Tidak Peduli dengan Tekanan AS dan Israel: Hizbullah Bakal Tetap Tinggal di Suriah

Tidak Peduli dengan Tekanan AS dan Israel: Hizbullah Bakal Tetap Tinggal di Suriah

SURIAH – Kubu Hizbullah yang didukung Iran bakal tetap berada di Suriah selama Presiden Suriah Bashar al-Assad menginginkannya. Hal itu dikatakan oleh pemimpin kubu tersebut, menentang tekanan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang diperbarui demi memaksa Teheran dan sekutunya demi keluar dari negara itu.

“Aku bakal memberitahu Anda bahwa kalau seluruh dunia bersatu demi memaksa kita meninggalkan Suriah, mereka tak bakal dapat mengusir kita,” kata Sayyid Hassan Nasrallah dalam pidato di televisi, menambahkan bahwa cuma pimpinan Suriah yang dapat meminta mereka berangkat seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (9/6/2018).

Dalam pidatonya, Nasrallah mencemooh ide bahwa AS, Israel atau tekanan Teluk memaksa sebuah irisan antara Rusia dan Iran di Suriah.

Israel sudah berulang kali menyerbu Hizbullah dan sasaran Iran di Suriah, menjelaskan mereka wajib meninggalkan negara itu, dengan mana negara itu berbagi tapal batas negara. Washington juga menuntut supaya Iran dan memaksa negara itu mundur.

Bersamaan dengan Rusia, pasukan yang didukung Iran di Suriah sudah membantu Assad mengusir para pemberontak dari kota-kota terbesar di negara itu dan merebut kembali wilayah gurun timur dari Negara Islam. [ARN]

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.