Tercyduk! Provokator Pembawa Bendera HTI yang Dibakar di Garut Ditangkap

Tercyduk! Provokator Pembawa Bendera HTI yang Dibakar di Garut Ditangkap

Tercyduk! Provokator Pembawa Bendera HTI yang Dibakar di Garut Ditangkap

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar dan Polres Garut mengamankan orang yang Disangka membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid, yang dibakar member Banser pada warning Hari Santri di Garut, Jawa Barat, Senin (21/10). Pembawa bendera berinisial U (20), penduduk Kabupaten Garut, diamankan polisi Kamis (25/10) kisaran pukul 16.00 WIB.

“Statusnya masih terperiksa,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, untuk para awak media di Mapolda Jabar, Kamis (25/10).

Menurut Truno, terperiksa U diamankan polisi di Jl Laswi, Kota Bandung. Penyidik mempunyai waktu 3 hari untuk menentukan status U tersebut. Waktu ini, kata dia, U masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolda Jabar.

Baca: Viral, Tantang Rizieq Shihab Kibarkan Bendera HTI di Mekah, Begini Janji Guntur Romli!

“Layak Disangka U yang membawa bendera HTI waktu upacara HSN di Limbangan. Kita masih melaksanakan pendalaman intens,” ujarnya yang cuma menggelar jumpa pers tidak lebih dari 5 menit.

sebelum ini, polisi akhirnya sudah menilai siapa pihak yang bersalah atas insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid dan oleh polisi dinyatakan selaku bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pascagelar perkara alat bukti, polisi mengambil keputusan bahwa pembawa bendera yang jadi pemicu atas insiden pada warning Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2018 di Kabupaten Garut itu.

Loading...
loading...

“Laki-laki penyusup inilah sesungguhnya orang yang sengaja ingin mengganggu aktifitas HSN yang legal dan bermaksud positif,” kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo untuk Republika.co.id, Kamis (25/10).

Baca: Ketum Muhammadiyah Himbau Tidak Ada Aksi Massa atas Pembakaran Bendera HTI

Dedi menerangkan, acara HSN dikerjakan di Alun-Alun Limbangan Kabupaten Garut pada Senin (22/10) lalu. Acara tersebut juga secara legal sudah memperoleh izin dari instansi kepolisian.

Banser sudah menekankan sebelumnya, bahwa semua peserta acara dicegah membawa atribut atau bendera selain bendera merah putih. Sebab, mereka berkomitmen HSN dihelat untuk maksud menaikkan ukhuwah Islamiyah, sikap Nasionalisme, dan tekad bulat pada NKRI dan Pancasila.

“Dalam penyelenggaraan upacara, pesan-pesan yang disampaikan juga sesuai maksud warning, menaikkan ukhuwah lslamiyah, sikap nasionalisme, tekad bulat pada NKRI dan tidak ada pesan yang bersifat buruk ataupun provokatif,” terang Dedi.

Di tengah aktifitas upacara itulah ungkap Dedi, ada seorang laki-laki menggunakan kopiah dan sarung serta membawa ransel yang Mendadak mengeluarkan bendera. Laki-laki tersebut lantas mengibarkan bendera yang Disangka milik HTI tersebut di tengah-tengah acara HSN.

Secara spontan lanjut Dedi, member Banser langsung menggiring laki-laki tersebut untuk keluar dari tempat upacara. Banser pun cepat melaksanakan introgasi kepada laki-laki tidak dikenal tersebut. “Hasil interogasi, laki-laki tersebut tidak membawa KTP, cuma mengklaim dari Cibatu, Garut, lantas diminta meninggalkan tempat,” kata Dedi.

sesudah laki-laki tidak dikenal itu meninggalkan alun-alun, member Banser secara spontan langsung membakar bendera tersebut. Dengan pertimbangan bahwa bendera tersebut ialah bendera milik organisasi HTI serta supaya tidak bisa dipakai kembali.

“Dari kontraksi kejadian tersebut, maka konstruksi hukumnya bahwa tindakan pembakaran tersebut ialah tindakan spontan selaku respons kepada tindakan seorang laki-laki yang mengibarkan bendera HTI di tengah upacara HSN,” jelasnya.

Dedi meneruskan, seandainya tidak ada laki-laki penyusup pembawa bendera, maka kejadian pembakaran tidak pernah terjadi. Sehingga kesimpulan sementara polisi, penyusup inilah yang jadi pemicu insiden tersebut.

(republika/ suaraislam)

Loading...


Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :