Tabarruk ke Mereka yang Tulus

Tabarruk kepada Mereka yang Tulus

Tabarruk ke Mereka yang Tulus

Yang ada dalam foto ini ialah Ajengan Aa Fuad dari Cipasung. Beliau kiyai muda yang full ilmu dan tawadlu’. Foto ini saya dapatkan dari kiai Ahmad Nadhif Abdul Mudjib dan lantas beliau dawuh supaya saya memviralkannya. Jadi saya bikinlah tulisan agak panjang ini.

Pria gagah yang menggunakan seragam doreng hijau dan bertopi agak melenceng itu ialah Tentara Banser, Barisan Ansor Serbaguna, anak buahnya Gus Yaqut Cholil Qoumas yang mana pasukannya tersebar di semua penjuru Nusantara.

Banser Adalah Tentara Pasukan Nahdlatul Ulama yang mempunyai jiwa patriotisme, nasionalisme, religious sekaligus mempunyai akhlak yang amat terlalu mulia. Saya pernah bisa cerita bahwa ada seorang Banser yang terlalu tawadhu. Saking tawadhunya Banser tersebut, ditenndang, dicaci-maki, diludahi oleh Kyainya, dia diam saja. Tidak pernah melawan, tidak pernah sekalipun marah bahkan ingin balas dendam. Banser tersebut walau telah diperlakukan sedemikian rupa oleh kyainya, tetap saja hormat dan ta’dzim ke kyai tersebut. hingga pada akhirnya Banser itu jadi orang berhasil. Dia percaya bahwa Kyainya cuma mengetes sejauh mana sikap tawadhu’nya.

Begitu juga di media sosial. Difitnah, dicaci-maki dan dikatai sedemikian rupa, bagi Banser telah Adalah hal biasa. Mereka menganggap biasa kalau cuma pribadi mereka yang dijadikan target bullying. Akan tetapi saat telah menyangkut nama kiai, NU dan NKRI, apapun siap mereka korbankan, sekalipun nyawa yang jadi sasaran.

Loading...
loading...

Banser saya akui sungguh hebat.

Mereka terlalu setia ke Kyainya. Apapun yang diperintahkan kiai, mereka Sami’na wa atho’na, tanpa menunda-nunda, langsung lakukan perintah sembari berkata ‘Siap 1 komando!’ atau ‘Siap 86!’.

Banser amat tulus menjaga NKRI.

Kalau Banser tidak tulus, pasti mereka telah meminta ganti rugi atas banyaknya korban yang meninggal sebab melawan PKI. Banser mampu saja meminta gaji ke negara sebab mereka ikut serta menjaga NKRI. Akan tetapi tidak, sekalipun tidak pernah! Mereka tidak butuh uang. Bukan sebab mereka telah punya uang. Akan tetapi saat mereka berkegiatan, yang mereka harapkan ialah Ridho dari kiai, lebih dari sekedar materi. Dan alhamdulillah, tidak pernah ada dalam sejarah, Banser kelaparan. Rejeki Hadir dari manapun tanpa terduga, begitu kata para Banser yang sering saya tanya.

Banser selaku tameng NU dan NKRI, telah sepatutnya kita hargai dan apresiasi sebab keuletan, kejujuran dan keikhlasan mereka dalam menjalankan tugas. Banser ialah pahlawan tanpa tanda jasa yang sejatinya.

Apresiasi tertinggi dariku ke mereka yang dengan ikhlasnya mencintai, menjaga dan menjaga agama, bangsa, negara serta Nahdlatul Ulama.

Untukmu kakak-kakakku Banser NU, semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungimu tiap waktu, tiap helai nafasmu, tiap kedip matamu, tiap detak jantungmu, dan tiap langkah kakimu. Moga Allah senantiasa bersamamu. Tetaplah antusias untuk jadikan Indonesia lebih bermartabat! Gelorakan antusias cinta dan #kitainisama pada semua elemen bangsa. Jangan ada lagi diskriminasi, intimidasi, presekusi dan intoleransi yang cuma akan membikin gaduh negeri ini.

Ghirah senantiasa, Salam full cinta dariku

Adikmu

Vinanda Febriani, Siswi kelas XII di MA Ma’arif Borobudur

Selasa. 23 Oktober 2018.

(suaraislam)

Loading...


Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :