Untuk Persenjatai Teroris di Suriah, AS Butuh Uang Saudi

Semenjak CIA melancarkan operasi penggulingan presiden Bashar al-Assad, AS butuh uang Saudi untuk persenjatai teroris di Suriah, dan untuk itu uang Saudi mengalir deras ke AS ….

 

Islam-Institute, RIYADH – Masarakat dunia tahu Amerika Serikat amat bergantung dengan sokongan keuangan Arab Saudi untuk mempersenjatai anggota milisi yang memerangi pemerintah Suriah, sedemikian seperti kata sebuah laporan.

melansir beberapa pejabat AS, New York Times mengabarkan pada Sabtu (23/01) bahwa semenjak CIA melancarkan operasi penggulingan Assad di Suriah, “Uang Saudi mengalir deras”.

Menurut pejabat, yang sebagian besar berbicara dengan syarat anonim, Arab Saudi berkontribusi besar dalam membiayai keuangan untuk menyediakan senjata, sementara CIA memimpin pelatihan para teroris dengan senapan AK-47 dan rudal anti-tank.

CIA mulai melaksanakan operasi rahasia di Suriah pada 2013 untuk mempersenjatai anggota milisi, mendanai dan melatih teroris untuk menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad. Sejumlah anggota milisi lalu berkoalisi dengan kubu teroris takfiri ISIS, yang dilatih oleh CIA di Yordania.

Semenjak 2013, CIA sudah melatih kisaran 10.000 teroris. Usaha Program angkatan bersenjata AS untuk melatih apa yang disebut anggota milisi “moderat” untuk melawan kubu teroris ISIS, walaupun hal itu tak pernah terjadi dalam kenyataan.

Laporan itu menjelaskan para pejabat menolak untuk mengungkapkan hitungan total kontribusi Arab Saudi, tetapi perkiraan Saudi sudah menggelontorkan milyaran dolar untuk ongkos persenjataan dan melatih para teroris.

Kontribusi keuangan negara-negara Teluk Persia amat besar dalam membantu program CIA dalam mempersenjatai anggota milisi di Suriah. Seluruh konspirasi itu punya maksud akhir penggulingan kursi presiden Bashar al-assad.

“Mereka memahami bahwa mereka mesti mempunyai kita, dan kita memahami bahwa kita mesti mempunyai mereka,” kata Mike Rogers, eks anggota Kongres dari Partai Republik menggambarkan hubungan saling keterkaitan antara AS dan Saudi. Rogers ialah ketua Dewan Komite Intelijen waktu operasi CIA diawali di Suriah.

Sokongan keuangan Saudi ke Gedung Putih, menerangkan mengapa AS begitu ogah secara terbuka mengkritik kerajaan Saudi atas pelanggaran hak asasi manusia. Sokongan kepada ideologi Wahhabisme sudah menginspirasi beberapa kubu teroris, dan perang kepada Yaman, yang sudah merenggut nyawa lebih dari 8.270 orang.   (AL/ARN/AU/Ptv) 

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :