Terdepan Jaga Ulama dan NKRI, Kenapa Ansor-Banser yang Kamu Musuhi?

Terdepan Jaga Ulama dan NKRI, Kenapa Ansor-Banser yang Kamu Musuhi?

Baju loreng yang dikenakan, topi dan sepatu bot yang menambah gagah perawakannya itu, dibeli dengan kocek sendiri, dengan cara mencicil seperak dua perak. Tidak banyak di antaranya dibelikan oleh satuannya menjelang apel siaga dan apel kesetiaan. Akan tetapi dengan full percaya diri tidak peduli bahwa seragamnya itu masih dalam tanggungan hutang.

Keterbatasan ekonomi tak menghalanginya guna memekikan Pancasila Jaya dan NKRI Harga Mati, sebagai komitmen Ansor Banser yang terus diusahakan, digelorakan dan dihunjamkan dalam dada. Meninggalkan anak istri dan keluarga untuk agama dan bangsa.

Begini spirit Mars Ansor di bait terakhir: “Bangkitlah bangkit putra pertiwi//Tiada gentar dada menuju muka//Bela agama bangsa negeri”.

Tegakkan yang adil hancurkan yang dzalim//Makmur seluruh lenyap yang nista//Allahu Akbar – Allahu Akbar//Pajar baja gerakan kita. Itulah tekad Ansor-Banser semuanya dipertaruhkan guna melawan ketidakadilan, kedzaliman dan segala sesuatu yang nista sebab bakal merendahkan derajat keagamaan dan insaniyah.

Kader Ansor-Banser yang sekarang mencapai 5 Juta tersebar di seluruh penjuru tanah air, tak sembarangan dalam berpikir dan bergerak. Pasti melalui restu para ulama, restu para kyai selaku pemegang otoritas keagamaan. Dalil-dalil dan hujjah dalam Al-Quran, Hadits dan qaul ulama yang tertulis dalam berjibun kitab kuning tak guna dipamerkan. Namun guna diamalkan guna menuntaskan banyak persoalan kehidupan.

untuk Ansor-Banser dalil-dalil itu tidak untuk dipamerkan, tetapi untuk diamalkan. Biarlah dinilai bodoh tak sanggup mendalil sebagaimana pasukan yang sering mengakui bela Islam, tapi substansinya ialah menegakan syariat dengan cara membumikannya dalam kehidupan ummat Islam Indonesia. Mau menolong korban banjir, tanah longsor, kebakaran dan bencana alam lainnya, tak perlu buka dalil dulu, tapi langsung bergerak cepat. Biarlah yang lain yang sibuk berdalil-ria, senantiasa sibuk apakah ada dalilnya dalam Al-Quran dan Hadits atau tidak? Kebangsaan dan kemanusianlah yang memanggil Ansor-Banser, sebab percaya agama pasti memandunya untuk itu.

Akan tetapi apa yang dipercayai dan diamalkan oleh Ansor-Banser semenjak kelahirannya 24 April 1934, akhir-akhir ini memperoleh tantangan yang tak sedikit. Malah berbuah cibiran, makian, hujatan, hinaan dan ada yang mengkafirkan (takfiri). Apa yang salah dilaksanakan Ansor-Banser? Padahal Ansor-Banser yang mempertahankan kemerdekaan dan merebutnya dari tangan kolonial. Nah organisasi tuan-tuan dan puan bahkan belum lahir. Membentengi Pancasila dan NKRI dari bahaya PKI, tetapi sayangnya kita dituduh menabrak HAM dan sesudah modern sekarang Ansor-Banser yang dinilai pro PKI?

Saat tuan-tuan dan puan meributkan asas tungal Pancasila sampai pecah belah organisasi anda seluruh, Ansor-Banser sesuai garus ulama dalam tubuh NU menerima dengan bulat bahkan mengangapnya Pancasila telah final guna bangsa ini. Ingat kelegowoan para pendiri bangsa ini (the founding father) menghapuskan 7 kata terakhir dalam sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa ialah bukti konkrit ketundukan NU, Ansor-Banser mengedepankan keperluan bangsa di atas segala-galanya. Namun apakah Islam sebagai hancur dan rusak? Malah sebaliknya Islam tambah kokoh di bumi nusantara.

Loading...
loading...

Dalam sejarah bangsa Ansor-Banser dan NU tak pernah tercatat selaku komunitas yang menentang pemerintah yang syah. Tak pernah melaksanakan pemberontakan (bughot) sebab itu larangan agama. Ada 8 kali pemberontakan kepada NKRI dan tak satupun NU terlibat didalamnya. (1). Pemberontakan PKI di Madiun (PKI Musso) Tahun 1948; (2). Pemberontakan Darul Islam (DI) dan Pasukan Islam Indonesia (TII); (3). Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI); (4). Pemberontakan Perjuangan Rakyat Semesta(Permesta), (5). Pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM); (6). Pemberontakan Gerakan Separatis Tragedi Nasional G 30 S/PKI Tahun 1965; (7). Pemberontakan Organisasi Papua Merdeka (OPM); dan (8). Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS).

Itu ialah sejarah buram anak bangsa ini dan lagi-lagi Ansor-Banser berdiri di garda terdepan membala NKRI tempat kita berpijak, tempat tumbuh dan berkembangnya Islam yang rahmatan lil alamin. Puan dan tuan pasti ingat saat ulama-ulama NU mengangkat Soekarno selaku waliyul amri bid doruri al-syaukah? Lagi-lagi itu ialah sikap NU menjunjung keperluan bangsa di atas kepentingan-kepentingan lainnya. Lalu kenapa Ansor-Banser yang kalian musuhi?

Hari-hari ini kita menyaksikan dan menguping modus baru pengingkaran kepada keutuhan NKRI dan kejayaan Pancasila bagaikan HTI, ISIS, Salafi Wahabi dan kelompok-kelompok yang anti Pancasila dan NKRI. Lalu Ansor-Bansor melaksanakan perlawanan, tidak untuk isi perut tetapi lagi-lagi untuk bangsa ini. Lalu apa yang salah dari kami Banser-Ansor? Percayalah jika puan-puan dan tuan-tuan mencintai dan menghendaki hidup rukun ala Islam Indonesia yang rahmatan lil alamin pasti sebagai sahabatnya Ansor-Banser. Tak mengangap dirinya yang paling benar dan mengkafirkan muslim lainnya itu rel yang diusahakan Ansor-Banser.

Kalau Puan-Puan dan Tuan-Tuan mencintai negeri ini dan merawatnya dengan bagus, pasti sebagai sahabatnya Ansor-Banser. Indonesia yang bhineka tungal ika ialah anugerah Tuhan YME. Indonesia yang warna-warni, dengan banyak back-ground suku, agama dan antar golongan ialah yang wajib kita pertahankan. Itulah yang garis perjuangan Ansor-Banser. Tak bakal ada ukhuwah yang dikorbankan, tak bakal ada Islam yang dinistakan dan tak bakal ada saudara sesama muslim di musuhi dan merangkul yang non muslim sebab yang ada ialah keperluan Indonesia yang majemuk.

Musuh tuan-tuan dan puan-puan ialah tidak Ansor-Banser tetapi kebodohan itu. Keterbelakangan dan sikap merasa diri dan kelompoknya yang paling benar. Bukankah Anda sering menyitir firman Tuhan dalam QS. Al-Hujurat:10, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman (mukminin) itu ialah bersaudara”, tetapi sayangnya ayat ini dipakai saat kalian terdesak dan mengangap saudaranya seagama dan sebangsa ini menistakan agama dan Islam. Wallahu a’lam bi al shawab.

Lapangan Banteng, 11 Desember 2017

Ruchman Basori, Ketua Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor

Sumber : MusliModerat.net

Terdepan Jaga Ulama dan NKRI, Kenapa Ansor-Banser yang Kamu Musuhi?

Loading...

Link

loading...

You might like

About the Author: Hakim Abdul

1 Comment

  1. wahai kaum Banser, sikat gangguan-gangguan itu, telah ada legalitas bagi anda. Semoga kalian jaya dalam membela Ahlus sunnah wal jama’ah, membentengi NKRI dan menjaga warisan berharga dari Rasulullah, yakni para ulama.

KOLOM KOMENTAR ANDA :