Tidak Baik Tidak suka Arab, Namun Jangan Menyepelekan Kyai Jawa

Gus Mus: tidak baik Tidak suka Arab, Mbah Maimoen: Jangan Menyepelekan Kyai Jawa ….

 

Islam-Institute, Jakarta –  Rasulullah bersabda:
احبب حبيبك هوناما، عسى ان يكون بغيضك يوماما وابغض بغيضك هونا ما، عسى ان يكون حبيبك يوماما

“Cintailah kekasihmu (secara) sedang-sedang saja, siapa tahu disuatu
hari nanti dia akan jadi musuhmu; dan bencilah orang yang engkau
benci (secara) biasa-biasa saja, siapa tahu pada suatu hari nanti dia
akan jadi kecintaanmu” (Riwayat Turmidzi)

kiai Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) berkata:

“Tidak baik tidak suka Arab. Sanggup kuwalat. Dulu ada tokoh NU tidak suka Arab,
di belakang hari putra-putranya tidak ada yang punya minat untuk berkhidmah di NU”.

kiai Maimoen Zubair berkata: “Walaupun
berguru pada kyai Arab, jangan menyepelekan kyai Jawa. Sikap macam itu
nggak saja dapat memunahkan kyai Jawa, tapi juga memunahkan kyai Arab
sekaligus. Di sini punah, di sana juga punah”.

Membaca status ini
saya jadi teringat dawuh Alm. KH. HASYIM ROFI’I Pasuruan (beliau alumni
Lirboyo seperiode dengan KH. Mahrus Ali dan beliau juga alumni Bendo):


Yen getting ojo nemen-nemen nggarai kanggenan. Ndisek iku Kyai Mahrus
di lawang kamar pondoke ditulisi: KORAN HARAM MASUK KAMAR. Lha saiki
piye, koran dadi wocoan wajib karena Kyai Mahrus dadi pengurus PBNU.


(Jika benci jangan berlebihan, nanti akan mengakibatkan dilaksanakan
sendiri. Dulu itu Kyai Mahrus Ali Lirboyo di pintu masuk kamar pondok
ditulisi: KORAN HARAM MASUK KAMAR. Sekarang bagaimana? Koran jadi
bacaan wajib karena beliai pengurus PBNU).

Beliau (KH. Hasyim Rofi’i) terlalu tidak suka Gambus Asyubban pimpinan alm Kyai Zainal Abidin
Rembang Pasuruan sebab ada praktek yang menyalahi syareat.

Kyai Zainal tokoh allamah yang kontroversial (di akhir hayatnya beliau uzlah
dari hingar bingar dunia nggak keluar dari masjid). 

Sebab sikap keras Kyai Hasyim ini, Kyai Zainal dawuh “Jika ada orang podokaton ngundang Asyubban, saya gratiskan.”

Waktu imtihan di pondok pesantren Daru Mafatihil Ulum Podokaton
Pasuruan, abah saya (yang waktu itu jadi kepercayaan beliau Kyai
Hasyim ) matur ke Kyai Hasyim dalam bahasa jawa, “Teman-teman ingin
ada hiburan di acara imtihan, mau diselenggarakan hiburan musik,”

Kyai hasyim dawuh, “Alat musiknya apa?”

Lantas abah menyebutkan beberapa alat musik yang nggak haram. Tapi
Abah nggak menyampaikan kalau alat musiknya milik asyubban. Kyai Hasyim
pun mengijinkan.

Pas hari “H”. Di tengah acara musik, sejatinya
Kyai Hasyim nggak keluar dari dalem. Namun gus Dullo / KH. Abdullah
(putra beliau) yang masih kecil waktu itu minta antar abahnya untuk
beli mainan. Waktu menghantar putra beliau itulah Kyai Hasyim tahu dan
terkejut atas acara yg sedang dibawakan para santri beliau lengkap
dengan pakaian dan alat musik dari Asyubban. Beliau langsung berteriak
dari depan panggung, “Heee iku santriku iku. Wis buyar-buyar ganti
srakalan ae. (Heee itu santri saya… Telah bubar-bubar ganti shalawat
syaraful anam saja).”

Selama 3 hari seluruh santri nggak ada yg
berani menghadap beliau, termasuk abah saya. Hari ketiga abah sowan
ke beliau. Beliau nggak marah dan dawuh, “Semoga cuma ini balasan
saya, sebab “tidak suka” fatwa-fatwa Kyai Zainal”. Dan beliau lalu dawuh
dan cerita soal Kyai Mahrus Lirboyo sebagaimana di atas.

Saya oleh abah dididik sendiri ilmu agama semenjak kecil. Mulai baca al-Qur’an
dan baca kitab. Lantas saya diseklahkan SD lalu SMP. sebab itulah
abah saya dijadikan gunjingan bagian keluarga sebab anak kyai koq
gak masuk madrasah. Bencinya minta ampun ke orang yang sekolah umum. 

Ndilalah waktu Orang tersebut wafat, seluruh putranya sekolah umum seluruh sampai kuliah. Dan nyaris nggak paham ilmu agama. Pepatah jawa menjelaskan: Sing sapa gething bakal nyanding (Siapa yang tidak suka maka akan ditempati). Benar kata gus Mus, benar kata mbah Mun, benar kata Kyai Hasyim Rofi’i. Semoga mereka seluruh yang saya menyebut dalam cerita ini dipertemukan kelak di surga Allah. Amin (al/muslimmoderat.com)

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :