Tim Paripurna Akui Temukan Hambatan Ungkap Kasus Novel Baswedan

Tim Paripurna Akui Temukan Hambatan Ungkap Kasus Novel Baswedan


loading…

JAKARTA – Tim pemantauan atau tim bentukan paripurna kasus Novel Baswedan yang dibentuk Komnas HAM memperpanjang masa tugas mereka 3 bulan menuju depan. Tim ini diperpanjang sebab masih diperlukan pendalaman atas info yang telah diperoleh guna mengungkap pelaku penyiraman air keras kepada Novel.Ketua Tim, Sandrayati Moniaga mengakui pihaknya menemukan hambatan dalam mengungkap pelaku penyerbuan sebab, waktu kejadian yang cukup lama, sehingga sulit guna memperoleh bukti yang krusial dalam kasus tersebut.

“Kian lama suatu kejahatan kian sulit dibuktikan sebab bukti-bukti kian sulit didapatkan,” ujar Moniaga ketika jumpa pers di kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Kendati sebegitu,  Moni sapaan akrabnya mengatakan dengan tegas seluruh pihak yang diminta keterangan terbuka dalam memberikan info masuk didalamnya dari pihak KPK dan Polri. Dia menjelaskan, akurasi mengenai pelaku penyiraman tetap didalami.

“Terkait sejumlah hal yang krusial pertama bukti, kedua orang-orang yang diduga pelaku utamanya itu,” kata dia.

Loading...
loading...

Moni mengklaim keputusan memperpanjang masa tugas tim berdampak penting sebab pihaknya mempunyai tambahan waktu guna menelusuri info berhubungan dengan akurasi info. Menurut dia, proses hambatan penyelidikan kasus ini sebagai sulit sebab waktunya yang telah satu tahun lebih.

Maka itu, dia menginginkan melalui perpanjangan masa tugas ini bakal mempengaruhi secara keseluruhan keterangan dan bukti yang telah didapatkan oleh tim. “Asbab waktunya panjang ini mempengaruhi hasil yang lalu. ini membawa konsekuensi pada waktu masa kerja kami sendiri. Asbab kami tak mau tanpa adanya klarifikasi supaya laporan ini komprehensif,” pungkasnya.

(pur)

Tim Paripurna Akui Temukan Hambatan Ungkap Kasus Novel Baswedan

Loading...

[Source]

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :