Twit Dubes Saudi Konfirmasi Gerakan Trans Internasional Separatis

JAKARTA – Twit kontroversial Dubes Saudi warning bagi kita seluruh, khususnya penduduk NU, bahwa ada HTI yang ingin menganti dasar negara kita Pancasila dengan Khilafah.

Ya, pernyataan Osamah yang menyesatkan Nadhlatul Ulama selaku organisasi sesat. Tentunya, tidak semerta-merta walaupun lewat akun twitter pribadinya. Osamah dalam cuitannya, menjelaskan aksi Reuni 212 efek dari pembakaran bendera HTI di Garut. Bendera yang diklaim selaku bendera khilafah tersebut, berdampak pada aksi warning 212 beberapa hari lalu.

Semiotika rangkain kalimat twit tersebut adanya karena akibat. Yaitu soal pembakaraan bendera bertuliskan lafal tauhid yang diklaim bendera HTI itu. Yang ditunaikan oleh Banser. Sehingga mematik reaksi warning Aksi 212.

Tanpa maksud menghakimi motif teks dibalik pernyataan Osamah yang menyudutkan NU. Pernyataan Osamah, terang adanya gerakan trans internasional separatis. Yang bergerak dibawah tanah maupun kelihatan. Dalam konteks ini, HTI selaku organ yang getol menyuarakan khilafah di Indonesia.

Secara diplomatik, Kemlu sudah menyampaikan protes keras. Dan mengumumkan, pernyataan Osamah tidak pas. Sehingga terang, sikap pemerintah memposisikan Nadhlatul Ulama dan HTI di Indonesia.

Wilayah diplomatik sampai waktu ini ditempuh pemerintah. Sebab terang, penyataan itu meyakitkan penduduk NU yang Adalah ormas keagamaan terbesar di Indonesia.

Lalu kenapa wajib NU yang dipecundangi?

Ini tidak lepas dengan kontilasi politik menjelang Pemilihan presiden 2019 yang akan datang. Joko Widodo yang melilih Kyai Ma’ruf selaku wakil presiden. Akan membikin problem penyebaran khilafah di Indonesia. Kyai Ma’ruf Amin Adalah representasi NU, akan mempersulit ruang gerak HTI meluaskan faham radikalisme di Indonesia. Maka cara yang paling muda, ialah mendiskriditkan NU di masarakat dengan menjelaskan bahwa NU ialah aliran sesat.

Twit Osamah ialah pintu masuk memecah belah NU dalam Pemilihan presiden yang akan datang. Narasi sesat yang dilontarkan Osamah, akan dilanjutkan dengan lemparan-lemparan fitnah yang sifatnya personafikasi dan faksi-faksi di dalam NU.

Wajib diakui, soliditas penduduk NU dalam Pemilihan presiden 2019. Mengkristal untuk pasangan Joko Widodo dan Kyai Ma’ruf. Memecah belah kekuataan NU ialah cara yang wajib ditunaikan untuk memenangkan pemilihan presiden menatang.

Pasangan Prabowo dan Sandi telah terang dibelakangnya organisasi yang punya afiliasi dengan kubu wahabi dan HTI. Sehingga terlalu sulit untuk merusak keyakinan penduduk NU dari bawah. Pembusukan ditunaikan di elit-elit NU terlebih dahulu. Sehingga memudahkan memecah belah dibawah.

Twit Osamah ialah warning dini khususnya bagi penduduk NU. Mengenai hal ancaman HTI di Indonesia. Pilihannya ialah konsolidasi struktural dan kultural dalam menyikapi ancaman tersebut. Manifesto, NKRI Harga Mati ialah sikap kolektif kologial yang jadi pengikat melawan ancaman HTI. Konflik internal akan membuka Kesempatan HTI menyebarkan faham Kilafahnya. [Sfa]

Source link

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.