Tafsir Q.S At-Tiin Ayat 1-3: Buah Tin, Zaitun, Bukit Sinai, dan Negeri yang Aman

Tafsir Q.S At-Tiin Ayat 1-3: Buah Tin, Zaitun, Bukit Sinai, dan Negeri yang Aman


Berbicara soal Q.S At-Tiin, telah dipastikan pikiran kita akan tertuju pada 2 nama buah; yaitu buah tin dan buah zaitun. 2 nama buah yang disebut Al Quran ini rupa-rupanya mempunyai beberapa sekali kandungan nutrisi dan gizi yang amat berkhasiat dalam mengobati bermacam kategori penyakit.

Kali ini kita tidak akan membicarakan soal khasiat dari buat tin dan zaitu; akan tetapi kali ini akan membicarakan soal penafsiran dari Q.S At-Tiin 1-3. Dalam Surat ini ada hal yang menarik untuk dikaji. Kira-kira sisi yang manakah yang menarik? Mari kita kaji bersama-sama.

Kali ini kita akan mengkajinya dengan mempergunakan kitab Tafsir Jalalain karya Jalaluddin Muhammad bin Ahmad Al Mahalli dan Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakar As Suyuti. Sekaligus kita akan mengkajinya mempergunakan buku Atlas Al Quran karya Syauqi Abu Khalil.

Ayat ke-1 Q.S At-Tiin berbunyi

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ (1)

“Untuk buah tin dan buah zaitun” (1)

Dalam kitab Tafsir Jalalain ayat ke-1 ini, pengarangnya memberikan penafsiran selaku berikut:

  أي المأكولين او جبلين بالشام ينبتان المأكولين

Yang artinya: “2 makanan (buah tin dan zaitun) atau 2 gunung yang terletak di negeri Syam yang ditumbuhi 2 makanan (buah tin dan zaitun”.

Sementara itu dalam buku Atlas Al Quran, ayat ini berpatokan pada negeri Syam secara umum dan Baitul Maqdis secara spesial. Tempat dimana buah tin dan zaitun tumbuh. Seakan-akan Allah SWT bersumpah atas nama risalah yang diturunkan untuk Nabi Isa Al Masih putra Maryam AS.

Berikutnya pada ayat ke-2 Q.S  At-Tiin Allah SWT berfirman

وَطُورِ سِينِينَ (2)

“Untuk bukit Sinai”(2)

Ayat ke-2 surat At-Tiin ini dalam kitab Tafsir Jalalain ditafsiri selaku berikut:

الجبل الذي كلم الله تعالى عليه موسى ومعنى سينين المبارك أو الحسن بالأشجار المثمرة

Yang artinya: “(Dan untuk bukit Sinai) nama sebuah bukit tempat sewaktu Allah swt. berfirman untuk Nabi Musa. Arti lafal Siiniina ialah yang diberkahi atau yang baik sebab mempunyai beberapa pohon yang menghasilkan buah”.

Sementara dalam  Atlas Alquran , Bukit Sinai Ada di Sinai. Seakan-akan Allah SWT bersumpah atas nama risalah yang diturunkan  untuk Nabi Musa AS di Bukit Sinai. Kata Siniin didalam ayat ini artinya yang diberkahi.

Berlanjut pada ayat ketiga

وَهَٰذَا ٱلْبَلَدِ ٱلْأَمِينِ (3)

“Dan untuk kota (Mekah) ini yang aman” 

Ayat ketiga surat At-Tiin ini dalam kitab Tafsir Jalalain ditafsiri selaku berikut:

مكة لأمن الناس فيها جاهلية وإسلام

Artinya: “(Dan untuk kota ini yang aman) yaitu kota Mekah, dinamakan kota aman sebab orang-orang yang tinggal di dalamnya merasa aman, baik pada zaman jahiliah maupun di zaman Islam”

Dalam buku Atlas Al Quran ayat ketiga ini berpatokan pada kota Mekah Al mukarromah, tempat dimana risalah diturunkan untuk Nabi Muhammad SAW.

Dalam semiotika bahasa, bahasa Adalah tanda yang mempunyai arti. Kalau Al Quran yang berbahasa arab ini kita analisis mempergunakan semiotika bahasa; maka Q.S At-Tiin ayat 1-3 ini menandakan bahwasannya Allah SWT bersumpah atas 3 risalah  yang diturunkan untuk Nabi Musa AS, Isa AS, dan Muhammad SAW.

Kalau begitu maka surat ini tidak mengandung cuma masalah buah tin, zaitun, bukit sinai, dan negeri yang aman saja; melainkan ayat ini mengandung ruhul ukhuwah (ghirah brothership) diantara para nabi. Jadi pada dasarnya risalah yang diterima oleh para nabi ialah sama, cuma saja lantas syariatnya yang berbeda-beda.

Wallahu A’lam

Source by Ahmad Naufal

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :