Tembak MH17, Belanda dan Australia Minta Rusia Bertanggung Jawab

Tembak MH17, Belanda dan Australia Minta Rusia Bertanggung Jawab


loading…

THE HAGUE – Belanda dan Australia menjelaskan bahwa mereka meminta pertanggungjawaban secara hukum dari Rusia atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17. Pesawat nahas itu ditembak jatuh di atas wilayah timur Ukraina yang dilanda tempur hampir empat tahun lalu, mematikan 298 orang di dalamnya.Pengumuman oleh menteri luar negeri kedua negara datang sehari seusai penyelidik internasional mengumumkan bahwa sistem rudal yang menghancur-leburkan pesawat dengan rute Amsterdam-Kuala Lumpur itu berasal dari unit angkatan bersenjata yang berbasis di Rusia. Mereka menampilkan foto dan video dari media sosial yang melacak konvoi besar peluncur roket melalui Rusia.

Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok menjelaskan bahwa seusai kesimpulan itu, pemerintahnya sekarang mengambil langkah selanjutnya dengan secara formal meminta pertanggungjawaban Rusia.

“Belanda dan Australia hari ini meminta Rusia guna menggelar perbincangan yang bermaksud mencari jalan keluar yang bakal melaksanakan keadilan kepada kesengsaraan dan kerusakan luar biasa yang dikarenakan oleh jatuhnya MH17,” kata Blok dalam sebuah pengumuman terbuka.

“Langkah berikutnya yang bisa jadi ialah mengusulkan kasus ini menuju pengadilan atau organisasi internasional guna memperoleh keputusan dari mereka,” imbuhnya bagaikan disitat dari AP, Sabtu (26/5/2018).

Temporer itu Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop meminta supporting dari komunitas internasional atas langkah tersebut.

“Ini merupakan ancaman kepada keamanan internasional,” katanya.

“Kalau senjata angkatan bersenjata bisa dikerahkan dan lalu dipakai guna menjatuhkan pesawat sipil di tempat yang pada dasarnya ialah zona tempur, maka keamanan internasional berisiko dan kami meminta seluruhnya negara guna menginformasikan Federasi Rusia bahwa tindakannya tak bisa diterima,” tuturnya.

Loading...
loading...

Rusia sendiri membantah terlibat dalam serbuan rudal pada 17 Juli 2014 yang menghantam pesawat Boeing 777 dari langit pada ketinggian berkisar 10.000 meter di atas wilayah timur Ukraina yang dilanda tempur.

Mayat, puing-puing dan reruntuhan terbakar berserakan di atas ladang bunga matahari dekat desa Hrabove yang dikuasai pemberontak di wilayah Donetsk di timur Ukraina, berkisar 40 kilometer dari tapal batas negara Rusia, tempat pertempuran yang sudah berkecamuk selama berbulan-bulan.

Juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov, menolak tudingan itu. Dia menjelaskan bahwa Rusia sudah dicegah dari penyelidikan internasional dan dengan seperti inilah tak bisa mempercayai hasilnya. Dia pun menuduh Ukraina berkontribusi pada tragedi itu dengan tak mencegah lalu lintas udara sipil di atas zona tempur.

Kementerian Pertahanan Rusia menjelaskan bahwa fragmen roket yang ditampilkan oleh para penyelidik mempertunjukkan rudal buatan Soviet diproduksi pada 1986. Dikatakan angkatan bersenjata Rusia sudah menutup seluruhnya rudal kategori itu pada 2011.

Pengumuman terbuka itu menambahkan bahwa Ukraina mewarisi rudal tersebut dari serdadu Soviet, menambahkan bahwa fragmen yang ditampilkan oleh para penyelidik mempertunjukkan senjata itu bisa jadi akan besar milik pasukan bersenjata Ukraina.

Tembak MH17, Belanda dan Australia Minta Rusia Bertanggung Jawab

Loading...

[Surce]

loading...

You might like

About the Author: Muhammad Najib

KOLOM KOMENTAR ANDA :