TGB: Bendera HTI Tidak Dapat Dinisbatkan pada Bendera Rasulullah

TGB: Bendera HTI Tidak Bisa Dinisbatkan pada Bendera Rasulullah

TGB: Bendera HTI Tidak Dapat Dinisbatkan pada Bendera Rasulullah

JAKARTA – Eks Gubernur NTB TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) merespons insiden pembakaran bertuliskan kalimat tauhid di Garut, Jabar. Menurut dia tidak pas bila disebut bendera tersebut dikaitkan dengan bendera Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

“Kita seluruh wajib jujur dengan apa yang terjadi, saya pikir waktu kita bicara soal atribut bendera, tidak pas jikalau semata kita bicara bahwa, wah itu kan bendera Rasul, misalnya. Itu kan zaman Rasul bendera itu telah ada,” kata TGB di Jl Proklamasi no 53, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2018).

TGB menjelaskan dirinya sudah mengecek literatur soal bendera Rasulullah. TGB yang juga selaku ulama sekaligus cendikiawan muslim ini menjelaskan tidak pernah menemukan literatur yang menceritakan bendera Rasulullah dikibarkan di situasi damai.

“Saya sampai hari ini, saya mengecek di seluruh khazanah kitab-kitab hadis soal perjalanan Rasul, saya dari awal sampai akhir, saya belum pernah menemukan ada 1 narasi terkait dengan bendera Rasul itu dikibar-kibarkan di Madinah dalam kondisi damai, dalam kondisi damai, biasa-biasa, lalu bendera masa perang dikibarkan, itu tidak pernah ada. hingga sekarang saya nggak menemukan,” lanjut dia.

Polisi menyebut bendera yang dibakar tersebut ialah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi terlarang di Indonesia. TGB lalu Menyenggol soal HTI yang dicegah di negara lain.

Pelarangan tersebut tidak serta merta jadi sebuah sikap anti-Islam. Dia menyebut ada 20 negara yang mencegah, termasuk Turki, Arab Saudi, sampai Mesir.

“Tatkala kita bicara soal 1 kubu tertentu yang sering mempergunakan bendera itu, kubu itu tidak cuma dicegah di Indonesia. Kubu itu dicegah di Turki, Saudi, Mesir, mungkin lebih 20 negara. Apakah itu artinya pemerintah Turki anti-Islam? Apakah itu artinya pemerintah Saudi anti-Islam? Mesir anti-Islam? Tatkala mencegah kubu itu, untuk ada di situ saya pikir bukan. Jadi kenapa dicegah pasti ada argumentasi objektifnya,” terang dia.

Loading...
loading...

TGB menilai tidak semestinya kejadian pembakaran bendera itu disebut selaku penghinaan kepada bendera Rasul. Karena pada praktiknya, pengibaran bendera di luar konteks Pertempuran selaku sebuah kekeliruan.

Dia menambahkan, waktu ini Indonesia dalam kondisi damai. Oleh sebab itu pengibaran bendera tersebut tidak pas.

“Jadi menurut saya juga tidak mampu begitu saja kita bicara, wah ini artinya menghina bendera Rasul, tidak mampu menjelaskan seperti itu. Sebab pada praktiknya jikalau pun ada panji, itu panji pada waktu perang. Dan kita di Indonesia ini seperti yang berkali-kali saya sampaikan, Indonesia ialah tempat di bumi Allah yang paling aman dan damai di tengah perbedaan yang luar biasa tapi dipersatukan diikat ghirah kebangsaan,” paparnya.

“Ini situasi yang damai lalu lalu atribut yang dipakai pada waktu perang itu dipakai. Itu menurut saya terlalu tidak pas,” kata TGB.

meskipun sedemikian, TGB tetap tidak membenarkan aksi pembakaran bendera tauhid itu. Kalau bendera tersebut dikibarkan di luar konteks perang, ada baiknya dilipat diberikan ke penegak hukum.

“Tetapi saya tetap di tengah situasi apapun saya tetap menjelaskan tidak usah ada pembakaran sebab pasti ada kontroversi, dilipat saja serahkan pada penegak hukum jikalau ada proses hukum yang dirasa Penting, silakan diproses,” katanya. [ARN]


ArrahmahNews
Shared by Samsul Anwar

loading...

You might like

About the Author: Samsul Anwar

KOLOM KOMENTAR ANDA :