Terlibat Masalah dengan Rusia, Turki Gandeng Israel Lagi

Terlibat Masalah dengan Rusia, Turki Gandeng Israel Lagi Sebagai Teman Senasib

 

Pada 2013, Netanyahu menyatakan penyesalan atas insiden kapal Mavi Marmara yang menewaskan beberapa aktivis kemanusiaan Turki untuk Gaza. Namun, pembicaraan yang diusulkan untuk normalisasi hubungan kedua negara terhenti meskipun ada upaya mediasi yang dilakukan oleh, Barack Obama, Presiden Amerika Serikat.

 

 

Terlibat Masalah dengan Rusia, Turki Gandeng Israel Lagi.

Islam-Institute, TURKI – Ketakutan Turki terhadap Rusia telah membawa negara di bawah pimpinan Erdogan mendekat ke Israel. Turki memberi sinyal yang mengisyaratkann untuk menghidupkan kembali hubungan diplomatik dengan Israel yang rusak beberapa tahun. Sinyal dari Turki itu muncul setelah negara itu terlibat masalah dengan Rusia di awal Desember tahun ini.

Sebagai bagian dari kesepakatan awal memulihkan hubungan antara Turki dan Israel, sejumlah delegasi kedua negara melakukan pertemuan rahasia di Swiss. Rencananya, duta besar dari Turki dan israel akan kembali diaktifkan.

IB Times melaporkan, Jumat (18/12/2015), delegasi dari pihak Israel dipimpin oleh utusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Joseph Ciechanover, dan Penasihat Keamanan Nasional; Yossi Cohen. Sedangkan delegasi dari Turki dipelopori oleh diplomat top Kementerian Luar Negeri Turki, Feridun Sinirlioglu.

Turki dan Israel telah secara resmi mengakui bahwa ada pembicaraan rekonsiliasi yang sedang berlangsung. Tapi, mereka membantah telah mencapai kesepakatan apapun. Pembicaraan dimulai di Zurich sehari setelah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan kesediaannya untuk menormalkan kembali hubungan dengan Israel di tengah ketegangan antara Turki dengan Rusia.

Sebagai bagian dari kesepakatan awal, Israel telah setuju untuk membayar kompensasi USD 20 juta untuk korban tewasnya para para aktivis dalam bentrokan maritim tahun 2010. Sepuluh aktivis Turki penerobos Gaza dengan kapal Mavi Marmara tewas setelah pertempuran meletus antara armada Turki dan Angkatan Laut Israel di Mediterania, ketika para aktivis itu mencoba membuka blokir Angkatan Laut Israel.

Sejak insiden ituulah hubungan Turki dan Israel mengalami error. Namun, beberapa hari lalu, Erdogan memberi tiga syarat pada Israel jika ingin menormalkan hubungan dengan Turki. “Kami memiliki tiga (syarat); permintaan maaf – yang sudah dilakukan, kompensasi – yang belum terjadi, dan pencabutan embargo pada Palestina,” tulis surat kabar Yeni Safak, mengutip pernyataan Erdogan.

Seorang pejabat senior Israel kepada Haaretz, membenarkan ada upaya kedua negara untuk memulihkan hubungan diplomatiknya. Hanya saja masih belum ada solusi, terutama syarat dari Erdogan agar Israel mencabut embargo pada Palestina. ”Catatan Erdogan tentang prediksi normalisasi hubunga dengan Israel adalah pencabutan total blokade terhadap Gaza. Ada ide, tetapi tidak ada solusi untuk masalah ini atau mungkin belum. Ini tidak sederhana,” kata pejabat senior Israel itu, yang menolak diidentifikasi.

Pada 2013, Netanyahu menyatakan penyesalan atas insiden kapal Mavi Marmara yang menewaskan beberapa aktivis kemanusiaan Turki untuk Gaza. Namun, pembicaraan yang diusulkan untuk normalisasi hubungan kedua negara terhenti meskipun ada upaya mediasi yang dilakukan oleh, Barack Obama, Presiden Amerika Serikat. (AL/SFA/SN)

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :