterbitkan oleh penguasa di sana yang merupakan penjabaran apa yang dipahami oleh para ulama mereka pada masa kini. Buku-buku tersebut diberikan secara gratis dan telah dialih-bahasakan dalam beberapa bahasa negara termasuk bahasa indonesia untuk para jama’ah haji Indonesia.

    Di Masjid Nabawi , saya bertemu dengan salah satu mahasiswa asal Indonesia yang baru menerima beasiswa dari pemerintahan Saudi. Beliau salah satu mahasiswa dari 100 mahasiswa asal Indonesia lainnya yang bergabung pula dengan mahasiswa-mahasiswa lainnya dari negara lain.

    Indonesia adalah negara terbanyak yang mendapatkan beasiswa yakni 100 mahasiswa per tahun dalam berbagai jenjang pendidikan. Terbayanglah di benak saya, bahwa kelak dikemudian hari, berapa banyak produk yang akan dihasilkan oleh kurikulum pendidikan dan pemahaman para ulama dari kerajaan Saudi.

    Permasalahan menuntut ilmu (Thullabul Ilmi) ditengah badai fitnah pada zaman kini, mengingatkan saya tentang keberkahan negeri Syam

    Berikut petikan tulisan,

    Terdapat banyak hadits yang berbicara tentang keutamaan negeri Syam. Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, “Alahumma barik lana fi syamina. Allahumma barik lana fi yamanina.” (Ya Allah, berkahilah Syam kami. Ya Allah, berkahilah Yaman kami). Bagaimana pemahaman Ulama tentang hadits ini?

    Bismillahirrahmanirrahim, ba’da tahmid dan sholawat. Tidak diragukan lagi oleh seluruh umat manusia bahwa barokah di Syam bersumber dari Rasulullah SAW dengan sabdanya, “Ya Allah, berkahilah Syam kami. Ya Allah, berkahilah Yaman kami”. Dalam hadits lain beliau bersabda, “Ketika aku tidur, tiba-tiba tiang agama dicabut dari bawah bantalku. Aku mengira Allah telah mencampakkan penduduk bumi. Lalu aku mengikuti arahnya, tiba-tiba ia menjadi cahaya putih yang bersinar di depanku hingga akhirnya diletakkan di Syam”. Dalam hadits Qudsi Allah berfirman, “Wahai Syam, kau adalah negeri pilihanku. Aku masukkan ke dalammu hamba-hamba pilihanKu. Sesungguhnya Allah menjamin Syam dan penduduknya”. Seakan-akan Syam milik Rasulullah SAW. Ini merupakan kemuliaan bagi Syam beserta para penuntut ilmu, para pengunjung dan semua yang berhubungan dengan Syam.

    Selengkapnya silahkan baca pada
    http://majalahfenomena.multiply.com/journal/item/5

    Pertanyaan yang terlintas di pikiran pembaca adalah, “Apa yang menyebabkan kota tua ini berbeda dengan kota-kota lain?”

    Syam adalah Negeri para rasul dan para nabi

    Syam yang merupakan istilah untuk beberapa negara, yaitu Palestina, Yodania, Libanon dan Suriah telah tersirat dan tersurat di dalam Quran dan Hadits Nabawi.

    Salah seorang ulama Syam, Imam Izz bin Abdussalam dalam kitabnya Targibu Ahlil Islam Fi Sukna Biladisy-Syam menafsirkan kalimat bumi yang kami telah berkahi dalam surah Al-Anbiya ayat 71 dan kalimat kami berkati sekitarnya dalam surah Al-Isra Ayat 1 dengan negeri Syam, yang termasuk di dalamnya Suriah.

    Imam Hasan Basri dan Qotadah Sadusi menafsirkan kata bumi dalam surah Al-A’raf ayat 137 dengan bagian timur dan bagian barat bumi adalah Syam.

    Sebagian ulama menafsirkan keberkahan yang terdapat di negeri ini disebabkan para rasul dan para nabi. Sebagian lain menyatakan bahwa keberkahan negeri ini dengan keberkahan buah-buahan dan sumber-sumber air yang ada.

    Doa Rasulullah untuk negeri Syam

    Ibnu Umar berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah, berkahilah kami dalam negeri Syam dan negeri Yaman.” Sebagian sahabat berkata, “Dan negeri Najd (dalam riwayat lain: Iraq)?” Beliau berkata, “Ya Allah, berkahilah kami dalam negeri Syam dan negeri Yaman.” Sebagian sahabat berkata, “Dan negeri Najd?” Beliau menjawab, “Di sana terdapat gempa, fitnah dan keluarnya tanduk syaitan.” (HR. Bukhari no. 990)

    Malaikat menjaga negeri Syam

    Zaid bin Tsabit berkata bahwa suatu hari Rasulullah bersabda ketika para sahabat berada bersama beliau, “Beruntunglah negeri Syam, sesungguhnya malaikat Rahman membentangkan sayapnya di negeri tersebut”. (HR. Ibnu Hibban no. 7304)

    Syam negeri orang-orang pilihan

    Abdullah bin Hawalah Azdy berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kalian akan menjadi pasukan-pasukan perang, satu pasukan di Syam, satu pasukan di Iraq dan satu pasukan di Yaman.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, pilihkan untukku!” Rasulullah menjawab, “Pilihlah Syam, dan barangsiapa yang enggan maka hendaklah ia bergabung dengan dengan Yaman dan meminum dari kolam-kolam air Yaman. Sesungguhnya Allah telah menaungi Syam dan penduduknya.” (HR. Shahih Ibnu Hibban no. 7306)

    Said bin Abdulaziz, salah seorang perawi hadits ini berkata, “Ibnu Hawalah berasal dari kota Azd. Beliau tinggal di Yordania.” Jika beliau meriwayatkan hadits ini beliau selalu berkata, “Barangsiapa yang dinaungi oleh Allah maka ia tidak akan di terlantarkan.”

    Pilihan Rasulullah ini dijelaskan dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Muadz bin Jabal dan Hudzaifah bin Yaman tatkala mereka berdua meminta petunjuk kepada Rasul untuk tempat tinggal mereka sesudah wafat Rasulullah. Rasul menyarankan mereka untuk tinggal di Syam karena orang-orang pilihan Allah tinggal di negeri ini. (Lihat Mu’jamul Kabir no. 137)

    Syam negeri orang-orang mu’min

    Abdullah bin Amr berkata, “Akan datang satu masa tidak ada seorang mukmin pun kecuali ia akan bergabung ke Syam.” (HR. Ibnu Abi Syaibah no. 19791)

    Imam Izz bin Abdussalam berkata, “10.000 mata yang melihat Nabi Muhammad SAW masuk negeri Syam tatkala mereka (para sahabat) mengetahui keutaman negeri Syam dibandingkan negeri yang lain.”

    Syam negeri para wali

    Abdullah bin Shofwan berkata bahwa seorang laki-laki berdoa saat perang Shiffin, “Ya Allah, turunkan laknatmu untuk penduduk Syam!” Ali membantah, “Janganlah kamu melaknat seluruh punduduk Syam, sesungguhnya di sana terdapat wali badal, sesungguhnya disana terdapat wali badal, sesungguhnya disana terdapat wali badal.” (HR. Ma’mar bin Rosyid no. 1069)

    Syam bumi kebaikan dan kebajikan

    Abdullah bin Amr bin Ash berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kebaikan itu ada sepuluh persepuluh (10/10). Sembilan persepuluhnya (9/10) berada di Syam, sepersepuluhnya (1/10) untuk selain Syam. Kejahatan itu sepuluh persepuluh. Sepersepuluhnya berada di Syam dan sembilan persepuluhnya di seluruh negeri. Apabila penduduk Syam telah rusak maka tidak ada kebaikan lagi padamu.” (HR. Ibnu ‘Asaakir, 1/154)

    Cahaya iman tetap terpatri di Syam di waktu terjadi fitnah

    Abu Darda berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ketika aku tidur tiba-tiba aku melihat tiang kitab diambil dari bawah kepalaku. Aku melihatnya dibawa pergi dan aku pun mengikutinya dengan dua pandanganku. Kemudian tiang itu ditegakkan di Syam. Ketahuilah bahwa sesungguhnya iman berada di syam ketika terjadi Fitnah.” (HR. Ahmad no. 21781)

    Imam Izz berkata, “Maksud dari hadits ini adalah apabila fitnah terjadi dalam agama Islam maka penduduk Syam bebas dari fitnah tersebut dan tetap beriman, dan apabila fitnah terjadi di luar agama maka ahli Syam beramal sesuai dengan keimanan.”

    Lalu beliau menafsirkan tiang kitab dengan tiang Islam sebagaimana kaum muslimin bersandar kepadanya dan berlindung di bawahnya. Kenyataan menjadi saksi semua itu, sesungguhnya kita melihat kesungguhan dan keistiqomahan penduduk Syam dan ketaatan mereka dengan Quran dan Sunnah ketika timbul perbedaan.

    Selengkapnya silahkan baca tulisan pada

      1. Amin ya Robbal alamin. Terima kasih mas atas doanya.

        Ada sebuah buku saku yang saya bawa dari sana yang memuat sepuluh hal-hal yang membatalkan keislaman. Salah satu poinnya (point ke tiga) diuraikan bahwa barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, atau ragu akan kekafiran mereka, atau membenarkan paham (madzhab) mereka, maka dengan demikian dia telah kafir.

        Dari buku-buku lain dapat diketahui bahwa yang dimaksud orang-orang musyrik adalah berdasarkan pemahaman “tauhid jadi tiga”, bahwa banyak hamba Allah yang telah bersyahadat baru mencapai Tauhid Rububiyyah (menciptakan, memiliki dan mengatur langit dan bumi serta seisinya adalah Allah saja) belum sampai kepada Tauhid Uluhiyah (ibadah yang hanya ditujukan kepada Allah). Mereka berprasangka bahwa banyak hamba Allah yang telah bersayahadat belum beribadah hanya ditujukan kepada Allah.

        Sehingga berdasarkan prasangka dan pemahaman mereka tersebut jatuhlah hukum atau penilaian mereka terhadap hamba Allah yang telah bersyahadat sebagai termasuk orang musyrik.

        Jika ada muslim yang tidak mengikuti prasangka dan pemahaman seperti mereka maka dengan demikian dia telah kafir.

        Begitulah “kesibukan” mereka menghukum atau menilai terhadap hamba-hamba Allah yang telah bersyahadat.

        1. mutiarazuhud@

          Mas MZ, berdasar informasi antum tsb, berarti tidak salah kalau mereka di sini disebut sebagai kaum keblinger ya Mas?

          Jadi Jelasnya menurut Salafy Wahabi, mayorotas Muslim di dunia dikafirkan karena gak ikut paham Wahabi, welleh, wellehh…. he he he ….
          Pantas fitnah mereka semakin menjadi-jadi, insyaallah akan ada klimaksnya dengan kemenangan Ahlussunnah Waljama’ah, Amin….

          1. Benteng pemahaman Ahlussunnah Waljama’ah yang sebenarnya telah berakhir di wilayah kerajaaan Saudi seiring dengan wafatnya Prof. Dr. Assayyid Muhammad Bin Assayyid Alwi Bin Assayyid Abbas Bin Assayyid Abdul Aziz Almaliki Alhasani Almakki Alasy’ari Assyadzili pada 15 ramadhan 1425 H / 2004 M

            Beliau dikenal dengan panggilan Sayid Muhammad Al-Maliki atau dipanggil pula Abuya.

            Setelah wafatnya Beliau, maka pemahaman Wahabi menguasai seluruh wilayah kerajaan Saudi.

            Ayah dan kakek beliau, adalah ketua para khatib dan da’i di kota Makkah. Demikian juga dengan Abuya, profesi tersebut digeluti yakni sejak tahun 1971 dan harus berakhir pada tahun 1983, saat beliau dicekal dari kedudukan terhormat itu akibat penerbitan kitabnya yang berjudul; Mafahim Yajibu an Tushahhhah (Pemahaman-Pemahaman yang Harus Diluruskan), sebuah kitab yang banyak meluruskan paham yang selama ini diyakini oleh ulama-ulama Wahabi. Paham Wahabi sangat menguasai keyakinan mayoritas ulama Saudi Arabia dan mempunyai peran pesar dalam mempengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah.

            Setelah pencekalan beliau dari pengajian umum dan khutbah, beliau mendedikasikan dirinya dalam pendidikan secara privat kepada ratusan murid-muridnya, dengan penekanan murid-murid dari Asia Tenggara, di kediaman di jalan Al Maliki di distrik Rushaifah Makkah.

            Inilah tulisan beliau yang mengakibatkan beliau dicekal.

            http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=43

            http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=44

            http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=45

            http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=46

            http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=47

          1. Ya Mas, saya dulu juga tergila-gila mborong buku-buku salafy. Suka sama judul-judulnya and covernya menarik, jadi beli aja. Tapi begitu dibaca, bingung deh, nggak ada keterangan, dalil melulu tanpa penjelasan. Kalaupun ada penjelasan mentok deh, pertanyaan dalam hatiku nggak terjawab. Untung segera sadar kalau itu semua buku-buku Wahabi.

  64. Setelah saya lihat di situs Abu Hannan As Sundawi, spt nya dia memang kelabakan diberondong pertanyaan2 oleh “Team Ummati” (kok kompak ya).

    Saya usul, gimana kalau mas2 disini atau pengunjung ummati lain, bila tahu ada info2/artikel menarik dr situs2 para salafi/wahabi diinformasikan kesini, kmd mari kita kunjungi bersama2 dan kita ajak diskusi. InsyaAllah jika dg cara yg baik akan bermanfaat.
    Itupun kalau situs tsb mau diajak diskusi (tidak mengebiri komentar kita).

    1. Ibnu Siddiq @

      Sudah jadi tradisi Salafy Wahabi mengebiri atau tidak menampilkan komentar yang berbeda pandangan dengan mereka. Cobalah Mas Ibnu Siddiq berkomentar di sana, kalau mereka jujur silahkan undang teman-teman ke blog tsb.

  65. Memang sejak kapan Wahabi bisa berdiskusi … Karakter mereka itu lemah & lari kemana2 bila berargumen & Curangnya kagak ketulungan … Loe semua itu dianggap ahli Neraka ma wahabi ..TITIK dan tertutuplah pintu diskusi … Wassalam

  66. Kok seperti itu ya. Saya kan bukan David. Jadi Kesannya Artikel islam mau buat komen atas nama saya dan tidak berani terus terang. Wah kalau begitu bahaya dong. Kacau nih, padahal saya udah buat koment baik-baik. Seharusnya kalau meneladani salaf tidak begitukan? Ya sudahlah, mungkin abu hannan lagi pusing dan sedang guncang pikirannya. Semoga kita semua dapat menemukan jalan yang benar. Seperti ungkapan Imam Ghazali, berbagai kelompok dengan perbedaannya bagaikan “lautan dalam yang telah banyak menenggelamkan manusia” hanya sedikit yang bisa selamat. Allahuakbar.

    1. Abu hanan…..ahlak nt jauuuuuuuuuh dari amanah……he…he…percuma nt nulis banyak dalil2 namun nggak bisa nt amalkan……

    1. saliq @

      Ya Mas, dia memiliki sifat curang kelas tinggi, mungkin di bawah Syaikh Albani sedikit. Lihat komentarnya Mas Syahid diedel-edel tanpa tampilan apa yang dikatakan Mas Syahid alias Blank Comment, silahkan cek:
      http://abuhannanassundawi.wordpress.com/2010/11/26/mari-bertawasul/#comment-91

      Seperti inilah rata-rata kecurangan mereka. Jangankan Mas Syahid, Imam Syafi’i dan Imam Nawawi aja diedit karena tidak sesuai hawa nafsu mereka. Benarlah apa yang diperingatkan Nabi SAW akan munculnya Kaum Tanduk Syetan dari Najd, yaitu WAHABI sang pembawa Fitnah keIslaman.

      1. betul komentar saya di kosongkan alias Blank , itulah sifat asli Wahabi / salafi jika sudah tidak bisa membantah dan mereka tahu tidak bisa menjawab bahkan hati kecilnya mengakui kebenaran lawan diskusinya dia akan Blankkan , seperti halnya Iblis yang tetap akan mempertahankan Kesalahannya.
        bahkan akan menuduh bahwa komentar itu tidak layak dibaca anak kecil , seolah yang diskusi di forum seperti ini adalah anak-anak TK atau SD atau SMP yang belum berumur delapan belas tahun sehingga tidak layak ditayangkan sebagaimana Film Porno , ya itulah Abu Asu yang tidak punya malu , lihai membelokkan dan mengalihkan inti diskusi atau malah tidak menampilkan sama sekali takut jika kesalahan, dan wajah Asli Wahabi/Salafinya Terbongkar.

    2. he…he…he,…. @ saliq aku terpingkal- pingkal lho ada @ABU ASU …..pakai buntung ngga mas ???? emang abu hananannnnnnn asu sundawi njengkeli … he…he… Astagfirulloh……

  67. Dianth @

    Oke, sudah kami cek, ternyata IP-adress antum beda dengan IP-nya David. Yang dimaksud David Oleh Abu Hannan Assundawi adalah Admin Artikel Islami. Padahal mungkin nama beliau bukan David, sepertinya nama David ini karangan Abu Hannan sendiri, sudah kami Cek ternyata beda.

    Ini IP adress Dianth: 64.255.180….,
    email: dian.hardianto@…….com

    Ini IP adress “David” (Artikel Islami):223.255…..10 ,
    email: iklan.hotarticle@…….com

    Lihat, bedanya sangat jauh antara kedua IP adress tersebut. Emailnya juga beda. Jadi sudah jelas sekarang, Abu Hannan Assundawi memang pembohong berkarat, pendusta, kadzdzabbbb, dan tukang fitnah. Dia ini benar-benar fitnah Wahabi pemecah belah, devide at impera seperti Belanda zaman penjajahan. Menghadapi orang seperti dia, sebaiknya senyum aja, he he he ….

    Antum gak bisa koment lagi karena diblokir pakai AKISMET oleh Abu Hannan Assundawi.

  68. Komen ana mendebat di blog abu hannan ga ditampilkan … ana cuma tanya bisa ga sampean jawab pertanyaan sederhana anak STAIN tadi , kalo ente memang benar jawab dengan argumentasi yg kuat …
    “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar” {QS.An-Naml :64} …
    tapi komennya ga pernah ditampilin !!
    Ketahuan mereka kaum lemah yg ga gentle dalam diskusi …

  69. anda ingin beramal saudaraku semua ? DARIPADA REBUT BENER bantu kami saja, kami sedang mbangun mesjid di Dk. Wonorejo, Desa Bakalan, Kec. Polokarto, Kab. Sukoharjo….sekarang sudah sampai 60 persen….tolong bantu…hub saya di 085229145535 semoga amal kita diridhoi Allah SWT….silahkan lihat lokasinya….Makam Pahlawan Bakalan ke arah barat sudah terlihat……

    1. ki sambang dalan @

      Ki sambang dalan, pandanglah ini sebagai ruang diskusi bukan rebut bener. Anda ini bikin kacau aja, sadar nggak? Anda kalau ingin terlibat, sampaikan ide-ide anda …. Jangan malah bikin kacau. Juga kalau anda ingin minta bantuan janganlah lebih dulu bikin kacau suasana diskusi. Bikinlah proposal yang baik, kayaknya anda ini sudah tua, bijaklah sedikit biar dihormati orang, maaf ki Sambang…..

  70. mas arumi dari mana aja nih baru muncul ? mas wong mas mamo , komentar saya juga belum di jawab aja sama Abu Hannan , padahal komentar pertama langsung dijawab setelah -+ lima menit , tapi komentar berikutnya udah sehari semalem lebih belum juga dimunculin ,Abu Hannan bingung kali ya diberondong banyak pertanyaan , padahal kalo lihat Blog Aswaja santai-santai tuh ga kelihatan bingung.

    1. Mas Ahmad . kayaknya aku malas lah ke blog Abu hanan … moderasinya udah lama … kayaknya buang2 waktu ….. komen anda aja gak ditampilin kan …sampe2 di protes juga ama pengujung lainya …..dia juga gak bisa jawab komen aku yang copas dari artikel diatas ,…. cuman tuduhan2 aja yang dia lontar kan ……..nggak ber bobot

      1. sama Mas Mamo, saya juga males komen di blognya Abu Asu Al-wahabi Al- Salafi, sebab dia bisa sa enak Udelnya ngapus atau tidak menampilkan komentar yang tidak mampu dia jawab , jauh dari Amanah dan lebih parah lagi dia sama sekali tidak punya malu padahal malu itu sebagian dari tanda keimanan seorang muslim.

  71. @Ronggolawe:
    Orang yg ngaku salafy itu dah ngebunuh banyak Muslim di masa lalu
    Dan di masa kini, mereka merampok, dan mereka juga membunuh kaum Muslimin.
    Itu tuh kerjaan orang salafy
    dan salafy lainnya, kerjaan mereka mentakfir kaum Muslimin.

    1. he….he…. kalau bukak BLOG di tanya ini itu bingung jawabnya ……( belum menguasai ilmunya )….moderasinya lamaaaaaaaaaaa….kalau sampai komentar aku nggak di tampilin nggak bakalan aku ngunjungi blognya lagi ……aku pikir buang2 waktu…

      1. Mas Mamo, Abu Hanan stress dan keder dapat komentarku. Ada lima komentarku, baru dua yang muncul. Sampai hari ini tiga komentar aku masih dalam moderasi, semoga tidak didelete. Di link ini aku berkomentar, http://abuhannanassundawi.wordpress.com/2010/12/04/imam-syafii-mendukung-bidah-hasanah/#comment-56

        Tolong diawasi, sebab aku sedang mengujinya yang mengaku-ngaku sebagai orang paling amanah, dan dia memvonis Artikel Islami tidak amanah.

        1. Mas-mas semuanya, salam rindu…..

          Mana ada pengikut Wahabi yang amanah, semuanya tukang rekayasa dan tidak amanah, yang penting fulus mulus, he he he…..

  72. masalahnya biasa COPAS sih….. kayak gitu ngatain blog antum artikel islami gak pake ilmu katanya …..he…he …. kena batunya

  73. Untuk para keledai dan wijhah para keledai, tolong bantu Abu Hannan
    Abu hannan lagi pusing di blognya sendiri

    Liat
    http://abuhannanassundawi.wordpress.com/2010/11/26/mari-bertawasul/
    Dia nyari hadits riwayat Thabrani di Shahih Bukhori. Kapan ketemunya?

    Dan
    http://abuhannanassundawi.wordpress.com/2010/11/13/menanggapi-artikel-dari-artikelislami-wordpress-com/
    Dia terjemahin hadits niat hajji dg sangat kacau.

    Segera ke TKP sebelum diedit

  74. Mujaddid baru saja menyerah , Yusuf Ibrahim sudah tidak muncul lagi, Ronggo lawe cuma gagah sesaat, Kacung ngaran Sudah hilang dari peredaran , Muhammad Hasan sudah Ampun tidak berani muncul di Blog ini lagi, Abu Said cuma bisa copas dan tidak bermutu, ki sambang cuma pedagang tanpa lampak cuma bisa ngedompleng tidak berani menunjukkan jati dirinya , Abu Hanna assundawi, sudah mo ruju` ke Ahli Sunnah semoga sekarpun sudah tidak bingung , Wijhatul Haq tidak berani diajak diskusi , komentarnya cenderung ngawur hingga ada yang memanggilnya Wijhatul Himar n dodol , Abu Ahmad juga sama diajak diskusi tidak menjawab sepatah katapun Abu Hafidz juga sama menganggap diskusi sebagai perseteruan Abu hanin juga sama kok semuanya hampir sama yah ?

    pantas saja dulu kaum Khowaij Ibadah nya puasanya bahkan tahajjud dan dhuhanya getol namun jika diajak diskusi hanya bisa bilang la hukma illa hukmallah , hingga mudah menganggap orang lain sesat , Musyrik serta halal harta dan darahnya , dulu mereka akan tebas batang leher siapapun yang tidak sependapat hal ini mungkin berawal dari otak mereka lemah , pandangan sempit , ilmu yang dangkal ditambah Faham yang sesat , entah sama kah mereka (khowarij) dengan Wahabi/Salafi ? Wallahu A`lam hanya saja saudaraku Wahabi/salafi ikutlah dengan mayoritas Faham kaum muslimin sebab Allah melalui Rosulnya telah menjamin bahwa kebenaran berada pada mayoritas kaum muslimin, jangan terkecoh oleh selogan ” kebenaran tidak diukur dengan banyaknya pengikut “, karena meskipun selogan ini benar Namun ditempatkan pada tempat yang salah dan bertentangan dengan banyaknya Hadist Rosulallah SAW , bukankah kalian sangat ingin mengikuti Rosulallah SAW ? tidak ingin sedikitpun menyelishinya ?
    jangan sungkan dan malu untuk kembali ke blog Ummati ok ?

    1. = Allah berfirman “Maa yujaadilu fii aayaatil laahi illalladziina kafaruu “ ( Tiada yg menyanggah/berdebat dalil-dalil Allah hanyalah orang-orang kafir ); Surah Al Mu min ayat 4 (QS 40:4);
      = Diriwayatkan dari Abu Umamah., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda; “Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapat petunjuk kecuali karena mereka gemar berdebat” Kemudian Rasulullah membacakan ayat, “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar”. (Az-Zukhruf: 58). (Hasan, HR Tirmidzi [3253], Ibnu Majah [48], Ahmad [V/252-256], dan Hakim [II/447-448])
      = Rasulullah SAW bersabda ” Hati-hatilah kamu terhadap prasangka, karena sesungguhnya prasangka itu sedusta-dusta omongan “. (Riwayat Bukhari)
      = Rasulullah SAW bersabda ” Kalau kamu akan menyangka, maka jangan kamu nyatakan.”. (Riwayat Thabarani);
      = Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 867)
      = Diriwayatkan dari Al ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Kami shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari. Kemudian beliau mendatangi kami,lalu ada yang mengatakan, “Wahai Rasulullah, sepertinya ini adalah nasehat perpisahan. Apa yang engkau akan wasiatkan pada kami?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
      “Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memimpin kalian adalah budak Habsyi. Karena barangsiapa yang hidup di antara kalian setelahku, maka dia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, kalian wajib berpegang pada sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rosyidin yang mendapatkan petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. Hati-hatilah dengan perkara yang diada-adakan karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Daud no. 4607 dan Tirmidzi no. 2676.
      = Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu suatu ketika beliau melewati suatu masjid yang di dalamnya terdapat orang-orang yang sedang duduk membentuk lingkaran. Mereka bertakbir, bertahlil, bertasbih dengan cara yang tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu Ibnu Mas’ud mengingkari mereka dengan mengatakan,
      “Hitunglah dosa-dosa kalian. Aku adalah penjamin bahwa sedikit pun dari amalan kebaikan kalian tidak akan hilang. Celakalah kalian, wahai umat Muhammad! Begitu cepat kebinasaan kalian! Mereka sahabat nabi kalian masih ada. Pakaian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga belum rusak. Bejananya pun belum pecah. Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, apakah kalian berada dalam agama yang lebih baik dari agamanya Muhammad? Ataukah kalian ingin membuka pintu kesesatan (bid’ah)?”
      Mereka menjawab, “Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.”
      = Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
      “Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)
      = Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
      “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)
      = “Sederhana dalam Sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam bid’ah” (Syarah Ushul I’tiqad Ahlis-Sunnah 114 oleh Al-Laalikai – dari perkataan Ibnu Mas’ud radliyallaahu ‘anhu).

      1. @ kacung ngaran coba nt baca dgn seksama hadist yang nt bawakan terus nt baca lagi artikel di atas ada yang nyambung ngga ??? kalau pun ada coba pikir dgn kepala dingin dan cerdas ………perkara baru yang diada ada kan itu apa saja coba ?????

      2. @kacung ngaran
        antum bawain ayat :
        = Allah berfirman “Maa yujaadilu fii aayaatil laahi illalladziina kafaruu “ ( Tiada yg menyanggah/berdebat dalil-dalil Allah hanyalah orang-orang kafir ); Surah Al Mu min ayat 4 (QS 40:4);

        trus ente bawain atsar ibnu masud yg riwayatnya doif tuk menbenturkan dalil2 shohih keutamaan zikir dr hadist shohih dan alquran, sekarang antum pikir saja siapa yang di maksud dalam ayat tsb???

        lagian tuk masah zikir antum lari kesini jangan ngacak2 :

  75. Ana keluar dari perseteruan ini,sekaligus keluar dari situs ini,dan menyampaikan permohonan maaf yg sebesar2nya kpd admin ummati ,dan kpd teman2 didunia maya ini yg mungkin tersakiti oleh kata2 saya.dan mudah2an tidak ada tuntutan di akhirat kelak.
    Saya hanyalah seorang bapak dng 2 orang anak yg sedang mencari cahaya kebenaran baik itu lewat tholabul ilmi maupun internet.
    Semoga kita semua termasuk umat rosulullah yg mendapat kan safaatnya.wassalam.trmksh atas dimuatnya komtr2 saya.

    1. @Mujaddid

      Insyaallah kami tidak tersakiti saudaraku, kami biasa buka-bukaan seperti ini dalam rangka mengemukakan kebenaran, tidak harus ditutup-tutupi. Kebenaran harus berani diuji dengan kritik dari sudut pandang apapaun. Kami senang karena ada blog yang berani secara blak-blakan memuat segala macam perbedaan untuk depertemukan yang akhirnya berkesan perseteruan menurut antum, Mujaddid. Tidak masalah antum memandang demikian, tapi menurut saya dan kebanyakan teman-teman ASWAJA ini adalah so’al biasa. Kalau dari pihak kalian selama ini keras kepala tidak mau dengar penjelasan meskipun semuanya pakai rujukan Al-Qur’an, Hadits, atsar, dan nukilan kitab-kitab Ulama Mu’tabar, silahkan saja. Padahal itu semua untuk membuktikan bahwa kami beribadah sudah sesuai tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, para Sahabat, Tabi’in, dan para Ulama Salafuna Shalih yang Mu’tabar.

      Akhirnya kebenaran harus menang jangan sampai dikalahkan oleh pihak-pihak yang hanya sekedar mengklaim kebenaran. Sebab kebenaran harus berani diuji secara terbuka, dan hanya Ahlussunnah Waljama’ah yang asli yang berani untuk diuji secara terbuka. Dan pihak yang hanya mengaku-ngaku sebagai kebenaran, mereka tidak berani diuji, mereka besembunyi dan memencilkan diri, mudah tersinggung dan sakit hati. Wallohu a’lam.

  76. selamat dan salut buat saudaraku mamo cemani gombong,
    smg Allah s.w.t memberikan kekuatan syiar agamanya pd nt,limpahan rahmat pd nt,serta kefahaman atas ilmu Nya,juga istiqomah dalam pelaksanaannya pd kita semua…

    1. makasih doanya mas Gondrong ……Alkhamdulillah aku nggak sabar nunggu datangnya teman2 salafi aku yang datang ke pondoknya ketemu semua . Pada dasarnya ilmu mereka jauh dari pandai. jadi dalam menyikapi artikel tsb cuma bingung ….maka aku saranin sesuai pesan @admin …..untungnya aja nggak ada yang ngeyel kaya wahabi diblog ini …….namun masalah tobat mereka kita serahkan ke Alloh aja ….oh ya artikel dari mas Saliq tak print tak kasih mereka buat bukti ….. mlongo kaya kebo ….he…he…he

  77. Assalammualaikum warahmatullohi wabarokatuh…jd ingat kt teman ana: SALAFI tu SAhabat LAma FIr’aun, jd kita jk menghadapi mereka haruslah sebagaimana nabi Musa A.S terhadap Fir’aun…

  78. apa yang disampaikan mas wong sudah sangat jelas bagi orang yang mencari kebenaran , hanya saja bagi Wahabi/Salafi Ibnu Khullab sebagai salah satu guru dari Imam Asy`ari dianggap menyimpang dan Ahli Bid`ah karena Ibnu Khullab mengatakan bahwa ” Bacaan Al-qur`an dari orang yang membacanya adalah makhluq padahal Adzahabi sendiri mengatakan dalam kitabnya siyar a`lamu nubala juz 12 h. 510″ tidak diragukan lagi bahwa pandangan yang dibuat dan ditegaskan oleh al-karabisi tentang masalah pelafalan Al-qur`an oleh pembacanya adalah makhluq adalah pendapat yang haq (benar) , akan tetapi imam Ahmad menolak pendapat itu karena khawatir terseret pada pandangan kemakhlukan Qur`an, sehingga Imam Ahmad lebih cenderung menutup pintu itu.

    hal yang senada disampaikan Al-hafidz Ibnu hajar al-a`stqolani metogologi Ibnu Khullab diikuti imam Asy`ri dalam kitab al-Ibanah.
    pernyataan al-hafidz Ibnu hajar ini menambah keyakinan bahwa al-imam Ibnu Khullab konsisten dengan Metodologi Salaf yang Sholih dan termasuk Ulama Salaf, dengan demikian pernyataan Al-hafidz Ibnu hajar ini membatalkan pernyataan bahwa Ibnu Khullab ahli Bid`ah dan juga membatalkan pendapat bahwa Imam Asy`ari mengalami tiga Fase dlm Aqidah beliau hanya mengalami dua Fase dari Mu`tazilah ke Ahlu Sunnah manhaj salaf yang diikuti oleh Imam Bhukori Imam Muslim imam Abu tsaur, Imam Athobari dan lain – lain lagi pula persoalannya sangat sederhana yaitu tentang lafadz yang keluar dari pembaca Al-qur`an itu Makhluq atau Bukan , sekarang Sahabat Rosulallah SAW yang mana yang menyatakan Tauhid itu ada tiga , atau Tabi`in yang mana yang mengatakan hal itu atau atba` tabiin yang mana yang sependapat dengan Wahabi/Salafi dalam masalah pembagian 3 Tauhid, tolong sebutkan satu saja ?.

    lagi pula manhaj salaf itu Tafwidh bukan Tahqiq seperti halnya Wahabi Salafi yang cendrung Musyabihah Mujassimah . silahkan Mujaddid Jawab pertanyaan saya diatas, sehingga jelas ” penjelasan antum tentang aqidah kepada sekar@ sungguh sangat menyesatkan dan ” Luar biasa jahilnya logika antum.

  79. Saudara-saudaraku semua, saya mohon petunjuk nih. Saya ingin kirim komentar ke beberapa blog salafi, tetapi kok ndak bisa ya. Padahal ada fasilitasnya di blogspot atau di wordpress. Atau memang lama ya masuknya? Tapi di situs ummati ini kok bisa cepat ya. Maaf ya.. saya baru belajar internet nih.

    1. Dianth @

      Apa yang antum alami juga saya alami sendiri, memang demikian rata-rata blog Salafy Wahabi pilih-pilih komentar yang akan dimunculkan. Jika seandainya komentar antum tidak sesuai hawa nafsu mereka tentu akan dimasukkan dalam tong sampah mereka. Jadi kemungkina pertama adalah karena dimoderasi oleh mereka, kemudian mereka tidak berkenan sehingga dimasukkan dalam tong sampah (SPAM).

      Kemungkian kedua yaitu komentar antum otomatis ditelan akismet atau program filter (masuk SPAM) yang biasanya ada dalam setiap blog. Kemungkinan ini sangat kecil, dan yang paling mungkin adalah karena disortir (dimoderasi) oleh admin blog dan tidak dimunculkan. Seperti UMMATI PRESS ini tidak dimoderasi sehingga bisa langsung tampil sesaat setelah antum kirim komentar. Tapi kelihatan ada beberapa komentar secara otomatis ditelan akismet. Lihat di side bar kanan Akismet telah menelan SPAM sebanyak 402 komentar. Itu sangat wajar kalau dilihat dari Usia UMMATI yang sudah setahun lebih.

      Demikian sedikit info dari saya…. makanya saya jadi malas komentar di blog Salafy Wahabi, percuma hanya buang-buang waktu dan capek ngetik akhirnya hanya dimasukkan tong sampah oleh admin blog mereka. Mereka tidak berani dikritik itulah sebabnya yang membuat mereka berbuat demikian.

    2. Benar juga , kami kapan hari nagasih koment 3kali malah dibalas dengan mencampur adukkan koment yang tidak sesuai denagn yang kami tulis sebelumnya……….

    1. yang jelas untuk salafi is the best, g bidah, g aneh-aneh, karna bidah akan membawa ke neraka, masa kita mengerjakan sesuatu ibadah g berdasar, hanya menurut akal dan hawa nafsu, emang sudah lebih pandai dari Nabi Muahammad ya, banyak tu contohnya, hehehe jangan emosi bagi yang g suka

  80. @wong kolutan,penjelasan antum tentang aqidah kepada sekar@ sungguh sangat menyesatkan,kalaulah aqidah ahlussunnah itu adalah yg dirumuskan oleh imam Abul Hasan Al Assyari,bagaimana dengan aqidahnya imam imam sebelumnya,sprt Imam Malik,imam Abu hanifah,imam Assyafi’i dan imam Ahmad.apakah mereka juga Assyariah? Luar biasa jahilnya logika antum.aqidah ahlussunnah adalah aqidah yg dipahami para sahabat ,tabiin ,ittabiin dan para imam salafussoleh,bukan hanya oleh imam Abul Hasan saja,malah Imam Abul Hasan mengalami 3 fase dlm aqidah nya.mu’tazilah,kulabiyah dan terakhir dalam kitab al-ibanah beliau rujuk kpd ahlussunnah.buat ukhti/akhi @sekar kalau antum ingin mndpt pnjlsn aqidah yg sohih sesuai pemahaman para ulama salafussoleh antum bisa hadir di kajian ustd Abdul Hakim di msjd walikota Depok,Insya Alloh,ahad tgl 19 Des 2010.pkl 09.mdh2an antum tmpt tnggl nya dkt.

    1. @ Mujaddid kenapa antum ngajak nunggu 19 des ??? jawabannya ditunggu kok ….di jawab sekarang aja kalau antum mampu n tau bener aqidah sohih yang antum anut ….lagian siapa njamin nyawa antum sampai tgl 19 des ????

    2. Mujaddid @

      Kedua tokoh tersebut di atas (Imam Asy’ari dan Imam Maturidi) adalah sebagai penggali, perumus, penyiar sekaligus mempertahankan apa yang sudah termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadits, yang sudah di-i’tiqad oleh Nabi Muhammad SAW, serta sahabat-sahabat beliau. Dengan demikian apa yang dirumuskan oleh kedua Imam tsb seiring sejalan dengan Imam Malik,imam Abu hanifah,imam Assyafi’i dan imam Ahmad. Memangnya menurut antum ada pertentangan apa yang dirumuskan oleh kedua Imam tersebut dengan pemahaman Sahabat, Tabi’in, dan tabi’ut tabi’in serata Imam-mam Mu’tabar yang lain? Tidak ada pertentangan Om mujaddid, justru Imam Asy’ari dan Imam Maturidi adalah pembela mereka di hadapan kaum mu’tazilah, qodariyah, dll paham sesat pada masanya.

      Coba kasih tahu saya, yang mana dari ajaran Imam As’ari dan Imam Maturidi yang tidak sesusai dengan ajaran Nabi Saw, Para Sahabat, Tabi’in, tabi’ut tabi’in, Imam mu’tabar. Niscaya antum tidak akan menemukan pertentangan antara mereka, kecuali memang sudah seiring sejalan sebab kedua tokoh sentral Ahlussunnah tsb adalah pembela Nabi dan Sahabat, dan Imam-imam generasi sesudahnya di hadapan kaum sesat pada zamannya seperti Mu’tazilah, Qodariyah dll. Demikian Mujaddid, Wallahu a’lam….

      Silahklan tambahi Mas Ahmad Syahid biar lebih jelas lagi, thanks.

  81. ciri-ciri ahli bid`ah dolalah
    1. memisahkan diri dari faham mayoritas kaum muslimin
    2. suka membawakan ayat -ayat Al-qur`an yang diturunkan kepada kaum Musyrik, jutru oleh mereka ditujukan untuk kaum muslimin.
    3. biasanya mereka tidak bermadzhab dengan Madzhab yang Mu`tabar ( madzhab yang 4 )
    4. tidak memiliki kaedah-kaedah sandaran , maupun sedikit madzhab pegangan.
    5. kebanyakan mereka hanyalah para pelajar bodoh lagi awam.

    1. kayaknya kurang lengkap mas Syahid ……

      * mayoritas dari mereka keras kepala ……
      * merasa paling bener & paling pinter ……
      * mau menerima saran hanya dari ustadz2 nya yang sefaham ….(walau dalilnya sama )
      * rata2 maaf jidat bengkak & gosong …..
      he….he…. kok jadi ngomongin wahabi yaah ??? apa aku salah mas tolong DIKOREKSI makasih

    2. @ Mas Saliq
      Terima kasih untuk ling shalawatan diatas, pokoknya sedot abis untuk di CD kan dan didengar sendiri….. Siplah

      @ Penganut Wahabi
      Jangan disedot soalnya menurut antum Bid,ah.

  82. @ UMMATI ….Sehabis jumatan temen2 dr salafi datang perwakilan 3 org ( bukan ustadznya ) tapi atas restu utdznya juga …..menanyakan artikel yang saya sebarkan …….. pertanyaanya tidak bisa aku jawab memang aku nggak tau tapi aku jawab akan cari tahu ke admin ummati …..
    pertama ; peristiwa bulan desember 2009 apa betul2 terjadi di Jember ? apa bukan cerita ngarang dari blog Ummati ?
    kedua ; kalaupun benar apa iya masing2 ulama Sayyidina Ali,Ibnu Mas`ud ,Imam Syafi’i, Imam Ahmad , Ibnu Taimiyah benar2 melakukan amalan2 tsb tertulis di artikel ?
    ketiga ; apa betul hanya sampai disitu aja dari Abu Hamzah betul2 gak ada klarifikasi walaupun setelah selesai pelatihan ?
    demikian pertanyaan dari perwakilan santri salafi admin …..mohon pencerahan ….mereka datang dgn baik2 dan mencari kebenaran kok …..(he….he…. apa takut sama aku ya ??? maaf basic aku dulu preman kampung …..tapi insya Alloh itu masa lalu admin ) semoga bukan itu lah …..trim

    1. mamo cemani gombong@

      Mas Mamo, semua yang dishare di UMMATI PRESS adalah benar, dalam arti tidak ada rekayasa kebohongan sebagaimana kebiasaan orang-orang Wahabi. Jadi peristiwa bulan Dessember 2009 adalah benar adanya. Kalau orang-orang yang datang kepada antum tidak percaya itu wajar, sebab berita ini menohok sangat telak aqidah mereka. Kalau mereka ingin cari kebenaran tentang peristiwa itu, suruh mereka cari tahu ke STAIN Jember, mmumpung beritanya masih hangat baru setahun yang lalu. Atau langsung mereka suruh crosscek ke Ustaz Abu Hamzah, itu orangnya ada bukan fiktif bukan cerita novel.

      Demikianlah klarifikasi dari kami, Mas Mamo. Mas Mamo tetaplah bersabar dalam berdakwah, bergaullah secara terbuka dengan mengedepankan akhlak mulia, jangan memaksa cukup informsikan kebenaran, selebihnya serahkan kepada Allah Swt.

      Mengenai apakah benar adanya shalawat Syayidina Ali, Ibnu Mas’ud, dan Imam Syafi’i, semuanya adalah benar adanya. Silahkan cek link yang dikasih Mas Salik di bawah, yaitu http://as-salafiyyah.blogspot.com/2010/11/redaksi-shalawah-shalawat-nariyyah-al.html

      Begitu juga mengenai Imam Ahmad adalah benar berdasar biografi beliu, juga Syaikh Ibnu Tymiyah melakukan zikr tsb ada dalam biografi beliau yang ditulis oleh muridnya bernama AlBazzar. Jadi semuanya adalah benar Mas Mamo….

      Kalau mereka yang datang kepada Mas Mamo itu benar-benar mencari kebenaran, Kami menyarankan mereka melakukan studi banding di pesantren sidogiri, Lokasi Pondok Pesantren Sidogiri berada di Desa Sidogiri Kraton Pasuruan Jawa Timur. Di sana memiliki perpustakaan kitab-kitab klasik terlengkap yang masih asli belum diacak-acak Wahabi, maupunkitab-kitab yang sudah diacak-acak oleh Wahabi. Juga semua yang dicari yang berkaitan tema-tema yang yg dikemukakan oleh Mahasiswa tsb benar-benar ada rujukannya.

      1. yap …..mantab …. trims banyak @admin ….. semoga mereka datang lagi kerumahku …..dan sadar atas kekeliruanya …. trimakasih banyak …..

  83. Salah satu contoh bidah adalah memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin dan menamakan dirinya salafi serta mengakui hanya merekalah yang mewarisi manhaj salaf (padahal ulama-ulama jamaah kaum muslimin dari dulu sampai sekarang merupakan pewaris manhaj salaf dengan sanad yang tak pernah putus). kemudian menganggap akidah jamaah kaum muslimin telah sesat dan menyimpang dari manhaj salaf atau ahlussunah wal jamaah. Na’udzubillah. Saya belum pernah mendengar ada ulama salaf yang menyatakan bahwa mayoritas kaum muslimin telah sesat dan menyimpang akidahnya dari tuntunan al quran dan sunnah.

  84. @. sekar
    perdebatan soal Bid`ah sudah cukup lama terjadi dan hingga hari ini belum juga mencapai titik temu, kesimpulan Akhir bagi saya adalah mengikuti Mayoritas kaum muslimin sebagaimana wasiat Rosulallah SAW agar kaum muslimin tetap berada pada mayoritas, sebab Allah SWT tidak akan mengumpulkan ummat Islam dalam kesesatan. dan dari dulu hingga kini mayoritas ummat islam baik yang Ulama, ataupun yang awam tergabung dalam Aqidah Ahlu Sunnah Asy`ariyah dan Maturudiyah.

  85. Alhamdulillah…..matur nuwun sedherek kinasih wong kalutan atas penjelasan tetang Aswaja, ugi matur nuwun katur sedherek Sekar atas pertanyaannya, hingga saya ikut menikamati….semoga Allah menghimpun kita dalam satu jama`ah….

    1. ki sambang dalan kalo anda ingin mendagangkan Faham anda sebaiknya bikin Blog sendiri saja , jangan cuma bisa nge dompleng / numpang di Blog orang lain TQ.

      1. Mas Ahmad Syahid, dirasa-rasa kalimat ki Sambang memang ganjil ya? Tapi biarlah jangan terlalu ditanggapi, sepertinya beliau masih dalam taraf pencarian. Kita fokus aja membahas Wahabi si fitnah Islam. Kita membahas Wahabi di sini untuk menjelaskan kepada publik, bahwa seperti ini lho Wahabi yang sebenarnya. Semoga bermanfaat bagi Muslimin yang dalam kebimbangan akibat ulah Wahabi.

  86. Wong kolutan
    Terima kasih atas penjelasanya .

    dari yang saya baca di ummati.wordpress penjelasan mengenai bid’ah datang dari salafi. Saya ingi tahu penjelasan bid’ah menurut ahlussunnah.

    1. Sekar @

      Ukhti (akhi?) Sekar,
      Antum baca yang mana nih, tolong kasih link yang antum baca tersebut biar bisa kami jelaskan? Berikut ini adalah link penjelasan bid’ah dari UMMATI PRESS menurut Ahlussunnah Waljama’ah. Silahkan dibaca, semoga dapat gambaran jelas tentang apa itu bid’ah menurut Ahlussunnah Waljama’ah. Penjelasan-penjelasan ini sangat berlawanan dengan versi Wahabi, itulah kenapa Wahabi (Salafy) itu bukan Ahlussunnah Waljama’ah.

      Silahkan baca artikelnya dulu, baru lihat komenter antara yang PRO dan KONTRA. Semoga bermanfaat….

  87. Sekar @

    Sekar yang bingung, Antum tidak usah bingung lagi,
    Berikut ini adalah Pengertian Ahlussunnah wal Jama’ah (ASWAJA)

    -Ahlussunnah berarti penganut sunnah Nabi Muhammad SAW.
    -Wal-Jama’ah berarti penganut i’tiqad jama’ah sahabat Nabi.
    -Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah ialah kaum yang menganut i’tiqad yang dianut Nabi Muhammad SAW, dan para sahabat beliau.

    I’tiqad nabi dan para sahabat itu sudah termaktub dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, terdapat dalil secara terpencar di beberapa ayat dalam surat-surat Al-Qur’an, belum tersusun secara sitematis. I’tiqad itu kemudian dihimpun dan dirumuskan secara sistematis sebagai ilmu aqidah oleh seorang ulama’ besar di bidang Ilmu Aqidah (ushuluddin), yaitu Imam Abul Hasan Al-Asy’ari. Ulama’ besar ini dilahirkan di kota Bashrah, Iraq pada tahun 260 H/873 M, dan meninggal dunia di kota itu juga pada tahun 324 /935 M, dalam usia 64 tahun.

    Karena i’tiqad Ahlussunnah wal Jama’ah dihimpun dan dirumuskan oleh Imam Abul Hasan Al-Asy’ari maka ada yang menyebut kaum Ahlussunnah wal Jama’ah dengan ‘Al-Asy’ariyah’ sebagaimana Wahabiyah untuk sebutan arabnya Wahabi. Kalau ada yang menyebut Asy’ariyah, maksudnya adalah pengikut-pengikut Imam Abul Hasan Al-Asy’ari seorang Ulama penghimpun dan perumus i’tiqad Ahlusuunnah Waljama’ah berdasar Al-qur’an dan Hadits Nabi SAW..

    Ada juga sering terdengar perkataan ‘Sunni’ maksudnya adalah kependekan Ahlussunnah wal Jama’ah, orang-orangnya disebut dalam bahasa arab sebagai ‘Sunniyyun’.

    Adapun tokoh kedua i’tiqad Ahlussunnah wal Jama’ah ialah Abu Manshur Al-Maturidi. Faham dan i’tiqadnya sama atau hampir sama dengan faham i’tiqad Imam Abul Hasan Al-Asy’ari. Beliau lahir di kota Maturidi, Samarqand (termasuk wilayah Uzbekistan Soviet sekarang) kira-kira pada pertengahan abad ke -3H dan meninggal di Samarqand pada tahun 332 H/944 M, 9 tahun setelah wafatnya Imam Abul Hasan Al-Asy’ari.

    Kedua tokoh tersebut di atas adalah sebagai penggali, perumus, penyiar sekaligus mempertahankan apa yang sudah termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadits, yang sudah di-i’tiqad oleh Nabi Muhammad SAW, serta sahabat-sahabat beliau.

    Dalam kitab ‘Ithafu Sadatil Muttaqin’ yang ditulis oleh Imam Muhammad Al-Husni Az-Zabidi, yaitu syarah kitab ‘Ihya’ Ulumuddin’ karya Imam Al-Ghazali, ditegaskan sebagai berikut, yang artinya: “Manakala disebut Ahlussunnah wal Jama’ah, maka maksudnya ialah Muslimin yang mengikuti rumusan (faham) Imam Abul Hasan Al-Asy’ari dan faham Abu Manshur Al-Mathuridi”.

    Nah, belakangan sejak muncul Wahabi dari Nejd yang kemudian juga melahirkan tokoh kenama’an mereka Yaitu Saikh Nashir (din) Al-Albani maka dia menyabot (sabotase, membajak) nama Ahlussunnah Waljama’ah untuk dipaksakan dipakai firqah Wahabi, padahal sebelumnya mereka lebih suka menyebut diri mereka sebagai Muwahidun (orang-orang bertauhid). Menurut jejak sejarah, mereka sebelumnya tidak dikenal sebagai Ahlussunnah Walja’ah. Karena Mereka memaksakan diri dalam memakai sebutan Ahlussunnah Waljama’ah, maka di lapangan akhirnya mereka selalu berbenturan dengan Ahlusunnah Waljama’ah yang asli.

    Sebagai contoh;
    -Ahlussunnah Waljama’ah menyunnahkan Tawassul kepada Nabi setelah wafatnya, Wahabi justru memvonis musyrik kepada pelaku tawassul.
    -Ahlussunnah Waljama’ah menagkui ilmu Tasawwuf, justru Wahabi memusyrikkan pelaku Tasawwuf.
    -Ahlussunnah menyunnahkan ziarah makam Nabi, justru Wahabi melarangnya bahkan sampai memusyrikkan pelaku ziarah tsb.
    -Ahlussunnah Waljama’ah membolehkan menggunakan Hadits dlo’if, Wahabi justru menyamakan hadits dlo’if dengan hadits Maudlu’ (palsu).
    -Masih banyak lagi, sehingga para pengikut Wahabi terpaksa harus merombak kitab-kita ulama mu’tabar agar sesuai dangan hawa nafsu Wahabi.

    Bahkan Wahabi tanpa sungkan memvonis sesat kepada tokoh sentral Ahlussunnah Waljama’ah yaitu Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Manshur Al-Mathuridi.

    Demikian Sekar,
    Tentunya Wahabi memiliki versi sendiri tentang Ahlussunnah Waljama’ah, inilah sebabnya kenapa Wahabi disebut juga sebagai fitnah dalam Islam, yaitu Fitnah Wahabi. Belakangan mereka juga menyebut diri mereka sebagai Salafy …. Mungkin mereka ingin menghapus citra buruk Wahabi dengan mengganti namanya jadi Salafy dan mengaku sebagai Ahlussunnah Waljama’ah. Tapi tentunya ciri Wahabi yang melekat pada mereka tidak serta-merta hilang dengan ganti nama tersebut.

    Wallohu a’lam bish-shawab.

  88. Saya mau nanya Ahlussunnah Waljama’ah,itu seperti apa.karena semua harokah di Indonesia mengaku seperti itu . Dan saya berharap masing-masing bisa kasih komentar biar saya gak bingung.

  89. wah mas mamo hebat berda`wah tidak hanya di dunia maya, lanjutkan mas semoga makin banyak orang yang mendapat hidayah kembali ke Ahlu Sunnah yang sesungguhnya.

  90. @ronggolawe :
    Kalau anda bilang mhsw STAIN itu blo’on, lantas bagaimana level ustadz yg nggak bisa menjawab pertanyaan mhsw blo’on tsb ???

    Coba seandainya anda skrg di posisi ustadz tadi, bagaimana anda menjawab pertanyaan itu ?

    Kalau anda nggak bisa jawab, trus siapa yang bloon ???

      1. mas ronggolawe, y itulah klo kita memahami al-qur’an dan hadist secara ekstual maka tidak akan tahu arti yang sebenarnya dari semua dalil2 tsb, islam itu tdk kaku mas, trims

  91. @ admin……informasi aja artikel udah di sebar , macam2 tanggapannya …..bahkan guru mereka datang kerumah aku klarifikasi ……yang akhirnya mau di pelajari dulu katanya …..sekitar 2 jam kami diskusi …..semoga mereka sadar kekeliruannya selama ini ……

    1. Syukurlah kalau artikel ini sudah disebar, mudah2an lebih disebar luas lagi, biar semakin banyak pula kaum yang mendapat hidayah ……..amin

  92. Kalau dibaca dari buku Shalawat, memang ada Shalawat yang bahasanya yang janggal, tapi untuk menyortir Shalawat tersebut, itukan harus oleh Pakarnya Shalawat, tidak oleh orang ingusan yang Aqidahnya dari komik.

  93. mana neh si GAGAH ronggo lawe katanya punya dalil ,keluarin dong dalilnya , jangan cuma bisa bawa-bawa keris and bilang Blo`on.

    Mas Wong kolutan selamat bergabung kembali, Wijhatul Haq udah jawab pertanyaan antum tuh , silahkan dilanjut diskusi dengan, Abdul Haq.

    Mujaddid saya bukan muridnya Habib Mundzir hanya kebetulan kami sama-sama AhluSunnah Wal-jama`ah, kalo nt ga bisa Jawab pertanyaan mahasiswa diatas, sebaiknya ente Inttrospeksi lagi Aqidah dan paham yang ente anut, ga usah malu-malu atau gengsi daripada nyesel nantinya.

    1. ahmadsyahid @

      Jawaban Mas Ahmad Syahid, Mas Admin and Mas Artikel Islami sudah lengkap, nggak perlu ditambahi lagi Mas Ahmad. Itu sudah cukup sebagai informasi buat kaum muslimin secara luas. Tujuannya kan bukan semata-mata ditujukan kepada Wijhatul Haq? Malah mungkin Wijhatul Haq Masih belum terima penjelasan tsb, ya biarin aja, yang penting informasi tentang apa yang dia anggap sebagai bid’ah dlolalah sudah disampaikan. Semoga bisa berguna buat orang-orang selain si Wijhatul Haq. Nama kok wijhatul Haq ya, sombong abis-abisan nih orang. Walaupun demikiasn, dengan rasa sayang kepada sesama makhluk Allah Swt saya do’akan semoga dia dikaruniai cahaya hidayah-NYA sehingga bisa sadar atas kekeliruannya. Amin….

  94. Riwayat itu benar. Kalau tidak ada yang salah, berarti yang salah tentu yang menyalah-nyalahkan saudaranya yang membaca sholawat, dan doa susunan ulama, serta majelis zikir. Kalau begitu mari kembali ke aswaja dan jangan ikut-ikut ustad yang gemar menyalah-nyalahkan amalan yang juga amalan ulama ulama salaf. Salam

  95. Saya sblmnya udah menebak,memang kalian pndkng ummati2 ini adalah muridnya hbb Munzir,kaum sufi gaya baru.yg katanya pancasila sdh sesuai syariat.jujur saja dulu waktu saya jahil,ketika ada hbb dtng ngaji ke kmpng,dia disambt bak seorng raja,diciumi apa aja yg kena.ngalap brkah katanya.tp lupakanlah masa lalu.kmbl ke fokus diskusi,mahasiswa vs ustd salafy.saya meragkn bhwa ustd Agus tdk bisa mnjwb prtnyaan mhsswa itu.dan itu hanya dagelan ummati2 saja.untk memojkan ustd salafy.dan kalaulah riwayat itu benar apa ada yg salah,bukankah Rosulullah mengatakan bahwa generasi terbaik adalah generasiku,setelahnya dan setelahnya.yaitu generasi sahabat,tabiin dan ittabiin.

    1. Bener kata admin … Kalo bisa ente jawab pertanyaan “anak bau kencur STAIN” itu !!
      Bukannya diem & ngomongin masalah lain karena ga punya argumen kayak senior wahabi itu …
      Jawab dong !!

    2. mujaddid @

      He he he …. bener deh kata Mas Wong, makin keblangsak nih orang. Kirain dapat hidayah, eh kok malah tambah mblangsak, sepert kebo nggak peduli fakta.

  96. Mas Syahid, Mas Admin, dan semua ASWAJA, thank you for all, it’s very ok.

    Mas Syahid, kurcaci-kurcaci wahabi pada stress membaca posting blog ini, semoga stressnya menjadi sebab datangnya hidayah buat mereka. Tapi gemana kalau mereka justru semakin menyesatkan dirinya, kasihan juga ya?

  97. Bagaimana ya jawabnya? Kalau ustad senior wahabi aja gak bisa jawab tentu yang yunior lebih bingung. Saya rasa mereka lagi cari cari bahan. Biasa, copy paste dari artikel ustadnya. Ngakunya sih merujuk ke al quran dan sunnah, kenyataannya taqlid juga.

  98. @. Mujaddid
    anda tidak menjawab pertanyaan saya “” kajian2 yg ilmiah yg bersandarkan pd al-quran dan assunnah melalui pemahaman para sahabat ,ulama tabiin dan ittabiin.
    tolong jelasin ya ? ” atau mungkin ente juga tidak Faham apa yang ente sampaikan ? ente malah menyarankan saya untuk hadir di kajiannya para Ustad Wahabi/Salafi yang nt sebutkan diatas , saran saya suruh saja mereka (ustad2 yg nt sebutkan) untuk menghadiri Majlis Ta`limnya Habib Mundzir biar mereka bisa memperbaharui dari aqidah yg saat ini yg jahil menjadi aqidah yg lurus.Insya Alloh.amin.

    ngomong-ngomong diskusi kita telah keluar dari artikel diatas, mohon kembali lagi silahkan jawab tiga pertanyaan sang mahasiswa Junior. TQ

  99. @Ahmadsyahid,keilmuan antum ttng salafy luar biasa,mngkn antum mantan salafy.dan bukan tandingan saya untuk berdebat,mungkin sekelas ustadz Sarbini(Bogor)atau ustd Khudori(cileungsi)atau ustd Badru atau mungkin ustd Abdul Hakim(jakarta)untuk itu saya sarankan antum hadir dikajiannya.
    Untuk mas jowo,orang jawa ya,penamaan mujaddid yg saya pilih,artinya adalah iman dan aqidah saya harus diperbaharui dari aqidah yg dulu yg jahil menjadi aqidah yg lurus.Insya Alloh.amin.

    1. alkhamdulillah ……saudaraku Mujaddid anda sudah melihat cahaya didepan mata ….saran aku jangan berpaling ……. carilah guru yang BENAR2 BERILMU ISLAM YANG BENER bahasa kerennya yang bersanad sampai ke Rosululloh …..pasti ketemu mas kalau anda serius ……amiiiin YRA….salam

    2. @Mujaddid :mas sebaiknya tidak usah di teruskan pembicaraan kalian itu,karena akan semakin memperuncing perdebatan kalian.Biarlah,kita punya pandangan yang berbeda dari mereka.semoga ya Robb selalu menunjukkan jln terang buat kita untuk selalu mengikuti ajaranNya dan ajaran rosululloh.amin

      1. Abu Hafidz @ .
        andai aku berfaham Wahabi/Salafi banyak di koreksi, tentu akan aku ajak mereka diskusi.
        apakah fahamku yang sesat atau mereka yang tersesat, jika fahamku (wahabi/salafi) yang sesat, aku berharap dapet hidayah dengan diskusi, namun jika faham selainku (AhluSunnah) yang sesat , oh tentu aku yang sesat , sebab tidak mungkin Rosulallah SAW berbohong bahwa tidak mungkin mayoritas ummat islam dalam kesesatan.
        jika aku menghindar dari diskusi ini , bisa jadi aku ” tidak mengikuti ajaranNya dan ajaran rosululloh.”
        lantas aku mengikuti ajaran siapa ?

        1. Hid bloon,,,
          Loe kira mentang-mentang mayoritas dah pasti bener..
          Masuk Nasrani aja loe, lebih banyak penganutnya…
          Dan loe kira mayoritas itu bagus..
          Loe baca ini..

          kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. [2.154]

          3.110. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

          5.49. dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

          Realiota aja bro..
          Para penganut salafy itu lebih berpegang sama sunnah dari pada loe dan konco-konco loe yang bloonnya gak ketulungan dan sombongnya minta ampun..

          Loe lihat aja di lapangan..
          Gue udah melihat..
          Untuk masuk dan masjid aja gak ada adabnya..
          Padahal Rasul mengajarkan kaki kanan duluan dan keluar baru kaki kiri…
          Loe lihat aja gimana orang-orang aswaja bloon yang loe akui memegang sunnah waktu masuk mesjid…
          Dan loe lihat realita sekarang yang loe bilang mayoritas Islan Aswaja, hancur bro, jauh dari tuntunan Rasul…
          Kemana mereka waktu sholat, maen judi, merokok,,,
          Toe orang-orang yang seperti loe…
          Islam makin hancur…

  100. saya dituduh apapun tidak masalah… toh dalam Islam tidak ada yang menyebutkan golongan ini, itu yang akan masuk syurga…

    Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.(QS.Surat Al Hujurat ayat 13)

    Saya hanya pingin belajar dan sedikit menyuarakan apa yang saya pahami

    Smoga Allah SWT meridhoi…

    1. lha ini yang kurang sepakat mas ……kalau anda merasa belum sampai tahapan MENYAMPAIKAN harus belajar dulu mas apalagi sampai ngluarin dalil2 …..yang jadi masalah takut pemahamannya keliru lho …..maaf kecuali anda ikut2 tan NGEYEL ….he..he…

  101. jokodinomo @

    Njenengan matur: saya tidak terlalu faham apa itu wahabi/salafy ataupun yang lainnya…

    Saran saya: Simak terus diskusi di sini nanti akan tahu Wahabi/Salafy itu apa. Tapi saya sanggsi, sebab klihatannya komentar njenengan menunjukkan njenengan itu Wahabi juga, tapi wahabi yang ingin tampil lowprofile. Ya, sah-sah aja sih tapi tetap ketahuan. Ngaku aja deh?

  102. kalau kita diskusi dari paradigma (sudut pandang) yang berbeda pasti dong tidak ketemu…sampai kapanpun tidak akan ketemu…
    mas jokodinomo yang baik hati

    lalu bagaimana kita bisa membangun persatuan jika sudut pandang kita berbeda ? ya saling menghormati lah , berarti persatuan yang semu dong ? tapi sebenarnya sederhana juga sih asal Wahabi/Salafi berhenti menuduh ini itu Bid`ah juga selesai , meskipun persoalannya tidak sesederhana itu juga. sebab Wahabi/Salafi nih pasti ngeyel padahal kalo Voting mereka udah kalah jauh tuh , cuma yang namanya orang ngeyel, ga ngerti tata tertib, mekipun kalah voting ya tetep aja ngeyel. mas mamo ngeyel tuh bahasa indonesianya apa sih ? :

    1. he….he…. ngeyel = mbrengkunnung = keukeuh = keras kepala = hati baja = super hijab sementara itu dulu mas ahmad syahid belum buka kamus ….he…he…

  103. Jokodinomo @ Saya sebenarnya setuju dengan pendapat anda. Saya yakin yang lain juga mengerti dengan keinginanan anda, Tapi kenyataannya, apakah orang-orang wahabi juga mau mengerti dan berkeyakinan seperti itu? Tidak memaksakan kehendak, menghormati pendapat orang lain, ulama dan orang tua. Serta menghargai saudaranya sesama muslim. Mudah-mudahan kita semua menyadarinya.

  104. saudaraku seiman…mohon maaf banget
    kalau kita diskusi dari paradigma (sudut pandang) yang berbeda pasti dong tidak ketemu…sampai kapanpun tidak akan ketemu…

    dituduh ahli bid’ah, kalaupun tidak merasa ahli bid’ah ya abaikan saja..mereka yang menuduh juga tidak bisa maksakan…santai saja…toh semua amalan kita apakah diterima atau tidak yang tahu cuma Allah SWT, kita coba kembalikan semua niatan ibadah untuk mencari ridho Allah SWT…kalau niat kita sudah lurus, insyaAllah hatai kita juga bisa lurus…tidak terlalu terganggu hanya sekedar dituduh..

    mari kita jaga ukhuwah untuk satukan kekuatan…jangan biarkan umat Islam semakin terpinggirkan..dan menjadi umat yang tertinggal

    saya tidak terlalu faham apa itu wahabi/salafy ataupun yang lainnya…tetapi saya hanya orang biasa yang merasa prihatin terhadap umat Islam yang carut marut..tidak mau bersatu…

    menurutku ukhuwah hukumnya wajib, kalau terdapat pandangan yang beragam dan tidak sama dengan yang kita pahami…itu tidak ada masalah yang penting masing-masing saling menghargai…

    mari kita bangun persatuan…

    terimkasih

    1. jokodinomo@

      Sepakat deh, kita harus bersatu, mari menjalin ukhwah Islamiyah.
      Tapi kalau Wahabi memang harus tetap ‘diperangi’ sampai mereka sadar. Ibaratnya Amerika memerangi Jerman dalam Perang Dunia ke II sampai Jerman sadar siapa dirinya yang sok-sokan. Setelah itu perdamaian dunia bisa dicapai. Begitu juga jangan biarkan kemungkaran Salafy Wahabi dalam bikin onar di tengah ummat Islam! Salafy Wahabi harus ditaklukkan baru akan tercapai ukhwah islamiyah itu, he he he…. biar pada kebakaran jenggot salafy wahabinya, nanti setelah kebakaran jenggot baru bisa sadar dosanya amat besar kepada kaum muslimin.

      Mari tebarkan salam, salam ukhwah buat kita semua, perangi wahabi pembuat onar!

  105. Pembela wahabi mana nih. aneh, dari awal tidak ada penganut wahabi yang menanggapi atau membahas artikel diatas dengan jawaban dan tanggapan yang sesuai. Malah ngomongin yang lain melulu. Ayo dong bahas satu persatu pertanyaan mahasiswa tersebut, biar jelas bid ah atau tidak.

  106. Kepada mas Arumi,Mamo dan Ahmadsyahid,maaf sebelumnya.bukannya saya ingin berdebat karena keilmuan saya msh jauh dari kalian.tp ketika saya mengaji ke ustadz2 yg kalian sebut salafy,disana saya mendapat kan kajian2 yg ilmiah yg bersandarkan pd al-quran dan assunnah melalui pemahaman para sahabat ,ulama tabiin dan ittabiin.
    Dan kitab2 yg dibaca adalah kitab karangan ulama salafussalih ahlussunah waljamaah,seperti kitab al-umnya imam Assyafi’i rohimahullahu dll.satu yg ingin sy koreksi dari kalian adalah penisbatan kata wahabi.hati2 kalian karena salah satu nama Alloh adalah Al Wahhab.kalau dinisbatkan kpd syekh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah harusnya Muhammadi.bukan nama bapaknya.yg jelas ummati2. wordprett.combr telah memfitnah syekh Muhammad bin Abdul Wahhab.coba kalian baca sejarahnya yg benar karangan Syekh Muhammad Jamil Zainu.jng karangan syekh zaini.(dusta)

    1. mujaddid @
      coba ente jelasin apa yang dimaksud dengan : ” kajian2 yg ilmiah yg bersandarkan pd al-quran dan assunnah melalui pemahaman para sahabat ,ulama tabiin dan ittabiin.
      tolong jelasinnya ?

      mujaddid , koreksi anda tentang penisbatan kata wahabi, apa sebenarnya yang jadi persoalan, hingga perlu dikoreksi ? ga ada masalahkan ? ketika dinisbatkan kepada salah satu Asma`ul Husna mestinya bangga dong ? kenapa mesti marah ? ketika dinisbatkan kepada nama ayahnya memang seperti itulah adat Arab, dan faham itu sama sekali tidak bisa dinisbatkan langsung kepada Ibnu abdil Wahhab ” muhamadi ” kenapa ? karena Ajarannya menyimpang dari ajaran Sayyidina Muhammad SAW.

      kemudian soal sejarah sebenarnya tidak berpengaruh terhadap pemahaman saya tentang Ajaran Wahabi/salafi, karena bagi saya yang menjadi patokan utama adalah esensi dari Aliran itu sendiri, fakta sejarah hanya membantu mengetahui sepak terjang pengikut ajaran tersebut di masa lalu, jadi sama sekali bukan landasan pokok dalam menilai ajaran Wahabi/ salafi.

      terakhir , saya kira kelemah lembutan kata yang anda sampaikan diawal komentar adalah tulus , ternyata diakhiri dengan tuduhan Tanpa Bukti baik kepada Sayyid Ahmad zaini dahlan maupun kepada Blog yang tercinta ini, apakah seperti ini manhaj Salaf mengajarkan ?

    2. Mujaddid @

      Seperti antum inilah contoh orang awam yang kena virus Wahabi, mudah terpesona istilah KAJIAN ILMIYAH. Kalian kan orang awam gak sadar kalau dikibuli, bisanya juga manggut-manggut aja karena terpesona. Sebagai bukti gini aja saya kasih contohnya bagaimana pengecut mereka dalam KAJIAN ILMIYAH di muka umum. Waktu di masji Al-azhar Kalimalang ada kajian Salafy yang membahas tasawuf, yang menurut mereka pelaku tasawwuf musyrik. Terus giliran sesi dialog, preeettt! Cuma boleh pakai SMS! Ada orangnya kok pakai SMS, konyol gak itu Wahabiyyin? Terus Bagaimana bisa berdialog? Banyak para hadirin meninggalkan tempat sebelum watunya dengan kecewa. Utaz-ustaz Salafy nggak berani berdialog terbuka sebabnya jelas takut “mati-kutu” di depan umum.

      Kayak gitu ngaku ILMIYAH, PREETTT !!!? He he he ….. bikin gemes deh kalau menghadapi wahabiyyin, gemes, gemes, gemes, KAJIAN ILMIYAH PRETT…!!! Mikir dong Mujaddid, namamu juga aneh gak cocok buat orang awam sepertimu! Wahabi itumang aneh-aneh kalau bikin nama ya, ada mujaddid, ada wijhatul haq, ada al-furqon, ada ronggolalawe, he, he he …. nggak cocok semuanya buat nama orang itu?

    3. kalau dinisbatkan kpd syekh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah harusnya Muhammadi.bukan nama bapaknya.

      @mujaddid: alasan spt antum ni laris manis di kalangan salafy/wahabi..
      padahal jawabanx sederhana
      dalam bhs arab penisbatan pada ayah atau kakek sangat lumrah dan banyak…
      antum tau mazhab SYAFI’I?
      pendirinya bernama MUHAMMAD, knp tdk disebut mazhab MUHAMMADI?
      kenapa malah dinisbatkan pada kakeknya yg ketiga?
      nama lngkap beliau
      ???? ?? ????? ?? ?????? ?? ????? ?? ????
      contoh kedua
      Mazhab Hanbali.. kenapa tidak disebut mazhab AHMADI? bukankah pendirinya bernama AHMAD bin Hanbal? bgtu sterusnya..

    4. @ mujaddid jangan begitu semua tau juga dari belajar dan berguru ….bedanya mungkin nt hanya belajar dari satu sumber . dalam mengkaji ilmu islam kalau yang nggak mampu mempelajari sendiri dalam hal ini di wajibkan taqlid kepada ulama yang jelas keilmuannya daripada belajar sendiri berbahaya karena bisa disesatkan syetan …..makanya ada ujar BELAJAR TANPA GURU GURUNYA SYETAN …..Mengenai penisbatan WAHABI dah di jawab @ jowo/said sangat masuk akal ……

  107. setahu saya ronggo lawe itu orang jawa yah ini kok ngomongnya gua gue melulu, kapan jadi orang betawinya ya ? udah gitu ngumbar kata Bloon kemana-mana jangan jangan dia sendiri yang bodo , dah tau salafi/Wahabi itu Faham sesat Ahli Bid`ah masih diikutin aja, dah tau, kalo manhaj Salaf, Bukan manhaj wahabi /salafi masih dipake aja, dah Tau manhaj itu hanya karangan dan rekayasa orang wahabi/salafi, eh dianggepnya itu manhaj Salafusholihin, ronggo lawe coba kerisnya ditaro dulu biar nt ga emosi , santai rileks tenangkan hati dan fikiran, istikhoroh minta petunjuk sama ALLAH nanya sama alim Ulama` Ahlu Sunnah, Insya Allah nt dapet hidayah , petunjuk kalo faham Wahabi/Salafi itu sesatnya berat, dan mudah-mudahan NT juga diberi Taufiq untuk meninggalkan faham wahabi/salafi.
    kalo NT nambah emosi berarti Syetan dan Hawa Nafsumu sedang berontak lawan aja tapi ga perlu pake keris entar bunuh diri lagi.

    1. Kalau anda bilang mhsw STAIN itu blo’on, lantas bagaimana level ustadz yg nggak bisa menjawab pertanyaan mhsw blo’on tsb ???

      Coba seandainya anda skrg di posisi ustadz tadi, bagaimana anda menjawab pertanyaan itu ?

      Kalau anda nggak bisa jawab, trus siapa yang bloon ???

  108. Kedua, kalau Anda menganggap doa-doa yang disusun oleh para ulama termasuk bid’ah, bagaimana Anda menanggapi doa yang disusun oleh Imam Ahmad bin Hanbal, yang dibaca oleh beliau selama 40 tahun dalam sujud ketika shalat.

    Beliau membaca doa berikut:

    ??????????? ??????? ???? ?????????????? ????????????? ???? ?????????? ?????????????

    “Ya Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku dan Muhammad bin Idris al-Syafi’i“.
    Doa ini dibaca oleh Imam Ahmad bin Hanbal dalam setiap sujud dalam shalatnya selama empat puluh tahun. Pertanyaan kami, beranikah Anda menganggap Imam Ahmad bin Hanbal termasuk ahli bid’ah angyang akan masuk neraka?

    Makanya belajar lagilah bagi orang-orang bloon di sini..
    Imam Ahmad itu bukan orang bloon seperti kalian ini…
    Beliau punya dalil, seperti juga gue…

    ???????? ??? ??????? ????????? ???? ??????? ?????? ??????? ???????????? ??????????

    “Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu.” (HR. Muslim no. 482, dari Abu Hurairah),

    apa Rasul hanya membatasi do’a, terserah mau berdo’a apa aja ketika sujud, bahkan berdo’a agar blog seperti ini di tutup juga boleh kok..

  109. Antum sekalian,balad2 ummati coba kalian klarifikasi dulu apakah yang kalian sebut2 salafy itu seperti itu,yg saya tau ,kami hanyalah ingin beramal sesuai tuntunan walaupun baru sedikit tapi ttp istiqomah. Walau di masyarakat diasingkan kami harus ttp istiqomah,tetap ada wala dan baronya.

    1. @ Mujaddid antum tuh yang harus klarifikasi …….kalau antum merasa salafi berarti antum harus tau sejarah aliran anda ikutin jangan cuma ikut2an aja merasa di asingkan bangga …..inilah virus yang dimaksud admin …..anda sudah mulai MERASA TERANG padahal antum ditempat YANG GELAP ……jangan alergi belajar ke aliran lain kalau merasa belum jauh terperosok saudaraku untuk perbandingan saja ……logika aja ……masa harigini mem BID AH kan para WALI ALLAH ……apakata dunia ….. hai antum virus tsb dimulai dgn PANAHNYA untuk menembus mangsa dgn jargon KEMBALI KE AL QURAN dan HADIST …….siapa orang yang ngga sependapat sampai disini adalah sesat ??????itu betul saudaraku namun prakteknya itu cuman jargon spt dipolitik …..amalannya cenderung memecah belah umat dan mengkafirkan muslim lain yang nggak sepaham ……benar kata saudaraku @ ahmad syahid INSAFLAH ….INSAFLAH …INSAFLAH ,….SEBELUM TERLAMBAT……

    2. Mujaddid @

      He he he…. Siapa yang mengasingkan antum-antum, bukankah antum-antum sendiri yang mengasingkan diri sendiri gak gaul di tengah masyarakat Muslim? Kalian diajari oleh Ustaz kalian agar istiqamah dalam keasingan, dibodohin ustaz Salafy mau aja! Dalil Hadits yang digunakan untuk mendoktrin antum sudah benar, tapi salah penerapan. Karena yang dimaksud asing oleh hadits tsb adalah, orang berzikir dibilang aneh, orang bershalawat dianggap aneh, orang beribadah diledekin karena menurut mereka bid’ah. Begitu Mujaddid, paham antum? Mulai sekarang berpikirlah, jangan mau lagi dikibuli oleh ustaz-utaz Salafy yang suka merekayasa kebohongan, oke?

      Oke, saya tambahi biar lebih jelas. Begini Mujaddid ya, dalam Islam itu jika terjadi pecah belah atau berfirqah-firqah kita disuruh oleh Rasul SAW supaya ikut yang Mayoritas. Dan secara internasional Mayoritas Ummat Islam adalah golongan Ahlussunnah Waljama’ah, bukan Wahabi, karena Wahabi adalah firqah kecil. Ahlussunnah Waljamaah bukan kaum yang hoby memvonis musyrik kepada muslimin di sana-sini, kelakuan jelek ini adalah kelakuan wahabi. Nah, sejak sekarang gunakan daya pikirmu jangan mau dikibuli lagi sama ustaz-ustaz salafy. Mereka ngajar Wahabisme karena fulusnya mulus, petro realnya fenomenal. Sadarilah sebelum terlambat, saudaraku!

  110. sejarah perkembangan Wahhabi/Salafi dipenuhi dengan ratusan tragedi pembantaian yang sadis, dan sangat mengerikan terhadap kaum Muslimin yang menjadi pengikut Madzhab Syafi`i, maliki, Hanafi, dan Hanbali di Najd, Makkah, Madinah Thaif dan lain-lain, dari sini dapat disimpulkan bahwa gerakan wahabi / Salafi yang membawa paradigma pembid`ahan pemusyrikan dan pengkafiran pada gilirannya akan menghalalkan darah dan harta benda kaum muslimin , inilah Ideologi Neo Khowarij yang berkolaborasi dengan Ideologi Mujassimah Musyabihah, hal tersebut sesuai dengan Ramalan Nabi SAW dalam Hadist Shohih yang diriwayatkan oleh imam Bukhori dari Abu Said al-khudri bahwa Khowarij itu akan membantai orang – orang Islam, tetapi enggan memerangi orang-orang penyembah berhala, lihat betapa mesranya Saudi dengan Amerika Insaflah Insaflah Insaflah sebelum terlambat.

    1. Sudah berapa orang penyembah berhala yang anda perangi? Bagaimana komentar anda tentang hubungan Indonesia dengan Amerika? Kadang orang sangat tajam penglihatannya kalau melihat semut di seberang lautan, tetapi gajah di depan mata kealingan.

      1. kacung ngaran @.

        nampaknya anda mengomentari komentar saya ?
        pertanyaan yang sama juga saya tanyakan pada anda Sudah berapa orang penyembah berhala yang anda perangi?

        dan siapa yang anda maksud dengan penyembah berhala ?

        bagaimana pula pandangan anda terhadap hubungan indonesia dengan amerika ? apakah negara ini sudah anda anggap negara Kafir ?

        terakhir pernyataan anda ” Kadang orang sangat tajam penglihatannya kalau melihat semut di seberang lautan, tetapi gajah di depan mata kealingan. ”
        sebaiknya pernyataan ini anda tujukan kepada diri anda terlebih dahulu sebelum ditujukan kepada saya. ?

  111. @ ???? ????

    ?????? ?????…….

    salam kenal juga……perjalanan da’wah masih panjang.

    @ all aswaja
    di sisi ???? semoga semua ini menjadi amal ibadah..dan jaga baik2 hati kita untuk tetap ikhlas ??? ????….

  112. Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.(Al-Hujurat: 10)

    Kalau kita memahami ayat tersebut, seharusnya diskusi kita tidak salang menjatuhkan, mengejek apalagi dengan bahasa2 yang tidak mencerminkan persaudaraan.

    Kalau ada saudara kita memahami bid’ah seperti itu, ya kita hormati…anggap saja seperti kita melihat saudara kita yang berpakaian apakah berjilbab, pakai cadar atau biasa saja… , satu dengan yang lain tidak perlu mengejak, apalagi saling menjatuhkan….tidak semua punya pandangan dan keyakinan yang sama…kalau kita tidak sepaham ya hormatilah…yang penting kita selalu berusaha meningkatkan pemahaman agama (menuntut ilmu) & menjalankan dengan kesungguhan…ingat pe er kita masih banyak

    http://www.facebook.com/home.php?#!/notes/arif-wibowo/gempuran-ustadzah-ficky-di-desa-genting/479135768096

    umat Islam tidak maju, yang lain sudah berpikir tantangan ke depan, kita masih berkotat masalah internal…

    Mari berpikir yang jernih…apa garis perjuangan kita..siapa lawan..siapa kawan…ingat firmal Allah SWT di atas

    mohon maaf

    terimkasih atas perhatiannya

    1. @ joko dinomo …..pengumuman anda harusnya tertuju ke YANG SERING NUDUH BID AH SESAMA MOSLEM …..juga yang membuat saudara kita seiman jadi ragu ( menebar syubhat ) mamaksakan kayakinan mereka dgn jargon ” kembali ke AL QUR AN dan HADIST ” namun dgn pemahaman yang mereka yakini saja jikalau tidak sepaham dgn mereka langsung di vonis ahlul bid ah , syirik , bahkan kafir ……nah contohnya ada di komen atas yang namanya paling ISLAMI katanya …..nuwun .

    2. jokodinomo @

      Terimakasih Mas Joko, Ayat Qur’an-nya kami dengar dan kami taat.

      Cuman yang jadi maslah, bagaimana sikap kita kalau ada segolongan ummat Islam yang memvonis saudaranya sebagai ahli bid’ah, kafir, bahkan musyrik? Walaupun kami sadar vonis mereka tidak mewakili hukum Allah Swt, tapi apakah kita harus terus mentolerir sikap arogan mereka yang kejam itu? Atau sebaliknya, yaitu dilawan agar mereka sadar dan kembali kepada ajaran yang benar, ajaran Ahlussunnah Waljama’ah?

      Kalau antum bukan dari golongan tsb, coba perhatikan bagaimana arogansi mereka dalam menghakimi Para Pengarang kitab-kitab Maulid, orang-orang beriman dan shalih divonis muysrik! Para ulama yang berdo’a dengan do’a Shalawat divonis musyrik, Sahabat Umar bin Khottob dan Imam syafi’i divonis ahli bid’ah, Para Walisongo yang menyebarkan Islam di Indonesia divonis sebagai penyebar ksyirikan, dll, yang kesemuanya menggambarkan betapa kejam golongan Muslim tukang vonis ini. Bagaimana sikap kita, haruskah kita tetap bertoleransi agar mereka terus berkembang mempengaruhi orang-orang awam untuk jadi pengikutnya? Na’udzubillah….!

      Pantaskah antum kemudian menuduh kami saling mengejek dengan mereka? Kami tidak mengejek, hanya sedikit memberi perlawanan dengan dalil naqli dan aqli agar mereka sadar atas kekeliruannya. Dan jika nantinya mereka sudah sadar, hal-hal semacam ini akan berhenti dengan sendirinya. Semoga Allah Swt Ridlo atas usaha ini, Allah Swt maha tahu apa yang tersembunyi di hati hamba-NYA.

      1. @jokodinomo :
        Saya sepakat dg admin.
        Coba simak tanggapan/komentar mutakhir dari wijhatulhaqi di artikel Ummati Press”Inilah Isi Hati Wahabi Yg Sesungguhnya” …
        Betapa sinisnya ia terhadap istilah “ahlul bid’ah yg sesat” ditujukan kepada kaum asawaja

    3. jokodinomo@

      Kalau sekedar tidak sama pandangan tentang hal-hal seperti contoh anda, tentu kita bisa bertoleransi. Tapi kalau sudah menyangkut tuding sana-sani musyrik secara serampangan tentu tidak bisa dibiarkan saja. Sebab efeknya bisa meracuni orang awam, sehingga mereka makin berkembang golongan yang hoby menghakimi saudaranya masuk neraka. Sekurangnya blog seperti ini bisa memberikan rujukan berpikir dalam mempertimbangkan informasi yang mereka peroleh dari kaum Tukang Vonis tersebut.

      Saling mengejek? Saya kira anda terlalu jauh menafsirkan guyonan kami, wallahu a’lam.

  113. @jiddal mumtazh :
    kayaknya anda orang sufi kelas tinggi nih, shg org awam spt kita2 gak mudeng /gak nyampe memaknai maksud anda.

    Paham akidah islam …. paham hakikat syahadat …..akidah tauhid…bicara bid’ah…….belum tahu batalnya wudlu …….
    Hubungannya apa ya ?

    1. he he he masalahnya Lucu aja mas, pake namanya keren JIddal Mumtaz, tapi komentarnya bikin bingung yang baca, gayanya sih keren kaya senior tapi amburadul. sori yah Jiddal Mumtaz jangan ngambek, silahkan komentar lagi Insya Allah bebas kok.

  114. Kalau anda ingin mangetahui hakikat bid’ah tentunya gak semudah dengan kita belajar seperti anda belajar selama ini tentunya anda harus dengan niat ikhlas karena Allah semata serta sungguh2 dalam menuntut ilmu sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh beliau bukan bukan ikhlas tanpa dasar ilmu seperti cara belajar anda selama ini !
    Partama anda harus paham akidah islam yang benar yakni paham betul akan hakikat syahadat Laa ilaaha illah Muhammadal rasulullah, serta syarat-syarat keduanya yang harus dipenuhi dan dipahami dan pembatal-pemabatalnya syahadat tersebut. jangan salah alamat seperti selama ini jadi cara belajar/menuntut ilmu ada prioritas utama dan pertama bekankah semua ilmu gak penting bahwa semua ilmu yg Allah dan rasul SAW ajarkan adalah penting tetapi dahulukanlah yang lebih penting yakni akidah tauhid
    Maaf ini anda belum paham akidah tauhid sudah bicara bid’ah tentunya akan rancau dan tidak sambung aliyas gak nuntut?
    dan semala ini belajkar bertahun-tahun kur tau batalnya wudhu?!

    1. he….he….maaf namanya kalo di plesetin …JIDAT MUMETZ …..jadi komennya mbingungi ….bahasanya sih jawatengahan nganggo KUR = hanya ….he…he …. sory lho ….intermezo aja …

  115. pernyataan mas Arumi benar : ” sebab Salafy wahabinya juga pada masuk neraka ”

    sebab wahabi/salafi berda`wah dengan menebar Syirik memerangi Tauhid.
    sebab wahabi/salafi berda`wah dengan menebar Bid`ah memerangi Sunnah.
    sebab wahabi/salafi berda`wah dengan menipu pengikutnya dengan Slogan Manhaj Salafnya.

  116. Alhamdulillah. Salut buat admin, sebenarnya artikel ini sangat sederhana isinya, tapi ma’nanya dalam. Buat pengunjung yg lain, kl ada info2 semacam ini agar di share.

    Tapi nggak seru nih kalau belum ada tanggapan dari saudara2 kita salafi/wahabi.

    1. Ibnu Siddiq @

      Paling tidak postingan di atas bisa memberikan rujukan berpikir bagi kaum Salafy Wahabi. Kita tahu, mereka didoktrin oleh Ustaz-ustaz mereka agar tidak usah berpikir, berdasar dalil sami’na wa ato’na, kami dengar dan kami taat! Dalil ini benar, tapi digunakan untuk hal-hal yang seharusnya kita mikir dulu sebelum bertindak.

      Salafy Wahabi mulai sekarang harus memperggunakan akal pikiran, jangan asal nyeruduk vonis sana-sini musyrik, ahli bid’ah, masuk neraka! Bisa kosong surga nantinya, sebab Salafy wahabinya juga pada masuk neraka? We he he he…. senyum aja ah…..

  117. Alhamdulillah. Salut buat admin, sebenarnya artikel ini sangat sederhana isinya, tapi ma’nanya dalam. Buat pengunjung yg lain, kl ada info2 semacam ini agar di share.

  118. wah mas Arumi bener nih, Wahabi/Salafinya dah K.O terkena pukulan Nasheem hamid padahal Nasheem hamid bukan petinju kelas berat ya.
    salam kenal mas Salik n terima kasih atas do`a dan nasehatnya, yang sering online disini mas ya ?

    1. Wahabiyyinnya pada ngacir, takut sama Mas Syahid. Mereka pada ngeri n takut kena pukulan Straightnya Mas Syahid. Gak pa apa Mas, asah terus pukulan terutama pukulan hook, sebab pukulan ini yang paling mematikan, paling nggak bisa bikin semingep deh…? Ssst… kita pakai gaya santri aja ya, biar lebih akrab, D.

  119. ?????? ?????…

    wah..wah..lagi pada ngumpul nih…semoga semua dalam keadaan sehat dan selalu dalam ridhoNYA…????

    ???? ???? ???? ???? ?????:
    ?? ??? ??? ???? ???? ??? ???? ??? ???? ?? ??? ?? ????? ????:
    BARANG SIAPA MEMBACA ??? ???? ???? ??? ???? ??? SATU X , MAKA AKAN DI AMPUNI SEMUA DOSA KECILNYA.

    sebelum OL baca ??? ???? ya…

    @ admin
    buku di atas karya siapa……????

    @ ahmad syahid
    mantiq sampean mantabbek…

    @ all aswaja
    nasihatilah mereka(wahabi) penuh dengan kesabaran,hikmah,dan do’a.

    ???????……..

  120. he..he..
    membaca artikel diatas aja ana tersenyum2…
    plus lagi tanggapan teman kita2 ini duh,makin nggak tahan tersenyumnya sampai tertawa-tertiwi…
    he..he..

    1. undang kesini aja mas mamo, saya enjoy di sini ga capek nunggu moderasi, undang semua wahabi/salafi yang ahli bid`ah ke Blog Ummati biar diskusinya enak sori loh mas mamo aku minta tolong, biar mas Arumi, mas Wong mas Gondrong dan yang laennya bisa ikut ngadepin.

      1. Mas Ahmad Syahid sendiri juga sudah bisa kok ngadepinnya. Yakin deh, kan sudah melatih pukulan straight kiri-kanan. Ikutin aja gaya Nasheem Hamid, he he he…

        Hai Mas Arumi, bisa aja antum, jadi terhibur dengan gaya antum. Thanks….

        1. he….he….ikutan senyum lah biar awet happy kalau awet muda ngga jamin kan awet happy aja he…he….he… @ ahmad syahid wahabi ini buat antum kayaknya musuh ringan orang bingung kali iseng2 ngenet …..

  121. aku masih nungguin komentar Wahabi/Salafi, masih mampu kah mereka berkata ini itu Bid`ah ? atau mereka sudah benar-benar KO terkena pukulannya Nasheem Hamid ?

  122. Al-hamdulillah Admin Ummati menampilkan artikel ini saya sangat bersyukur, mudah-mudahan kawan-kawan wahabi/salafi menyadari kekeliruan mereka dalam memahami soal Bid`ah, Allahumma amien.
    sehingga mereka ( Wahabi/Salafi) tidak lagi mempersoalkan dan berhenti mencela sesama Muslim yang sedang beribadah amien Allahumma amien.

    1. ijin copas admin ……buat arsip n sebarin ke salafiyun untuk pencerahan ……..lumayan ada salafiyun ditempatku yang membanggakan ustadznya ……walaupun termasuk minoritas …….

      1. wehhe he he …. Mantab ini postingannya. Langsung KO itu sang Senior Wahabi ya?

        Begitulah orang yang daya nalarnya hidup, bisa melihat kecerobohan senior Wahabi tsb. Karena sang senior tsb mainnya asal pukul, pukulannya kena angin melulu alias meleset. Nah, rupanya sang mahasiswa bisa melihat peluang untuk memasukkan pukulannya, maka dia langsung dengan cepat melancarkan “pukulan huk kiri-kanan” dengan telak, maka sang Senior Wahabi langsung KO deh. He he he …. saya melihat si mahasiswa tsb seperti Nasheem Hamid sang petinju Ingris yang cerdik.

          1. Mas Mamo, aku masih nungguin Mas Wong nih, semoga bisa Online lagi. Aku kuatir dia keenakan di kampung, trus nggak balik lagi ke kota, he he he …. Atau jangan-jangan lagi maried ya? Kok nggak ngundang sih…?

        1. duh ….apa iya ya ???? emang mas wong masih single apa mas Arumi klo aku dah pny 3 anak tapi ilmu islamku masih cetek n bodoh … yah dari sinilah aku menggali ilmu ….tengkyu admin, mas wong , mas ahmad syahid , mas Arumi , mas saliq , mas gondrong ,dan semua rekan yang pnya kecocokan Iman n Islam nya semoga Alloh membalas amal baik anda semua amin…amiiin …ya robbal Allamiiin…….

KOLOM KOMENTAR ANDA :