Tetap Ada Kemungkinan besar Pebedaan Penetapan Hari Raya Idul Fitri

PBNU: Kemungkinan Pebedaan Penetapan Hari Raya Idul Fitri Tetap Terbuka

Pebedaan Penetapan Hari Raya Idul Fitri – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) KH Said Aqil Siroj mengakui. Bahwa kemungkinan terjadinya perbedaan dalam penetapan Hari Raya Idulfitri tetap terbuka. “Namun itu tidak problem,” kata Said Aqil, Sabtu (4/9, 2010).

Menurut kyai asal Cirebon, Jawa Barat itu, persoalan perbedaan penetapan hari raya tak perlu dibesar-besarkan, apalagi hal itu bukan hal baru di tanah air. Dikatakan Said, hal ini problem kecil lantaran di antara negara Arab juga seringkali beda.
Organisasi Islam di Indonesia sejatinya sudah mencoba usaha untuk mengurangi kemungkinan perbedaan dalam penetapan hari raya, akan tetapi hal itu belum beberapa memperoleh hasil. “Usaha meminimalisir perbedaan tidak semudah itu, sebab beda dasar pijakan,” katanya.

NU meski menggunakan metode hisab di dalam penyusunan kalender Islam, dalam menetapkan jatuhnya hari raya tetap mengacu pada metode rukyat atau pengamatan secara langsung kepada bulan. “Kita juga mengerti hisab. Namun, mengacu hadits Nabi, masalahnya bukan ada bulan atau tak, tapi bulannya kelihatan apa tak. Ini acuan NU,” katanya, terkait kemungkinan pebedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri.

(IAN/Ant)
Liputan6.com, Jakarta: Kemungkinan Pebedaan Penetapan Hari Raya Idul Fitri Masih Tetap Terbuka.

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :