Tuhan, Mana Pembalasan Sedekahku?

Abu Dzar al-Ghifari, Pemberantas Korupsi dan Pembela Kaum Papa

Tuhan, Mana Pembalasan Sedekahku?


Pernahkah Anda semua bersedekah lalu tidak memperoleh Pembalasan sama sekali? Ataukah berbuat sesuatu (kebaikan) untuk orang lain, organisasi, warga, atau bahkan ke agamamu akan tetapi tidak kunjung juga memperoleh Pembalasan yang Anda semua angan- angankan?

Sebagian dari kita pasti sering mengalami hal seperti itu, atau bahkan nyaris seluruh merasakan hal yang seperti ini. Seorang maha siswa berusaha mati- matian melaksanakan pemeriksaan, mencari data yang benar- benar valid untuk dijadikan rujukan. Mengerahkan nyaris tiap-tiap harinya untuk tugas kuliahnya sehingga mengesampingkan beberapa kewajiban- kewajiban yang lain. Lalu pada akhirnya nilai IP yang keluar bukan sesuai harapannya.

Seorang santri tidak pernah absen berjama’ah bersama-sama kiai selama 40 hari. Mengamalkan puluhan wirid yang diijazahkan kepadanya. Senantiasa menjaga wudlunya. Tapi malah kegundahan hati yang di dapatkannya. Merasakan hatinya kian keras. Tidak pernah khusyu’ tatkala sholat maupun tatkala tengah mengamalkan wirid hariannya.

Kejadian untuk kejadian yang dijumpai terus membentur akal, tidak sesuai dengan rumus karena akibat yang selama ini kita pahami kalau berbuat sesuatu maka akan memperoleh Pembalasan sesuai yang dikerjakan. Pepatah “Siapa yang menanam benih akan memanen hasilnya” seakan cuma selaku penyemangat dan motivasi berbuat kebaikan. Bukan selaku fakta kehidupan. Tuhan dalam firmannya juga memberi penjelasan bahwa siapa yang bersedekah akan dibalas 700 kali lipat oleh-Nya. Lalu dalam ayat yang lain juga menjelaskan bahwa kebaikan sebesar atom pun akan memperoleh balasannya. Mulai dari ujaran orang- orang biasa, tokoh- publik figur besar, pepatah- pepatah hikmah dan bahkan sampai ayat Tuhan memberi info bahwa tiap-tiap kebaikan akan memperoleh belasan yang besar.

Tetapi, apa daya. Rancangan- rancangan sehebat apapun pasti kalah dengan yang namanya keadaan sebenarnya. Benturan untuk benturan yang tidak sesuai harapan kian membikin malas bahkan kapok untuk berbuat kebaikan. Ada suatu cerita mengenai hal sedekah.

“Barangsiapa yang bersedekah, maka Allah akan membalasnya dengan Pembalasan 700 kali lipat” kata kiai dalam sebuah kajian agama di kampung Kaligunting.

“Ah ini sih sering saya dengar. Apa mungkin?!” ujar dalam hati dengan senyum kecut bagian yang datang di kajian agama itu.

Loading...
loading...

Tapi, setelah kajian agama di kampung Kaligunting itu tiba- Sampai orang yang setengah tidak percaya dengan perkataan kiai pas kajian agama tadi penasaran dan mencoba membuktikannya. Untuk menguji kebenaran ujaran kiai dan memastikan apakah Tuhan sungguh berkenan memberikan Pembalasan yang katanya 700 kali lipat tadi, maka dia berangkat ke desa Jiran. Kenapa? Ya untuk mencari orang- orang miskin dan membagi- bagikan sedekah berupa sembako. Setidaknya ada 20 rumah yang didatangi untuk disedekahi. seusai bawaan sedekah yang dibawa habis, orang itu pulang ke rumahnya. Pekerjaan yang dimilikinya ialah jadi pegawai di bagian instansi pemerintah.

Keesokan harinya dia tidak masuk kerja. Bukan sebab sakit. Orang itu sehat wal afiyat. Dan bahkan lebih sehat dari biasanya. Yang ditunaikan ialah diam di rumah dan tidak keluar sama sekali dengan target menunggu Pembalasan pemberian dari Tuhan seperti yang dikatakan seorang kiai di kajian agama kemarin. Tetapi, sampai malam hari tidak ada 1 pun yang Hadir ke pemberi sedekah itu. Alhasil dia bergumam terus dengan nada kesal “Tuhan? mana Pembalasan sedekahku? Bohong.”

Sementara dia kesal kepada keadaan sebenarnya yang diperolehnya. Bagian Malaikat yang memperhatikannya dari tadi melapor ke Allah.

“Ya Allah, ada hambamu yang uring- uringan terus sebab sedekahnya tidak memperoleh Pembalasan dari-Mu. Bahkan sempat mengumpat Engkau ya Allah.” lapor sang malaikat ke Allah.

“Mbok yo ben. Lalu apa yang kau inginkan?” balik Allah menanyakan ke sang malaikat.

“Saya tidak meragukan bahwa Engkau salalu membalas tiap-tiap kebaikan yang ditunaikan hambamu. Akan tetapi, Pembalasan kebaikan apa yang sudah Engkau berikan ke hambamu itu yang sudah bersedekah dari rumah ke rumah itu?” tanya malaikat.

“Pergilah ke Lauhil Mahfudz. Cari mengenai hal orang itu.”

Sang malaikat langsung berangkat ke Lauh Mahfudz begitu menguping perintah Allah. Sesampainya di Lauh Mahfudz, dicari data mengenai hal orang yang diharapkannya. Malaikat itu menemukannya. Ada tulisan yang sudah diberi coretan tebal. Dan apa yang tertulis?

“Si Fulan pada hari ini mati sesudah tertabrak mobil tatkala perjalanan ke kantor tempatnya bekerja.”

Tentu saja hal itu tidak terjadi dikarenakan si pemberi sedekah tidak keluar sama sekali sebab menanti Pembalasan dari sedekahnya. Dan apa Pembalasan dari Allah untuknya?

 

“Wallahua’lam bisshawwab”

Loading...

IslamiDotCo by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :