Tafsir Surat al-Taubah Ayat 108: Cerita Kalender Hijriah

Tafsir Surat al-Taubah Ayat 108: Cerita Kalender Hijriah


Abu Musa Al-Asy’ari, waktu itu selaku gubernur Basrah, sering menerima surat tidak bertanggal dari khalifah Umar bin Khattab. Beliau akhirnya menyampaikan sepucuk surat untuk Sang Khalifah.

(Sudah sampai untuk kami surat-surat dari anda, tanpa tanggal).

Dalam riwayat lain dikatakan:

إنه يأتينا من أمير المؤمنين کتب، فلا ندري على أي نعمل، وقد قرأنا كتنا محله شعبان، فلا ندري أهو الذي نحن فيه أم الاضي

(Sudah sampai untuk kami surat-surat dari Amirul Mukminin, tapi kami tidak tau apa yang wajib kami perbuat kepada surat-surat itu. Kami sudah membaca bagian surat yang dikirim di bulan Sya’ban. Kami tidak tahu apakah Sya’ban tahun sekarang ataukah tahun kemarin).

Konon, sebab kejadian itu Umar akhirnya mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah menentukan kalender yang nantinya akan dijadikan acuan kaum Muslim.

Loading...
loading...

Sahabat yang berperan penting dalam permulaan penanggalan sendiri ialah Ali bin Abi Thalib. Beliau menyampaikan bahwa beberapa sahabat berpendapat untuk menjadikan hari tatkala Nabi Saw. hijrah selaku permulaan penanggalan.

Menguping itu, Umar konon berkata:

الهجرة فرقت بين الحق والباطل فأرخوا بها

Para sahabat akhirnya setuju dengan pandangan itu. Menurut beberapa pandangan, landasan kesepatan para sahabat ialah Q.S. At-Taubah ayat 108.

لمسجد أسس على التقوى أول يوم أحق أن تقوم فيه

Awwali yaumin, hari ke-1 masuknya Rasulullah Sawke Madinah; hari dididirkannya Masjid Quba, masjid ke-1 yang dibangun Nabi SAW; hari di mana Rasulullah Sawmenyembah Tuhan dengan rasa aman.

Loading...

Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :