Home / Berita Arab Saudi / Ulama Saudi Sebut Wanita Berotak Seperempat

Ulama Saudi Sebut Wanita Berotak Seperempat

Seorang ulama Saudi yang mengatakan bahwa wanita seharusnya tidak diijinkan mengemudi karena mereka memiliki “seperempat” kekuatan otak pria telah dilarang berkhotbah, kata pemerintah pada hari Jumat.

Ulama Saudi itu bernama Saad al-Hijri, diskors tidak boleh menjadi imam Sholat dan semua kegiatan keagamaan lainnya. Kejadian ini berlangsung di provinsi Asir di Arab Saudi Selatan setelah dia banyak diserang netizen di media sosial atas komentarnya.

“Itu bukan salah mereka, tapi wanita kurang intelek bukan?” Hijri meminta audiensi pada sebuah ceramah tentang “keburukan akibat wanita diizinkan mengemudi”.

“Kurangnya intelektualitas mereka tidak membahayakan kesalehan mereka karena mereka dibuat seperti itu,” katanya. Dia menjelaskan bahwa dalam Islam, sebuah kesaksian wanita bernilai setengah dibanding pria.

“Maukah Anda memberi seseorang lisensi intelek?” Jadi, bagaimana Anda memberikannya kepada wanita saat dia memiliki sedikit kecerdasan,” katanya penuh semnagat

“Dan jika mereka pergi ke pasar ini akan terbagi dua lagi! Jadi mereka sekarang memiliki seperempat intelek,” kata Hijri tanpa memberikan penjelasan untuk alasannya.

Dia kemudian berpendapat bahwa karena wanita melakukan sholat lebih sedikit daripada laki-laki – selama wanita haid dilarang melakukan sholat – mereka juga memiliki lebih sedikit “kepercayaan” laki-laki.

Arab Saudi satu-satunya negara di mana wanita tidak diizinkan mengemudi

Arab Saudi yang sangat konservatif memiliki beberapa pembatasan paling ketat di dunia terhadap wanita. Dan satu-satunya negara di mana wanita tidak diizinkan mengemudi. Kendati reformasi pemerintah ambisius ditujukan untuk meningkatkan lapangan kerja wanita.

Di bawah sistem perwalian negara, anggota keluarga laki-laki – biasanya ayah, suami atau saudara laki-laki – harus memberikan izin untuk studi bagi wanita, perjalanan dan kegiatan lainnya.

Komentar Saad al-Hijri memicu badai kritik di media sosial, dengan aktivis hak-hak perempuan menyerukan penangguhannya, namun dia juga mendapat dukungan dari para pengikut Wahabisme yg konservatif.

“Larangan tersebut mengirimkan sebuah pesan bahwa platform pemberitaan tidak akan digunakan untuk melemahkan nilai kesetaraan, keadilan dan penghargaan terhadap perempuan yang melekat dalam Islam.” Demikian sebuah pernyataan resmi mengatakan, mengutip seorang juru bicara gubernur Asir.

“Siapa pun yang menggunakan platform berkhotbah untuk melemahkan nilai tersebut akan dilarang di masa depan.”

Setelah penangguhannya sebagai imam Sholat dan khotib Jum’at, Saad al-Hijri mengatakan bahwa komentarnya adalah “terpleset lidah”, menurut surat kabar Sabq online.

source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Islam Institute, No Image Available.

Pangeran Alwaleed bin Talal Bersama 10 Pangeran Saudi Ditangkap

Para Pangeran Saudi Termasuk Pangeran Alwaleed bin Talal Ditangkap terkait Korupsi. Sebanyak 11 pangeran termasuk ...