Tupolev Tu-22M3 Milik Rusia Musnahkan Basis ISIS

Website Islam Institute

SURIAH TERKINI – Di Suriah, kubu teroris ISIS memperoleh pukulan besar-besaran oleh pesawat pembom strategis jarak jauh Tupolev Tu-22M3 dari sebuah pangkalan udara yang terletak di wilayah selatan Rusia.

Kemenhan Rusia menginformasikan, enam pengebom strategis jarak jauh lepas landas dari Rusia pada Selasa pagi dan melaksanakan serbuan udara kepada basis-basis teroris ISIS dan beberapa depot amunisi yang terletak di sebelah timur Palmyra, kota Sukhna dan kota Arak, lantas kembali ke pangkalan sesudah serbuan besar itu.

“Pemogokan mengakibatkan kehancuran sebuah kamp lapangan anggota milisi, 3 depot senjata dan amunisi, 3 tank, 4 infanteri kendaraan perang dan delapan kendaraan yang dilengkapi dengan senapan mesin berat, serta menetralkan sejumlah besar pejuang musuh,” bunyi pernyataan yang dikeluarkan Menteri Pertahanan Rusia, seperti dilansir TASS.

 

 

Gabungan pimpinan AS – yang melaksanakan serbuan terpisah, yang konon juga melawan terorisme di Suriah – diberitahu terlebih dulu sebelum serbuan diawali, bunyi lebih detail pernyataan itu.

Menteri Pertahanan Rusia juga menambahkan bahwa situs yang ditargetkan “baru-baru ini terdeteksi dan dikonfirmasi melalui beberapa saluran intelijen.”

Pada hari Jumat, 2 pilot Rusia meninggal sesudah ISIS melakukan tembakan jatuh sebuah helikopter milik Angkatan Udara Rusia dekat Palmyra di provinsi Homs.

“Pada tanggal 8 Juli, pilot instruktur Evgeny Dolgin dan Ryafagat Khabibulin, tengah melaksanakan penerbangan kalibrasi di Suriah dengan Mi-25 (versi ekspor dari Mi-24) helikopter sarat dengan amunisi di provinsi Homs,” bunyi pernyataan legal yang dikeluarkan oleh Kemenhan Rusia, pada hari Sabtu.

Menurut kantor berita Rusia Interfax, para anggota milisi ISIS mempergunakan sistem rudal anti-tank TOW buatan AS dalam serbuan itu.

Anggota milisi ISIS menguasai reruntuhan Palymra, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO, dan kota modern yang berdekatan dengannya pada Mei 2015. Para teroris ISIS menghancur-leburkan monumen kuno di sana, termasuk Kuil berumur 2.000 tahun dari Bel dan ikon Arch of Triumph.

Prajurit Suriah yang Disokong oleh Tentara relawan dan serbuan udara Rusia, merebut kembali kendali Palmyra pada tanggal 27 Maret 2016 sesudah 4 minggu operasi angkatan bersenjata melawan anggota milisi ISIS.

Rusia memulai kampanye militernya di Suriah pada 30 September 2015, berdasar permintaan dari pemerintah Suriah. Serbuan udara Rusia kepada basis-basis ISIS waktu itu sanggup menaikkan moral prajurit Suriah.

Seiring berjalannya waktu, perjuanagan prajurit Suria bareng rakyat Suriah sudah sukses merebut kembali daerah-daerah kunci dari kelompok-kelompok anggota milisi dan teroris Wahabi internasional di semua negeri Suriah dengan sokongan Rusia tersebut. (al/arn)

 

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.