Jasa Web Alhadiy
Analisis

Cegah Radikalisme dengan Tafsir Jihad Komprehensif

Cegah Radikalisme: Libatkan Khotib Jum’at dan Imam Masjid untuk Menjelaskan Tafsir Jihad Komprehensif

Penafsiran tentang jihad yang benar dan komprehensif harus disebar-luaskan ke seluruh penjuru Tanah Air Indonesia. Tujuannya jelas, yaitu untuk mencegah sekaligus membendung laju penyebaran radikalisme di tengah masyarakat. Kesalahan dalam menjelaskan makna jihad secara sempit adalah ketika makna jihad dimaknai secara leterlek dan tidak kontekstual.

Maka dari penjelasan makna jihad secara sempit, yaitu makna perang melawan kekafiran dan thogut, justru yang terjadi  adalah munculnya pemahaman yang keliru, sehingga bisa melahirkan paham radikal (radikalisme). Dari paham radikal inilah maka akan muncul tindakan-tidakan ekstrim yang bisa merusak kedamaian dalam masyarakat sehingga membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Selama ini saya lihat masih ada saja umat Muslim yang masih salah dalam menafsirkan masalah tentang jihad yang berdampak orang itu menjadi radikal,” kata Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), KH Zakky Mubarak, di Jakarta, Senin (10/8).

Nahdlatul Ulama (NU) dalam muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur, 1 – 5 Agustus 2015, secara khusus menyoroti perkembangan paham radikal di Tanah Air Indonesia yang dinilai menjadi ancaman bagi keutuhan NKRI.

“Jadi, para tokoh, dai, ulama dan imam masjid harus bisa menjelaskan atau meluruskan pemahamam Islam dan juga masalah jihad yang sebenarnya agar umat atau masyarakat tidak terpengaruh paham radikal yang disebarkan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab,” ujar Kiai Zakky Mubarak.

Pencegahan Radikalisme Bukan Semata Kewajiban Pemerintah

KH Zakky Mubarak, Imam Besar dan Dewan Pakar Masjid Agung Sunda Kelapa Jakarta memuji upaya pemerintah, termasuk melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dalam mencegah dan menangkal laju perkembangan radikalisme. Namun, menurut Kiai Zakky, upaya pencegahan radikalisme bukan semata kewajiban pemerintah, melainkan juga menjadi kewajiban masyarakat, terutama para tokoh dan pemuka agama.

Apa yang disampaikan KH Zakky Mubarak juga senada dengan yang disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IDI) KH Ahmad Satori Ismail. Menurutnya, ulama dan imam masjid berperan besar dalam membantu pemerintah melakukan upaya pencegahan menularnya paham radikal di tengah masyarakat. Sehingga tindakan ekstrim dan terorisme yang merebak dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), selama ini bisa diatasi dengan baik.

Kiyai Ahmad Satori menyambut baik dialog tentang ISIS, radikalisme dan terorisme yang digelar BNPT di Jakarta, Sabtu8 Agustus  lalu, yang melibatkan ulama dan imam masjid. Ia berharap kegiatan serupa digelar di tempat lain di seluruh tanah air Indonesia.

“Dialog seperti itu cukup baik sebagai upaya pencerahan atau memperkaya ilmu bagi kalangan imam masjid supaya tahu, dan jelas sebenarnya ISIS ini seperti apa dan bagaimana supaya umatnya tidak mudah terpengaruh terhadap ajaran-ajaran yang menyimpang,” ujarnya.

Memang seharusnya, para ustadz yang menjadi khotib Jum’at dan para imam masjid yang punya kedekatan hubungan dengan jamaah, tidak hanya memberikan pengetahuan tentang fikih dan akidah kepada jamaahnya. Tidak kalah pentingnya, mereka  juga perlu menjelaskan secara lebih komprehensif hal-hal yang berkaitan dengan makna jihad dengan cara yang tidak menyudutkan sesama umat Islam atau mengadu domba umat Islam. Sehingga penjelasan makna Jihad yang komprehensif akan menghasilkan paham yang benar sesuai ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

Untuk bisa menjelaskan pemahaman yang benar tentang Jihad secara komprehensif, maka untuk para khotib Jum’at dan para imam masjid perlu disediakan buku panduannya dan pelatihan. Sehingga mereka yang mengikuti pelatihan itu dapat menyampaikan apa yang mereka peroleh kepada para jamaahnya.

Dengan upaya-upaya ini diharapkan agar tidak ada di antara jamaah terjerumus dalam pemahaman radikal sehingga melakukan tindakan ekstrim yang merugikan banyak pihak. Lebih-lebih lagi jika mereka berkumpul menjadi kelompok yang besar akan bisa mengganggu kedamaian di tengah masyarakat atau bahkan bisa mengguncang keutuhan NKRI.  (al/Islam-Institute.com)

Jasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker