Tugas Spesial Presiden Joko Widodo untuk Wiranto dan Sri Mulyani

Presiden Joko Widodo – Inilah tugas khusus Presiden Jokowi untuk Wiranto dan Sri Mulyani. seusai pelantikan Wiranto dan Sri Mulyani jadi member Kabinet Kerja, ada tugas spesial Presiden Joko Widodo (Jokowi) diberikan  ke Menko Polhukam Wiranto yang menggantikan posisi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menggantikan Bambang Brodjonegoro.

Tugas spesial Presiden Joko Widodo untuk Wiranti dan Sri Muyani ini disampaikan Presiden Joko Widodo waktu memimpin Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/7) sore.

“Yang berhubungan dengan reformasi hukum, saya minta Menko Polhukam Pak Wiranto mulai sanggup mempresentasikan, minggu depan, baik yang berhubungan dengan legislasi nasional maupun di daerah. Yang ke-2, yang berhubungan dengan aparat hukum kita, mereformasi di aparat hukum. Yang ketiga, yang berhubungan dengan pendidikan dan budaya hukum kita, dan mungkin tambahan-tambahan yang lain,” pinta Presiden Jokwi, yang mana ini semacam pemberian tugas spesial Presiden Joko Widodo untuk Pak Wiranto.

 

seusai pelantikan ada tugas spesial Presiden Joko Widodo ke Wiranto dan Sri Mulyani.

 

Presiden Joko Widodo juga meminta Menko Polhukam Wiranto supaya cepat merumuskan, untuk secepatnya sanggup dilaksanakan tindakan di lapangan sehingga penegakan hukum, kepastian hukum di negara kita jadi terang.

“Saya kira telah dirintis oleh Pak Luhut Pandjaitan Soal ini, saya kira supaya sanggup dilanjutkan tahapan-tahapannya. Saya kira timnya juga telah ada,” ujarnya Soal tugas spesial Presiden Joko Widodo ke Pak Wiranto.

Kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani, tugas spesial Presiden Joko Widodo ialah terkait keputusan strategi tax amnsesty. Presiden Joko Widodo Memperingatkan poin-poin yang berhubungan dengan pengampunan pajak atau tax amnesty.

“Saya ingin memberikan warning saja, pada Dirjen Pajak, pada Menteri Keuangan, masih beberapa komplain Soal servis di desk-desk yang ada, ada yang Hadir orangnya tidak ada; ada yang Hadir, di KPP, ada yang Hadir orangnya ada tapi tidak sanggup menerangkan secara detil hal-hal yang ditanyakan. Ditelepon sulit masuk tapi saya kira ini saya masih sanggup menyadari sebab mungkin yang ingin menanyakan lewat telepon beberapa,” katanya Memperingatkan Sri Mulyani Soal hal-hal terkait tugas spesial Presiden Joko Widodo.

Juga terkait tugas spesial Presiden Joko Widodo ke Sri Mulyani, Presiden Joko Widodo mengaskan dan meminta supaya yang 2 di depan tadi (petugas di desk tidak ada, dan petugas di KPP (Kantor Servis Pajak)  tidak sanggup menerangkan) diperbaiki.

“Saya minta nanti hari Kamis (28/7) besok, Kanwil-Kanwil, KPP, seluruh dihadirkan, saya akan bicara langsung. Ini wajib sukses. Tax amnesty wajib sukses,” kata Presiden Joko Widodo menekankan tugas spesial Presiden Joko Widodo untuk Sri Mulyani.

Menurut Presiden Joko Widodo, pengampunan pajak atau tax amnesty Adalah program besar yang nantinya akan membawa ekonomi kita lebih baik, jadi sebuah bola salju yang baik.

“Momentumnya sekarang, tidak ada lagi Peluang Emas seterusnya. Saya harapkan, sekali lagi, checking lapangannya, lebih diperkuat lagi ke Bu Menteri Keuangan,” pinta Presiden Soal tugas spesial Presiden Joko Widodo ke Bu Menteri Keuangan yang baru dilantik tersebut.

Yang berhubungan dengan Poso dan sandera di Filipina, Presiden meminta para menteri terkait juga menindaklanjutinya. Seperti ini juga dengan hal-hal yang berhubungan problem narkoba supaya ditindaklanjuti dan diteruskan.

Yang terakhir tugas khusus Presiden Jokowi ke menteri baru tersebut, yang berhubungan dengan servis publik. Presiden berkeinginan rumusan-rumusan baik yang terkait dengan sistem-sistem IT mulai dipersiapkan. Sehingga tahun mendatang, semuanya sanggup terintegrasi dengan baik antar Kementerian/Lembaga, Daerah, dan Pusat. Sehingga e-government kita betul-betul sanggup berjalan secara terintegrasi.

Sekarang ini, lanjut Presiden, untuk e-government kita ini berjalan sendiri-sendiri. Kementeriannya beli sendiri-sendiri sistemnya dan daerah beli sendiri-sendiri.

“Uangnya keluar beberapa tetapi sampai detik ini belum terintegrasi. Itu yang Penting kita betulkan. Baik yang berhubungan dengan e-budgeting, e-audit, e-purchasing, dan e-, e- yang lain. Saya kira wajib mulai kita persiapkan dengan baik,” ucap Presiden yang pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Menurut laporan Setkab.go.id, Sidang Kabinet Paripurna itu dihadiri Cawapres Jusuf Kalla, para Menko, dan para menteri Kabinet Kerja. Juga termasuk para menteri yang baru saja dilantik selaku bagian dari perombakan atau reshuffle kabinet.

Hal-hal yang terpenting dari seluruh itu ialah yang terkait Wiranto dan Sri Mulyani Soal tugas spesial Presiden Joko Widodo.

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.