Tentara Yaman Sukses Gagalkan Serbuan Besar-besaran Gabungan Saudi di Pantai Barat

Tentara Yaman Sukses Gagalkan Serbuan Besar-besaran Gabungan Saudi di Pantai Barat

PANTAI BARAT – Setidaknya 120 prajurit bayaran Saudi mati dan ratusan cedera kala prajurit dan pasukan rakyat Yaman sukses mengusir infiltrasi berskala luas mereka di front pantai barat, pada Kamis malam.

Sumber di Kementerian Pertahanan Yaman menjelaskan terhadap kantor kabar SABA pada Jum’at (25/05), bahwa Infiltrasi pasukan gabungan Saudi guna menyerbu pasukan Yaman yang berlangsung dua hari dan didukung oleh serbuan udara dan laut itu berakhir dengan pelarian para prajurit bayaran, yang menderita kerugian besar bagus dalam hitungan total korban jiwa maupun peralatan berat mereka.

Baca: Presiden Mashat: Bangsa Yaman Berjuang Melawan Proyek Zionis Israel-Israel

Ia menambahkan bahwa pasukan angkatan bersenjata menghancur-leburkan lebih dari lima kendaraan angkatan bersenjata dan menyita peralatan angkatan bersenjata yang ditinggalkan oleh prajurit bayaran.

Kepala komite revolusioner, Mohamed Ali al-Houthi, memposting di halaman Twitter-nya, di mana ia mengkonfirmasikan tewasnya seluruh prajurit bayaran gabungan dalam batalyon tersebut, kala mereka mencoba guna menyerbu posisi pasukan gabungan Yaman di pantai barat.

Baca: Studi Zionis Israel: Tingkat Akurasi Tinggi, Rudal Yaman Amat Berbahaya

Al-Houthi mengumumkan penyesalannya atas nasib enggak terelakkan dari para prajurit bayaran yang wajib mati dalam batalyon itu, terutama di bulan suci Ramadhan. Ia menyalahkan gabungan asbab melibatkan para prajurit bayaran dalam pertempuran selama bulan suci bagi ummat Islam ini.

Pada bulan Maret 2015, Arab Saudi dan gabungan regionalnya, terutama Uni Emirat Arab dan Yordania, memulai agresi dan blokade kejam mereka atas Yaman. Kekejaman gabungan yang berlangsung selama 3 tahun sudah mematikan dan melukai lebih dari 600.000 orang Yaman. (ARN)


Tentara Yaman Sukses Gagalkan Serbuan Besar-besaran Gabungan Saudi di Pantai Barat

You might like

About the Author: Muhammad Zuhdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.