Ulama Irak Kagumi dan Puji Kerukunan Beragama di Indonesia

Ulama Irak Kagumi dan Puji Kerukunan Beragama di Indonesia

Ulama Irak Kagumi dan Puji Kerukunan Beragama di Indonesia

Sejumlah tokoh Muslim Indonesia sedang mengikuti Konferensi Internasional soal Moderasi dan Islam Wasathiyah di Baghdad, Irak, Selasa (26/6). Setidaknya ada tujuh delegasi yang dikirim Indonesia demi mengikuti konferensi tersebut.

Ketujuh delegasi tersebut yaitu, Ketua Delegasi Mukhlis M Hanafi yang mewakili Menteri Agama, Ketua Hubungan Luar Negeri MUI KH Muhyiddin Junaidi, Alumni Azhar sekaligus eks Pemred Harian Republika Ikhwanul Kiram Masyhuri, Saiful Mustafa, Fathir H Hambali, Auliya Khasanofa, dan Thobib Al-Asyhar.

Sebelum konferensi diawali, ketujuh delegasi sempat melaksanakan perjumpaan dengan ulama Irak yang sebagai Anggota Dewan Tertinggi Majma’ Fiqh, yaitu Syekh Abdul Sattar Abdul Jabbar pada Senin (25/6) kemarin. Dalam kesempatan itu, Syekh Abdul Sattar mengapresiasi keberhasilan Indonesia dalam mengelola kerukunan dan kehidupan ummat beragama.

“Kami mengakui bahwa Indonesia lebih maju dari kami dalam mengelola kehidupan ummat beragama. Indonesia sanggup menyatukan berbagai perbedaan agama, baik Islam, Hindhu, Buddha, Kristen dan lainnya. Kami amat suka Indonesia dapat datang dalam Konferensi Internasional soal Islam Wasathiyah ini,” ujar Abdul Sattar dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (26/6).

Loading...
loading...

Menurut Abdul Sattar, semestinya Islam dapat bersatu, khususnya berhadapan dengan berbagai perbedaan internal. Perbedaan itu baik yang terkait Sunni dan Syiah, maupun perbedaan lainnya.

“Islam semestinya dapat mengelola segala perbedaan, menyatukan berbagai mazhab, aliran, seperti Sunni, Syiah dan lainnya di seluruh dunia. Tentu, seluruhnya itu dapat ditunaikan dengan penerapan Islam wasathiyah yang mengedepankan al-i’tidal (keseimbangan) dan tasamuh (toleransi),” jelasnya.

Konferensi Islam Wasathiyah bakal berlangsung pada tanggal 26-27 Juni 2018. Konferensi ini bakal diikuti oleh para delegasi dari 20 negara. sebelum ini, delegasi Indonesia juga berjumpa dengan Ketua Dewan Sunni Irak, Abdul Latief Al-Hamiem. Abdul Latief juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran delegasi Indonesia pada Konferensi ini.

Menurut Abdul Latief, kehadiran Indonesia amat penting sebab dapat menyampaikan pengalamannya dalam penerapan moderasi Islam. Pihaknya siap melaksanakan kerjasama dengan pemerintah Indonesia dengan memberikan beasiswa S1 maupun S2 buat para maha siswa, melaksanakan pertukaran ulama kedua negara, dan pengembangan wisata religi.[republika.co.id]

Loading...

Source by Hakim Abdul

loading...

You might like

About the Author: Hakim Abdul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *