Home / Berita Suriah / Tentara Suriah Akan Tenggelamkan Kapal Charles de Gaulle

Tentara Suriah Akan Tenggelamkan Kapal Charles de Gaulle

Tentara Suriah Akan Tenggelamkan Kapal Charles de Gaulle dengan Rudal Jika Dekati Suriah

Brigadir Jenderal Mohammed Issa juga menegaskan bahwa lebih dari setengah tahun koalisi internasional pimpinan AS tidak mencapai hasil konkret dalam serangannya di wilayah Suriah. Tentara koalisi AS tidak melakukan serangan apa pun, bahkan serangan mereka adalah dukungan terhadap militan teroris untuk menghambat pasukan Suriah.

 

Jenderal Suriah : Kami Akan Tenggelamkan Charles de Gaulle Jika Dekati Suriah.

Islam-Institute, SURIAH– Brigadir Jenderal Mohammed Issa pada Selasa (10/11) menyatakan bahwa serangan udara Rusia telah meraih kesuksesan besar dalam menghancurkan benteng dan sarang organisasi teroris ISIS. Apa yang dilakukan Rusia selama sebulan dalam perang melawan ISIS tidak tertandingi oleh koalisi AS yang sudah hampir setahun memerangi ISIS. Karena sejatinya AS tidak sedang berperang melawan ISIS, bahkan bisa dikatakan sebagai pelindung ISIS dari serangan tentara Suriah selama ini, sebelum kedatangan pesawat-pesawat tempur Rusia.

Campur tangan itulah yang selama ini membuat tentara Suriah geram dengan pasukan koalisi AS. Mohammed Issa juga mengancam jika Perancis sebagai anggota Koalisi AS mengirimkan kapal induk pengangkut pesawat “Charles de Gaulle” guna berpartisipasi dalam operasi militer di Suriah maka tentara Suriah akan menghancurkan dan menenggelamkannya dengan rudal.

Insentifnya serangan udara Rusia pada organisasi teroris yang berbasis di tanah Suriah itu telah  berhasil menghancurkan 35% dari infrastruktur organisasi teroris ISIS dan itu sama saja dengan kegagalan kekuatan “koalisi internasional” yang dipimpin oleh AS.

Brigadir Jenderal Issa menjelaskan bahwa serangan udara pesawat Prancis pada fasilitas minyak di Suriah timur dilakukan tanpa persetujuan pihak berwenang Suriah. Ini merupakan pelanggaran terhadap prinsip kedaulatan nasional. Dan tentu saja melanggakar hukum internasional, karena mereka masuk wilayah Suriah tanpa izin.

Mohammed Issa juga menjelaskan bahwa pasukan koalisi internasional sama sekali tidak pernah menghancurkan tempat-tempat persembunyian ISIS atau organisasi teroris lainnya yang beroperasi di Suriah.

Sementara alasan pemboman Perancis ke instalasi minyak Suriah dilakukan sebagai bentuk balas dendamnya kepada pemerintah Suriah, yang menolak untuk memberikan Paris konsesi minyak di wilayahnya, tegas Mohammed Issa.

Brigadir Jenderal Mohammed Issa juga menegaskan bahwa lebih dari setengah tahun koalisi internasional pimpinan AS tidak mencapai hasil konkret dalam serangannya di wilayah Suriah. Tentara koalisi AS tidak melakukan serangan apa pun, bahkan serangan mereka adalah dukungan terhadap militan teroris untuk menghambat tentara Suriah. (Al/Sfa/Sputnik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Islam Institute, No Image Available.

Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi Agen MOSSAD dan Yahudi Tulen

Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi Agen MOSSAD dan Yahudi Tulen. Sejumlah media asing, diantaranya Veterans ...