Ternyata Tidak Ada Penindasan Kepada Ahlussunnah di Iran

Website Islam Institute

Ahlussunnah di Iran – Sesungguhnya, sekarang ini keberadaan kaum Ahlussunnah di Iran, negeri Syiah, mampu dibilang bukan misteri lagi. Sungguh sebelumnya jadi misteri. Apalagi digemparkan oleh berita-berita yang mengambarkan bagaimana kaum Ahlussunnah di Iran dibantai, ditindas dan tidak bebas menjalankan ibadah sesuai madzhab Sunni.

Bagi kita yang mau mempergunakan akal sehat untuk berpikir, tidak mudah untuk percaya begitu saja atas berita-berita tersebut. Dan itulah misterinya, sehingga membikin kita bertanya-tanya apakah benar hal itu sungguh-sungguh terjadi di Iran? Bukankah Iran selama ini punya perhatian dan pembelaan yang besar kepada kaum Ahlussunnah di Palestina? Seperti ini juga kepada Suriah yang warganya ialah kebanyakan kaum Ahlussunnah, Iran begitu peduli dan membantu dalam berhadapan dengan serbuan kelompok-kelompok teroris.

Dalam hal ini sebaiknya supaya Ummat Islam Aswaja mempergunakan akal sehat yang brilian dan tetap sadar mengakui Syiah selaku sesama muslim. Sehingga tidak mudah menelan mentah-mentah begitu saja atas bermacam info yang sengaja dibuat salah. Tentunya mereka punya maksud, supaya kaum Ahlussunnah dan kaum Syiah tidak bersatu. 2 kubu Madzhab besar ini supaya bermusuhan, tetapi untungnya keduanya tidak mudah diadu domba.

Betapa sering kita menguping berita, masjid Sunni dibom sampai hancur. Lalu masjid Syiah dibom dan hancur pula. Saat Ummat Islam menguping info ini, maka yang terpikir bahwa orang Sunni ngebom masjid Syiah. Orang Syiah balas dendam ngebom masjid Sunni. Padahal, bukan seperti itu kejadiannya!

Terkait dengan kejadian seperti ini, di Irak bagian utara ada sebuah kampung namanya Filistin. Yang seluruh penghuninya ialah orang-orang salafi wahabi ekstrem. Dan bagian tokohnya ialah orang yang dibayar oleh Zionis Israel, dan Amerika. Publik figur ini sudah ditangkap, dan cara mengkapnya dengan cara luar biasa! Saat dia mempergunakan pesawat Amerika terbang melewati tapal batas Iran – Irak. Maka oleh Angkatan Udara Iran, pesawat dipepet, tawanan ditukar di udara, bukan di darat. Dan sekarang publik figur Wahabi tersebut telah ada dalam hotel prodeo di Iran.

Jadi merekalah yang menghancur-leburkan masjid-masjid Sunni, dan juga masjid-masjid Syiah di Irak. Dan ini juga terjadi di nagara-negara lainnya, seperti di Suriah, Mesir dan Libya. Bahkan yang paling menarik, ulama-ulama Sunni berbicara luar biasa. Wa bil spesial ulama-ulama mazhab Syafi’i dari Mesir, mazhab Syafi’i dari Suriah, dan mazhab Syafi’i dari Irak.

Para Ulama Sunni berbicra soal pembunuhan masal kaum Sunni dan Syiah oleh para teroris Wahabi. Mereka bilang begini, ‘Bahwa hitungan total Muslim Sunni yang dibunuh di Suriah, di Irak ataupun di Mesir. Jumlahnya jauh lebih beberapa dibandingkan Muslim Syiah. Begitu pula tiap-tiap rumah dan masjid bagi orang Sunni yang dihancurkan jauh lebih beberapa dibandingkan rumah dan masjid Muslim Syiah. Dan tiap-tiap rumah, atau masjid yang dihancurkan oleh orang-orang salafi wahabi takfiri di sana. Baik yang Ada di Palestina, Suriah, dan Irak semuanya dibiayai atau dibantu perbaikannya oleh Iran yang notabenenya Muslim Syiah.

Loading...
loading...

Ulama Ahlussunnah menanyakan, lalu di mana pasukan-pasukan Sunni? Kenapa bahan makanan, obat-obatan, pakaian, seluruh dikirim oleh Iran berikut dengan seluruh senjata, peluru, rudal untuk memerangi 2 sumber terorisme; Israel dan orang-orang Salafi Wahabi yang hobi mengkafirkan?

Muslim Ahlussunnah di Iran kisaran 20 juta jumlahnya. Di Iran jika Jumatan beberapa. Orang beberapa bicara sembarangan, berbohong, memfitnah, menjelaskan jika di Iran tidak ada shalat Jumat sebab tidak ada masjid Sunni. Padahal, masjid Sunni di semua Iran jumlahnya ada lebih 10.000 masjid. Semuanya dikelolao oleh 112 DKM, terdiri dari para Syaikh atau Kiyai, dan para ulama Sunni asli.

Warga Iran bagian Utara kebanyakan bermadzhab Sunni Syafi’i. Warga Iran bagian Barat, kebanyakan Sunni madzhab Hanafi. Lalu, di bagian mana di Iran ummat Islam tidak mampu Shalat Jum’at? Ulama Sunni dan Syiah di Iran saling memberikan Peluang untuk yang lainnya untuk jadi Imam. Bukankah ini persatuan Islam yang indah?  (http://liputanislam.com/liputan/persatuan-sunni-syiah-dalam-deklarasi-amman/)

 

Penulis Senior Kuwait: Tidak Ada Penindasan Ahlussunnah di Iran

Dalam tayangan sebuah Video yang dipublis oleh MAULA TV, ada Tanya Jawab menarik. Yang sekaligus jadi testimoni kondisi kaum Ahlussunnah di Iran. Nara sumbernya ialah seorang penulis senor Kuwait, Nashir Al-Abdali. Beriku ini terjemahan wawancaranya:

Tanya: Apa argumentasi Lawatan Anda ini (ke Iran) ?

Jawab: Banyaknya berita soal Iran dan soal usahanya untuk melebarkan sayap kekuasaan. Sebab itu saya merasa mesti mengunjungi ke Iran. Dan saya melihat semuanya berjalan normal.

T : Apakah benar kondisi di Iran seperti yang dikabarkan oleh media negara-negara Teluk soal Iran. Dan apa saja yang bisa jadi titik-tetik temu antara negara-negara Teluk dan Iran. Dan apakah di Iran … apa yang anda saksikan di sana?

J: Selama Lawatan saya, saya berjumpa dengan sejumlah pejabat, dan kami membahas soal keadaan di Iran.

Ke-1, Saya melihat keramahan bagi Lawatan tiap-tiap penduduk negara Teluk ke Iran. Tidak seperti yang dikabarkan oleh sejumlah chanel Televasi atau sejumlah media massa. Yang menyebutkan bahwa ada penolakan Lawatan penduduk negara Teluk. Dan bahwa ada usaha pelebaran kekuasaan Iran, dan bahwa Iran ialah musuh bagi negara-negara Teluk, dan sebagainya. Bahkan interaksi warga antara negara-negara Teluk dan Iran.

Ke-2, sudah tersebar isu bahwa terjadi penindasan kepada Ahlussunnah di Iran. Tetapi saya tidak melihat adanya penindasan ini. Kami berkunjung sejumlah masjid Ahlussunnah di daerah-daerah yang dekat dengan Turki. Dari mulai Teheran sampai Lawatan kami ke kota tabriz, yaitu Lawatan ke sejumlah desa yang kebanyakan penduduknya bermadzhab Sunni. Terletak di wilayah dekat turki. Di sana Ada masjid-masjid (Sunni) dan kami pun shalat di masjid-masjid Sunni. Ini bukti bahwa tidak penindasan seperti yang dikabarkan oleh media.  (AL)

Loading...

Simpan

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :