Inspirasional

Tolak Serahkan Data WhatsApp, Bos Facebook Ditangkap Polisi

Bos Facebook ditangkap Polisi federal Brasil karena menolak menyerahkan data WhatsApp guna penyelidikan kejahatan peraaran narkoba….

 

Salah seorang pimpinan Facebook, Diego Dzodan ditahan Polisi federal Brasil. Penahanan dilakukan karena Diego menolak menyerahkan data WhatsApp kepada pengadilan setempat.

Polisi federal Brasil melakukan penangkapan tersebut bermula saat pengadilan meminta Facebook untuk menyerahkan data WhatsApp terkait dengan investigasi peredaran narkoba. Untuk mendapatkan bukti dalam rangka membongkar sindikat narkoba maka informasi WhatsApp ini diperlukan

Lantaran menolak, hakim pengadilan lantas meminta polisi untuk menahan pria yang menjabat sebagai Vice President Facebook for Latin America itu. Diego yang berkebangsaan Argentina ditangkap saat keluar dari rumahnya di wilayah elit Kota Sao Paulo.

“Diego sudah berulangkali menolak memenuhi permintaan pengadilan soal data di WhatsApp sehingga ditindak,” ujar salah seorang polisi seperti dikutip dari CNET, Rabu (2/3).

Kejadian tersebut sontak membuat Facebook kecewa. Perusahaan yang telah mengakuisisi WhatsApp itu menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak sepatutnya terjadi.

Penolakan Facebook sendiri dikarenakan ada perjanjian jaminan perlindungan data antara WhatsApp dengan pengguna. Sehingga, kerahasiaan yang menyangkut pengguna WhatsApp sudah menjadi prioritas utama Facebook maupun perusahaan internet lainnya.

Selain itu, Facebook juga menyatakan, pihaknya tidak menyimpan pesan WhatsApp dari user. “Facebook akan selalu bersedia untuk menjawab pertanyaan otoritas Brasil, namun hanya berdasar yang mungkin Facebook miliki saja,” ujar pihak Facebook.

Sebagai informasi, Aplikasi pesan instan WhatsApp kini berada di bawah kendali Facebook. Media jejaring sosial itu mengakuisisi WhatsApp pada 2014 senilai USD 19 miliar.

source: jawapos.com

Jasa Web Alhadiy

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker