Target Licik Serbuan AS ke Prajurit Suriah

NEW YORK, Rusia mengungkap tujuan licik serangan AS ke tentara Suriah. Perubahan mendadak sikap AS untuk “membantu” pasukan Suriah dalam perjanjian berbarengan Rusia untuk memerangi ISIS di timur kota Deir Ezzur. Tetapi lalu berujung pada serbuan AS yang mematikan dan melukai puluhan pasukan Suriah. Yang lalu AS mengakui bahwa itu kekhilafan tak sengaja. Akan tetapi hal ini bagi Rusia tampak seperti kekhilafan yang disengaja. Pandangan Rusia ini diungkap utusan Rusia untuk PBB ke para awak media. Pada perjumpaan DK PBB yang berlangsung hari ini, Minggu (18/09).

“Hal ini terlalu mencurigakan. Bahwa Amerika Serikat memilih untuk melaksanakan serbuan udara ini spesial pada waktu ini,” kata Duta Besar Rusia, Vitaly Churkin.

 

 

Vitaly Churkin ungkap maksud licik serbuan AS ke pasukan Suriah

Vitaly Churkin mempersoalkan mengapa AS tiba-tiba memilih untuk “membantu” pasukan Suriah membela Deir ez-Zor sesudah bertahun-tahun. Mengingat bagaimana selama ini pasukan Amerika memilih cuma mengamati gerakan para teroris. Dan tak melaksanakan “apa-apa tatkala ISIS maju menguasai Palmyra.”

“Itu cukup signifikan dan tak mungkin sebuah kecelakaan. Bahwa hal itu terjadi cuma dua hari sebelum kesepakatan Rusia – Amerika semestinya sampai pada power full,” tambah Churkin.

Churkin juga mempersoalkan mengapa AS mengambil keputusan untuk merahasiakan dan tak mau berbagi ke publik atau bahkan ke Dewan Keamanan. Yaitu mengenai teks kesepakatan AS – Rusia yang sudah dicapai di Jenewa. Sebelum lalu Churkin membacakan sendiri dua pasal dari dokumen itu. Pertanyaan-pertanyaan ini yang lalu mengungkap maksud licik serbuan AS ke pasukan Suriah.

Pembukaan dokumen yang ditandatangani oleh kedua negara pada 9 September berbunyi bahwa AS dan Rusia bersiap untuk melaksanakan “usaha berbarengan”. Demi menstabilkan situasi di Suriah. Dengan penekanan spesial pada wilayah Aleppo, dan akan memisahkan power oposisi moderat dari front Al-Nusra.

Bagian kedua, yang dibacakan oleh Churkin. Berbunyi bahwa maksud dari Kubu Implementasi Bareng (JIG) ialah untuk “mengaktifkan perluasan koordinasi ” antara AS dan Rusia. Demi bekerja sama untuk mengalahkan Jabhat Al-Nusra dan ISIS serta menyokong proses transisi politik (di Suriah).

“Awal kerja Joint Implementation Group (JIG) semestinya berlangsung pada 19 September. Jadi kalau AS ingin melaksanakan serbuan efektif pada Al-Nusra atau ISIS, di Deir ez-Zor. Atau di mana pun, mereka mampu menanti dua hari lagi. Dan berkoordinasi dengan angkatan bersenjata kami dan memastikan bahwa mereka menyerbu pihak yang tepat.”

“Sebaliknya mereka memilih untuk melaksanakan operasi sembrono ini,” kata Churkin.

Inilah maksud licik serbuan AS ke pasukan Suriah

Churkin juga menulis bahwa AS sudah menyuarakan keprihatinannya atas situasi kemanusiaan di Suriah. Mengakui bahwa sebab itu, “tak ada alasan untuk mulai menerapkan pengaturan dari Joint Implementation Group”. Tetapi pemerintah Suriah sudah menyingkirkan seluruh rintangan untuk menyampaikan sokongan kemanusiaan. Sampai AS tak punya alasan menghentikan atau menunda tanggal dimulainya JIG ini.

“Jadi, mampu jadi, kita mampu menyimpulkan. Bahwa serbuan udara ini sudah sengaja dilaksanakan dalam rangka menciptakan ketidakpercayaan pada operasi Joint Implementation Group. Dan untuk melarang hal ini ditetapkan,” kata Churkin. ”Ialah mungkin bahwa Amerika Serikat sedang mencoba untuk menyembunyikan fakta kalau mereka sungguh-sungguh tak mampu mengontrol situasi. Bahwa mereka membiarkan situasi untuk keluar dari kendali.”

Jadi, begitulah maksud licik serbuan AS ke pasukan Suriah menurut Churkin. Vitaly Churkin berbicara ke awak media sesudah sempat meninggalkan rapat tertutup Dewan Keamanan PBB , yang diselenggarakan oleh Moskow. Untuk memberikan kesempatan pada Washington supaya memberikan penjelasan atas tindakan militernya.

Akan tetapi, alih-alih membicarakan problem ini. Bahkan Duta Besar AS Samantha Power cepat meninggalkan ruangan untuk menemui pers dan menuduh Rusia munafik.

Percekcokan diplomatik pun makin intens sesudah Pusat Komando AS (CENTCOM) mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan. Bahwa, walaupun serbuan udara itu tak disengaja. AS mengklaim bahwa sebelumnya mereka sudah memberitahu Rusia terkait rencana serbuan.

Rusia cepat membantah keras pengakuan tersebut. Dan menyebut bahwa pihaknya sama sekali enggak diberitahu rencana serbuan. Hal itu tak masuk akal, sehingga mampu dilihat apa tujuan licik serangan AS ke tentara Suriah.

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :