Suriah Tidak Akan Izinkan Idlib Berganti Jadi Sarang Teroris

Suriah Tidak Akan Izinkan Idlib Berubah Menjadi Sarang Teroris

Suriah Tidak Akan Izinkan Idlib Berganti Jadi Sarang Teroris

NEW YORK – Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar al-Ja’afari menjelaskan pemerintahan Suriah tidak akan mengizinkan teroris Takfiri yang disponsori AS dan sekutunya merubah provinsi Idlib jadi surga baru bagi diri mereka sendiri.

“Idlib ialah bagian dari Suriah, dan itu wajar bagi pemerintah Suriah untuk memerangi terorisme dan mengusirnya serta membangun kedaulatan full atas tanahnya,” kata Ja’afari pada perjumpaan Dewan Keamanan PBB (UNSC) di New York City pada hari Jumat.

menurut Komitmen yang dicapai sesudah perjumpaan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan timpalannya dari Rusia, Vladimir Putin di kota wisata Laut Hitam, Sochi pada 17 September, seluruh anggota milisi di zona demiliterisasi, yang mengelilingi Idlib dan juga bagian dari provinsi yang berdekatan seperti Aleppo dan Hama, semestinya menlucuti senjata berat mereka pada 17 Oktober, dan kubu Takfiri wajib mundur pada 15 Oktober.

Front Nasional untuk Pembebasan Suriah ialah aliansi anggota milisi Inti yang Disokong Turki di wilayah Idlib, tetapi kubu teroris Takfiri Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang Adalah gabungan faksi bersenjata yang tak sama, sebagian besar terdiri dari Jabhat Fateh al-Sham, memegang sebagian besar provinsi dan zona peyangga.

HTS, yang dikatakan mengendalikan kisaran 60 % dari provinsi Idlib, belum merilis pendiriannya pada Komitmen zona penyangga.

Diperkirakan antara 10.000 dan 15.000 member faksi yang tak sama dari kubu bersenjata, yang dinilai aktif oleh Suriah, Rusia dan Turki, yang Adalah rumah bagi kisaran 3 juta warga.

Rusia percaya bahwa zona penyangga akan membantu menghentikan serbuan dari anggota milisi berbasis Idlib pada posisi prajurit Suriah dan pangkalan angkatan bersenjata Rusia di wilayah flashpoint.

AS tidak melaksanakan apapun di Suriah

Loading...
loading...

Ja’afari menambahkan bahwa gabungan pimpinan AS yang konon memerangi kubu teroris Takfiri Daesh “menargetkan apa pun di Suriah tetapi bukan kubu teror.”

“Kami terkejut bahwa Utusan Spesial PBB untuk Suriah (Staffan de Mistura) sudah melalaikan kejahatan gabungan ini kepada rakyat Suriah. Gabungan internasional pimpinan AS yang tidak resmi terus melaksanakan kejahatan di Suriah, yang terakhir di desa-desa al-Sousa dan al-Bubadran, di mana 62 penduduk sipil kehilangan nyawa mereka,” kata duta besar Suriah untuk PBB.

Gabungan pimpinan AS sudah melaksanakan serbuan udara kepada apa yang diklaim selaku target Daesh di dalam Suriah semenjak September 2014 tanpa izin dari pemerintah Damaskus atau mandat PBB.

Aliansi angkatan bersenjata sudah berkali-kali terbukti menargetkan dan menghabisi penduduk sipil. Hal ini juga sebagian besar tidak sanggup mencapai target yang dinyatakannya untuk menghancur-leburkan Daesh.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menjelaskan pada hari Selasa bahwa sebanyak 3.222 penduduk sipil sudah meninggal semenjak gabungan anti-Daesh pimpinan AS meluncurkan kampanye pemboman udara di Suriah, lebih dari 4 tahun lalu.

Ada 768 orang di bawah usia 18 di antara korban jiwa di samping 562 korban wanita.

Serbuan udara yang dipimpin AS juga mengakibatkan cedera ratusan penduduk sipil, beberapa di antaranya menderita cacat permanen dan wajib diamputasi member badan mereka.

Kubu pemantau yang berbasis di Inggris menulis bahwa penduduk sipil itu meninggal oleh pesawat perang yang dipimpin AS di provinsi Raqqah, utara Suriah, provinsi timur laut Hasakah, provinsi Aleppo dan barat laut Idlib serta provinsi Deir Ezzor di timur Suriah. [ARN]

Loading...


Arrahmah News Shared by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :