Syarat Iran Tetap di JCPOA

Hassan Rouhani dan Yukiya Amano

Syarat Iran Tetap di JCPOA

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani ketika berjumpa dengan Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Yukiya Amano di Wina menekankan, “Kalau hak bangsa Iran Nggak diakomodasi di Rencana Aksi Bareng Komprehensif (JCPOA), maka dalam keadaan apapun kami bakal memutuskan baru.”

Rouhani Rabu (4/7) di akhir safarinya ke Wina, Austria berjumpa dengan Amano dan menerangkan, JCPOA sebuah prestasi bagi diplomasi dan IAEA serta berlanjutnya kesuksesan ini tergantung pada keseimbangan komitmen seluruh pihak yang terlibat di kesepakatan nuklir.

 

Senada dengan Rouhani, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif Rabu malam di tweetnya menjelang sidang komisi bareng JCPOA tingkat menlu di Wina mecatat, komitmen kepada kesepakatan nuklir sudah terungkap dengan terang dan semestinya tekad ini juga wajib terlaksana.

 

Perjumpaan yang akan datang komisi bareng JCPOA di Wina merupakan sidang penting bagi Eropa demi memperlihatkan seberapa besar dan apakah sokongan mereka kepada kesepakatan nuklir sungguh-sungguh bakal teralisasi menyusul keluarnya AS dari JCPOA.

 

Semenjak keluarnya Amerika dari kesepakan nuklir pada 8 Juni 2018, Eropa selalu memperlihatkan sikap menyokong JCPOA dan juga menunjukkanya dalam bentuk tekad diplomatik. Akan tetapi yang terpenting bagi Iran ialah langkah praktis Eropa dan sekarang ultimatum Iran terhadap mereka bakal cepat berakhir.

Iran-Eropa

 

Berbagai kabar yang ada memperlihatkan bahwa Eropa bakal mengusulkan paket intensifnya demi tetap berada di JCPOA terhadap Iran hari Jumat ini. Paket intensif ini wajib sesuai dengan koridor yang ditetapkan oleh Rahbar Iran, Ayatullah Khamenei. Di antaranya ialah pembelian minyak Iran, hubungan perbankan Eropa-Iran, dan penentangan nyata kepada sanksi Amerika.

 

walau sampai sekarang kemajuan demi mempertahankan JCPOA belum sesuai standar yang diinginkan, tetapi parlemen Eropa hari Rabu malam menyokong rencana perdagangan dan kerja sama bank investasi Eropa dengan Tehran. Ini merupakan indikasi positif di sikap Eropa yang ingin mempertahankan kesepakatan nuklir.

 

Dalam hal ini Sergey Ryabkov, Deputi menlu Rusia hari Selasa (3/7)sambil menerangkan kemajuan yang diraih demi mempertahankan kesepakatan nuklir dengan Iran, meski belum seperti yang diinginkan mengakatan, menjaga kepentingan ekonom Iran dihadapan sanksi Amerika bakal dibicarakan di perjumpaan hari Jumat para menlu enam negara di perjanjian nuklir.

 

Republik Islam Iran dalam lobinya dengan pihak Eropa demi meraih jaminan praktis sudah bertindak secara realistis dan Nggak cuma cukup dengan sekedar sikap politik trioka Eropa. Yang ditekankan Iran ialah langkah praktis demi menyelamatkan JCPOA tanpa AS, sehingga isu penjualan minyak Iran dan transaksi perbankan, saat sanksi Washington anti Tehran kembali dipulihkan, terjamin. Dengan kata lain, pencabutan sanksi Iran merupakan bagian tidak terpisahkan dari JCPOA dan Eropa wajib komitmen demi terus memberikan jaminan bakal kelanjutan pencabutan sanksi tersebut.

 

Ancaman Presiden AS Donald Trump demi meningkatkan sanksi kepada Iran, membikin perusahaan besar Eropa ragu-ragu meneruskan kerja samanya dengan Iran, serta mulai beredar desas desus bahwa perusahaan ini ingin mengakhiri kerja samanya dengan Tehran.

 

Hal ini Nggak selaras dengan tekad diplomatik Eropa demi tetap mempertahankan JCPOA. Oleh sebab itu, menlu Iran di hari-hari terakhir ultimatum Tehran terhadap Eropa menekankan tekad pihak Eropa di JCPOA wajib sebagai langkah praktis.

 

walau sampai sekarang secara nyata belum ada perspektif yang terang mengenai langkah Eropa demi mempertahankan JCPOA, tetapi sidang hari Jumat komisi bareng JCPOA di Wina  tidak banyak tidak sedikit bakal memperjelas hal in ini. Dan kalau keadaan yang ada Nggak memuaskan Iran, maka perubahan keadaan ketika ini bakal sebagai bagian opsi Tehran.

 

Maksud strategis AS ialah keluarnya Iran dari JCPOA, tetapi dengan keputusan strategi mendasar dan rasional Tehran, maka bola sekarang berada di lapangan Eropa sehingga mereka dapat memperlihatkan terhadap pemain independen, seberapa besar mereka melaksanakan langkah-langkah demi mempertahankan prestasi diplomatik dunia. (MF)

 

Source by Hakim Abdul

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :