TGB: Saya Cek di Seluruh Kitab, Bendera Rasulullah Tidak Pernah Dikibarkan di Situasi Damai

TGB: Saya Cek di Seluruh Kitab, Bendera Rasulullah Tidak Pernah Dikibarkan di Situasi Damai

TGB Zainul Majdi memberikan sambutan pada acara Aliansi Strategis antara Alumni Universitas Al-Azhar Mesir dan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), di Jakarta, Rabu (21/2). (Liputan6.com/Pool/Ihwan

Ketua Lembaga Tunas Generasi Bangsa Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi ikut Memberi komentar Soal pemanfaatan panji Rasulullah oleh organisasi warga (ormas). TGB yang juga seorang penghafal Alquran menilai, sampai hari ini tidak ada rujukan dari kitab untuk pemanfaatan bendera rasul dalam aktifitas nonperang.

TGB melihat simbol bendera Rasulullah berupa kalimat tauhid telah ada semenjak lama. Menurut dia, bendera Rasulullah sesungguhnya tidak dipamerkan dan dikibar-kibarkan tanpa argumentasi terang.

Loading...
loading...

“Saya sampai hari ini cek di seluruh khazanah, kitab. Saya belum pernah temukan narasi bendera rasul itu dikibarkan di Madinah dalam kondisi damai,” katanya dalam dialog di kantor Tunas Generasi Bangsa pada Kamis (25/10).

TGB bahkan baru menemukan rujukan pemanfaatan bendera Rasulullah tatkala keadaan perang. Ia heran dengan ormas user bendera Rasulullah sebab Indonesia bukan tengah berperang.

“Bendera (rasul) dipakai waktu perang badar ditaruh penanda ini tuh Tentara (rasul), saya bingung jika gitu, musuhnya siapa sekarang?” kata dia.

Ia mengungkapkan, pelarangan organisasi user bendera rasul sejatinya dikerjakan oleh negara lain. Menurut dia, pelarangan tersebut tentu mempergunakan unsur objektivitas.

Sebagaimana di Indonesia, proses pengadilan sudah ditempuh untuk mencegah organisasi user bendera Rasulullah. “Kubu itu dicegah di (Arab) Saudi, Mesir. Mungkin kisaran 20 negara. Apakah pemerintah di sana anti-Islam? Saya pikir bukan,” kata dia.

Untuk menghindari Perkara pembakaran bendera Rasulullah terulang, ia meminta seluruh pihak mengutamakan akal sehat. “Tidak usah ada pembakaran, lipat saja serahkan ke aparat. Jikalau proses hukum Penting, silakan saja. Jikalau tidak ada itu, ya, jadi hukum rimba,” kata dia.

Bendera bertuliskan kalimat tauhid kerap diidentikkan dengan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang telah dibubarkan. sebelum ini, pembakaran bendera itu terjadi waktu perayaan Hari Santri Nasional di Lapangan Alun-alun Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, pada Senin (22/10).

(republika/ suaraislam)

Loading...


Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :