Tata Cara Pelepasan Calon jema’ah Haji

Tata Cara Pelepasan Calon Jamaah Haji

Tata Cara Pelepasan Calon jema’ah Haji

Sebelum calon haji berangkat ke embarkasi, biasanya dalam tradisi masarakat Indonesia diselenggarakan acara pelepasan atau “pamitan”. Tradisi ini sebetulnya telah dipraktikkan di jaman Rasulullah saw.

Dalam riwayat Ibn al-Sunni yang bersumber dari Ibnu Umar r.a. Beliau berkata: “sudah datang seorang anak muda menghadap Rasulullah saw. yang menyampaikan niatnya untuk berangkat haji. Lantas Rasulullah saw. berjalan mengiringi pemuda itu sambil berkata, “hai pemuda! Semoga Allah menambahkan ketakwaanmu dan menghadapkan wajahmu terhadap hal yang baik-baik serta mencukupi apa yang jadi angan-anganmu.”

menurut keterangan inilah para penyebar Islam di bumi Nusantara melakukan kebiasaan acara pelepasan calon haji. Tujuannya untuk mengingatkan bahwa travelling yang dikerjakan calon haji bukan travelling wisata atau mencari rejeki akan tetapi dalam rangka mendekatkan diri terhadap Allah swt.

Berikut ini ialah ritual acara pelepasan calon haji yang dapat dipertanggungjawabkan dalilnya.Pertama, berpamitan terhadap keluarga yang ditinggalkannya termasuk menitipkan pesan terhadap mereka. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Ibn Umar,  Nabi saw. bersabda: “sesungguhnya Allah kalau dititipi sesuatu maka Ia menjaganya.” (HR. Ahmad). Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah Saw. beliau bersabda: “Barangsiapa bermaksud melaksanakan travelling maka berpesanlah terhadap orang yang ditinggalkan..” (HR. Ibnu sunni).

Kedua, mengerjakan salat dua rakaat dengan niat salat safar (bepergian). Diriwayatkan dari al-Muqattam bin al-Miqdam as-Shahabi bahwa Rasulullah Saw. bersabda; “Tak ada yang lebih baik dari apa yang ditinggalkan seseorang yang hendak bepergian melainkan mengerjakan salat 2 rakaat di dekat (dalam rumah) mereka.” (HR. al-Thabrani).

Loading...
loading...

Ketiga, bersama-sama dengan keluarga yang ditinggalkan membaca surat-surat penting. Khususnya Surat Liilafi Quraisyin (Qs. Quraisy). Menurut Abu Hasan al-Quzwainy bahwa surat ini bertuah dapat menyelamatkan saban pembacanya dari segala mara bahaya. Pengalaman ini dinikmati langsung oleh Abu Thahir bin Jahsyawiyah yang diberi ijazah langsung Abu Hasan al-Quzwaini bahwa beliau selamat dalam travelling berkat membaca Qs. Quraisy.

Ke-4, dikumandangkan azan. Menurut Imam al-Bajuri dan ulama Syafiiyah lainnya, mengumandangkan azan untuk orang yang akan memulai travelling jauh ialah sunah. Dalam tidak sedikit riwayat Rasulullah mengajak sahabatnya untuk mengumandangkan azan tatkala berhadapan dengan situasi genting. Atas dasar itu pula, azan juga dibolehkan dikumandangkan bagi orang yang bepergian karena dikhawatirkan menemui hambatan dalam travelling.

Kelima, meminta untuk didoakan oleh orang-orang yang ditinggalkan. Dalam hadis yang diriwayatkan Anas r.a. bahwa suatu ketika Rasulullah kedatangan tamu yang hendak bepergian. Orang itu minta didoakan Nabi: “Semoga Allah menambahkan takwamu. Pria itu berkata: tambahkan doamu ya Nabi. Semoga Allah mengampuni dosamu. Pria itu kembali meminta supaya Nabi menambahkan doanya: Semoga Allah memudahkan urusanmu di manapun kau berada.” (HR. Tirmidzi).

Semoga tata cara pelepasan calon haji berguna terutama bagi para jamaah haji di tahun sekarang. Amiin.

Loading...

Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :