Jasa Web Alhadiy
Inspirasi Islam

Tokoh Dayak : Banser Telah Sebagaimana Saudara Kandung Sendiri

Iklan

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sabtu (23/9) sore, menggelar Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pelatihan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna di Balai Desa Kumpai Batu Atas Arut Selatan, Kotawaringin Barat.

Acara yang dihadiri tokoh dayak, Kapolsek, Danramil, Camat dan pun ratusan warga tersebut memperoleh apresiasi dari beberapa pihak. alasannya, Nahdlatul Ulama (NU) yang selama dinilai bisa merangkul seluruh pemangku keperluan.

Dalam sambutanya, Ketua PC GP Ansor Abdul Sahel menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Muslimat NU, Fatayat NU, dan beberap pejabat Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Ansor dan Banser mesti bersatu padu. Sekarang ini beberapa berita hoaks yang dikabarkan media-media situs radikal. Maka NU wajib menangkalnya,” tegasnya.

Hal senada pun disampaikan oleh koordinator pimpinan pasukan Barisan Pertahanan Warga Adat Dayak (Batamad) wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, Wendy Soewarno. Ia menilai NU dengan pasukan Bansernya selama ini bisa sebagai mitra yang amat bagus dengan dewan adat dayak (DAD).

“Ansor dan Banser ialah kita. Maka seringkali kami saling mengisi satu sama lain. Telah sebagaimana saudara kandung sendiri,” ucapnya kepada kontributor NU Kalteng.

Muhammad Sulthon (33), Ketua Panitia penyelenggaraan PKD dan Diklatsar menyatakan dari 100 peserta ini diharapkan sanggup mengikuti pelatihan sampai akhir.

“Kami menginginkan dari seratus calon anggota nantinya bisa mengikuti materi mulai 23-24 September 2017,” ujarnya.

Acara yang sedianya bakal dibuka oleh Bupati Kotawaringin Barat ini diwakilkan kepada staf 1 Pemda Kobar Encep Hidayat. Dalam sambutanya, ia meminta maaf sebab Bupati Kobar ada aktifitas pemerintahan. Sehingga, lanjutnya, ia memperoleh amanah untuk mewakili dan membukanya.

Selain daripada itu Encep pun membacakan teks dari Bupati yang isinya pesan kepada generasi muda supaya belajar berdikari, mandiri dan pintar menghargai orang lain. Sehingga dengan seperti ini, para pemuda generasi bangsa bakal sanggup bersaing positif dengan keadaan global ketika ini. (Suhud Mas’ud/Mahbib/NU On-line)

IklanJasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.