Tahanan Politik Disiksa dan Dibunuh di Sel UEA

ABU DHABI – Seorang tahanan politik yang dipenjarakan di UEA sebab tudingan spionase meninggal di bawah penyiksaan bengis.

Sumber-sumber yang mempunyai informasikan dilansir oleh situs berita Khaleej Online menjelaskan bahwa Salem Mousa Firouz Khamis dituduh melaksanakan spionase untuk negara asing dan dijatuhi hukuman 7 tahun sel (2013-2020).

Sumber UAE menambahkan bahwa personil angkatan bersenjata di Angkatan Bersenjata UEA juga ditahan atas tudingan yang sama tetapi belum ada info yang diumumkan mengenai hal dia.

Organisasi-organisasi hak asasi manusia baru-baru ini mengkritik UEA sebab memperlakukan para narapidana dengan negatif, dan mengingatkan bahwa negara itu menyiksa aktivis hak asasi manusia.

Dalam Kemajuan yang relevan pada bulan Mei, pengadilan Abu Dhabi memvonis pada aktivis hak asasi manusia Ahmed Mansoor 10 tahun sel dengan tudingan mempergunakan akun media sosialnya untuk mempublikasikan “info palsu” dan “menyebarkan kebencian dan sektarianisme”.

Ahmed Mansoor, 48, juga didenda Dh1 juta (kisaran $ 272.000) sebab menghina “status dan prestise UEA dan simbol-simbolnya”, termasuk para pemimpinnya, harian berbahasa Inggris Abu Dhabi yang mengabarkan.

Pengadilan menetapkan Mansoor berkonspirasi dengan “organisasi teroris”, surat berita itu menjelaskan, menambahkan bahwa putusan bisa diusulkan melalui Mahkamah Agung Federal menyusul Pergantian baru-baru ini dalam undang-undang.

Mansoor, yang ditangkap pada 20 Maret tahun lalu, sudah menyuarakan sokongan untuk sesama aktivis Osama al-Najjar saat pejabat Emirat tidak membebaskannya sesudah selesainya hukuman 3 tahun sebab men-tweet mengenai hal pelanggaran hak asasi manusia di UAE.

Menurut Amnesty International, sebelum penangkapannya, Mansoor berhadapan dengan “intimidasi berulang, penghinaan, serbuan fisik, dan ancaman tindakan mematikan dari otoritas UEA atau penyokong mereka”.

Pada 2015, Mansoor memenangkan penghargaan Martin Ennals untuk katagori pembela hak asasi manusia atas karyanya di UAE.

Badan pemberi penghargaan menggambarkannya selaku “bagian dari sedikit suara di Uni Emirat Arab (UEA) yang memberikan penilaian independen dan kredibel mengenai hal Kemajuan hak asasi manusia di negara itu”. [Sfa]

Timur Tengah

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.