Terlibat Perkara Penghinaan Seksual Juru Bicara Netanyahu Mundur


David Keyes dan Netanyahu

TEL AVIV – Jubir media internasional Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, David Keyes, secara legal mengundurkan diri dari jabatannya 3 bulan sesudah tudingan penghinaan seksual dikenanakan terhadapnya.

Keyes, yang menyangkal tudingan tersebut, ke-1 kali mengambil cuti tanpa batas pada pertengahan September, tatkala The Times of Israel mengekspos penghinaan yang dilakukannya dengan mengutip 12 perempuan dimana mereka menggambarkan pola perilaku tidak pantas yang ditunaikan kepada diri mereka sendiri dan wanita-wanita lain, termasuk Soal 2 Perkara yang dapat dinilai selaku serbuan seksual.

Baca: Pentagon: Ada 20.348 Perkara Penyerbuan Seksual di Pos Angkatan bersenjata AS di Semua Dunia

Semenjak itu, 4 perempuan lagi sudah menghubungi The Times of Israel untuk mengeluhkan perilaku Keyes kepada mereka.

seusai publikasi surat berita Israel itu, Keyes menjelaskan bahwa seluruh tudingan itu terlalu menyesatkan dan beberapa dari mereka yang secara kategoris salah.”

Ia lalu menjelaskan bahwa dirinya mengambil cuti di tengah kegemparan untuk mencoba membersihkan namanya.

Baca: Ahed Tamimi, Pahlawan Remaja Palestina, Terancam Penghinaan Seksual

Pada 29 November, Komisi Dinas Sipil secara legal menutup pemeriksaan kepada Sangkaan kelakuan negatif kepada Keyes, menjelaskan tidak ada kekhilafan yang ditemukan di pihaknya yang akan memerlukan tindakan disipliner lebih detail.

Baca: Nyaris Setengah dari Perempuan Buruh AS Alami Penghinaan Seksual

Kepala Departemen Komisi Kedisiplinan, Guy David, menjelaskan dalam sebuah surat bahwa sebagian besar keluhan kepada Keyes terkait dengan periode sebelum ia mulai bekerja untuk Netanyahu, dan mengutip undang-undang tahun 1963 yang mengumumkan bahwa tindakan disiplin cuma bisa diambil kepada pelayan masarakat untuk perbuatan yang ditunaikan waktu mereka bekerja untuk negara.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, Keyes menjelaskan ia mengundurkan diri untuk “mengejar Kesempatan baru di bagian swasta”. (ARN)

Source link

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.